Salam Peduli ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Redaksi   |  Biro Daerah

Kamis, 15 September 2011

Ketua Pengadilan Lalai, Wartawan di Keroyok massa

Jakarta, Radar Nusantara-

Lagi-Lagi Wartawan Di Keroyok.Seorang wartawan kena serangan orang-orang yang tidak di kenal Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur pada saat menggelar sidang lanjutan pemeriksaan saksi atas perkara dugaan penggelapan hak atas tanah dengan terdakwa H Hotib (08/09) pekan lalu, berujung pada tindakan penganiayaan dan pengeroyokan, yang diduga kuat dilakukan oleh pihak pelapor (Budi Akhmad) terhadap Jhonson P ( Pemimpin Umum Siasat Kota) dan Lasport H (Wartawan siasat Kota dinilai beberapa pihak sebagai tindakan yang tidak mempunyai rasa perikemanusiaan itu, Jhonson harus mendapatkan dua puluh tujuh (27) jahitan menderita luka di kepalanya, karena dipukul dengan kayu balok. Lasport Hutagaol mendapatkan delapan (8) jahitan menderita luka di kepalanya, akibat dilempar dengan batu bata. Selanjutnya Jhonson dan Lasport membuatkan Laporan Polisi pada hari itu juga ke Polda Metro Jaya (PMJ).

Dalam laporan Jhonson dan Lasport No LP: TBL/3070/IX/2011/PMJ/Dit.Reskrimum, pelaku dijerat dengan pasal 351 dan pasal 170 KUHP, tentang penganiayaan berat dengan pengeroyokan. Informasi terakhir yang didapatkan Siasat Kota, pihak PMJ telah mengamankan dua orang pelaku terkait laporan Jhonson yang juga pemimpin umum media ini. Ihkwal terjadinya pengeroyokan, bermula ketika wartawan sedang meliput sidang yang beragendakan pemeriksaan saksi. Laubinsar rekan Jhonson dan Lasport melakukan pemotretan terhadap para saksi dan pengunjung disaat sidang sudah ditutup oleh ketua majelis. Akibat melakukan pemotretan, kubu pendukung saksi pelapor, menegor serta melakukan pemukulan dan pengeroyokan terhadap wartawan tepatnya didepan pintu ruang sidang.

Pantauan radar nusantara pada sidang terdahulu, sebelum terjadinya penganiayaan terhadap Jhonson dan Lasport, tak jarang pengunjung sidang mendapatkan teguran dari majelis hakim yang dipimpin oleh Karel Tuppu, SH, MH, ketika adanya riak-riak suara pengunjung sidang yang berpotensi menjadi keributan. Ketika hal tersebut dikonfirmasi langsung kepada Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang juga sekaligus sebagai Ketua Majelis Hakim atas perkara ini beberapa waktu lalu, sesaat setelah persidangan, bagaimana tindakan pengadilan Jakarta Timur mengantipasi akan terjadinya keributan, saat itu Karel menyebut bahwa situasinya masih kondusif. “ Untuk saat ini masih kondusif ya, tetapi tidak tertutup kemungkinan kami minta bantuan pengamanan dari Polres (Kepolisian Resort) Jakarta Timur” jawabnya.

Sementara itu, Pemimpin Umum Surat Kabar Siasat Kota mengatakan, sebelum terjadinya penganiayaan dan pengeroyokan, pihaknya ( Siasat Kota-Red) sudah melayangkan surat konfirmasi dengan No.001/KONF/RED-SK/VIII/11 tertanggal 18 Agustus 2011 kepada Ketua Pengadilan Jakarta Timur, terkait adanya tindakan intimidasi dan perbuatan menghalang halangi memasuki ruangan sidang yang dilakukan oleh pendukung pihak pelapor (Budi Akhmad-Red) terhadap wartawan Siasat Kota. Akan tetapi sampai terjadinya penganiayaan dan pengeroyokan Redaksi Siasat Kota belum mendapatkan jawaban, katanya Untuk itu, Jhonson mendesak Ketua Mahkamah Agung (MA), untuk segera memberikan sanksi terhadap Ketua Pengadilan Jakarta Timur (Karel Tuppu SH, MH), karena kurang responnya menyikapi keluhan masyarakat selaku pengunjung sidang terbuka untuk umum di PN Jakarta Timur. “

Secara khusus saya minta, supaya Ketua Mahkamah Agung memberikan sanksi pencopotan terhadap Ketua Pengadilan Jakarta Timur tersebut. Akibat terlalu menyepelekan keluhan masya¬rakat, khususnya media massa, dan sudah gagal memberikan rasa aman dan nyaman terhadap acara-acara persidangan. Sehingga terjadinya aksi main hakim sendiri di tempat yang semestinya terhormat dan bermartabat. Sebab untuk mendapatkan keadilan dan perlindungan hukum adalah di pengadilan” ujarnya. Prinuka Arrom SH, JPU dalam perkara sengketa tanah perkara H.Hotib, informasi yang di dapat dari Siasat Kota (10/09) Prinuku Amron mengatakan , lewat telepon genggamnya, sangat menyesalkan dan mengutuk kejadian keributan di pengadilan Jakarta Timur itu. “ Saya sangat menyesalkan dan mengutuk kejadian ini, dan ketua pengadilan Jakarta Timur harus bertanggung jawab terhadap kejadian ini” katanya. Ditambahkan Prinuka, akibat dari kejadian tersebut banyak persidangan yang tertunda ataupun bubar.

Hamonangan S, dari LSM Govermend Againt Coruption and Discrimination (GACD) mengutuk keras kejadian yang menimpa insan PERS tersebut. Pengeroyokan tersebut, lanjut Sinambela, sudah melakukan tindakan penghinaan terhadap lembaga peradilan. “ Penghinaan berat terhadap lembaga peradilan terhormat dan mulia, Polda Metro Jaya saya minta secara khusus, untuk mencari otak yang menyuruh pelaku melakukan pengeroyokan” tegasnya Ditambahkannya lagi, Ketua Mahkamah Agung segera mencopot Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Timur karena penganiayaan dan pengeroyokan tersebut menjadi tanggungjawabnya sebagai Ketua Kepala Bidang hubungan masyarakat Polda Metro Jaya (PMJ), Kombes Pol Baharuddin Jafar juga mengatakan , bahwa polisi tetap akan mencari siapa yang menjadi aktor pelaku penganiayaan dan pengeroyokan terhadap Jhonson dan Lasport di Pengadilan Jakarta Timur. “ Jelas ( Polisi Cari Aktor Pelaku), Dua (pelaku yang sudah menjadi tersangka dan ditahan di PMJ)” kata mantan Humas Polda Sumatera Utara ini. Kejadian penganiayaan dan pengeroyokan yang terjadi di dalam ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Timur dapat dilihat di You tube “ Pengeroyokan wartawan diruang sidang pengadilan”(sind)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar untuk memberikan tanggapan/ pertanyaan.