Salam Peduli ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Redaksi   |  Biro Daerah

Jumat, 25 November 2011

Gugatan Perdata H.Muhammad Sakdin ke PT. MIP Mulai Disidangkan

Lahat, Radar Nusantara

Gugatan H.Muhamad Sakdin warga Desa Gunung Kembang Kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat Sumatera Selatan,mulai disidangkan pada hari rabu (23/11)di Pengadilan Negeri Kabupaten Lahat,dengan Pokok perkara kasus Perampasan hak dan pengrusakan tanam tumbuh yang ada di atas tanah tersebut. Sementara surat gugatan perdata dengan No.18/PDT-G/2011.

PN Lahat  Pengugat atas nama Darman Bin Sungkim (50) dan H.Muhamad Sakdin (55).disini terlihat yang tergugat ada 5 orang termasuk PT.MIP (Mustika Indah Permai)yang beroperasi di wilaya kecamatan merapi timur kabupaten Lahat,adapun sebagai dasar dan Alasan-alasan yang mejadi dasar hokum dalam gugatan ini adalah,Tanah dengan Luas 1,150 Ha yang terletak diantaran mate lentik/Munggu Ubau kecamatan merapi timur kabupaten lahat ini di gusur oleh PT.Mustika Indah Permai(MIP) Tanpa ada koordinasi kepada pihak korban(H.Muhamad Sakdin-Red) dengan batas-batas sebagai berikut,sebelah barat dahulu berbatas dengan tanah Ahmad Samidin,sekarang berbatas dengan PT.Mustika Indah Permai(MIP) dengan panjang 80 meter,sebelah timur dahulu berbatas dengan tanah milik Da,i Umarsid sekarang berbatas dengan PT. Mustika Indah Permai(MIP) dengan panjang 80 meter,sebelah selatan dahulu berbatas dengan tanah milik Saudari Yurma,sekarang berbatas dengan PT.Mustika Indah Permai(MIP) dengan panjang 100 meter,sebelah utara dahulu berbatas dengan tanah milik H.Muhamad Sakdin(korban-Red)termasuk pengugat 2 (dua) dengan panjang 199 meter.

Menurut  H.Muhamad Sakdin dan Darman  selaku pengugat,berdasarkan surat keterangan Ahli waris tertanggal juni 2011 dengan surat pernyataan Hak tertanggal juni 2011 yang ditanda tangani oleh Nursiam Binti Mat Suhar ahli waris dari Sungkim,tanah dengan luas 2,3 Ha dari buka hutan belukar,digarap untuk dijadikan kebun karet tanah 2,3 Ha tersebut digarap dan ditanami pohon karet sebanyak 50 (lima puluh)batang,tanah ini dikuasai mulai dari tahun 1963 sampai tahun 2009,kebun ini ndirawat secara terus menerus ini yang menjadi dasar Darman menguasai tanah ini,dan tanah ini suda di jual darman kepada saya (H.Muhamad Sakdin-Red)namun sebagian tanah ini masih milik darman  makanya saya dan darman yang mengugat,inilah dasar kami,ujarnya.

Lebih lanjut H.Muhamad Sakdin menambahkan akibat dari perbuatan ini para pengugat (H.M Sakdin dan Darman-Red)telah mengalami kerugian material sebagaimana diuraikan sebagai berikut:
-Satu bidang tanah dengan luas lebih kurang 2,3 Ha bilah dinilai dengan harga sekarang tanah permeternya sejumlah 50.000,-permeter   x  Luas tanah(2,3 Ha) 23000 meter  = 1.150.000.000,- (Satu milyar seratus lima puluh juta rupiah),sedang tanah milik saya (H.M.Sakdin-Red) pengugat 2 (dua) yang berada diatas tanah 2,3 Ha maksudnya tanam tumbuhnya berupa pohon karet,dan campuran pohon lainnya,untuk pohon karet itu ada 60 (enam puluh batang) apabilah dihitung perkubiknya untuk satu kubik seharga Rp.1800.000,-(satu juta delapan ratus ribu rupiah) dikali 60 (enam puluh)batang itu sama dengan Rp.108.000.000,-(seratus delapan juta rupiah),ditambah parah pengugat telah dipermalukan di muka umum oleh tergugat,jadi harga diri para pengugat(H.M.Sakdin dan Darman-Red) telah tercemar,dan ini bilah dihitung dengan uang ini sebesar Rp.300.000.000,-(tiga ratus juta rupiah) jadi  total keseluruhan tuntutan kami ini sebesar Rp.1.150.000.000,- + 108.000.000,- + 300.000.000,- =1.558.000.000,-(satu milyar lima ratus lima delapan juta rupiah) ini diluar harga tanah kata H.M.Sakdin (korban-Red).sementara kasus ini akan disidangkan pada hari rabu (23/11) di pengadilan negeri lahat,paparnya. (amin-PN)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar untuk memberikan tanggapan/ pertanyaan.