Salam Peduli ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Redaksi   |  Biro Daerah

Kamis, 17 November 2011

Masalah Infrastruktur Jalan di Kabupaten Bekasi


                        
Oleh : JULHAM
Wartawan  Radar Nusantara

Bekasi, Radar Nusantara

Kepala Dinas Bina Marga ”H.Jamaluddin perlu mengetahui kinerja Wasdal, PPTK dan Konsultan serta Pengawas dalam Pengawasan insfratruktur jalan yang berada di Kabupaten Bekasi yang kita duga tidak berarti, karena banyak insfraturktur Jalan di Wilayah Kabupaten Bekasi yang dialokasikan dari Dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2011 tidak maksimal dalam pengawasan serta jarang menegor pihak pemborong yang menyalahi aturan dalam pelaksanaan kegiatan insfratruktur jalan.
Namun sangat kita sayangakan, bahwa hal ini banyak pihak Pemborong dari PT/CV yang mengerjakan Insfratruktur Jalan di Wilayah Kabupaten Bekasi tidak mematuhi PerPres No.54 serta Spek/RAB yang ada, maka bisa kita menduga semua ini tidak berarti pungsi dari pada Wasdal, PPTK dan Konsultan serta Pengawas, karena banyak pihak Pemborong yang melanggar Peraturan Persiden No.54 serta Spek/Rab tidak dihiraukan oleh Wasdal, PPTK dan Konsultan serta Pengawas dalam Pengawasan jalan tersebut.
Berdasrkan pantauan Wartawan Radar Nusantara selaku alat kontrol, hal ini banyaknya permasalahan perbaikan insfratruktur jalan di kerjakan oleh pihak pemborong diduga tidak sesuai Spek/RAB serta melanggar Perpres No.54, maka Kepala Dinas Bina Marga “H.Jamaluddin tidak berani menindak tegas Wasdal, PPTK dan Konsultan serta Pengawas dalam menjalankan tugas Pengawasan insfratruktur jalan di Kabupaten Bekasi, karena semua ini diduga hanya untuk mendapatkan Upeti (Uang Penitipan) saat pihak pemborong melaksanakan kegiatan proyek jalan seperti:

1. Pengecoran Jalan Rigit Utama Perum.Telga Murni, Kecamatan Cikarang Barat, dengan Panjang: 470.M dan  Lebar: 5.M, Nilai anggaran Rp 812.170.000. dikerjakan oleh PT.NAPOSOBULUNG BERKARYA. Permasalahan  pengecoran Jalan Rigit Utama Perum Telaga Murni tersebut, belum lama dikerjakan sudah retak-retak. Namun pihak PPTK dan Konsultan serta Pengawas dalam pengawasan kegiatan tersebut tidak berani menegor pemborong PT. NAPOSOBULUNG  BERKARYA, maka hal ini saat pihak Wasdal melakukan Cordrill seharusnya dapat melihat Kualitas dan Mutu jalan tersebut.

2. Peningkatan jalan lingkungan Kp.Cibuntu-Bojong RT.01 RW.03 Dusun.II, Desa Ganda Sari, Kecamatan Cikarang Barat, Panjang:380.M dan Lebar:4.M, sumber dana dari APBD-TA 2011 sebesar Rp,312.889.000 dengan No.SPMK.602.1/ /SPMK/DBM-PSDA/V/2011 dikerjakan oleh PT. SITONGGI - TONGGI JAYA. Permasalahan jalan tersebut saat di pantau Wartawan Radar Nusantara, Tinggi bagesting 13.Cm, hal ini diduga PT.SITONGGI-TONGGI JAYA mencuri volume, maka PPTK dan Konsultan diam agar mendapatkan Upeti dari PT.Sitonggi-Tonggi Jaya.

3. Jalan lingkungan Serengseng Hilir RT.07 RW.08 Desa Suka Mulya, Kecamatan Sukatani yang di kerjakan oleh CV.WIDYA SARI dengan     nilai anggaran Rp,447.216.000. Panjang: 854.M dan Lebar: 2,5.M denganNo.SPMK.602.1/1216/SPMK/DBM-PSDA/V/2011. Permasalahan jalan tersebut saat di ukur Wartawan Radar Nusantara bersama Konsultan, Tinggi AS tengah 8.Cm dan Tinggi bagesting 10.Cm, hal ini kita menduga CV. WIDYA SARI sudah mencuri Volume, karena pekerjaan CV. WIDYA SARI tidak sesuai Spek/RAB dalam mengerjakan jalan tersebut, maka kita menduga bahwa Wasdal dan PPTK serta Konsultan diberi Upeti oleh CV. WIDYA SARI, agar saat Cordrill dapat menghasilkan maksimal.

4. Jalan lingkungan Desa Kp.Mareleng – Kp Paketingan RT.01 RT.03 dan RT.08 Rw.03, Desa Bojong Sari, Kecamatan Kedungwaringin, kegiatan proyek tersebut dikerjakan oleh CV.GANDA SARI, dengan nilai Rp,405.236.000, Panjang: 720.M dan Lebar:3.M No.SPMK.602.1/  /SPMK/DBM-PSDA/V/2011. Permasalahan jalan tersebut Tinggi bagesting 10.Cm dan AS tengah 8.Cm, hal ini CV.GANDA SARI diduga sudah mencuri volume dan menyalahi aturan tidak sesuai Spek/RAB, maka dapat kita menduga pihak Wasdal dan PPTK serta Konsultan kongkalikong dengan CV.GANDA SARI.

5. Peningkatan Jaling di RT.04-06 Desa Naga Sari, Kecamatan Serang Baru Panjang: 1110.M dan Lebar: 2.M dengan nilai Rp 435.540.000 di kerjakan oleh CV.BROVO INTERNUSA. Permasalahan Jalan tersebut saat di ukur Tinggi Bagesting 13.Cm dan AS Tengah 10.Cm, sampai saat ini jalan tersebut sudah banyak yang retak-retak, maka pihak Wasdal Bina Marga tidak melihat Kualitas dan Mutu jalan tersebut, hal ini dapat diduga pihak Wasdal dan PPTK serta Konsultan semua ini bersekongkol untuk mendapatkan Upeti dari CV.BROVO INTERNUSA.
6. Pengecoran Jalan Sunan Kali Jaga Rawa Gebang Utara RT.01 RW.03, Kecamatan Cikarang Timur, dengan Panjang: 382.M dan Lebar: 4.M dengan nilai anggaran Rp 262.469.000. yang dikerjakan oleh CV.INDRA UTAMA. Permasalahan Jaling tersebut saat di pantau Wartawan dan LSM Imbas, Tinggi Bagesting 13.Cm dan AS Tengah 10.Cm, pada saat di lokasi Pelaksana dan Pengawas tidak berada di tepat, haI ini kita dapat menduga malas mengawasi kegiatan tersebut, karena sudah mendapatkan Upeti dari CV.INDRA UTAMA.
7. Pengecoran perbaikan Jalan Rigit Cibenda – Warung Belut Sukaragam, Desa Sinar Jaya, Kecamatan Serang Baru, Panjang: 330.M  dan Lebar: 4.M, dengan nilai anggaran Rp 363.000.000 di kerjakan oleh CV.SEGI TIGA. Permasalahan Jalan tersebut pada saat pemasangan papan Bagesting tidak diatas B-Nol, maka dapat kita menduga CV.SEGI TIGA mengurangi volume dan sebagian jalan yang sudah dicor banyak yang retak-retak, karena PPTK dan Konsultan serta Wasdal saat Cordrill diam dan masa bodoh, maka kita dapat menduga sudah mendapatkan Upeti dari  CV.SEGI TIGA saat hendak cordrill.

Dari permasalahan insfratruktur jalan yang ada di Kabupaten Bekasi, Kepala Dinas Bina Marga “H.Jamaluddin tidak berani memberi sangsi kepada pihak Pemborong yang melanggar PerPres.No.54 dan Spek, karena semua ini dapat kita menduga pihak Wasdal, PPTK serta Konsultan dan Pengawas hanya untuk mendapatkan Upeti (Uang Penitipan) dari proyek jalan yang ada di Kabupaten Bekasi, bukan melihat Kualitas dan Mutu.
Maka Kejari Cikarang agar dapat memeriksa kembali tentang terkait permasalahan insfratruktur jalan yang ada di Kabupaten Bekasi, bahwa dalam pemantauan Wartawan Radar Nusantara yang diduga banyak yang menyimpang dari Spek/RAB, hal ini agar Negara tidak dirugikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar untuk memberikan tanggapan/ pertanyaan.