Salam Peduli ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Redaksi   |  Biro Daerah

Jumat, 04 November 2011

Sistem Pertanian di Kab. Muara Enim belum Maksimal

salah satu hamparan persawahan yang ada di Kota Muara Enim yang belum memiliki saluran irigasi


Muara Enim, Radar Nusantara-

Kabupaten Muara Enim, Sumsel merupakan suatu kawasan yang memiliki potensi persawahan yang sangat luas. Tapi sepertinya dari pantauan persawahan yang ada di Kabupaten Muara Enim belum di usahakan secara maksimal. Banyak bentangan persawahan yang ada di Kabupaten Muara Enim masih melakukan pengolahan secara sangat tradisional yang tidak sesuai dengan zaman nya. Bentangan persawahan yang di kelolah oleh masyarakat di Kabupaten Muara Enim banyak yang tidak di lengkapi dengan sistim irigasi yang baik, yang sebagian kecil irigasi yang sudah dibangun baik melalui APBN, APBD Provinsi maupun oleh Kabupaten Muara Enim sendiri pada saat ini tidak dapat di fungsikan lagi, dan yang lebih sangat memprihatinkan lagi dapat kita saksikan sistim pertanian persawahan di Kabupaten Muara Enim tidak memiliki saluran irigasi sama sekali.
Kenyataan inilah yang menyebabkan pengadaan beras di Kabupaten Muara Enim tidak mencapai target, sangat jauh dari harapan untuk menciptakan Swasembada pangan yang sesungguhnya.

Bahkan yang sangat di sayangkan dan ironisnya justru Dinas yang menangani masalah Petanian dan tanaman pangan di Kabupaten Muara Enim justru mengeluhkan masalah minimnya lumbung beras di Kabupaten Muara Enim dan bukan lebih mengutamakan dari mana beras-beras itu dapat di hasilkan secara maksimal. Dinas yang menangani permasalahan ini justru mengeluhkan sulitnya mendapatkan lahan hibah disinyalir menjadi kendala bagi pembangunan lumbung di sejumlah desa.

Sempat dikutif dari hasil pemberitaan di sejumlah media bahwa Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Muaraenim Jasman Sanif melalui Kepala Seksi (Kasi) Keaneka ragaman dan Keamanan Pangan Dewi Adrianti mengatakan, saat ini jumlah lumbung (gudang penyimpanan) beras di Kabupaten Muaraenim kurang dari sepuluh unit. Pasalnya, pihaknya kesulitan dalam mendapatkan tanah hibah dari masyarakat setempat. Padahal, hal tersebut merupakan salah satu syarat utama untuk proses pembangunan lumbung.

Dan terkait dengan permasalahan ini yang menjadi pertanyaan sekarang untuk apa lebih memprioritaskan membangun lumbung beras, sementara sebagian besar bentangan persawahan di Kabupaten Muara Enim sumsel misalnya di wilayah Kecamatan Abab, di Kecamatan Muara Belida, di Kecamatan ujan mas, dll, kawasan persawahan yang bakal mengasilkan beras justru tidak begitu mendapat perhatian yang serius. Dan hal ini sangat perlu dievaluasi kembali oleh Dinas yang menangani masalah pertanian di Kabupaten Muara Enim. Jangan justru melakukan study banding ke luar negeri untuk mempelajari sistim pertanian tetapi hasilnya tidak dapat di terapkan kepada petani sebagai pelaku utama pertanian di Kabupaten Muara Enim. (Er)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar untuk memberikan tanggapan/ pertanyaan.