Salam Peduli ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Redaksi   |  Biro Daerah

Rabu, 21 Desember 2011

Tragedi Mesuji (Memang Sungguh Keji), Rekayasa atau Fakta

 Mesuji, Radar Nusantara

Menanggapi Persoalan Tragedi Mesuji (Memang Sungguh Keji),  di desa Sungai Sodong  seperti yang diperlihatkan di video beberapa waktu yang lalu dan beredar luas di dunia maya, bahwa banyak juga yang mengatakan Kebenaran video pembantaian petani di Kabupaten Mesuji, Lampung masih tanda tanya.Terlihat sejumlah pelaku pembantaian bercelana loreng, bersenapan, dan mengenakan topeng, menenteng kepala yang terpenggal.

CBS News, menyebutkan bahwa salah satu adegan dalam video pemenggalan kepala yang dikaitkan dengan pembantaian Mesuji diambil dari konflik di Thailand Selatan. Muncul dugaan bahwa mereka adalah anggota separatis Pattani yang terlibat konflik SARA di Thailand.


Menurut Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Djoko Suyanto, bahwa gambar dalam video itu tidak berasal dari satu peristiwa. Beliau juga akan melibatkan sejumlah pakar untuk meneliti video kekerasan tersebut.

Sementara  Mabes Polri, menilai video tersebut banyak berbau rekayasa. "Gambar pembantaian Mesuji banyak rekayasa seperti korban tidak pada satu tempat," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution, usai diskusi media dan pembangunan demokrasi di Indonesia di Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Senin (19/12/2011).
Saud pun menilai bahwa peristiwa di video itu tampak terjadi di tempat-tempat yang berbeda. Contohnya ada gambar potongan kepala seseorang yang berbeda dengan badan orang tersebut. Hal ini menunjukkan rekayasa dari si pembuat video. "Seakan-akan kepala yang terpisah dengan badan yang terpenggal itu satu badan, padahal bukan," ujarnya. Saud berjanji akan menyelesaikan kasus Mesuji ini serapi mungkin. "Saya nggak mau ada penghakiman dari pers dan masyarakat. Jangan membentuk opini tidak berimbang," pintanya.

Dari hasil investigasi di lapangan tentang kasus Mesuji, Komisi III DPR menanggapi bahwa informasi perihal korban yang meninggal belum jelas siapanya. Kalau hasil rapat kami sampai malam, menurut polisi ada dua korban jiwa yang di Mesuji Lampung, kalau menurut masyarakat ada banyak, kalau pengacaranya dia bilang 13 orang," tutur anggota Komisi III DPR, Martin Hutabarat.

Lain halnya yang dikatakan Mayjen (Purn) TNI Saurip Kadi bahwa sudah jelas adanya pembantaian warga di Mesuji, Ia juga membantah video pembunuhan warga di Kecamatan Mesuji, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, merupakan hasil penggabungan dengan rekaman gambar-gambar peristiwa kekerasan di Thailand.

“Tim pencari fakta sudah kesana dan mengakui ada pemenggalan. Sekarang ini perusahaan yang terlibat dalam kasus Mesuji masih ada, keluarga korban pembantaian juga masih ada. Jadi tak perlu mengurusi hal teknis seperti itu. Fokus urus warga, jangan fokus mengurusi dari mana video tersebut,” ujar Saurip, Senin (19/12) saat jumpa pers di kantor PP Muhammadiyah.

Banyak yang menilai bahwa kasus di Mesuji berawal dari kasus sengketa lahan yang bermula ketika pemerintah mengeluarkan surat izin penggunaan lahan kepada perusahaan. Padahal, lahan yang akan digarap perusahaan sudah ditempati warga selama puluhan tahun. Dari tahun ketahun perkara sengketa lahan antara perusahaan dengan warga terus terjadi bahkan hingga menimbulkan korban jiwa.

Jangan sampai ada konspirasi antara Pengusaha dan Penguasa, dan jangan sampai pula Pemerintah dikatakan selalu lamban dalam menangani kasus penanganan HAM, Dan haruskan

Dari kesimpulannya pemerintah  menganggap adanya Rekayasa sedangkan Warga menganggap adalah fakta dilapangan. Sampai- sampai Pemerintah membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Mesuji  yang diketuai oleh Wamenkumham Denny Indrayana, dan diduga adanya rekayasa. Pertanyaannya kenapa tidak Komnas HAM yang diturunkan kelapangan, sementara Komnas HAM sudah lima kali turun ke lokasi bentrokan itu dan menghasilkan beberapa rekomendasi. Amat disayangkan hasil temuan  Komnas HAM itu justru tak digubris pemerintah. Sebaliknya, pemerintah malah membentuk tim baru (TGPF), ujar salah satu TIM KontraS ( Koordinator Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan). (and)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar untuk memberikan tanggapan/ pertanyaan.