Salam Peduli ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Redaksi   |  Biro Daerah

Selasa, 24 Januari 2012

Deklarasi Pemekaran Kab. Garut Utara Digelar 16 Februari 2012

Garut, Radar Nusantara

Dengan Mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Atas Dasar Kesepakatan Bersama yang dilandasi dengan Keikhlasan, Para Aktivis Pergerakan Garut Utara, bertempat di Rumah KH. Rd. Amin Muhyidin, Pada Hari Rabu, 18 Januari 2012 Pukul. 23.30 telah di Tetapkan sebagai Hari Kebangkitan Pemekaran Kabupaten Garut Utara. Demikian salahsatu rangkuman yang dihasilkan dalam peretemuan team panitia kecil dengan beberapa tokoh aktivis pergerakan garut utara dimana waktu itu nampak hadir wakil-wakil dari unsur tokoh masyarakat, alim ulama, budayawan, pemuda, LSM dan beberapa aktivis pergerakan lainnya. Salah satunya adalah H. Usep Romli seorang Tokoh Masyarakat sekaligus Budayawan Asli Jawa Barat yang di lahirkan dari daerah Cibiuk - Garut Utara.

KH. Amin Muhyidin selaku Tuan Rumah mengatakan bahwa Rencana atau Niat sebagian warga Garut Utara untuk mengajukan Pemekaran menjadi Kabupaten yang otonom adalah sebagai bentuk tanggungjawab dan rasa cinta terhadap tanah kelahiran dan berupaya untuk bias mengembalikan sejarah yang telah di rintis oleh pejuang kab. Limbangan yang sekarang berganti nama menjadi Kab. Garut, dimana Rd. Tumenggung Wangsa Kusumah II rela untuk di Pecat oleh Kolonial Belanda dari pada harus menyetor Kopi, Nila dan Lain-lainnya yang akan mengakibatkan penderitaan bagi rakyatnya. Ungkapnya.

Untuk itu dijelaskan oleh Tokoh Karismatik Limbangan ini, bahwa Pemekaran Kabupaten Garut Utara tidak di Larang dan tidak Haram Hukumnya karena berdasarkan UU yang ada di NKRI, kita di perbolehkan untuk mengajukan pemekaran suatu daerah kab./kota. Apalagi kalau dilihat dari jumlah penduduk yang ada di kabupaten garut sekarang tercatat sekitar 2.500.000 orang dengan jumlah 42 kecamatan, sementara di UU hanya cukup dengan 10.000 penduduk dan 5 kecamatan sudah bisa mendirikan kabupaten, jadi apa yang salah kalau kami mengajukan pemekaran …? Tegasnya.

Maka pada pertemuan ini, mari kita luruskan niat dan samakan visi, misi dan persepsi kita bahwa kita berkumpul dalam rangka memperjuangkan kepentingan rakyat bukan untuk kepentingan seseorang atau kelompok tertentu, mari kita jadikan landasan perjuangan atas ke ikhlasan dan tanggungjawab dari Rd. Tumenggung Wangsa Kusuma II yang rela untuk di pecat oleh Pemerintah Kolonial Belanda daripada rakyatnya harus sengsara dan menderita karena harus menyetor kopi, nila dan sebagainya.

Sementara itu H. Usep Romli, menuturkan bahwa rencana pemekaran kab. Garut Utara agar bisa dilaksankan dengan penuh keterbukaan dan jangan di tunda-tunda, malam ini (Rabu, 18 Januari 2012) Mari kita jadikan sebagai momentum titik sejarah, hari kebangkitan Pemekaran Kab. Garut Utara. Kita tidak perlu takut dengan renacana pemekaran ini karena di jamin dan di lindungi oleh Undang-Undang. Tegasnya.

Lebih lanjutkan di Katakan oleh Jurnalis kawakan ini, Pemekaran Garut Utara menjadi Kabupaten adalah menjadi harga mati, itu artinya harus kita perjuangkan sampai terwujud kabupaten yang otonom, mandiri, mempunyai jati diri dan berdaya saing tinggi serta menjadi kabupaten yang religious, dimana para pemimpinnya selalu menjaga etika dan disiplin moral, melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pelayan masyarakat dengan baik dan penuh tanggungjawab dalam meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.

Ingat suatu daerah akan hancur, jika para pemimpinnya selalu ingkar janji, suka berhohong pada rakyatnya dan tidak amanah dalam menjalankan roda pemerintahannya, dulu ada sebuah lagu yang berjudul Sasalimpetan, kalau di qiyaskan ke jaman sekarang di era pemerintahan yang katanya Era Reformasi yang selalu menjungjungtinggi keterbukaan “Sasalimpetan”, yang mengandung makna : “sasalimpetan” (kelit sana kelit sini), “jajahan aing nu panjang” (meranjah apa saja yang merasa dikusai, sebanyak-banyaknya). Tak peduli yang berteriak “huy ...huy..(kritik,ancaman hukum, dll), dianggap angin lalu, Remeh temeh," Imbuhnya.

Juga “sasalimpetan” dalam kasus-kasus skandal yang terang benderang diketahui umum. Tak membuat gentar. Tak membuat yakin, jika kasus-kasus itu akan menjerat lehernya. Sebab jika itu terjadi, tentu akan menjerat leher pihak-pihak lain yang sama-sama “sasalimpetan”. Sautu “hil” yang “mustahal” (meminjam istilah seorang pelawak terkenal), kasus-kasus apapun, adalah kait-mengkait dengan banyak pihak dankepentingan. Untaian mafia aneka macam dan warna, jika terurai satu akan terurai semua.Sehingga tak akan ada siapapun yang akan berani menindak siapapun. Prinsip “sesama koruptor jangan saling teror ” (modifikasi istilah bis kota) sangat berlaku di lingkungan yang penuh persekongkolan dalam dosa dan permusuhan.

Untuk Itu H. Usep yang berani mengundurkan diri dari jabatannya sebagai PNS sehingga massa tuanya tidak mencicipi gaji pensiunan mengatakan, “Sasalimpetan” saling tuding, saling “meungpeunan beungeut ku saweuy” alias “sembunyi di balik sebatang ilalang” akan terus dilakukan, walaupun tidak menghasilkan apa-apa. Kecuali kekesalan khalayak dan kebebalan para elit yang terlibat. Cuma menghasilkan omong kosong tentang “ikan teri, salmon, piranha” yang anyir dan busuk. Sehingga untuk mengatasinya perlu pewangi ruangan seharga miliaran, namun tetap sengak menyengat dari timbunan bangkai intrik dan sandera politik. Pungkasnya.
Di akhir pertemuan disepakati bahwa untuk pelaksanaan Deklarasi Pemekaran Kab. Garut Utara Insya Allah akan dilaksanakan pada Hari Kamis, 16 Febuari 2012 M atau yang bertepatan dengan tanggal 23 Rabiul Awal 1433 H, Pukul 09.00 dan akan di Pusatkan di Pemakaman Rd. Tumengggung Wangsa Kusumah II di Limbangan Garut Utara.

Sedangkan Aep Saepudin salah seorang Pengurus Tim Panitia Kecil mengatakan bahwa Pemekaran adalah suatu hal yang tidak dilarang karena ini di jamin oleh Undang-Undang, kami tidak melakukan Makar, tapi ingin mengajukan Pemekaran menjadi sebuah Kabupaten yang mandiri dengan maksud dan tujuan sebagai berikut :
1. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat,
2. Meningkatkan pelayanan publik.
3. Mempercepat pembangunan daerah.
4. Membuka lapangan pekerjaan.
5. Meningkatkan daya saing daerah.
6. Animo masyarakat yang menghendaki adanya sebuah pemerintahan kabupaten yang mandiri, berdaya saing dan mempunyai jatidiri serta memiliki karakter kebangsaan dalam naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
7. Berdasarkan hasil rapat Panitia Kecil/Team Perumus yang telah di laksanakan pada tanggal 10 Januari 2012 dan tanggal 18 Januari di Limbangan Garut Utara. (tim)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar untuk memberikan tanggapan/ pertanyaan.