Salam Peduli ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Redaksi   |  Biro Daerah

Selasa, 24 Januari 2012

Mutasi Sebagai Ajang Korupsi Dr. Jr. Saragih. SH. MM Sang Bupati Simalungun

Simalungun, Radar Nusantara

Setelah sekian lama menjabat sebagai Bupati Simalungun yang terpilih namun belum menunjukkan kinerja dan kepiawaian dalam memimpin kabupaten simalungun seperti yang di harapkan masyarakat. Orasi yang sangat lantang di cetuskan semasa pencalonan bupati untuk menuju perubahan di daerah simalungun tidak tampak secara signifikan.

DR. JR. Saragih. SH. MM yang dulunya semasa kampanye sebagai calon bupati No. 4 menggunakan Helikopter untuk menunjukkan harapan yang besar bagi masyarakat, sebab dengan cara itu masyarakat berpikiran bahwa JR. Saragih mampu melihat apa saja yang dibutuhkan masyarakat simalungun, namun apa yang rakyat dapat hingga kini JR. Saragih hanya mampu untuk membangun kerajaan bisnis sendiri, perihal ini dapat di lihat dari kemewahan rumah pertokoan ( RUKO ) di desa hapoltakan kecamatan raya kabupaten simalungun yang tak asing lagi milik bupati simalungun. Masyarakat simalungun bawah ( Kec. Siantar – Kec. Ujung Padang ) saat ini sangat menanti untuk berbagi kue pembangunan dengan simalungun atas, hal ini mungkin terlupakan oleh JR. Saragih. Dilihat dari kantong suara yang mendukung JR. Saragih pada saat pemilihan berlangsung adalah dari masyarakat simalungun bawah dengan iming-iming akan terealisasinya pemekaran kabupaten menjadi 2, dengan alasan supaya masyarakat yang bermukin di daerah simalungun bawah tidak jauh dalam mengurus sesuatunya serta tidak akan mengocek pengeluaran yang besar untuk hal pengurusan administrasi  ke pemerintahan simalungun.  Secara goegrafis kabupaten simalungun seharusnya layak di mekarkan menjadi 2 kabupaten. Hal ini didukung juga dari segi jumlah penduduk.

Satu prestasi yang hingga kini di banggakan dari DR. JR. Saragih adalah melakukan Mutasi secara acak dan sesuka hati dilingkungan Pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten Simalungun, hal ini sangat meresahkan PNSD yang dapat merusak kinerja dari para pegawai, belum lagi oleh kepercayaan Bupati yang sering Mengintervensi para pegawai terutama dalam hal pengadaan barang dan jasa di kabupaten simalungun, salah satunya adanya informasi yang di temukan Radar Nusantara dari berbagai sumber di penghujung tahun 2011 adanya pemungutan liar yang dilakukan SS salah seorang kepala bagian di salah satu dinas atas perintah kepercayaan bupati Simalungun kepada Kepala Dinas, Camat bahkan merambah sampai Kepala Bagian  sebesaran Rp. 2-3juta dengan dalih untuk uang Natal dan Tahun Baru.

Awal tahun 2012 di lingkungan pemerintahan Kabupaten Simalungun berkembang isu tentang Pemutasian eselon II yang di duga akan terealisasi dalam waktu dekat, hal ini sangat disayangkan karena akan mempengaruhi kinerja dan mutu yang di hasilkan oleh Kepala dinas beserta Staff dalam melakukan tugas dan tanggung jawab sebagai pegawai, juga merugikan secara administrative.

Simalungun dianggap pemecah  record dalam hal mutasi pergatian Kadis, Kabag maupun Camat tercepat didunia, seperti contoh Camat Hatonduhan, Camat Panei, Camat Dolok Pardamean, dll dengan masa kerja hanya 3-6 bulan.

Masyarakat Simalungun ketika Radar Nusantara melakukan wawancara di berbagai tempat ber opini “ Jangankan PNS kami semua masyarakat juga bingung terhadap kebijakan Bupati Simalungun yang di duga semena-mena serta arogan dalam memimpin Simalungun, apakah hal ini untuk membayar semua kerugian ongkos kampanye yang di keluarkan oleh JR. Saragih dua tahun silam?, kita pun tidak tau akan di bawa kemana kabupaten simalungun ini”,  perubahan pada struktural kepegawaian yang signifikan namun dalam pembangunan hanya sedikit untuk memajukan Simalungun.

Bupati Simalungun diduga belum siap secara mental dalam melakukan perubahan yang terlalu dipaksakan yang di buktikan dengan tersendatnya pembangunan bandar udara di raya, hal ini diduga hanya lips service saja. Kenapa  ? karena APBD Kabupaten Simalungun tidak mendukung temuan ini diduga ajang pemborosan saja. (Syamp/Rm)

4 komentar:

  1. Sangat disayangkan mutasi PNSD terlalu cepat meresahkan masyarakat. Bagaimana kita dapat melihat kinerja seseorang belum sampai eanm bulan sudah dipindahkan. Kita bukan superman. Kalau ada yang tidak benar masukkan aja dalam penjara. Bravo.

    BalasHapus
  2. Sangat disayangkan, praktek mutasi/korupsi bukanlah hal aneh lagi di KAB. SImalungun. miris melihat seorang pemimpin yang menyalahgunakan kekuasaan yg dimilikinya.Harusnya dia tau diri, rakyat sudah memilihnya, harusnya dengan jabatan yg dimiliki harus mau jadi abdi rakyat.
    KAb. Simalungun punya potensi untuk menjadi kabupaten terbaik jika dikelola dengan baik karena meiliki perkebunan baik padi/kelapa sawit yg luas.
    Tapi yg ada sekarang, kemerosotan di segala bidang, gmana mau maju, semua duit yang ngatur,fasilitas publik hampir tidak ada yang dibenahi. Lihat saja akses jalan raya di simalungun, rusak parahh dan hampir tidak ada perhatian pemerintah.belum lagi sektor keamanan yang sangat2 kurang, saya bahkan lebih aman berada di daerah orang daripada di daerah saya sendiri. Harusnya, pemerintah kab. kita mau berkaca dan sadar,berani jadi bupati harus berani memajukan kabupaten ini. Janagn hanya omong doang. Cobalah belajar dari beberapa daerah lain, misalnya dari walikota SOLO Pak Jokowi, beliau tidak hanay janji tapi realisasi, dan kita lihat sekarang reputasinay meningkat dan kota solo juga berhasil dia kelola.
    Yah, hanay berharap, semoga Kabupaten ini bisa segera berbenah diri, dan sekali2 denagrlah jeritan rakyatmu pak bupati.

    BalasHapus
  3. kalau JRS bilang, " wani piro HAM" ase hubaen Kadis atau CAMAT

    BalasHapus
  4. Ahhh...banyak x cerita kalian semua, yg NATO alias no action talk only nya semuanya.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar untuk memberikan tanggapan/ pertanyaan.