Salam Peduli ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Redaksi   |  Biro Daerah

Selasa, 17 April 2012

Gunas Group Borong Lahan Plasma


Sintang, Radar Nusantara

Gunas sebuah grup perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Sintang, dinilai tidak beritikad baik untuk mensejahterakan masyarakat disekitar diwilayah konsesinya. Hal ini dapat dibuktikan dengan upaya pembelian kembali lahan plasma oleh perusahaan-perusahaan yang berada didalam grup tersebut.

“Disinyalir perusahaan yang tergabung dalam Gunas Group yang beroperasi di Kecamatan Kelam Permai, Kayan Hulu dan Kayan Hilir, melakukan berbagai upaya agar dapat membeli kembali lahan plasma yang telah di serahkan kepada masyarakat,”tutur Rikky Kuswanto, Ketua Forum Aliansi Masyarakat Korban Investasi (Famki) beberapa waktu yang lalu.

Dalam melakukan pembelian kembali kebun sawit warga masyarakat ini, Gunas Group tidak bekerja sendiri. Sejumlah pejabat pemerintahan, aparat keamanan dan wakil rakyat di kecamatan tersebut, disiyalir memuluskan aksinya ini.

Banyak diantara masyarakat yang terpaksa menjual kebun plasma milik mereka karena tanaman kelapa sawit yang berada dilahan plasma yang dibagikan kepada masyarakat kurus-kurus, sehingga hasil panennya tidak maksimal. Kondisi ini dimanfaatkan oleh perusahaan melalui orang-orang kepercayaannya merayu warga agar menjual saja lahan mereka kepada perusahaan. Harga pembelian kembali perusahaan ini sangat murah. 3-5 juta rupiah per kapling.
Menurut Rikky, dari hasil survey FAMKI di delapan desa di Kecamatan Kayan Hilir, beberapa dusun didalam desa yang disurvei sudah tidak ada yang memiliki lahan plasma lagi. Lahan-lahan mereka sudah dijual kepada perusahaan karena hasil yang diperoleh tidak cukup untuk perawatan kebun dan biaya hidup. Beberapa dusun yang sudah tidak ada plasma tersebut diantaranya adalah Dusun Lalau Desa Mekar Mandiri, Dusun Paoh Bora Desa Jaya Sakti, dan Dusun Nyangkom Desa Nyangkom.

Selain itu, menurut Rikky lagi, perusahaan Gunas Gorup yang beroperasi di ketiga kecamatan tersebut juga telah ingkar janji dan menutup mata dengan keinginan masyarakat disekitarnya. Berbagai fasilitas umum yang dulu pernah dijanjikan.

Proyek air bersih yang merupakan kebutuhan vital di beberapa desa disekitar lahan perusahaan tidak pernah direalisasikan. Padahal, air bersih tersebut sangat dibutuhkan karena sungai yang selama ini sebagai sumber air masyarakat, saat ini sudah tercemar oleh aktifitas perusahaan. Sementara itu, pemerintah tidak pernah melakukan pengawasan Amdal perusahaan tersebut. (Sabirin)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar untuk memberikan tanggapan/ pertanyaan.