Salam Peduli ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Redaksi   |  Biro Daerah

Senin, 02 April 2012

Kepala Inspektorat Pembantu Kota Administrasi Jakbar Akan Panggil Kasudin Pemakaman

* Terkait Perkara Anggaran Gali Tutup Lobang di Sudin Pemakaman Jakbar


Jakarta, Radar Nusantara

perkara penyelewengan anggaran gali tutup lubang disudin pemakaman jakarta barat, akhirnya kepala inspektorat pembantu kota administrasi Jakarta Barat Yono angkat bicara.

"saya berterima kasih ada laporan semacam ini seharusnya kerja sama seperti inilah yang diharapkan Inspektorat karta dengan begini kita ada masukan untuk memeriksa kasudin pemakaman Jakarta Barat Haeru darojak, kita pasti akan panggil serta periksa terkait anggaran gali tutup lubang di sydin pemakaman Jakarta Barat ujarnya baru-baru ini dikantornya.

untuk informasi pada edisi-edisi sebelumnya Radar Nusantara terlah memuat penyelewengan anggaran gali tutup lubang kota administrasi Jakarta Barat, dimana diguga daerah dirugikan 1,5 M pada anggaran 2010-2011 untuk tahun anggaran 2010 dialoksikan anggaran gali tutup lubang Rp 1,6 M sedangkan untuk anggaran tahun 2011 alokasi anggaran penetapan Rp 1,1 M ditambah Rp 500 anggaran biaya tambahan (ABT) sepertio diketahui pemerintah menyediakan subsidi sebesar RP 300 untuk gali tutup lubang sedangkan menurut data dari sudin pemakaman pada tahun 2010 adalah 4726  makam baru atau sekitar 85,9 % dari prediksi anggaran yang telah dialokasikan berarti anggaran yang terserap adalah RP1.417.800.000 (4726x300 ribu) impelementasi penyerapan anggaran tahun 2010 adalah Rp807,9 juta (4726x150 ribu) karena dari pengakuan seluruh penggali di TPU yang ada di jakarta Barat hanya menerima 150 ribu sehingga diduga kerugian daerah sebesar Rp807,9 juta atau setengah dari penyerapan anggaran 2010. asumsi pada tahun 2011 dengan anggaran 1,6 M juga terdapat kerugian daerah Rp 807,9 juta jadi kesimpulan tahun anggaran 2010-2011 daerah dirugikan 1,5 M (807,5x2)

dari hasil investigasi radar nusantara kebeberapa TPU yang ada di Jakarta barat kemungkinan kerugian daerah lebih besar dari  Rp1,5 M  karena menurut pengakuan penggali di Semanan yaitu Bagas (kordiantor penggali di Semanan) mereka tidak pernah menerima anggaran gali tutup lubang sebesar RP 300 ribu sedangkan menurut Husni tudingan kasudin Haeru Darojat banwa anggaran gali tutup lubang adalah tanggung jawab kepala-kepala TPU tidak benar karena penyerapan anggaran gali tutup lubang di sudin pemakaman jakarta barat semuanya dimonitor dari sudin melalui kasi (kepala seksi) yaitu H. Anwar dan Anwar jadi tidak benar kepala-kepala TPU bermain sendiri. (Jamal/Risman)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar untuk memberikan tanggapan/ pertanyaan.