Salam Peduli ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Redaksi   |  Biro Daerah

Jumat, 20 April 2012

Perkara Anggaran Penataan Taman Disudin Pertamanan Jakarta Barat, Kasudin Pertamanan Jakarta Barat Kangkangi UU Keterbukaan Publik No. 14 Tahun 2008



* Yono : kita akan panggil kasudin * Kadirun : banyak taman yang terbengkalai di Jakarta Barat akibat pos anggaran pemeliharaan taman tidak tepat sasaran, dan tidak efektif

Jakarta, Radar Nusantara

Terkait anggaran penataan taman di Kota Administrasi Jakarta Barat yang dikerjakan asal-asalan sampai berita ini diterbitkan, kasudin pertamanan, Jansen Saragih tidak bersedia menemui wartawan, padahal uu keterbukaan publik (KIP) no 14 tahun 2008 jelas-jelas mengamatkan tentang keterbukaan informasi ke publik, Jasen malah lebih berminat mengangkangi uu tersebut. Ketua Dewa Pers, Bagir Manan,"UU keterbukaan informasi publik (KIP) mewajibkan badan publik memberikan jawaban atas permohonan informasi dalam waktu 10 hari. perpanjangan waktu untuk penyediaan informasi hanya diijinkan selama 7 hari, itu pun harus melalui penjelasan tertulis. Badan publik yang sengaja tidak membuka informasi publik terancam saksi hukum."

"Bapak bilang biarkan saja, tidak usah ditanggapi," ujar salah satu staff kasudin ketika hendak di temui wartawan Radar Nusantara untuk meminta konfrimasi/klarifikasi pada kasudin pertamanan Jakarta Barat baru-baru ini.

Menurut Kadirun kepala seksi taman”banyak taman yang terbengkalai di Jakarta Barat akibat pos anggaran pemeliharaan taman tidak tepat sasaran dan tidak efektif”. Contoh kasus taman melati II (taman kodok) di Tegal Alur, setelah rekanan menanam pohon sesuai RAB (Anggran Penataan Taman 2011), pohon mati semua lalu ditanam ulang, karena petugas dari Sudin selaku pengawasan menegur rekanan, tapi itu kontraknya hanya sampai bulan Desember 2011 sedangkan bulan Januari sampai sekarang pohon mati lagi, kita tidak bisa tanam lagi karena anggaran belum turun. Sekalipun anggaran turun belum tentu dialokasikan untuk menanam pohon itu kembali ujar Kadirun menjelaskan”, karena seperti inilah yang menyebabkan banyak taman di Jakarta Barat terbengkalai seperti tidak terurus lanjut Kadirun.

Menurut Yono kepala inspektorat pembantu (IRBANKO) Jakarta Barat, ketika di temui untuk meminta komentarnya”saya bertrima kasih dengan adanya laporan seperti ini kami akan panggil penjabat terkait dari Sudin Pertanaman Jakarta Barat, apabila ada pelanggaran akan ditindak lanjuti ujarnya kepada Radar Nusantara.”
Untuk sekedar informasi pada tahun 2011 Suku Dinas Pertanaman Kota Administrasi Jakarta Barat mendapat alokasi anggaran Rp.12.053.796.000 dan terserap 78 % (termasuk katagori baik). Adapun uraian anggaran adalah sebagai berikut: Rp 9,5 M adalah anggaran pemeliharan taman, Rp. 800 Juta untuk sarana dan prasarana, Rp. 200 Juta untuk pran serta masyarakat (Pemberdayaan), Rp. 200 Juta untuk pembuatan laporan dan lain-lain, Rp. 800 Juta untuk ATK dan lain-lain.
Sedangkan yang kita sorot pada edisi lalu adalah sebagian anggaran penataan taman Rp.1 M, diantaranya: Rp. 200 Juta adalah untuk penataan taman melati II (taman kodok), Rp.150 Juta adalah penataan taman kebersihan II, Rp.75 Juta adalah untuk penataan taman Mirinda, Rp.100 Juta untuk penataan taman palapa blok I, Rp.75 Juta adalah untuk jalan taman palapa Rt06/05, Rp. 50 Juta untuk taman menfo, semuanya berlokasi di Kelurahan Tegal Alur Kecamatan Kalidres Jakarta Barat, proyek ini dikerjakan asal-asalan (hasil investigasi wartawan Radar Nusantara), dan diduga pekerjaan tersebut kongkalingkong antara rekanan dengan oknum di Sudin untuk kepentingan sendiri.

Sedangkan menurut Pelawi ketua LSM ABRI anggaran tahun 2010 Rp. 500 Juta untuk perbaikan saran dan prasarana taman, Rp. 1,7 M untuk sarana dan prasarana jalur hijau sewaktu-waktu kedua anggaran tersebut belum jelas alias diduga fiktif sampai berita ini diterbitkan belum ada penjelasan dari pihak sudin pertamanan Jakarta Barat mengenai hal ini. Juga pekerjaan sewaktu-waktu pendukung K3 senilai Rp.300 Juta sudah dilaksanakan 2010 namun pihak sudin enggan menjelaskan lokasi kegiatan yang dimaksut. Pihak LSM ABRI sudah berulang-ulang melayangkan surat klarifikasi tapi menurut Pelawi sampai sekarang belum ada tidak lanjut. Kalau tidak ada jawaban dari sudin pertanaman Jakarta Barat hal ini akan berlanjut ke KAJARI Jakarta Barat pihaknya akan membuat pengaduan resmi.

Selain penyelwengan anggaran-anggaran tersebut diatas menurut pemantauan Radar Nusantara pada jalur hijau tepian air Cengkareng drain tanpa amburadul dan tidak ada perawatan sama sekali dan menurut warga setempat sudah sekitar 5 tahun tidak pernah diperbaiki hanya rumputnya yang dipotong sementara perbaiakn bunga pohon dan tempat duduk dijalur ini tidak pernah dilakukan ujar Anto salah satu warga yang tinggal disitu. Selain jalur tersebut disepanjang jalan S. parman sisi timur dari depan trisakti sampai dengan Telkom slipi senilai Rp. 243,69 Juta juga diduga tidak dikerjakan karena terbukti taman itu keliatan gundul. (Jamal/Risman)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar untuk memberikan tanggapan/ pertanyaan.