Salam Peduli ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Redaksi   |  Biro Daerah

Jumat, 20 April 2012

Pungli di RS. Harapan Bunda Batam


Batam, Radar Nusantara


Ketika Radar Nusantara mempertanyakan, dimana tanda terima bahwa sanya surat kematian tersebut telah diterima oleh pihak keluarga korban pak gultom?
Ternyata dari pihak management RS. Harapan Bunda tidak dapat menunjukkan, malah dari pihak humas menyatakan disini ada pihak ketiga. Kami ingin bicara 4 mata saja ungkap nora (humas).

kemudian Nora dan keluarga korban pak gultom berbicara 4 mata, ternyata Nora mengancam keluarga korban, kalau berita ini diterbitkan bapak akan saya tuntut tukas Nora.
apa memang begini cara kinerja seorang humas? menakut-nakuti pasiennya sendiri, padahal hubungan masalah pemberitaan tidak ada sangkut-pautnya kepada keluarga korban.
Seharusnya ibu Nora sudah mengerti, apa kinerja seorang jurnalist.
Beberapa kali Radar ingin mengkonfirmasi pihak management RS. Harapan Bunda, Nora sebagai Humas tidak bisa ditemui dengan alasan rapat/sibuk.
kembali Radar menemui pihak Dinas Kesehatan (DINKES) untuk dikonfirmasi, ketika radar menemui Kepala Dinas Kesehatan Bapak Drg. Chandra Rizal menyatakan, kita akan lakukan penyuluhan dan kita akan memberi peringatan siapa-siapa saja pihak rumah sakit yang tidak bagus pelayanannya kepada masyarakat dan akan ditindak tegas secepatnya.
Kembali DINKES menyarankan kepada Radar untuk menemui pihak managemant RS. Harapan Bunda tentang berita yang sudah diterbitkan.

Beberapa kali kitasudah pergi tetapi alasan humas rapat dan sibuk untuk menghindari dari kejaran wartawan tukas Wartawan Radar Nusantara.

Keesokkan harinya Radar mencoba menemui pihak management RS. Harapan Bunda untuk klarifikasi berita yang sudah diterbitkan, ternyata kejanggalan dikubu RS. Harapan Bunda terlihat lagi seperti: parkir di areal rumah sakit tersebut ada pemungutan-pemungutan yang tidak jelas atau pungli. Seorang security jabatan sebagai koordinator lapangan (Korlap) Iskandar, ketika ditanya ingin bertemu humas ibu Nora dimana ya pak?
Tanya Security yang lain saja, karena saya sekarang sudah menjaga parkir sambil menghitung-hitung uang parkir yang ia dapatkan, ungkap Iskandar.

Kemudian Radar mencoba bertanya lagi kepada Iskandar, bapak bekerja sebagai Security atau tukang parkir?.

kalau Bapak sebagai tukang parkir coba bapak tunjukkan karcisnya, kemudian Iskandar lari masuk kedalam dan tidak dapat menunjukkan karcis tersebut.

Kembali Radar menemui Batam Scrap selaku pemenang tender sekota batam: memang kita sudah bolak-balik ajukan permohonan kepada pihak management RS. Harapan Bunda, tetapi mereka itu mengabaikan permohonan kita dan tidak menanggapi.

kalau memang Rumah Sakit tersebut membuat parkir khusus itukan ada aturannya seperti: membuat gad, berpakaian dinas, dan memberikan karcis. Ini tidak ada sama sekali dan ini bisa dikatakan pungli, tegas Simsom Nainggolan selaku direktur utama batam-scrap...(bersambung) (reg)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar untuk memberikan tanggapan/ pertanyaan.