Salam Peduli ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Redaksi   |  Biro Daerah

Senin, 07 Mei 2012

Kasus Korupsi Pemkab Sumedang Yang Dibidik Mabes Polri Dan Kejagung Dipertanyakan?


Sumedang, Radar Nusantara


Beberapa bulan terahir, kasus dugaan korupsi dilingkungan Pemkab Sumedang, Jawa Barat, menjadi perbincangan hangat diberbagai kalangan. Pasalnya, indikasi korupsi yang tergolong kelas kakap di Kota Tahu ini menjadi bidikan Mabes Polri dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Namun sangat disayangkan, tindak lanjut penanganan dugaan korupsi dimaksud sampai saat ini belum jelas juntrungannya. Tidak heran, sejumlah pihak menuding, Mabes Polri maupun Kejagung sudah masuk angin.

    Ironis memang, tudingan miring sejumlah pihak tersebut sepertinya bukan tanpa alasan. Soalnya, kasus dugaan korupsi yang dibidik Mabes Polri maupun Kejaksaan Agung tersebut, selain terindikasi merugikan keuangan Negara puluhan miliar, juga disebut-sebut akan menyeret sejumlah pejabat teras Pemkab Sumedang. Namun sayang, sampai berita ini diturunkan, tindak lanjut penanganan kasus tersebut bak ditelan bumi. Ada apa gerangan?. Elok rumput yang bergoyang yang bisa menjawab.

    Seperti diberitakan Radar Nusantara belum lama ini, dugaan korupsi yang tergolong kakap dilingkungan Pemkab Sumedang, yang menjadi bidikan Mabes Polri tersebut terkait dengan pengadaan lahan dan pembangunan Pasar Hewan Terpadu, yang berlokasi di Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, Sumedang. Hanya sayang, rencana pembangunan Pasar Hewan Terpadu tersebut  yang didanai dari Anggaran  APBD Provinsi dan APBD Sumedang Tahun 2010 sebesar Rp 4 miliar tersebut, sampai saat ini belum jelas realisasinya. Muncul dugaan, sebagian besar dari anggaran dimaksud menjadi bancakan sejumlah oknum yang tidak bertanggungjawab.

    Akan halnya Mabes Polri, kasus yang menjadi bidikan Kejaksaan Agung diwilayah hukum Sumedang, juga tidak tanggung-tanggung. Sebut saja misalnya, kasus PPK-IPM tahun anggaran 2007 – 2008, yang meliputi bidang Pendidikan, Kesehatan dan Daya Beli. Informasi yang berkembang menyebutkan, kasus yang satu ini diperkirakan merugikan keuangan Negara sekitar Rp 36 miliar. Anehnya, beberapa pekan terahir, kasus yang tergolong menghebohkan tersebut sudah dilimpahkan lagi ke Kejaksaan Negeri Sumedang untuk proses penyidikan. Sontak, pelimpahan kasus yang satu ini ke Kejaksaan Negeri Sumedang mengundang kecurigaan berbagai pihak. Beredar issu, dilimpahkannya proses penyidikan ke Kejaksaan Negeri Sumedang, tidak lain dalam rangka mempermudah memilah dan memilih yang pantas jadi tumbal.

    Kepala Kejaksaan Negeri Sumedang, Arie Pawarto,SH, melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Yopi Rulianda, ketika dikonfirmasi Radar Nusantara baru-baru ini membenarkan, bahwa kasus dugaan korupsi PPK-IPM dimaksud sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sumedang untuk tindak lanjut proses penyidikan. “Memang benar, kasus PPK-IPM sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sumedang untuk proses penyidikan lebih lanjut. Namun, baru surat pelimpahannya saja, sementara kalau  dokumennya belum kita terima,” ujar Yopi seraya menegaskan, bahwa sebagai bawahan, senantiasa siap melaksanakan perintah pimpinan, imbuhnya.

    Sementara itu, sejumlah pihak kepada Radar Nusantara mengungkapkan, penanganan kasus dugaan korupsi yang dilakukan Mabes Polri maupun Kejaksaan Agung dilingkungan Pemkab Sumedang, selain patut dicurigai juga terkesan sangat-sangat tidak serius. “Mabes Polri dan Kejaksaan Agung sepertinya tidak serius. Padahal, kasus yang dibidik kedua lembaga hukum ini adalah kasus besar. Masa, sudah ditangani berbulan-bulan, namun sampai saat ini belum jelas juntrungannya. Ada apa dibalik semua ini,” ujar sumber Radar Nusantara yang meminta identitasnya dirahasiakan dilingkungan Setda Sumedang pekan lalu, seraya sumber tersebut berharap, agar kedua kasus kakap tersebut segera ditindak lanjuti dan jangan sampai terjadi tebang pilih. Elok menjadi perhatian semua pihak. (Aidin Sinaga/S.Lubis).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar untuk memberikan tanggapan/ pertanyaan.