Salam Peduli ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Redaksi   |  Biro Daerah

Sabtu, 19 Mei 2012

Mafia Tanah Bermain Di Dalam Pembebasan Lahan Blok A Oleh PT.Medco E&P Malaka



*Di duga Tim 9 Ikut Terlibat Merugikan Negara

*Tangkap Kepala Desa Geuchik Sabidin Blangnisam,sebagai dalang Mafia Tanah

*Zulfira SH,ancam keluarga Ahli waris

Aceh Timur, Radar Nusantara

Sejumlah warga Desa Blang Nisam Kecamatan Indra Makmur Kabupaten aceh timur, Kaya
Mendadak,karena sebagian tanah yang kena dalam operasi pengeboran oleh PT.Medco
E&P Malaka sudah di bayar oleh perusahan tersebut.Tapi yang sangat menyedih kan bagi
rakyat adalah ketika orang yang di percayakan oleh pemerintah menjadi Mafia dalam
pembebasan lahan tersebut yaitu TIM9 yang di bentuk oleh mantan Bupati Aceh Timur Muslim
Hasballah,yang melakukan Manufer-manufer yang merugikan rakyat Aceh Timur Khusus nya
warga Desa Blang Nisam.

Yang aneh nya Orang-orang yang di percayakan oleh PT.Medco dalam pembebasan lahan
tersebut menerima apa ada nya hasil laporan dari Tim 9 yang di duga Fiktif.Tahun 2011
PT.Medco mulai mensurvei lahan yang akan di bayar untuk pembebasan.saat itu Kepala Desa
Blang Nisam Sabidin mulai sibuk memamfaatkan lahan warga nya yang kosong untuk di
Tanami pohon dengan perjanjian bagi hasil kalau nanti PT.Medco membayar nya .langkah itu
disambut baik oleh tim 9 yang di tunjuk oleh PT.Medco sebagai panitia dalam pembebasan
lahan.

Namun kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Tim 9 dan Geuchik Sabidin.Karena Uang, orang
jadi gelap mata , tidak tau mana yang haram dan mana yang halal.Dengan sangat berani nya
BPN mengeluarkan Surat Sertifikat Tanah dengan selembar surat SKT yang di tanda tangani
oleh Kepala Desa Sabidin tanpa di tanda tangani oleh Camat Indramakmur,sebagi PPAT yang
mengesahkan surat tanah tersebut.namun.Kabag Pertanahan Aceh Timur Marjaini juga terlibat
dalam Tim 9 ketika di konfirmasi wartawan Radar Nusantar,tentang tanah Fiktif yang telah
keluar sertifikat oleh BPN,Marjaini tidak menjawab dengan alasan sakit.

Dengan ada nya pembebasan lahan masyarakat oleh PT.Medco,Kepala Desa Sabidin Menjadi
Raja kecil di dalam Desa yang di pimpin nya,semua Warga yang lahan nya masuk dalam
lahan pembebasan oleh PT.Medco di datangi nya untuk meminjam lahan agar dia Tanami
pohon,seperti pohon coklat, sentang dan pohon sejenis nya,dengan perjanjian kalu sudah di

bayar oleh PT.Medco uang nya akan di bagi dua.yang lebih menggila nya lagi Tim Sembilan
yaitu dari dinas Kehutanan dan Perkebunan sangat berani membuat laporan Fiktif dalam dalam
menghitung jumlah & umur Pohon yang akan di bayar oleh PT.Medco,masak pohon yang baru
di tanam di buat dalam laporan sudah berumur sekira 7 sampai 9 tahun.dan masih banyak
lagi kejanggalan-kejanggalan yang di lakukan oleh Tim9 bekerja sama dengan Geuchik Sabidin
sebagai Kepala Desa dan PT.Medco dengan iklas menerima laporan fiktif yang di ajukan oleh
TIM 9.

Ketika wartawan Radar Nusantara mejumpai Camat Indra Makmur Ismail,mempertanyakan
tentang carut marut nya pembebasan lahan oleh PT.Medco,saya memang bergabung
dalam tim 9,tapi saya tidak tau banyak pada saat lahan akan di bayar,memang dulu waktu
pertama-tama sering di adakan rapat di kantor camat Indra Makmur,ketika wartawan Radar Nusantara mempertanyakan tentang SKT Fiktif yang sudah di keluarkan Sertipikat Tanah oleh BPN,saya Masalah itu NO comen,yang penting saya tidak pernah menandatangani SKT tersebut kalu mau tau tanyakan saja sama Kabag Pertanahan dan BPN,ujar Camat Ismail.

Zulfira, SH
Masih dalam pembebasan tanah CPP Blok A.Alur Siwah ,Mantan Pengacara ahli waris Maimun Cs Zulfira. SH, berang terhadap Muliadi sebagai pemegang kuasa Maimun Cs,yang telah membatalkan kuasa nya kepada Zulfira. SH dalam mengurus pembebasan lahan CPP Blok A alur Siwah 8.dan sekarang telah di Kuasakan kepada Safarudin SH.




























Zulfira SH marah sambil datang kerumah ibunda Muliadi menjemput nya untuk menandatangani surat pembayaran yang telah di sepakati pembayaran dengan harga Rp.5000,namun ibunda muliadi menolak tidak mau ikut kelangsa untuk menandatangani surat tersebut karena harga nya sangat murah sambil sumpah serapah kepada Zulfira.SH,sekarang kalian sudah puas meperlakukan kami seperti ini,apa yang telah kamu perjuangkan kepada kami selama ini yang telah kami berikan kuasa kepada kamu sudah lima tahun dalam mengurus tanah kami dengan PT.Medco.Dengan spontan Zulfira.SH marah-marah sambil mengatakan ,Oo, sekarang sudah hebat kalian sudah punya pengacara baru dan Tim baru,sambil mengancam akan zulfira SH,mengatakan kalau ibu tidak mau tanda tangan surat pembayaran,kalau tidak saya yang mati atau ibu yang akan mati.sungguh gelap mata nya seorang sarjana hukum bertingkah seperti itu.hilang malu hilang kode etik seorang pengacara gara-gara uang MIliayaran yang hanya dalam angan-angan yang telah di impikan selama lima tahun.

Sehubungan dengan persoalan yang terjadi selama ini dalam pembebasan lahan oleh PT.Medco di Desa Blang Nisam Kecamatan Indra Makmur,Ketua Umum Forum Pemuda Julok (FPJ) Hasballah Kadimin,mengatakan bahwa PT Medco berada di Aceh Timur dalam mengelola Blok A alur siwah 8 kerap kali menimbulkan kerisauan terhadap masyarakat Indra Makmur dalam pengelolaan blok A tersebut,dia meminta kepada BP Migas untuk mengevaluasi kinerja PT Medco yang di tunjuk sebagai anak perusahan dalam pembebasan lahan Blok A  aceh timur,yang di duga Mark Up dan penuh Fiktif,karena ini menyangkut uang Negara dan kami sebagi Putra aceh timur tidak mau di tempat kami terjadi Arun kedua seperti yang terjadi di Aceh Utara pada masa silam.dukungan itu juga datang dari,Mantan ketua KPA Sago Indra Makmur Abdul Hamid alias Panglima Rahed.kalau PT.Medco E&P Malaka tidak jelas dan banyak memberi nilai yang negative dalam kehidupan masyarakat Aceh Timur lebih baik PT.Medco keluar dari aceh timur.karena kita tidak mau dengan hadir nya PT.Medco masyarakat jadi miskin seperti hadir Nya PT.arun di aceh utara,ucap nya.

KRONOLOGI PENGANCAMAN

Pada hari Sabtu, tgl 13 May 2012 sekita pukul 7:15 pagi, ibu saya yang bernama Nurlatifah mendatangi  saya di kediaman desa Ujong Blang Kota Lhokseumawe yang bahwa Ibu saya didatangi oleh Zulfira,SH  seraya mengancam perihal Pembebasan Lahan ALue Siwah 8.. Zulfira, SH adalah seorang Kuasa Hukum  yang perna saya percayai dalam menangani perkara Pembebasan Lahan Alue Siwah 8, Blang Nisam  Kecamatan Indra Makmur Kabupaten Aceh TImur, yang mana lahan tersebut akan dipergunakan oleh Perusahaan PT. Medco EP Malaka, tapi kuasa hukum lama tersebut telah gagal dalam membela hak-hak  pemilik lahan, yang ada dia Zulfira,SH seorang yang lebih mengerti tentang Per Hukum/UUD Republik Indonesia malah membuat kerugian pihak pemilik lahan.  Maka saya Musliadi Bin Maimun anak kandung dari Nurlatifah berkata untuk mereka “Nafsu Yang  Gagal”, berikut pembicaraan antara Zulfira,SH dengan IBu kandung saya  Zulfira “ ibu serahkan saja Akte dan sura-surat itu biar oleh pak Amni cepat membayar, dan biar saya  potong hak lapangan 200jt, biar selesai. Ucap Zulfira kepada Ibu Kandung saya (Nurlatifah)
 Ibu Nurlatifah “ Urusannyoe ngoen aneuk loen si Adi, hana hak lapangan, tan dikeureja awak lapangan..”  ucap Ibu kandung saya kepada Zulfira, SH., maka zulfira marah dan berkata kepada ibu “ meunyoe hana  neubi hak awak nyan, kulapor bak awak lapangan”. Lalu Zulfira berkata lagi “Meunyo hana neubi droe  neuh mate, nyoe han droe neuh mate kakeuh si adi yang mate”.. Jawab ibu “ Hana pupue..,loen siap,  tanoeh nyan ata loen dan hak aneuk yatim ngoen bangsa., keu piah kawak kah, loen siap apapun resiko  Buk Zulfira, nyan ata loen….. maka saya selaku anak kandung dari Ibu Nurlatifah dan Pemilik lahan Alue  Siwah 8, menyampaikan berita hal ini kepada pihak Wartawan Radar Nusantara untuk dipublikasikan  dan seluruh rakyat Aceh juga warga Negara Indonesia mengetahui tindak tanduk yang dilakukan oleh  seorang yang mengerti Hukum, tapi malah memperjual belikan hukum dengan merugikan saya selaku  pemberi amanat supaya dia zulfira memperjuangkan lahan seluas 82 hektar sebagai hak pemilik dan  umumnya hak bangsa dan anak yatim, taunya dia zulfira malah memperjuangkan amanat/kepercayaan  tersebut untuk Nafsu-nafsu tertentu..  Zulfira, SH telah gagal dalam mengembankan amanat dan kepercayaan tersebut terhitung dari Tahun 2007,2008,2009,2010 & 2011, maka hubungan antara Kuasa Hukum Zulfira,SH dengan pemilik lahan yaitu Musliadi Bin Maimun hanyalah “Kuasa Hukum Pendusta”.. Raja Pase, Musliadi Bin Maimun Cs.Lsm. (Haskad)

7 komentar:

  1. MEmang sangat biadab orang-orang yang memiliki sifat serakah dan tamak terhadap harta orang lain. Ya Allah tunjukkanlah mereka orang-orang yang tamak dan serakah trhadap harta orang lain ke jalan yang lurus. semoga mereka cepat sadar sebelum penyesalan datang menimpa mereka.

    BalasHapus
  2. asstafirrullah,...
    air susu di balas air tuba juga ini..,berani nya memfitnah orang ya tidak berdosa.... manusia biadab,..!! ya "ALLAH swt".. terangkanlah mata orang yang telah menerbitkan ini",. telah memfitnah orang yg tidak berdosa ini,.. sentuhkan lah Hati mereka ya ALLAH",.. dan tunjukanlah "siapa yang benar dan siapa yang salah",..

    BalasHapus
  3. apaa ballaaahh traakkk ajyuu puu yangg galakkk

    BalasHapus

  4. jangan ada dusta di antara kita..
    saya warga desa blang nisam,jadi jangan karna duh rezeki geunak brie le POe,kalage asee kaloen bangkee..
    bek manfaatkan tanoh goep untuk kepentingan droe dan untuk peukaya droe ngoen merampas hak goep...
    bek peutroe pruet droe ngoen harta goep..geutanyoe bansa atjeh beuna tupu malee...

    BalasHapus
  5. Luar Biasa, Itu kata Awal yg patut diucapkan.

    Coba lihat tulisan ini, seolah2 tak ada habis'a yg nama'a pelaku kejahatan.
    "yang penteng kaya, masalah cemeukam gaki gob meupiceet dilikoet tapikee"

    mungkin ini yg difikirkan Oleh Raja Gampong Blang Nisam.

    Pesan : **Kenali Diri Sebelum Jadi Pemimpin.

    BalasHapus
  6. beutoi... kut ju mandum..
    asai ka troe prut dro keu gob hana pu neupike
    seubab sidroe neuh udep inan..

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar untuk memberikan tanggapan/ pertanyaan.