Salam Peduli ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Redaksi   |  Biro Daerah

Rabu, 01 Agustus 2012

Camat Idi Tunong Aceh Timur Dilaporkan ke Polsek

Samsul Bahri Manaf ,Menunjukan Pohon Karet Yang Di tebang oleh Pak Camat

Terkai Penyerobotan Tanah dan Perusakan Tanaman Pohon Karet Warga


Aceh Timur, Radar Nusantara

Samsul Bahri Manaf (34) warga Dusun Buket Ceradih, Desa Panten Rayeuk M,Kecamatan Banda Alam Aceh Timur,melaporkan  Camat Idi Tunong ke Polsek Banda Alam terkait penyerobotan tanah dan perusakan tanaman pohon karet milik orang tuanya Samsul.

Pada hari jum,at tanggal 18 Mai 2012 sekitar pukul 12.00 Wib di Dusun Bukit Mamplam,Desa Panten Rayeuk T ,Kecamatan Banda Alam,Aceh Timur,tepatnya dilahan Kapling Rambong (pohon karet) milik Tiwariah bernomor 108, Nahdir melihat ada yang memotong tanaman Rambong milik Tiwariah,lalu Nahdir mengadu kepada Tiwariah tentang adanya pemotongan tanaman pohon karet tersebut,dan Tiwariah datang ke lokasi tanah tersebut dan menjuampai dengan Camat Sulaiman S.Ag,serta menanyakan.
Kenapa tanaman pohon karet saya  ditebang pak Camat,”tegasnya Tiwariah dan pak Camat Sulaiman.S.Ag.pun menjawab dirinya tidak mengetahui jika tanaman pohon karet tersebut milik Tiwariah,setelah itu Camat Sulaiman.S.Ag meminta agar masalah ini diselesaikan di rumahnya dan ianya mau membayar semua kerugian Tiwariah dengan membeli tanah kapling Rambong (karet) tersebut.

Namun sang Pak Camat Sulaiman.S.Ag yang terhormat,akan tetapi sampai sekarang tidak ada membeli dan tidak membayarkan kerugian yang dialami oleh Tiwariah,dan masih tetap menguasai tanah kapling milik Tiwariah hingga sekarang, Camat Sulaiman.S.Ag beralasan ianya mempunyai bukti surat kepemilikan atas tanah Tiwariah tersebut,kemudian atas kejadian tersebut pelapor selaku anak kandung Tiwariah merasa dirugikan dan melaporkan kepada kepolisian Sektor Banda Alam dengan tanda bukti lapor Nomor:LP/123/VII/2012 Polsek tertanggal 18 Juli 2012,untuk mengusut lebih lanjut.

Hal senada dijelaskan Samsul pada wartawan Radar,ia berharap kepastian penegak hukum terkait penyerobotan tanah dan perusakan tanaman milik orang tuanya yang dirugikan oleh Camat agar dapat di proses secara hukum yang berlaku,jangan ada nanti mentang-mentang camat tidak di proses,”ungkap Samsul pada Wartawan Radar Nusantara..

Camat Idi Tunong  Aceh Timur, ketika di konfirmasi wartawan Radar Nusantara di ruang kerjanya mengatakan yang bahwa pada saat penebangan pohon karet tidak ada orang  yang konflin tentang lahan tersebut,maka tidak ada masalah apa-apa dan saya juga mempunyai surat di atas lahan tanah itu,”ujarnya camat.
Saat ditanya apakah pak camat ada membeli tanah di atas lahan milik Tiwariah,”oo saya belik tanah  poso dengan surat sporadik milik orang jawa yang saya beli,”tegas pak camat,jadi yang menjadi permasalahan kan mengenai pohon karet 10 (sepuluh) bantang pohon karet yang saya tebang,saya tidak mau ganti rugi tapi kalau di jual tanah tersebut saya mau membelinya tapi dengan harga yang saya tentukan Rp.50 Juta,tapi pihak Tiwariah tidak mau dengan harga 50 Juta maunya Rp.57 juta,makaya sampai sekarang saya tidak akan  saya bayar,”ungkap camat. Pada wartawan Radar Nusantara. (Basri)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar untuk memberikan tanggapan/ pertanyaan.