Salam Peduli ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Redaksi   |  Biro Daerah

Minggu, 28 Oktober 2012

Anggaran Dana Desa Bantan Tua Kec.Bantan Di Sinyalir Korupsi

         Foto, Kades bantan tua Azia Isneri
Bengkalis, Radar nusantara

Program Bupati Bengkalis selama ia mejabat kurang lebih tiga Tahun lamanya, hampir 75 persen telah tercapai janjinya kepada Masyarakat. Namun ada saja oknum yang memanfaatkan yaitu oknum perangkat pemerintah yang tidak bertanggung jawab.
“ Ini diharapkan Bupati Bengkalis,”  Supaya mengiinstruksikan kepada jajaran SKPD nya agar tidak salah sasaran program yang telah direalisasikan oleh Bupati sejak ia memimpin Kabupaten ini.

Program   Anggaran dana Desa (ADD) di kabupaten Bengkalis sangat luar biasa, Miliyar rupiah pertahun setiap Desa,  “ Namun sangat disayangkan  Dana sebesar tersebut hanya untuk memperkaya Oknum Kepala Desa saja.”

Seperti yang terjadi disalah satu, di  Desa Bantan Tua, kecamatan Bantan Kab, Bengkalis, dua tahun ADD Desa tidak jelas kemana penggunaannya. Menurut informasi dari masyarakat, yang tidak mau sebut namanya. Bahwa tahun sebelumnya, kepala Desa bantan tuah tersebut. Ada pemalsuan data pengguna Anggaran. Seperti pembangunan fisik. ADD tahun 2010 ada pembangunan fisik. Di SPJ kembali pada   tahun 2011.

Saat  wartawan konfirmasi langsung kepala desa Bantan tua baru-baru ini, Aziar Isneri menjelaskan kepada Wartawan diruang kerjanya. Selama ia mejabat kepala Desa dari tahun 2009 sampai saat ini, pihaknya empat  kali menerima Anggaran Dana Desa, yang pertama. “ pada tahun 2009 ADD sebesar 500 , Juta rupiah. Pada tahun 2010  sebesar Rp 900, Juta Rupian. Pada tahun 2011 Rp 1,050.000.000  pada tahun 2012 sebanyak Rp 1,030.000.000,”

Namun pada item penggunaan ADD tahun 2009 diduga terjadi kekeliruan dalam item pengadaan barang/jasa yang disinyalir Korupsi. Yang salah satunya bantuan kegiatan Hut RI 64 tahun Desa bantan tua, sebesar Rp 9.000.000 rupiah. Bantuan operasional Linmas Rp.12.000.000 tanpa tertera personil. pengadaan dispenser Rp 450.000 tanpa uraian unit. Bantuan kegiatan lampu colok se Desa Rp 7000.000 tanpa uraian . biaya pelaksanaan tujannya tugas RT/RW Rp 37,200.000 tanpa penjelasan personil. Bantuan PKK Rp. 6.000.000 tanpa penjelasan pengadaan satu set meja tamu. Rp 12,800.000 tanpa dilengkapi bukti materai. Bantuan kesehatan 3 buah posyandu, Rp 4,500.000.

Bantuan peningkatan pendidikan pos PAUD, Rp 2,900.000 . pengadaan alat kebersihan Rp. 684.000 tanpa jenis material. Pengadaan kipas angin Rp 3 000.000 tanpa dilengkapi unit. Bantuan pelaksaan tugas LKMD Rp 6000.000 tanpa disertai personil. Belanja honor panitia pengelolaan ADD Rp 22, 250.000 tanpa disertai personil. Pengadaan tangga kayu, Rp 350.000 , bantuan untuk karang taruna Desa Rp 3000.000 tanpa disertai jenis materi .

Pengadaan mesin rumput, Rp 1,530.000 tanpa disertai unit, pengadaan trail kantor Desa 7,473.393,00 . pengadaan gorden kantor Rp 3 000.000 tanpa disertai uaraiyan unit, pengadaan TV kantor 1 unit dan parabola, Rp 4, 500.000 . pengadaan kramit kantor Rp 15,000.000 . biaya foto copy percetaka pembuat laporan Rp 3,500.000 .

Bantuan Polkades Rp 10.000.000. bantuan pelantikan Kades bantan tua Rp 10.000.000 . pengadaan seragam linmas Rp 2,500.000, pengadaan baju olah raga Rp 3,500.000 , pengadaan seragam melayu Rp 2,800.000, biaya pemindahan ampes listrik Rp 5 000.000, pengadaan lapto Rp 7,500.000 tanpa dilengkapi unit.

Pengadaan printer 1,600.00 tanpa disertai unit, pengadaan meja computer Rp 1 unit kursi Rp 1,250.000, pengadaan lemari arsip 2 unit Rp 3 000.000 , tujangan perangkat Desa Rp 14,880.000 tanpa dilengkapi bukti, pengadaan 3unit meja ½ Biro, Rp 1,800.000 , pengadaan seragam RT/RW  Rp 9,300.000 tidak disertai unit.

Biaya rapat oprasional BPD Desa Rp 6,717.574.00, biaya pengadaan Dinas anggota BPD Rp 3,850.000 tanta disertai bukti unit,  biaya belanja pegawai penghasilan tetap Rp 38,400.000 tanta disertai personil, pemerdayaan masyarakat, Rp 142,300.000 tanpa penujukan bukti, bantuan oprasional LKMD Rp 6000.000 tanpa dilengkapi bukti, bantuan oprasional linmas Rp 12, 000.000 tanpa personil.

Belanja fisik semenisasi dan duiker depan kantor Desa Rp  7,500.000 terindikasi Korupsi, bantuan penujangan oprasional RT/RW Rp 37,200.000 tanpa personil, bantuan kegiatan PKK Rp 6 000.000 , pembangunan jembatan jikin Rp 5000.000 , bantuan penikatan kesehatan 3 posyandu, Rp 4,500.000, bantuan peningkatan pendidikan pos paud, Rp 2,600.000.

Bantuan kegitan karang taruna Rp 2 000.000 tanpa personil, semenisasi gorong-gorong polindes Rp 5,500.000, bantuan pembuatan perdes Rp 5 000.000,  bantuan pembuatan sumur bor dipekarangan pasiran Rp 3 000.000.

Bantuan penikatan kesehatan lansia Rp 4 000.000 , bantuan rumah ibadah Rp 10.000.000 , bantuan LPTQ 25.000.000 , bantuan sosialisasi Polkades, Rp 5 000.000, pengadaan PAH lengkap saluran Rp 2 000.000 , biaya penyelegaraan Pemdes dan BPD Rp 27,000.000 , tujangan Kades /Sekdes, dan kaur, Rp 14,880.000.

Percetakan dan foto copy Rp 4,500.000 , perbaikan dan perawatan kendaraan Dinas Rp 2,500.000, bantuan pengisian monografi desa,Rp 2 000.000, pengadaan almari arsip Rp 3,440.400,bantuan pengelenggaraan BPD Rp 10,567.573.00 belanja pegawai /penghasilan tetap Rp 38, 400.000, pemerdayaan masyarakat Rp 52,146.993.00,

Normalisasi tali air, Rp 24,131.560.00, bantuan pembangunan duiker surau taman sari Rp 7 000.000 , bantuan pembangunan duiker gang ghozali Rp 4,500.000 , pembangunan Gang saiin Rp 8 000.000 , pembangunan duikr gang sepakat Rp 6 000.000, bantuan penimbunan Bese C gang asral lebai wahid Rp 2,5515.433,00 . biaya penyelenggaraan Pemdes Rp 2,500.000, biaya makan snack 10 x pertemuan Rp 2,500.000.

Saat diminta perjelasan ADD TA 2010- 2011 alasan Kepala Desa bantan tua, Aziar Isneri kepada wartawan ADD 2010 sebanyak Rp 900 juta  SPJ nya dikantor Camat belum bisa di pertanggung jawabkan.

Begitu juga ADD TA 2011 sebanyak Rp 1,03. Miliyar  belum digunakan pada 2011, namun baru digunakan besama ADD 2012  tahun ini, kata Aziar Isneri.

Menurut informasi yang dirangkum wartawan kepada warga  yang tidak mau disebut namanya. Mereka menyatakan bahwa penggunaan ADD banyak direkayasa kepala Desa, seperti pembangunan fisik tahun  sebelumnya yang telah di SPJ kan, kembali di SPJkan tahun 2010 , begitu juga ADD tahun 2011 ini, bakal di manfaatkan kepala Desa kanya, bahkan warga sudah berencanan akan melakukan Orasinya di kantor Desa dalam waktu dekat ini, jelasnya kepada wartawan.

Saat ketemu wartawan salah seorang lembaga swadaya Masyarakat LSM Garda Republik DPD Riau, Alwi Zalukhy, membenarkan kejadian itu kepada Wartawan, bahwa sudah terindikasi penyalah gunaan Anggaran Dana Desa ( ADD ) diseluruh wilayah kabupaten Bengkalis, dan pihaknya dalam waktu dekat ia melaporkan kejadian ini kepada pihak penegak hukum.

Menurutnya, bahwa Anggaran yang diduga terindikasi Korupsi bukan hanya ratusan juta, kemungkinan besar mencapai puluhan miliyar, nah ha lini sudah bisa komisi pemberantas Korupsi mengambil alih perkara ini, karena Angaran yang di salurkan oleh Bupati bukan tanggung-tanggung setiap tahun Ratusan Miliar.

Dan Alwi sangat berharap kepada Bupati Bengkalis supaya memperketat pengawasan terhadap Oknum SKPD terkait, apabila beliau lalai maka ADD tersebut menjadi lahan korupsi, jelas Alwi. (tim) 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar untuk memberikan tanggapan/ pertanyaan.