Salam Peduli ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Redaksi   |  Biro Daerah

Jumat, 30 November 2012

Dana bantuan Rehab di SDN 4 jangraga Sebagian Besar tidak Terserap Bangunan

Ciamis, Radar Nusantara

Akibat adanya dugaan permainan kotor yang dilakukan oknum tim verifikasi kabupaten ciamis dengan oknum terkait di tingkat bawah, maka sekolah dasar negeri yang baru beberapa tahun direhab serta masih layak pakai, kini malah mendapatkan kembali bantuan rehab dari program DAK/DAU tahun 2012, sehingga dinilai pengalokasian dana tidak tepat sasaran.

Seperti halnya pengalokasian dana bagi rehab dua lokal ruang kelas belajar di SD Negeri 4 Jangraga, dari program DAK/DAU tahun 2012, sebesar Rp. 139 juta dan mebeulair Rp. 10 juta sudah barang tentu bakal banyak dana yang tidak terserap bangunan, pasalnya kondisi bangunan ruang kelas belajar tersebut masih segar serta layak pakai, sehingga dana yang digunakan untuk rehab hanyalah dibeberapa bagian bangunan yang perlu diganti.

Hasil pemantauan Radar Nusantara semi pekan lalu dilapangan, dana bantuan yang terserap untuk rehab 2 lokal ruang kelas belajar di SD Negeri 4 Jangraga, hanyalah untuk pembelian atap baja ringan dan genting saja. yang lainnya badan tembok serta kusen dan kaca dinilai masih baru, sehingga anggaran yang ada serta sudah tercantum dalam RB yang dinilainya diatas seratus juta rupiah, banyak yang tidak digunakan kepentingan rehab peruntukan dalam ruang belajar.

 Dampak dari kejadian seperti ini, tentunya diduga akan terjadi adanya SPJ hasil manipulasi yang disesuaikan dengan ruang belajar, meski ada dana yang tidak terserap karena tidak digunakan yang semestinya dana yang tidak terserap tersebut dikembalikan ke kas negara.

Sewaktu Radar Nusantara menemui kepala SD Negeri 4 Jangraga Hj. Karmiati, tidak ada disekolah, bahkan ditemui dirumahnyapun selalu tidak ada.

Sementara itu ditempat terpisah kepala UPTD pendidikan kecamatan mangunjaya, ciamis saat diklaripikasi tentang adanya sekolah dasar negeri 4 jangraga yang beberapa tahun sudah direhab kini mendapat kembali bantuan rehab program DAK/DAU 2012 mengatakan kepada radar nusantara bahwa UPTD tidak tahu tentang teknis bangunan, UPTD hanyalah mengusulkan saja.

Dikatakan pula oleh UPTD, masalah lolos dan tidaknya ditentukan oleh konsultan kewenangan, masalah penentuan tersebut adalah kewenangan tim teknis apalagi ada verifikasi awal dan juga ada hasil verifikasi tim kabupaten yang menetukan layak dan tidak layaknya mendapatkan rehab.

Ditambahkan pula bahwa uptd hanyalah sekedar fasilitator namun menurut UPTD yang paling mementukan adalah H. Rohendi selaku konsultan lolos dan tidaknya.

Diusulkannya SD Negeri 4 Jangraga untuk mendapatkan kembali rehab oleh UPTD alasannya tembok sudut bejad atau retak, namun pemantauan Radar Nusantara tembok untuk verta sekolah tersebut belum layak direhab karena 2010 sudah direhab. (tim)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar untuk memberikan tanggapan/ pertanyaan.