Salam Peduli ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Redaksi   |  Biro Daerah

Selasa, 13 November 2012

Kelompok Sapi Kebon Manis di Duga Fiktif…..!! Dipertanak Bukan Bakul Sapi

Cilacap, Radar Nusantara

 Permasalahan hukum yang seharusnya tidak perlu  terjadi  justru berujung pada gugatan hukum, ini benar terjadi pada kelompok tani kebon Manis Desa Kalisabuk Kecamatan Kesugihan sebagai mana aturan yang di keluarkan pemerintah seharunya Bantuan Bansos itu diberikan kepada kelompok tani beneran tapi ini justru sebaliknya Bansos malah diberikan kepada kelompok tani  yang di duga fiktif.

Saiun Husna warga kesugihan mengatakan kepada radar nusantara “ Gubernur Jawa tengah di anggap telah lalai untuk meneliti setiap berkas proposal bantuan sosial yang di ajukan Kelompok Tani atau organisasi lainnya dalam mengajukan bantuan sosial ke Pempro Jateng  salah satu bukti yang terjadi pada kelompok tani kebon manis kalisabuk kesugihan.

Kelompok tani Kebon Manis yang pada awal maksud dan tujuannya sebagai project percontohan pola penggemukan sapi dengan multi usaha yang berkelanjutan untuk meningkatkan produktifitas daging sapi serta menyediakan pupuk kandang berupa kotoran sapi, sekaligus memperluas lapangan kerja. Kenyataannya hanya program fiktif saja.

bantuan sosial dari Gubernur Jawa tengah yang diberikan kepada kelompok tani kebon Manis kalisabuk sebesar Rp 36.250.000,-   lewat BNK BPD Jateng pasar Gede pada 18/05/11 ( tahun lalu_red ) setelah terima bantuan  kelompok tani kebon Manis bukannya tambah maju, tapi ini  malah justru sebaliknya menuai permasalahan hukum gugatan dari anggotanya.

Di katakan Saiun  “ Seharusnya bantuan dari gubernur kepada kelompok ini menjadi maju tapi al hasil  sapi-sapi tersebut telah di jual kepada Darsono ( Pedagang Sapi ) warga kesugihan, dengan alasan mencari rumput  susah dan repot kalau ngurusi sapi sendirian, dan yang mengherankan setelah sapi itu sudah laku terjual uangnya di hutang dulu bukannya langsung diberikan kepada kelompok tani kebon manis kalisabuk.  

Sebagai Mana surat pernyataan kelompok tani Kebon Manis Kalisabuk yang sanggup membuat pertanggungjawaban penggunaan dana bantuan Gubernur tahun 2011, kelompok Tani kebon Manis Sanggup bertanggung jawab penuh terhadap penggunaan dana sesuai dengan perencanaan yang di ajukan dan bersedia di audit sesuai peraturan gubernur jawa tengah no 57 thn 2010 tentang pedoman piñata usahaan pelaksanaan APBD Provinsi Jateng. Sesuai aturan kepala Dinas pertanian dan Peternakan Kab.Cilacap perlu mengontrol tentang Sapi sapi tersebut sebagai mana aturan yang ada.

Sagimin Ketua Kelompok tani ketika di konfirmasi radar mengatakan “ Saya Jujur memang waktu  ( setahun lalu _red) saya di suruh TAUFIK HIDAYATULOH untuk pergi ke bank bahwa uang bantuan dari Gubernur jawa tengah sudah cair,  atas perintah Topik saya menuju di BPD  Cilacap ,

sepeser pun saya ngga pegang uangnya saya  hanya membawa 5 ekor sapi dari DIPERTANAK, saya orang tani saya orang bodo  adapun yang ngatur ngatur segala sesuatu Taufik Hidayatuloh, saya nulis aja ngga bisa pokoknya saya ngga tahu akan terjadi begini,  intinya saya di suruh jadi ketua untuk memelihara sapi,  pengertian saya itu hanya itu saja  bagaimana saya tahu hukum wong nulis saja ngga bisa “ tutur sadimin yang polos”

Saiun Husna warga kalisabuk mengatakan “Apapun organisasinya kalau memang peruntukanya untuk kesejateraan rakyat saya sangat setuju, namun kalau dalam pembentukan kepengursan nya hanya akal akalan untuk mencairkan proposal bantuan social kepada pemerintah Propinsi Jawa tengah  tentunya tindakan seperti ini akan merugikan orang lain sehingga Bansos salah sasaran siapa yang diduga terlibat patut di usut.

Yang lebih parah lagi kecerobohan  Kepala DIPERTANAK dan kades kalisabuk malah melegalkan kelompok tani kebon manis dengan menandatangi seluruh berkas berkas pengajuan bantuan bukannya malah mengoreksi untuk menolak menanda tangani malah ini ikut melegalkan organisasi yang kami anggap fiktif, seharusnya kadinas dan kades tahu aturan malah ini  sebaliknya.

Kelompok tani kebon manis kenapa saya katakana fiktif, karena di dalam struktur organisasi  telah mencatut nama  saya M.SAIUN HUSNA sebagai warga kalisabuk yang tidak pernah merasa  ikut terlibat dalam  organisasi tersebut, namun tiba tiba nama saya muncul dalam organisasi itu, nah kalau organisasi itu sudah catut mencatut nama orang lain untuk menjadi pengurus tentunya organisasi ini patut di pertanyakan keabsahanya. “ Tutur Saiun Husna “

Keanehan juga timbul masa organisasin kok bisa istri,adik, saudara ikut semua,  ini organisasi kelompok tani,  apa organisasi kelompok keluarga, kejanggalan lain bisa kita lihat dalam sturuktur kepengurusan kelompok tani kebon manis  tertanggal 12 oktober 2010 Taufik Hidayatuloh Mantan ketua KPUD Cilacap Menjadi Penasehat. Namun juga merangkap sebagai anggota. Ini kan lucu.

Melalui media ini karena saya merasa telah dirugikan nama baik saya dengan mencatut nama saya sebagai pengurus maka saya menggangap organisasi kelompok tani kebon manis adalah organisasi fiktif yang tujuannya hanya  akal akalan agar bisa menjebol dana bansos Pemprov  jawa tengah.

Dengan penjelasan diatas,  kami dapat simbulkan pengajuan proposal penggemukan sapi dengan diduga menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribabdi yang pada akhirnya dapat merugikan keuangan Negara. “ ucap saiun Husna dengan tegas “.

DIPERTANAK  CILACAP “Bukannya malah tegas untuk mengembalikan dana itu ke pemprov Jateng, sebab organisasi kelompok tani kebon manis telah mencatut nama saya, maka saya anggap catat hukum  justru sebaliknya dana Bansos Rp 36.250.000,-  tidak di terima langsung oleh kelompok tani kebon manis malah tahu tahu kelompok tani sudah bawa 5 ekor sapi dari Dipertanak “ kalau ada staf Dipertanak yang nakal kepala dinas perlu cros cek “.
kita patut mempertanyakan apakah setiap bantuan bansos yang  turun dari pusat atau pemprov jateng, Dinas pertanian dan peternakan Cilacap menyarakan agar sapinya bisa di beli dari DIPERTANAK kalau ini benar berarti “ DIPERTANAK di duga jadi ajang bisnis terselubung  hasil akal akalan Organisasi yang Diduga Fiktif  “ Pungkas saiun Husna yang merasa rugi namanya dicatut “.
Ketika kepala Dipertanak dikonfirmasi radar Nusantara mengatakan “ urusan penelitian berkas ada staf bagian saya bila proposal yang di ajukan sudah lengkap kades,camat mendatangani ya tentunya dinas tidak akan mempersulit pengajuan proposal. Terkait Mengenai Bantuan yang turun Dipertanak tidak pernah mengintruksikan agar beli sapi, Sebab DIPERTANAK BUKAN BAKUL SAPI, tidak ada bisnis kon kali kon , proposal yang di ajukan warga masyarakat bila sudah sesuai prosedur pasti saya tanda tangani untuk kelancaran bantuan “ Ucap Ir.Gunawan Kepala Dipertanak Kepada Radar nusantara. (tim)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar untuk memberikan tanggapan/ pertanyaan.