Salam Peduli ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Redaksi   |  Biro Daerah

Jumat, 28 Desember 2012

Merasa Tidak Terima Dana Hibah T.A 2011

(H.A.S) Pengelola Yayasan Niha Yatul Amal: ”Serahkan aja sama yang Kuasa”

Bekasi, Radar Nusantara

Dana hibah dari pemerintah daerah untuk Yayasan pendidikan digelontorkan hampir setiap tahun, tujuan diantaranya dapat membantu mempercepat program nasional  tentang wajar Diknas. Ada diantara tujuan mulia itu yang jadi terkesan disalahgunakan maka jangan heran dalam setiap ada kesempatan, berbondong-bondong pengelola yayasan memberikan Proposal untuk minta bantuan dana terutama dana hibah, yang konon untuk rehab bangunan, Pembinaan dan pengembangan yayasan serta beberapa proposal pengajuan lagi yang masyarakat bukan pengelola yayasan kurang tahu proposal untuk apa saja yang bisa di Acc oleh Dinas terkait dana hibah yang hampir rata-rata berdalih untuk kepentingan pendidikan dibalik itu tidak sedikit  hasilnya malah dijadikan mata pencaharian.

Berdasarkan pengamatan Radar Nusantara ada beberapa yayasan hampir setiap tahun rutin mendapatkan dana yang berasal dari dana hibah, hal itu jadi pertanyaan banyak orang, bolehkah satu yayasan dapat bantuan dana hibah tiap tahun?,  terlebih satu yayasan dalam satu tahun dapat lebih dari satu paket bahkan mencapai tiga sampai empat paket. Jika hal seperti itu dibiarkan sangat mungkin akan bertambah banyak orang yang  bergantung dari dana hibah, anehnya tidak jarang media sebagai sarana sosial kontrol  memberitakan hasil temuan penerima hibah yang seperti hanya rekayasa karena terlihat dari murid misalnya tidak ada murid bahkan bangunan sekolah  masih menumpang, hal seperti itu tidak membuat dinas terkait bereaksi lebih selektif saat memberikan dana hibah dan juga aparat penegak hukum mau bertindak tegas sesuai fungsinya.

Seperti yang baru baru ini di temukan wartawan saat menelusuri hasil temuan BPK untuk yayasan penerima hibah tahun anggaran 2011 lalu, dari sebanyak 255 yayasan yang sampai tanggal 29 juni 2012 belum menyampaikan LPJ Ke Kesra, salah satunya yayasan Nihayatul Amal, yang ada di wilayah kecamatan Pebayuran saat di datangi terkait keterangan belum menyampaikan LPJ ke Dinas Kesra pengelola yayasan inisial,H.A.S membantah kalau yayasan yang ia kelola dapat bantuan dana hibah T.A. 2011 jadi apa yang harus saya laporkan sebagai LPJ ke dinas Kesra keluhnya.

Setelah berselang beberapa hari (21/12) pengelola yayasan dihubungi lagi via telpon seluler tetap mengaku tidak menerima hibah tahun 2011 dan mengatakan biar aja bang jika memang ada data pengeluaran yang ditujukan ke yayasan saya sementara saya tidak menerima serahkan aja sama yang kuasa, karena jika seperti itu saya tidak bisa berbuat apa-apa tambahnya, selain itu ada beberapa yayasan mengaku sudah menyampaikan LPJ namun tidak dapat menunjukkan tanda terima dari dinas terkait. Hari, petugas Dinas kesra saat di konfirmasi dengan adanya salah satu yayasan yang ada dalam daftar belum menyampaikan LPJ menjelaskan kalau pihaknya sudah melakukan langkah tepat diantaranya memberitahukan kepada pemerima hibah yang belum menyampaikan LPJ segera menyerahkan. Hari juga sempat meminta data kepada wartawan alasannya untuk mengkroscek ke Bang siapa sipenerima saat pencairan. Data yayasan penerima yang mengaku tidak menerimapun di kirim via SMS namun setelah beberapa hari tidak ada penjelasan dari Dinas Kesra seperti apa hasilnya.

Dalam data audit jelas sekali penjelasan dalam belanja hibah bahwa Hibah digunakan untuk menganggarkan pemberian hibah dalam bentuk uang, barang atau jasa kepada pemerintah atau pemerintah daerah lainnya dan kelompok masyarakat /perorarangan yang secara spesifik telah di tetapkan peruntukannya, jadi seharusnya jangan cuma LPJ yang dilihat fisik juga perlu dikroscek pinta anton Antera. (LR)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar untuk memberikan tanggapan/ pertanyaan.