Salam Peduli ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Redaksi   |  Biro Daerah

Selasa, 29 Januari 2013

Bantuan Dana Hibah Kementrian Perikanan Kelautan Kemayungan Diduga Dikelola tidak Transparan

Serang, Radar Nusantara

Untuk meningkatkan kebutuhan Perekonomian Rakyat Kementrian Kelautan dan Perikanan telah membantu menurunkan bantuan dana hibah kepada kelompok tani budi daya udang di Desa Suka Jaya kampung Kemayungan Kecamatan Pontang  Kabupaten Serang , Banten tahun 2012. Bantuan tersebut sudah berjalan sejak bulan November tahun lalu.

Menurut  tenaga teknik lapangan  Budi Daya Udang Mina ketika dikonfirmasi menjelaskan , bantuan dana hibah dari Kementrian Kelautan dan Perikanan bukan berupa uang melainkan langsung berupa barang. Dalam pengelolaannya dibagi melalui kelompok kesemuanya rencana ada Sembilan kelompok yang sudah berjalan baru enam kelompok, yaitu kelompok yang diketuai, DUL KHAER, Hartato, Serikam, Mustopa dan Maman. Itu semua sebagai ketua kelompok, Per 10 orang Kelompoknya kebagian 10-20 Ha.

Mina menjelaskan pula, untuk pengelolaan kedepan akan memakai Koperasi Putra Serang Mandiri, perijinan Koperasi sedang diurus oleh notaries melalui Kemitraan dengan kelompok yang nantinya ketika panen akan dibagi hasil dengan kelompok . Dijelaskan Mina, lahan yang sudah di pakai baru 80 Ha, untuk keamanan kita sudah disiapkan,  Sebagai pengelola kegiatan berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan dan berkembang.

Sementara itu menurut Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Karya Masyarakat Bahari Komarudin mengatakan , terkait pelaksanaan pengelolaan bantuan dana hibah dari Kementrian Perikanan dan Kelautan yang nilainya miliaran diduga dalam pengelolaannya tidak transparan, tidak ada sosialisasi terlebih dahulu. Kalau benar berapa kebutuhan barang-barang jangan-jangan tidak semuanya diterapkan. Kelompok petani udang tidak semuanya warga desa melainkan banyak warga luar yang masuk. Kesemua itu kelompok yang ada diprakasai oleh Dulkaer Ketua Kelompok dari semua kelompok, pokoknya dia yang tau persis kondisi yang sebenarnya.  Menurutnya ketika diminta Dana Penggunaan Anggaran (DPA)  pihak tenaga teknik tidak bisa menjelaskan  tidak ada. Yang Jelas ada indikasi penyimpangan, kita juga mengapriasi dengan adanya bantuan tersebut dengan catatan adanya keterlibatan dengan masyarakat . Saepuloh selaku LSM menjelaskan pula jika saja ditemukan suatu kejanggalan dan adanya indikasi penyimpangan, maka kami akan melaporkan ke pihak hukum.

Sedangkan menurut BPD IPUL mengatakan, “Kami tidak tahu tentang data kelompok yang ada juga telah diambil oleh para wartawan entah untuk apa ga tahu pokoknya wartawannya banyak. saya tidak tahu, pusing karena pihak pelaksana tidak jelas, silahkan saja ke Kepala Desa Suka Jaya Bustomi karena beliau yang lebih tahu yang selalu dilapangan saja”.

Ketika Kepala Desa Suka Jaya Bustomi mau dikonfirmasi tidak nongol lagi ada di dalam lokasi tambak udang. Keesokan  harinya ketika ada kunjungan dari Dirjen Kementrian Kelautan sedang ada kejadian penangkapan dilokasi selaku warga Kemayungan di tangkap Krimsus Polda Banten sedang mengisi solar, di duga menjual BBM solar  bersubsidi ke Pengelola Teknik Kelompok Tani Udang. Yang diamankan Sudit II Krimsus Polda Banten yaitu inisial (Saml) warga Kemayungan sedang diproses dimintai keterangan.

Mensikapi bantuan dana hibah Kelautan Perikanan untuk kelompok tani udang kampung Kemayungan Pontang yang miliyaran  banyak yang mengatakan pengelolaannya tidak transparan. (tim)

1 komentar:

  1. anggota petani tambak demfarm di kp.kemayungan ds.sukajaya kec.pontang. Kab.serang mengeluh., pasalnya pada siklus tanam pertama para petani tidak mendapatkan hasil keuntungan (bagi hasil seperti yg mereka janjikan sebelumnya) dari pihak koperasi. Pihaknya beralasan akan membagi penghasilan setelah penanaman (benih) pada siklus ke dua. Tapi kenyataan di lapangan setelah penanaman siklus ke dua selesai bahkan sampai panen ke duapun mereka (koperasi) tidak memenuhi janji.. Dan imbasnya budi daya udang di daerah tsb sekarang tidak berjalan bahkan seperti gulung tikar hanya segelintir pekerja saja itu pun dari bagian logistik. di karenakan para pembudidaya melakukan mogok kerja..
    Kami tidak akan bekerja sebelum hak kami di penehuhi kata salah satu anggota kelompok pembudi daya tsb.
    Tolong buat admin buat mengecek ke lokasi tambak demfarm tsb yg juga di sinyalir sebagai ladang korupsi. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih. (saya salah satu anggota pembudi daya).

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar untuk memberikan tanggapan/ pertanyaan.