Salam Peduli ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Redaksi   |  Biro Daerah

Selasa, 29 Januari 2013

Sahari Tj Divonis Hakim 12 Bulan Penjara

Rapat Internal Kuasa Hukum Sahari
Reclasseering Indonesia Komwil Riau, Sepakat Banding
•    Kuasa Hukum Sahari Nyatakan Banding Seharusnya Putusan Onslagh Ini Perdata Bukan Pidana

Pekanbaru –Riau, Radar Nusantara
 
Sahari TJ akhirnya di vonis oleh Majelis Hakim melalui Hakim Edward. S, SH.MH, 12 bulan tambah biaya perkara 2 Juta Rupiah atau ganti kurungan 2 bulan penjara, Kamis, 24/01/2013. Sahari melalui Kuasa Hukumnya dari Reclasseering Indonesia Komisariat Wilayah Riau menyatakan Banding tegas Lamarius.

Pasalnya Sahari dipaksakan oleh pihak Penegak Hukum, mulai dari Kepolisian Polres Siak, Jaksa dan Hakim Kab.Siak untuk di Pidanakan, seolah hukum tak memihak kepada Sahari orang tua yang sudah tua ini, sahari dilaporkan oleh PT. Arara Abadi dengan melakukan perambahan Hutan sesuai UU kehutanan Pasal 50 Ayat 3.b tentang perambahan, kepada Polres Siak.
 
Sebelumnya Sahari melalui Kuasa hukumnya membantah semua tuduhan yang dituduhkan kepadanya, mulai dari penyidikan di Polres Siak Sampai di Kejaksaan lebih-lebih di Pengadilan di depan persidangan.
 
Dalam Pledoi yang disampaikan oleh kuasa Hukum Sahari yang di Koordinir Oleh Lamarius, meminta kepada Majelis Hakim agar membuat Putusan ONSLAGH, artinya perkara ini tidak dalam ranah perkara pidana tetapi ranah perdata, alasanya karna masing-masing pihak baik pihak PT. Arara Abadi punya alas hak yaitu berdasarkan SK 743, demikian sebaliknya Sahari pun juga mempunyai Surat, berdasar surat dari desa dan surat batin jauh sebelum ada SK 743, untuk itu perlu diuji legalitas yang mempunyai kekuatan hukum tetap melalui pengadilaan perdata, ungkap Lamarius melalui Pledoi yang disampaikan.
 
Namun demikian secara Profesional Komisariat Wilayah Riau Reclassering Indonesia melalui Ketua Drs. Morlan Simanjuntak, MH. Keputusan yang dibuat oleh pengadilan Negeri Siak melalui Hakim Edward, SH.MH hal yang biasa, penentuan lainnya untuk memastikan sahari salah atau tidak masih ada jalan lain yaitu banding dan kasasi.
 
Kita junjung tinggi putusan yang ada, namun polisi, jaksa dan Hakim renungkanlah apa yang telah diperbuat terhadap masyarakat terutama tehadap pak Sahari, sudah kah pas menurut hukum baik pidana maupun perdata atas proses hukum terhadap Sahari. (satzega)
   
   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar untuk memberikan tanggapan/ pertanyaan.