Salam Peduli ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Redaksi   |  Biro Daerah

Rabu, 02 Januari 2013

Wakil Bupati Bengkalis H.Suayatno Membuka Secara Resmi Seminar Penanggulangan PSK dan Pencegahan Penyebaran HIV / AIDS Akhir Tahun 2012



 Bengkalis, Radar Nusantara
Sekitar  35 orang yang hadir  dalam pembukaan seminar penanggulangan PSK dan pencegahan HIV/AIDS terdiri dari Kasitrantib atau Satpol PP Kecamatan,  kabupaten dan kecamatan, FKUP, STAI, STIE, POLBENG, MUI, DDI kepala sSMA 1,2 dan 3, SMK dan UPTD sosial kecamatan.

Dalam sambutan wakil Bupati H. Suayatno Sejauh ini kasus HIV dan Aids di kabupaten bengkalis terus mengalami peningkatan yang siginifikan. Hal ini dapat diketahui terutamasejak dimulainya pelayananvoluntary counseling and testing (VCT) atau test HIV di rumah sakit mandau dan bengkalis pada tahun 2009 yang lalu Hampir semua kecamatan yang ada di kabupaten bengkalis sudah melaporkan kasus ini, terakhir dari kecamatan siak kecil telah dilaporkan adanya pasien HIV yang sudah menunjukkan gejala aids seperti tuberculosis (TBC) dan penurunan berat badan yang terjadi secara terus menerus tanpa sebab yang jelas. Sampai bulan november 2012 jumlah penderita hiv dan aids di kabupaten bengkalis sebanyak 203 kasus. Dilihat dari jenis kelamin perempuan sebanyak 115 kasus lebih banyak dibandingkan laki-laki sebanyak 88 kasus, dari kasus tersebut 23 orang meninggal dunia. Dilihat dari usia ternyata sebagian besar adalah usia produktif dan reproduktif, sedangkan dilihat dari faktor resiko adalah pekerja seks, pelanggan, waria dan ibu rumah tangga. Penyebab penularan yang paling dominan adalah melalui hubungan seks yang tidak aman 90.4 %, kemudian diikuti oleh penggunaan jarum suntik dan penularan dari ibu dan anak. Hal ini tentu menggugah tanggungjawabkita semua untuk mencegah meningkatnya penularan penyakit hiv dan aids. Indonesia telah menangani ratifikasi komitment global untuk meningkatkan kualitas penduduk dunia yaitu target milleniums develompment goals (MDGS) yang harus dicapai pada tahun 2015, dimana salah satu goals tersebut adalah menurunkan prevalensi penularan hiv dan aids. Upaya penanggulangan dan pencegahan hiv/aids yang telah dilaksanakan di kabupaten bengkalis meliputi pelayanan pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS) dengan membentuk dua klinik di kecamatan mandau dan pinggir,  membentuk klinik VCT (konseling dan test sukarela) untuk menjaring hiv dan aids di rumah sakit mandau dan bengkalis. Diharapkan melalui keberadaan klinik ini dapat menjaring kasus-kasus sebanyak mungkin dan sedini mungkin sehingga kita bisa melaksanakan intervensi agar penularan kasus dapat ditekan serendah mungkin. Namun kendala yang dihadapi, keberadaan klinik tersebut belum berjalan secara optimal, hal ini disebabkan karena kurangnya kerjasama dari pengelola lok alisasi yang merupakan tempat resiko tinggi terjadinya penularan hiv dan aids. Program mencegahan dan penanggulangan hiv dan aids pada kelompok resiko rendah dan masyarakat umum diarahkan pada upaya pencegahan melalui penyuluhan dan penguatan keluarga sebagai langkah awal untuk memutuskan rantai penularan. Penularan hiv dan aids dapat dicegah apabila semua pihak, khususnya lingkungan keluarga memahami dan menyadari tentang bahaya penyakit dan cara penularan HIVdan Aids, dengan demikian keluarga dapat menghidari dari tertular penyakit tersebut. Bagi kalangan remaja 15-24 tahun dilaksanakan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan yang komprehensif tentang pencegahan dan penanggulangan hiv dan aids. Pada tatanan keluarga, agama merupakan senjata yang ampuh untuk menangkal dan melindungi keluarga dari tertular penyakit tersebut. Hal ini sesuai dengan cara penyakit hiv dan aids, yaitu tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah, setia pada pasangan.

Pada dasarnya pencegahan dan penanggulangan HIV/ Aids tidak bisa dilakukan secara sporadis melainkan butuh kebersamaan, partisipasi dan kesadaran bersama akan bahaya HIV/ Aids. Pada kesempatan ini saya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersatu padu dan bahu membahu melakukan upaya penanggulangan hiv/aids. Mengingat upaya pencegahan HIV/ Aids tidak hanya tanggungjawabpemerintah saja. Permasalahanhiv/aids menjadi tanggung jawabsemua pihak,karena penyakit iniberdampak pada semua orang.

Dengan adanya tanggungjawab dan komitmen semua pihak inidiharapkan muncul kepedulian dankesadaranbersama untuk melakukan upaya pencegahan HIV/ Aids. Tokoh masyarakat, tokoh agama, perempuan dan pemuda memiliki peran penting dalampenyampaian informasikepada masyarakat, sehingga berbagai permasalahan dan kendalayang dihadapi dalam penanggulangan HIV/ Aids serta narkoba dapat diminimalisir. Mari kita mulai dari diri kita, keluarga dan masyarakat untuk peduli terhadap pencegahan HIV/ Aids.

Sehebat apa pun upaya pencegahan dan penangulangan HIV/ Aids dan tanpa adanya kerja sama secara baik antara satu dengan yang lainnya, maka akan berakhir pada ke sia-siaan. Untuk itu, saya berharap dengan dilaksankannya seminar dapat menghasilkan kesepakatan yang bulat untuk melakukan aksi pencegahan dan penularan HIV/ Aids," jelasnya.  (alim)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar untuk memberikan tanggapan/ pertanyaan.