Salam Peduli ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Redaksi   |  Biro Daerah

Jumat, 01 Maret 2013

Endang Sukandar, Bupati Sumedang Periode 2013-2018

Bupati Sumedang
H. Endang Sukandar-Ade Irawan
Sumedang, Radar Nusantara
Meski masih hasil perhitungan sementara, namun hasil Pemilukada Kabupaten Sumedang yang digelar Minggu(24/2) lalu,

dapat dipastikan bahwa H. Endang Sukandar yang berpasangan dengan Ade Irawan akan memimpin Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, periode 2013-2018. Hal tersebut sesuai dengan hasil tabulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumedang, Rabu (27/2) lalu, yang memposisikan politisi senior yang diusung Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Demokrat tersebut berada dalam posisi teratas dengan perolehan suara sekitar 36,75%.

Tidak ayal, kemenangan mutlak satu putaran tersebut mendapat respon positif dari berbagai kalangan masyarakat. Berdasarkan pantauan dan informasi yang berhasil dihimpun Radar Nusantara selama sepekan terahir pada umumnya mengungkapkan, bahwa kemenangan Endang Sukandar dan Ade Irawan merupakan kemenangan seluruh masyarakat Sumedang yang telah sekian lama mendambakan adanya perubahan yang lebih baik di Kabupaten Sumedang.

Sejumlah pihak mengatakan, kepemimpinan Endang Sukandar yang telah lama dinanti-nantikan masyarakat tersebut diyakini akan mampu memberikan konrtibusi perubahan drastis  dalam membangun Sumedang dari berbagai aspek. Sehingga tidak perlu diragukan lagi, Sumedang ke depan akan mampu mengejar segala ketertinggalannya dan siap bersaing dengan Kabupaten lain di Jawa Barat.

Sementara itu, di kalangan birokrasi, Endang Sukandar yang mantan  anggota DPR tersebut diyakini akan bersikap tegas dalam reformasi birokrasi. “Saya berharap prioritas utama Endang Sukandar dan Ade Irawan sebagai Bupati ke depan, harus dimulai dari reformasi birokrasi. Artinya, sebagai politisi senior yang mengenal betul Kabupaten Sumedang, pasti akan menempatkan birokrasinya sesuai dengan kapasitas dan kapabilitasnya,” ujar salah seorang birokrat Sumedang yang tidak mau disebut identitasnya.

Selain reformasi birokrasi, prioritas berikutnya yang dianggap sangar berdasar dan bersinggungan langsung dengan masyarakat akar rumput adalah perbaikan infrastruktur yang sangat mendesak. “Sepuluh tahun ke belakang, masyarakat Sumedang sudah sangat kenyang dengan kondisi infrastruktur yang amburadul, khususnya infrastruktur jalan perdesaan yang rusak parah. Akibatnya, tingkat pertumbuhan ekonmi masyarakat sangat-sangat terhambat,” ujar sumber tersebut lebih lanjut.

Tidak berlebihan memang, H. Endang Sukandar, yang mantan Ketua DPRD Sumedang tersebut, selain dikenal sebagai politisi senior juga dikenal sebagai Tokoh yang memiliki kharisma yang sangat-sangat dikagumi masyarakat. Fakta tersebut dapat dilihat, ketika perolehan suara ditabulasi KPU Sumedang, pasangan Endang Sukandar dan Ade Irawan  unggul secara mutlak di 25 Kecamatan. Hanya di Kecamatan Surian yang merupakan Kecamatan paling ujung yang berbatasan dengan Pantura tersebut, kalah tipis dengan pasangan Taufiq Gunawansyah dan Usep Komaruzzaman, yang memeperoleh suara sekitar 20%. Elok, ucapan selamat dan sukses buat Bupati Sumedang periode 2013-2018, H. Endang Sukandar dan Ade Irawan. (Aidin Sinaga/ Sardion Lubis)

1 komentar:

  1. Janji wakil Bupati saat audiensi dengan masyarakat Rabu, 31 juli 2013 yang menanggapi pertanyaan rakyat dengan berjanji "saya akan meninjau dulu lokasi besok, antara jam 11.00-13.00 saya akan ada di sana". ujarnya. Ternyata janji tinggallah janji, pada pkl .09.30 wakil bupati sudah datang ke lokasi ditemani kepala desa legok kaler beserta Bumdes dan tim 15 nya. Hal ini jelas tidak sesuai dengan janji. Apalagi datang bersama aparat desa legok kaler yang selama ini sedang digugat oleh warga. Jelas menimbulkan rasa curiga. Ada apa dengan pa ade yg terhormat? Apakah kau juga sama dengan rekan atasanmu? Jika warga sumedang tak mau bersatu membantu memecahkan masalah ini, maka kota sumedang akan menjadi kota terburuk di jawa barat. Ayo rakyat sumedang bangkit, bantu gerakan "TegAS" untuk menumpas tuntas segala bentuk kedzoliman dan membongkar kedok para penguasa kota sumedang. Karna diduga kuat ada perselingkuhan antara pemerintah dan pengusaha dalam hal ini

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar untuk memberikan tanggapan/ pertanyaan.