Salam Peduli ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Redaksi   |  Biro Daerah

Kamis, 28 Maret 2013

Laka Lalin di Jalan Raya Kabupaten Bintan Meningkat

Sat Lantas Polres Bintan Kedepankan Runk

Bintan, Radar Nusantara

“Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) adalah peristiwa di jalan yang berakibat timbul korban jiwa, meninggal, luka berat, luka ringan, cacat tetap total , serta kerugian harta benda”

Setiap hari tidak terhitung banyaknya,  korban kecelakaan lalu lintas berjatuhan di seluruh penjuru tanah air, baik  dikota besar Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, maupun Desa dan Kelurahan . Pejalan kaki, pengendara roda dua, mobil sedan, bus, truk, truk gandengan, kereta api, moda transportasi kapal laut  maupun pesawat udara. Terjadinya laka lalin khususnya di jalan raya, disebapkan berbagai factor: kelalain manusia (human error), kenderaan, kondisi jalan raya, rambu-rambu jalan yang belum memenuhi standar nasional, dan juga factor alam (cuaca). Ungkap Kepala Satuan lalu Lintas (Ka Sat Lantas ) Polres Bintan AKP SARBINI mengawali konfirmasi dengan Radar Nusantara di ruang kerjanya Selasa (26/3).

Memenuhi permintaan, diberikan Perbandingan Kecelakaan dan Pelanggaran (Laka &Langgar) Tahun 2011-2012. Jumlah Laka Lantas 2011 = 24. Tahun 2012 = 42. Naik 18 (75 %). Tahun 2011, Meninggal Dunia  jumlahnya 19 orang. Tahun 2012 jumlahnya 32 orang Naik 13 (68 %). Tahun 2011, Luka Berat jumlah 16 orang. Tahun 2012 jumlah 26 orang. Naik 10 (62 %). Tahun 2011, Luka Ringan jumlah 17 orang. Tahun 2012 jumlah 22 orang Naik 5 (29 %). Kerugian Materi Tahun 2011 Rp. 56.500.000,- Tahun 2012 Rp. 185.450.000,- Naik Rp. 128.950.000,- Sedangkan Penindakan Tahun 2011-2012 trend (%). Pelanggaran Tahun 2012 2.740. Tahun 2012 1.632 Turun 1.108 (40 %). Deda Tilang Tahun 2011 Rp. 130.100.000,- Tahun 2012 Rp. 123.500.000,- Turun Rp. 6.600.000,-.

Sementara Data Laka Lantas Januari-Maret 2013 (kwartal pertama). Jumlah kejadian = 23. Meninggal Dunia jumahnya 5 orang. Luka Berat berjumlah 9 orang. Luka Ringan jumlah 34 orang. Kerugian Materi Rp 112.600.000,- naik tajam dibanding tahun 2012 dalam bulan yang sama (Januari-Maret). Jumlah kejadian 8, meninggal dunia 4 orang, luka berat 5 orang, luka ringan 2 orang, kerugian materi Rp 28.000.000,-.

Labih Lanjut Kasat Lantas, upaya mengurangi, meminimalisir laka lalin Satuan Lalu Lintas Pores Bintan mengedepankan Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) dengan 5 Pilar :  1. Pengemudi yang Berkeselamatan, 2. Jalan Raya yang berkeselamatam, 3. Kenderaaan yang Berkeselamatan, 4. Managemen dan Rencana Kerja Lantas yang berkeselamatan, 5. Penangnan Pasca Laka Lantas. Untuk mewujudkan ke-5 Pilar dimaksud, diperlukan kerjasama antar instansi guna mempersingkat birokrasi dan mempermudah penanganan serta memberikan pelayanan terbaik terhadap masyarakat korban laka lantas. Dengan demikian pertolongan pertama pada korban Laka Lantas di Puskesmas, Rumah Sakit Umum (RSU) diharapkan mengurangi fatalitas korban meninggal dunia, tandasnya.   

Dikatakan, sebagaimana kita menyadari bersama bahwa arti keselamatan begitu pentingnya bagi setiap individu manusia di jagat raya ini. Urgensi keselamatan terhindar dari berbagai resiko kecelakaan begitu berharga. Berktivitas, berkarya nyata menjalankan profesi dimanapun darat, laut dan udara. Guna menanggulangi sebab dan akibat kejadian Laka Lalin, Polres Bintan, PT. Jasa Raharja, Dinas Kesehatan dan Bhakti Husada (Rumah Sakit) telah menanda tangani “Nota Kesepahaman Bersama (Memory of Understanding (MoU) di Mako Polres tanggal 28 Januari 2013 lalu.

 “Penanganan Korban Pasca Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas). Tujuan utama, memberikan pelayanan yang terbaik terhadap masyarakat (khususnya korban laka lantas) dan sebagai pedoman kerjasama antar instansi terkait dalam penangan korban lalu lintas. Memangkas birokrasi administrasi asuransi yang berhubungan dengan biaya perawatan korban. Tingkat kerjasama yang dalam memberikan pertolongan pertama terhadap korban, pada gilirannya mengurangi resiko meninggal dunia. Nota Kesepahaman Kerjasama ini sudah disoalisasikan ke Puskesma dan Rumah Sakit yang ada di Bintan, terang Sarbini. 

Terkait rambu-rambu lalin di Bintan, diperlukan kerjasama dengan pihak instansi terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan Kabupaten Bintan. Bagaimana meningkatkan kualitas rambu-rambu  yang mengingatkan pengguna jalan raya mengutamakan keselamatan berkendaraan di jalan raya. Membuat/mendirikan tanda peringatan yang ditulis terang semisal, “Hati-hati tikungan berbahaya” keselamatan anda lebih berharga dari segalanya, kurangi kecepatan, licin di waktu hujan. Sinkron POLRI mengedepankan Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Jalan Raya yang berkeselamatan, pungkasnya. (IanS)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar untuk memberikan tanggapan/ pertanyaan.