Salam Peduli ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Redaksi   |  Biro Daerah

Sabtu, 30 Maret 2013

Pembangunan Kawasan Sawah Abadi Sudin Pertanian & Kehutanan Jakarta Timur Tidak Bermanfaat




Jakarta, Radar Nusantara 
Pembangunan Kawasan Sawah Abadi Terpadu Sudin Pertanian & Kehutanan Jakarta Timur yang berlokasi di Kelurahan Cakung Timur Ujung Menteng Jakarta Timur tidak bermanfaat bagi warga masyarakat lingkungannya, dengan mengalokasikan dana yang cukup besar dari alokasi anggaran tahun anggaran 2012 APBD Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp. 6.774.158.000,- (milyar)
disinyalir adanya penyimpangan-penyimpangan pelaksanaan pembangunannyaPembangunan Proyek Kawasan Sawah Abadi Terpadu Sudin Pertanian & Kehutanan Jakarta Timur yang cenderung di titik beratkan pada pekerjaan pengurugan tanah dan pekerjaan membangun turap / sekat yang tujuannya untuk mencegah agar tanah pengurugan tidak berserahkan / hanyut oleh air ketika saat musim hujan tiba. 
 
Proses pelelangan pekerjaan tahap I dilelangkan oleh Panitia Lelang pada bulan Juli 2012 dimenangkan oleh rekanan PT. Pantomasa Cemerlang dari Group Tobas Tegarindo bermarkas di Jl. Lebak Bulus Raya No. 46 dengan nilai Rp, 3.157.000.000,- (Milyar) rekanan perusahaan dari Group Tobas Tegarindo setiap tahunnya memenangkan paket pekerjaan proyek-proyek yang selaku pengguna anggaranya adalah Ir. Agustinus Bambang Wangsageni yang kebetulan saat ini Kepala Suku Dinas Pertanian & Kehutanan Jakarta Timur, begitu juga saat ketika menjadi Kasudin Pertanian dan Kehutanan di Jakarta Barat dari sumber yang layak dipercaya ada hubungan special / harmonis antara Group Tobas Tegarindo dengan Ir. Agustinus Bambang Wangsageni. 

Pelelangan Tahap II dengan paket pekerjaan yang sama yaitu pekerjaan pengurugan dan penurapan juga diumumkan dibulan September 2012 dimenangkan oleh PT. Andi Syam Putera Perkasa dengan nilai Rp. 3.617.158.000,- (Milyar) dalam pekerjaan tahap II PT. Pantomasa Cemerlang Group Tobas Tegarindo yang mengikuti pelelangan juga dinyatakan tidak memenuhi persyaratan tekhnis, kalangan LSM dan rekanan perusahaan lainnya merasa heran kenapa kontraktor PT. Pantomasa Cemerlang pada pelelangan tahap I bisa dimenangkan sebagai pemenang.  

Pelaksanaan Pekerjaan Tahap II yang dimenangkan PT. Andi Syam Putera Perkasa sebesar Rp. 3.617.158.000,- dan pelaksanaan fisik di lapangan pelaksananya ternyata sebagian besar tenaga pelaksana dari buruh Tobas Tegarindo.

Ketika dikonfirmasikan ke Kasudin Pertanian dan Kehutanan Jakarta Timur Ir. Agustinus Bambang Wangsageni selalu mengelak menurut staff sekretarisnya dinyatakan rapat dan tidak ada diruang kerjanya, pernah dipergokin ternyata tidak rapat dan tidak keluar ruangan. 

Begitu juga Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan Ir. Hj. Ipih selaku atasanya ditingkat provinsi tidak memberikan tanggapan dan komentar apapun tentang perilaku bawahannya Ir. Agustinus Bambang Wangsageni sudah selayaknya Pemprov DKI mengaudit pembangunan Kawasan Sawah Abadi Terpadu karena ada penyimpangan yang dilakukan Sudin Pertanian dan Kehutanan Jakarta Timur dimana saat pelaksanaan pekerjaan Tahap I oleh PT. Pantomasa Cemerlang lapisan bawah tanah pengurugan mempergunakan tanah boncos / lempung dan ditutup lapisan atas dengan tanah super merah, tanah boncos / lempung diambil dari sisi BKT berjarak 300 m dari lokasi pekerjaan dan papan proyek serta bedeng pekerjaan tidak layak sebagaimana yang dicantumkan dalam anggaranya tanpa air dan listrik (Ismar Z)

1 komentar:

  1. Wah wah....bagaimana bang ahok.(Wagub dki).... Tolong kalo memang ada indikasi korupsi limpahkan aja ke KPK. Seingat saya belum ada kasus korupsi di DKI yg terekspos. Semoga jokowi basuki bisa menjadi contoh bagi propinsi lain dlm penanganan korupsi.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar untuk memberikan tanggapan/ pertanyaan.