Salam Peduli ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Redaksi   |  Biro Daerah

Selasa, 11 Juni 2013

Tragedi Berdarah Kembali Berulang di Selayar


Satu Unit Motor Vision Dibakar Tersangka

Selayar, Radar Nusantara
Peristiwa tragedi berdarah kembali membuat gempar masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan. ironisnya, karena kasus pembunuhan yang merenggut nyawa H. Baco (70 thn) ini lagi-lagi berada di wilayah hukum Polsek Bontosikuyu.
Korban diduga mati terbunuh oleh Saharuddin (49 thn) warga Desa Harapan, Kecamatan Bontosikuyu yang sehari-harinya bekerja sebagai petani. Sebelum menghabisi nyawa korbannya, tersangka sempat dibonceng dengan menggunakan sepeda motor oleh Bripka Kaharuddin menuju Kecamatan Bontosikuyu.
Namun ditengah jalan, tersangka Kaharuddin tiba-tiba kalap dan hendak memarangi Bripka Kaharuddin di atas motornya. Melihat gelagat tersebut, Bripka Kaharuddin dengan cepat menyikut tersangka hingga terjatuh dari motor. 
Setelah terjatuh dari motor, Bripka Kaharuddin langsung meninggalkan tersangka di tengah jalan yang tiba-tiba membabi buta dan hendak mengejar Bripka Kaharuddin.
Dari TKP, Bripka Kaharudin langsung melaporkan kejadian yang nyaris merenggut nyawanya itu. Berselang sepuluh menit kemudian, personil kepolisian gabungan dari Polsek Bontosikuyu dan Polres Kepulauan Selayar, tiba di TKP.
Sesampainya di TKP, polisi menemukan korban H. Baco telah terkapar bersimbah darah di tengah jalan. Diduga kuat, sehabis memarangi kepala bagian belakang dan tangan kanan korban, tersangka langsung kabur dan meninggalkan korban yang  jatuh tersungkur dari atas motornya.
Dilokasi yang sama, polisi menemukan satu unit motor jenis Vixion miik Riswan yang secara kebetulan sedang melintas dan langsung dibakar oleh tersangka saat motor tersebut ditinggalkan oleh pemiliknya di TKP.
Tidak berselang lama, tersangka dilumpuhkan petugas dengan menembak lutut bagian kirinya. Tindakan penembakan terpaksa dilakukan karena tersangka berusaha melakukan penyerangan terhadap polisi, saat akan berusaha diamankan.
Dari TKP penangkapan, tersangka dilarikan polisi ke PKM Benteng untuk selanjutnya dilakukan perawatan. Sememtara jenazah korban langsung dibawah ke RSUD KH. Haiyung, Benteng untuk dilakukan proses visum. Insiden penangkapan terhadap tersangka sempat mengakibatkan AIPTU Mustari mengalami luka pada alis bagian bagian kiri korban.  (fadly syarif)   



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar untuk memberikan tanggapan/ pertanyaan.