Salam Peduli ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Redaksi   |  Biro Daerah

Senin, 22 Juli 2013

Lebih Dari 10 Tahun Perseteruan Relokasi Pasar Angso Duo Masih Jadi Sengketa

Mungkinkah perselesaiannya berakhir di MK


Jambi, Radar Nusantara
Rencana Relokasi pembangunan Pasar Angso Duo, di pusat Pasar Kota Jambi, sudah 10 tahun lebih, masih bersengketa. Antara Pemprov Jambi, dengan Pemkot Jambi. Masing-masing tetap pada pendiriannya. Mungkinkah, perselesaiannya bisa berakhir di Mahkamah Konstitusi (MK) ?.
     
Sejak Walikota Arifin Manaf yang menjabat Walikota Jambi, selama dua Priode, dan Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin. Masalah Sengketa Relokasi Pembangunan Pasar Induk Angso Duo di Pusat Kota Jambi tidak terselesaikan. Sehingga berlanjut pada Walikota Bambang Priyanto berakhir masa jabatannya satu periode, dan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus.

Rencana pembangunan Pasar Angso Dua, belum juga terwujud. Karena masih disengketakan. Masing-masing pihak, Pemvrop dan Pemkot Jambi berkeinginan kuat untuk membangun Pasar Angso Duo tersebut. Karena diantara kedua belah pihak tidak ada yang mau mengalah, hingga saat ini, rencana pembangunan Pasar tersebut masih disengketakan.
     
Berkaitan dengan hal itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi mengancam akan membangun Pasar Angso Duo tersebut, walaupun tanpa persetujuan dari Pemkot Jambi. Sebagaimana dikatakan Sekda Provinsi Jambi, Ir Syahrasaddin,  areal Pasar Angso Duo itu terdiri dari HP 9 dan HP 10.
      
Ada HP 9 kalau tak salah yang kondisi kosong, itu yang kita bangun. Itu tidak mempengaru hi, karena tanah itu kan milik Pemprov. Tidak mempengaruhi dengan permasalahan pasar Angso Duo yang sedang berlangsung. Menurut Syahrasaddin, Langkah itu diambil, apabila persoalannya dinilai masih berlarut-larut.
     
Syahrasaddin juga menambahkan, bahwa pihak Pemprov Jambi berupaya menunggu pihak dewan kota. Untuk pembahasan penghapusan aset Pemkot dan perjanjian kerjasama antara Pemprov dengan Pemkot Jambi. Kalau itu jalan, insya Allah relokasi Pasar Angso Duo mulai dibangun.jelasnya.
     
Kalau tidak juga ada persetujuan dari Dewan Kota, sebagaimana yang diminta oleh Pemprov,  kemungkinan Pemprov akan mengambil inisiatif sendiri. Karena Pemprov beranggapan bahwa, yang ada hubungan itu Angso Duo yang lama dengan Pemkot Jambi. Karena bangunan itu adalah bangunan Pemkot.
     
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, rencara pembangunan Relokasi Pasar Angso Duo menjadi perseteruan antara Pemprov dengan Pemkot Jambi, karena Pemkot tidak mau melakukan penghapusana asset. Alasannya, sebagian bangunan bukan punya kota, tetapi milik pihak Pelindo.
     
Menurut Sekda Syahrasaddin. Pemprov Jambi tidak membicarakan aset pihak ketiga. “Kita inginkan Pemkot Jambi menghapuskan asset Pemkot Jambi dilingkungan rencana pembangunan Pasar Angso Duo itu. Kalau yang lain jangan dipikirkan. Mikirkan diri sendiri saja dulu belum mampu, jangan pikirkan yang lain,’‘ tegasnya.
      
Menurut rencana Relokasi Pembangunan Pasar Angso Duo yang lama, akan dijadikan RTH (Ruang Terbuka Hijau.) Karena itu, bangunan lama harus digusur, untuk pedagang selanjutnya akan ditempatkan pada pembangunan Pasar Angso Duo yang baru. Berkaitan dengan rencana pembangunan itu, Pemprov Jambi ber-maksud, dengan Pemkot Jambi.
      
Untuk mendahulukan pembahasan rencana pembangunan Pasar Angso Duo, selanjutnya, baru membahas rencana pembangunan RTH. Namun lain dengan fersi Pemkot Jambi yang beranggapan bahwa, pengelolaan pasar itu merupakan kewenangan kota Jambi. Karena, Pemkot yang membangun pasar.
      
Sumber lainnya juga menjelaskan, Masalah pembangunan Pasar Angso Duo yang dibangun oleh Pemprov Jambi, nantinya bisa saja di serahkan ke Pemkot Jambi, untuk pengelolaannya. Namun hal ini tidak menjadi kendala, katanya. Tetapi yang menjadi persoalan, sehingga rencana pembangunan dimaksud jadi berlarut-larut, karean pihak DPRD kota Jambi belum menyepakati persetujuan, tentang pembahasan dan penghapusan Aset Pemkot Jambi disekitar rencana Pembangunan Pasar Angso Duo dimaksud. (Djohan.) 
       
Dari catatan yang ada, Zoerman Manaf.Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, dalam keterangannya pada wartawan pernah mengatakan, pihaknya tak menyetujui pembangunan pasar Angso Duo di lokasi yang baru, dengan mengguna kan APBD Provinsi Jambi.
     
Terkecuali Rencana relokasi pasar Angso Duo dipastikan akan di laksanakan dengan cara Build Operate and Transfer (BOT), pada lokasi Pasar Angso Dua saat ini (yang lama.) Sementara itu, ditempat terpisah, Gubernur Jambi Hasan Basri Agus, yang dikonfirmasi terkait hal ini juga mengaku belum mengetahui pasti berapa jumlah bagi hasil antara pemerintah Provinsi Jambi dengan Pemerintah Kota Jambi. “Nanti saya cek berapa. Yang jelas untuk Angso Duo itu, regulasi sudah disiapkan,” ujarnya.
  
Sekda Provinsi Jambi, Ir Syahra saddin,menerangkan,adanya penambahan nilai investasi untuk pembangunan pasar Angso Duo dari Rp 90 Miliyar menjadi Rp 102 Miliyar, tidak berdampak terhadap rencana pembangunan. Menurut Wakil Wali Kota Jambi Sum Indra kepada wartawan, proses hibah Pasar Angso Duo dari Pemprov Jambi kepada Pemko Jambi yang akan segera ter ealisasi, dan telah diantisipasi Pemkot Jambi untuk melakukan berbagai perencanaan dalam pembang unan Pasar Angso Duo ke-depan.
  
“Pemko Jambi berencana akan mencontoh model pasar Singapura sebagai persiapan untuk merehabilitasi pasar pengganti Pasar Angso Duo yang kini kondisinya sudah tidak layak lagi.” Jelas Sum Indra menambahkan,“Pasar Angso Duo sebagai pasar tradisional terbesar di Jambi serta sebagai warisan ke budayaan tetap akan kami jaga. Namun sistem yang digunakan tetap mengikuti perkembangan jaman, keamanan dan kenyamanan,” ujar nya.
   
Berdasarkan hasil studi banding di beberapa pasar di Singapura, rencana pembangunan Pasar Angso Duo nantinya akan dibangun ruko-ruko dengan lantai dasar dari keramik, yang nantinya akan dibagi menjadi empat konsep dengan pembagian jenis pedagang. Setiap blok akan dibagi menjadi empat dengan menggunakan “hanger” dan pedagang akan berjualan di sepanjang sisi “hanger” tersebut.
   
Posisinya menggunakan hanger, sehingga ada peninggian lokasi pasar, mengingat lokasi pasar ber ada tepat di pinggir Sungai Batang hari. Hal itu untuk menghindari banjir jika air sungai meluap, Untuk menunjang dan memudahkan transaksi ekonomi pasar, di sekitar lokasi pasar akan dibangun beberapa kantor bank. Begitu juga kantor pengelolaan pasar akan dipindah kan bersama lokasi Pasar Angso Duo yang baru nantinya.
   
Untuk menunjang dan memudahkan transaksi ekonomi pasar, di sekitar lokasi pasar akan dibangun beberapa kantor bank. Begitu juga kantor pengelolaan pasar akan di pindahkan bersama lokasi Pasar Angso Duo yang baru nantinya. Untuk mewujudkan rencana itu, Pemko Jambi akan bekerja sama dengan pihak ketiga, sebab Pemko Jambi tidak memiliki anggaran yang cukup. “Akan ada kerja sama jangka panjang dengan pihak ketiga. Diperkirakan anggaran yang dibu tuhkan untuk pembangunan pasar sekitar Rp150 miliar,” katanya.

Rencana Ke-dua (II) Pembangunan Pasar Angso duo mulai lagi dibahas. Setelah Rencana Pertama (I) di Era Zulkifli Nurdin (Gubernur) dan Arifin Manap (Walikota) Gagal dilaksanakan. Karena Wilayah Pembangunan Pemda Kota Jambi ini, diambil alih oleh Pemda Provinsi.
  
Ini kali ke dua (II) rencana pembangunan Pasar Angso dua Kota Jambi, nampaknya masih ada interfensi dari Pempov Jambi. Mungkin karena nilai konstruksi pembangunan Pasar Angso Dua ini mencapai Rp 142, 8 Miliar. Dengan demikian tentu perlu pembahasan Segi Tiganya.
    
Antara Pemprov, Pemkot dan Pengusaha/ Investor yang tidaklain, tentang Kontribusi. dalam setiap tahunnya. Untuk itu dikabarkan juga, bahwa adanya keinginan Pemkot Jambi memasukan nilaiba ngunan Angso Duo saat ini yang ditaksir mencapai Rp 18 miliar ke dalam penyertaan modal.
   
Dalam rencana pembangunan ini, ada 3 investor nasional dan 2 in vestor lokal Jambi yang berkeinginan untuk melakukan investasi pembangunan pasar Angso Duo ini, dan dokumen untuk leleang/ tender pekerjaan ini sudah dipersiapkan.Termasuk Jumlah Kios,Los dan Toko yang akan dibangun di Pasar Angso Dua yang baru itu.
  
Namun untuk pelaksanaan lelang belum dilaksanakan. Karena masih menunggu kepastian kesepakatan kerjasama antara Pemprov dan Pemkot disahkan DPRD Provinsi Jambi. Sehubungan hal itu masyarakat pedagang kaki lima berharap, agar Rencana Pembangunan Pasar Angso Dua yang telah disyhkan. Tidak lagi dirubah oleh Kontraktor.
   
Permohonan ini disampaikan Masyarakat Pedagang Pasar Angso Duo kepada Wartawan, karena adanya kekhawatirkan, perubahan yang dilakukan kontraktor dalam Rancangan Anggaran Pembangunan (RAP) itu akan membuat kondisi fisik bangunan tidak seperti yang diharapkan (Manipulasi Data Bahan Bangunan.) Ketahanannya tidak terjamin.
   
“Masa Konstruksi Bangunan yang direncanakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPEDA) dan Dinas Ciptakarya yang dananya sudah dianggarkan, lalu dirubah dengan bahan yang lebih murah.Itu Korupsi namanya.” Jelas beberapa pedagang Pasar Angso Duo Jambi menambahkan. Kalu kontraktor itu maunya, menggunakan modal sekecil-kecilnya, dan mendapatkan keuntungan sebesar besarnya.
   
Selain itu, masyarakat Jambi juga berharap kepada DPR, agar dapat mempertahankan Aset Pemerintah Daerah setempat. Jangan karena permintaan Gubernur/ Walikota /Bupati untuk menghapus Aset Daerah, hanya untuk suatu proyek pembangunan, dan fie 2,5 persen untuk ketuk palu.
   
Pada akhirnya, akan mengikis Aset Pemda setempat yang juga milik Rakyat. Sedangkan pejabat yang terkait, terus akan mendapatkan fee, yang dikatagorikan masuk dalam saham fiktif. (Djohan)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar untuk memberikan tanggapan/ pertanyaan.