Ingin Jadikan Negara Islam, Dedi: DI/ TII Saja Tidak Bisa

Jakarta RN. Kelompok radikal serta garis keras menjadi ancaman terhadap ideologi kebangsaan belakangan ini. Di tambah lagi dengan partai po...

Jakarta RN.
Kelompok radikal serta garis keras menjadi ancaman terhadap ideologi kebangsaan belakangan ini. Di tambah lagi dengan partai politik yang merangkul kelompok tersebut. Ideologi Pancasila dan NKRI akan terancam jika partai politik yang bekerjasama dengan ormas garis keras semakin di dukung masyarakat. begitu ungkapan ungkapan pengamat politik, Boni Hargens dalam sebuah diskuai kebudayaan di Jakarta, sabtu  (10/3)

"Jika di biarkan, lanjut Boni, umur NKRI hanya akan tinggal empat (4) atau lima (5) kali pemilu lagi jika radikalisasi  di level politik di biarkan, yang selanjutnya akan berubah menjadi NKRI Syariah,".

Untuk itu Boni meminta agar pemerintah, parlemen sebagai harapan utama memiliki komitmen serta kemauan politik yang kuat untuk tidak menyuburkan kelompok-kelompok garis keras.

"Masyarakat harus sadar, bahwa perusak konstitusi adalah musuh bersama. Pemerintah juga parlemen harus memiliki komitmen dan kemauan kuat untuk tidak ikut dalam menyuburkan gerakan ekstrim garis keras ini,". Jelas Boni.

Sementara bupati Purwakarta,  Dedi Mulyadi yang juga hadir sebagai pembicara dalam diskusi tersebut mengatakan jika islam dan kebudayaan tradisional Indonesia bisa hidup berdampingan sejak dari dulu.
Oleh sebab itu, Dedi menilai jika gerakan politis yang berbau kekerasan dan ingin menciptakan negara Islam tidak akan pernah berhasil di Indonesia.

"DI/ TII saja tidak bisa, apalagi sekarang. Gerakan politik dengan tindak kekerasan tidak pernah mendapat tempat di hati maayarakat Indonesia, setiap mereka mau nongol, sudah langsung di musuhi, di tolak oleh banyak orang. Jadi tidak akan bisa dan tidak akan pernah mendapat dukungan publik," tegas Dedi.

Namun demikian, Dedi menyayangkan ketidak tegasan pemerintah perihal aturan ormas radikal.

"Kegamangan negara akan menyebabkan kebudayaan tidak berkembang, mengancam ke bhinnekaan yang selama ini jadi perekat. Dan ini aneh, satu sisi takut kehilangan pluralisme, tapi setiap saat politik keagamaan dan kekuasaan berkolaborasi. Seharusnya negara tidak boleh berkompromi," pungkas Dedi. (Dof)

COMMENTS

BLOGGER: 2
Loading...
Nama

Aceh Tengah,20,Banda Aceh,2,Bandung,20,Bangka Tengah,1,Bangun Purba,1,Banjar,7,Banjarnegara,1,Banten,2,Banyuwangi,3,Batam,6,Bekasi,109,Belitung,14,Beltim,51,Bener Meriah,40,Bengkayang,16,Berita terkini,40,Bintan,2,BNN,1,Bogor,45,Bola,1,Brebes,7,Ciamis,5,Cianjur,1,Cilacap,5,Cilegon,1,Cileungsi,14,Cirebon,73,Daerah,1880,Dairi,15,Deli Serdang,5,Depok,34,Doloksanggul,3,Donggala,2,Ekonomi,1,Garut,7,Hukum,6,Indramayu,1,Jabar,1,Jakarta,91,Jambi,5,Jawa Barat,13,Jawa Timur,2,Jember,1,Kab. Minahasa Tenggara,1,Kab. Sukabumi,1,Kab.Bandung,73,Kab.Bekasi,17,Kab.Sergai,5,Kab.Sumedang,4,Kalbar,6,Kalsel,5,Kalteng,21,Kaltim,1,Kapuas Hulu,57,Karawang,2,Kec.Ukui,1,Kerinci,3,Korupsi,4,Kotabumi,1,Kronjo,1,Kuala Kapuas,3,Kuningan,55,Kutai Timur,9,Kutim,1,Labura,1,Lahat,12,Lampung,5,Lampung Barat,1,Lampung Tengah,1,Lampung Timur,62,Lampung Utara,49,Lingga,43,Loksado,1,Lombok,1,Lubuk Pakam,1,Luwuk,2,Magelang,1,Majalengka,13,Malang,16,Manado,1,Manokwari,1,Mauk,2,medan,1,Mekar Baru,1,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,Mojokerto,67,Muara Belida,1,Muara Enim,43,Musi Banyuasin,1,Ogan Ilir,1,Oku Selatan,12,Oku Timur,3,Opini,1,Pagaralam,2,Pakpak Bharat,12,Pakuhaji,2,Palangka raya,142,Palangkaraya,20,Palas,6,Palembang,7,Palu,31,Pandegelang,11,Pangkalpinang,2,Papua,4,Parigi,4,Parlemen,29,Pasuruan,1,Pekanbaru,2,Pematangsiantar,3,Pendidikan,49,Polhukam,121,Pontianak,6,Pulang Pisau,2,Purwakarta,74,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Selebrity,2,Rokan Hilir,9,Sabang,55,Samarinda,6,Sampit,101,Sarolangun,32,Selayar,10,Serang,9,Serdang Bedagai,16,Sergai,20,Seruyan,1,Sibolga,4,Sigi,8,Simalungun,1,Solok Selatan,7,Subang,17,Sukabumi,17,Sulawesi,1,Sulteng,74,Sulut,66,Sumbar,2,sumsel,2,Sumut,24,Sungai Penuh,1,Tangerang,33,Tanjab Barat,34,Tanjab Timur,8,Tanjung Enim,1,Tapanuli Tengah,7,Tapanuli Utara,10,Tasikmalaya,15,Tebing Tinggi,10,Tegal,5,Terkini,2184,Tolitoli,4,Tulang Bawang,2,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Ingin Jadikan Negara Islam, Dedi: DI/ TII Saja Tidak Bisa
Ingin Jadikan Negara Islam, Dedi: DI/ TII Saja Tidak Bisa
https://lh3.googleusercontent.com/-K7oMcO8pZzw/WMOEjXhFNRI/AAAAAAAAFFk/4TvqD4m1Ntw/s640/IMG-20170311-WA0001.jpg
https://lh3.googleusercontent.com/-K7oMcO8pZzw/WMOEjXhFNRI/AAAAAAAAFFk/4TvqD4m1Ntw/s72-c/IMG-20170311-WA0001.jpg
RADAR NUSANTARA NEWS
http://www.radarnusantara.com/2017/03/ingin-jadikan-negara-islam-dedi-di-tii_10.html
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/2017/03/ingin-jadikan-negara-islam-dedi-di-tii_10.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy