“Jadi Buruh Kuli Tebang Tebu Diatas Tanah Sendiri, Kekuasaan dan Perusahaan Penghisap vs Rakyat”

Indramayu, RN. Reformasi telah berhasil mengecoh rakyat. Reformasi adalah sebuah agenda kapitalisme internasional untuk menguasai kem...

Indramayu, RN.
Reformasi telah berhasil mengecoh rakyat. Reformasi adalah sebuah agenda kapitalisme internasional untuk menguasai kembali bekas negeri jajahan dengan senjata Demokrasi. Demokrasi liberal adalah demokrasinya kaum borjuis, yaitu demokrasi yang berlandaskan pada uang. Demokrasi dalam hal ini hanya kedok maka sebenarnya yang berjalan adalah teknokrasi dan econokrasi. Rakyat mengira dengan hak pilih yang dimiliki kedaulatan dengan sendirinya bisa dimiliki.

Tidak demokrasi liberal adalah demokrasinya para pedagang dan pengusaha, rakyat hanyalah kuli tukang coblos. Bisa dilihat seluruh undang-undang dan hukum serta peraturan yang lahir sejak jaman reformasi adalah hukum yang menindas dan membelenggu rakyat. Semua penindasan dan penghisapan atas rakyat dan negara ini dilindungi oleh Undang-undang dasar yang merupakan hasil mengobrak-abrik UUD 1945, atas nama kehendak rakyat. Padahal nhanya kehendak kapitalis global.

Rakyat saat ini tidak hanya semakin kehilangan hak dan kedaulatannya, tetapi juga semakin ditindas oleh hukum dan para pemodal. Sampai kapan pun rakyat akan selalu menjadi mangsa hukum, karena dalam sistem kolonial hukum memang hanyalah perangkap untuk menindas rakyat dan sebuah sarana untuk melindungi kaum elite penguasa dan pengusaha. Sistem politik hanyalah sarana legitimasi untuk membuat berbagai peraturan yang menguntungkan mereka. 

Maka kalau rakyat ingin kembali berdaulat dan mendapatkan perlindungan hukum maka rakyat harus disadarkan bahwa reformasi itu merupakan barang haram dan merupakan penghianatan dari cita-cita revolusi. Demokrasi, terutama demokrasi liberal adalah alat kapitalis terutama klompok elite untuk menguasai rakyat. Sementara hukum adalah rantai untuk membelenggu kebebasan rakyat. Karena hukum dan Undang-undang yang ada ini ciptaan kolonial dan kapitalisme global untuk menguasai rakyat dan negara ini.

Dan  seperti halnya beberapa masyarakat Indramayu yang berada di pinggiran-pinggiran kawasan hutan dan perkebunan, mereka hanya menjadi kuli-kuli dan buruh serabutan yang tak jelas arfah hidupnya, masyarakat dipekerjakan tanpa adanya kepedulian untuk regenerasi mendatang, masyarakat hanya dijadikan kuli-kuli oleh perusahaan yang hanya berfikiran profit dan keuntungan semata, keberadaan perusahaan sekelas Rajawali-pun tidak mampu menjawab persoalan persoalan masyarakat penyangga yang setiap harinya hanya bergantung pada tanah yang dikuasai oleh perusahaan.

Lantas ketika masyarakat penyangka membangun sebuah keadilan dan melakukan revolusi perjuangan mereka di cap dan dikte sebagai pembuat onar dan trible miker (pembuat masalah), bahkan tak seringnya para masyarakat pinggiran kawasan ini dikriminalisasi karena persoalan mereka menggarap di pinggiran-pinggiran sungai (lebakan) untuk bercocok tanam padi. Apakah negeri ini hadir untuk si miskin ? ataukah negara ini sudah tidak bisa menjamin kesejahteraan rakyatnya?.

Sudah lebih 40 tahun rakyat penyangga kawasan perkebunan RNI ini menderita dan hanya dijadikan kuli-kuli buruh tebang tebu yang tidak jelas kesejahteraan dan kehidupannya, tanggung jawab sosialpun tidak pernah terapkan dan tepat sasaran, padahal persoalan CSR dan program-program dari sebuah perusahaan besar hruslah menjamin tentang SDM dan ekonomi kolektif masyarakat penyangga, dan kurang lebih selama 40 tahun perusahaan yang menjadi simbol suasembada gula ini sudah mengecoh jutaan rakyat Indonesia yang mayoritas semuanya adalah petani dan karena memang negara kita adalah negara agraris bukan negara feodal dan kapitalis yang rakyat dan masyarakat miskinnya hanya dikorbankan untuk kepentingan para cukong-cukong dan pemodal saja, perjuangan dan revolusi rakyat penyangga harus segera dilakukan untuk menjamin kehidupan dan peradaban regenerasi dimasa mendatang. (Ato/RN)

COMMENTS

Nama

Aceh Tengah,28,Banda Aceh,2,Bandung,21,Bangka Tengah,1,Bangun Purba,1,Banjar,7,Banjarnegara,1,Banten,3,Banyuasin,4,Banyuwangi,6,Batam,12,Bekasi,139,Belitung,25,Beltim,60,Bener Meriah,45,Bengkayang,20,Berita terkini,61,Bintan,2,BNN,1,Bogor,55,Bola,1,Brebes,16,Ciamis,8,Cianjur,1,Cibinong,1,Cikarang,1,Cilacap,5,Cilegon,2,Cileungsi,19,Cirebon,80,Daerah,2468,Dairi,15,Deli Serdang,6,Depok,37,Dolok,2,Doloksanggul,3,Donggala,2,Ekonomi,2,Garut,7,Hukum,6,Indramayu,1,Jabar,1,Jakarta,103,Jambi,5,Jawa Barat,13,Jawa Timur,2,Jember,1,Kab. Kuningan,1,Kab. Minahasa Tenggara,1,Kab. Serang,1,Kab. Sukabumi,2,Kab.Bandung,85,Kab.Bekasi,18,Kab.Sergai,5,Kab.Sumedang,4,Kalbar,11,Kalsel,6,Kalteng,27,Kaltim,11,Kapuas Hulu,58,Karawang,2,Kec.Ukui,1,Kerinci,3,Korupsi,4,Kotabumi,1,Kronjo,1,Kuala Kapuas,3,Kuningan,79,Kutai Timur,10,Kutim,1,Labura,1,Lahat,12,Lampung,6,Lampung Barat,5,Lampung Tengah,1,Lampung Timur,81,Lampung Utara,52,Lingga,111,Loksado,1,Lombok,1,Lubuk Pakam,4,Luwuk,4,Magelang,1,Majalengka,18,Malang,16,Manado,1,Manokwari,2,Mauk,2,medan,1,Mekar Baru,1,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,Mojokerto,82,Muara Belida,1,Muara Enim,48,Musi Banyuasin,4,Nasional,2,Ogan Ilir,2,Oku Selatan,14,Oku Timur,3,Opini,1,Pagaralam,2,Pakpak Bharat,12,Pakuhaji,2,Palangka raya,171,Palangkaraya,22,Palas,6,Palembang,10,Palu,32,Paluta,1,Pandegelang,15,Pandeglang,21,Pangkalpinang,2,Papua,4,Parigi,4,Parlemen,29,Pasuruan,1,Patia,1,Pekanbaru,4,Pematangsiantar,3,Pendidikan,56,Polhukam,127,Pontianak,7,Pulang Pisau,2,Purwakarta,98,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Selebrity,2,Riau,4,Rokan Hilir,9,Sabang,55,Samarinda,10,Sampit,126,Sarolangun,40,Selayar,10,Serang,11,Serdang Bedagai,20,Sergai,23,Seruyan,1,Sibolga,4,Sigi,8,Simalungun,1,Solok Selatan,7,Subang,22,Sukabumi,28,Sulawesi,1,Sulteng,112,Sulut,83,Sumbar,2,Sumedang,1,sumsel,3,Sumut,46,Sungai Penuh,1,Tangerang,45,Tanjab Barat,65,Tanjab Timur,15,Tanjung Enim,1,Tapanuli Selatan,1,Tapanuli Tengah,8,Tapanuli Utara,10,Tasikmalaya,27,Tebing Tinggi,13,Tegal,9,Terkini,2790,Tolitoli,4,Touna,1,Tulang Bawang,2,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: “Jadi Buruh Kuli Tebang Tebu Diatas Tanah Sendiri, Kekuasaan dan Perusahaan Penghisap vs Rakyat”
“Jadi Buruh Kuli Tebang Tebu Diatas Tanah Sendiri, Kekuasaan dan Perusahaan Penghisap vs Rakyat”
https://2.bp.blogspot.com/-92LWrTc5P8Q/WN3N28zWLBI/AAAAAAABJQk/LQUNNsiZgo0Btiengh2bGijmwF03qYBAgCLcB/s320/af.bmp
https://2.bp.blogspot.com/-92LWrTc5P8Q/WN3N28zWLBI/AAAAAAABJQk/LQUNNsiZgo0Btiengh2bGijmwF03qYBAgCLcB/s72-c/af.bmp
RADAR NUSANTARA NEWS
http://www.radarnusantara.com/2017/03/jadi-buruh-kuli-tebang-tebu-diatas.html
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/2017/03/jadi-buruh-kuli-tebang-tebu-diatas.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy