Warga Kecewa, Diminta Iuran 300 Ribu Hasil Pekerjaan Tidak Memuaskan

Depok, RN. Kekecewaan warga terhadap hasil pekerjaan peningkatan jalan di jln alpukat RT.03/08 kelurahan Beji kecamatan Beji Depok Utara...

Depok, RN.
Kekecewaan warga terhadap hasil pekerjaan peningkatan jalan di jln alpukat RT.03/08 kelurahan Beji kecamatan Beji Depok Utara yang berasal dari Aspirasi Dewan/ Pokir DPRD, dengan Dana APBD 2017 akhirnya akan bermuara ke ranah hukum, menurut warga setempat yang enggan disebut namanya, kepada wartawan menyatakan bahwa kasus ini terlebih dahulu akan kami sampaikan kepada Idris Abdul Somad Walikota Depok, sebelum dilaporkan ke kejaksaan atau kepada kepolisian.

Jauh jauh hari sebelum pekerjaan Peningkatan jalan  dilaksanakan oleh CV. Wahyu Gumilang selaku kontraktor pelaksana, menurut informasi dari warga, Direktur Utama berinisial S yang membeli paket tersebut dari Nrhsn anggotaDPRD. Awalnya S menggandeng pihak LPM  untuk meminta iuran sebesar Rp. 300.000/warga, meski heran sebagian warga menyerahkan uang yang diminta, padahal warga menganggap jalan lingkungannya masih layak, belum rusak dan masih dapat menampung beban terhadap kendaraan bermotor milik warga.

Kini timbul keraguan terhadap  kekuatan jalan yang baru di bangun sepanjang 120m yang terletak di Rt.03 dan Rt.04 RW.08 Kelurahan Beji Kec. Beji

Pak Apang sekretaris RT.03 Kelurahan Beji  kepada wartawan  mengatakan, iya memang benar warga iuran Rp. 300,000 /orang. Saya yang menghimpun dana tersebut, diakuinya demi untuk membantu percepatan, pelaksanaan pekerjaan, bahkan warga tidak mengira, saat ini tidak dilewati motor/mobil pun, jika ada angin berhembus meski tidak keras tetapi bisa membuat  kondisi jalan berdebu, makanya sekarang kami menyesal karena hasil akhir pekerjaannya kontraktor pelaksana amat mengecewakan, silahkan liat sendiri, jalan  yang baru di cor sehari  saat ini sudah  retak-retak. Warga juga meyakini pihak kontraktor telah berbuat curang dengan cara mengurangi volume pekerjaan, beton yang digelar ketebalannya tak lebih antara 3 cm sampai 5 cm saja, diyakini pula mutu beton yang digelar tidak sesuai  dengan ketentuan.

Sementara itu Ketua RT. 03/RW.08 Ir. H Chalidin pensiunan ASN  kepada wartawan,  menyatakan bahwa ia paham sekali dengan pekerjaan pengecoran jalan  bahkan dengan nada keras, ia menuding kontraktor  pelaksana proyek  tak paham lapangan. Kecenderungannya hanya cari untung untuk kepentingan pribadi, tanpa peduli bahwa kwalitas  pekerjaannya mengecewakan warga disisi lain,  S Dirut CV. Wahyu Gumilang yang di konfirmasi via celullar.

Hanya mengatakan  pekerjaan kami jadi rusak gara-gara ada anak main sepeda ketika pengecoran jalan baru 14 jam selesai dilaksanakan, ketua Rt. 03 hanya tersenyum menanggapi jawaban kontraktor pelaksana, apa iya seluruh jalan yang baru selesai dicor bisa rusak dikarenakan dilewati oleh sepeda yang dinaiki bocah umur 9 tahun?, ini kontraktornya  mau main main ya..?, masak proyek APBD yang notabene adalah uang rakyat  tanpa dilengkapi  papan proyek yang mencantumkan  nilai anggarannya dan berapa hari kalender kerjanya. Bagai mana warga bisa turut ngawasin?, bahkan  sejak awal sampai dengan berakhirnya pelaksanaan pekerjaan, dilokasi tak nampak satu orangpun dari pihak konsultan  pengawas dan tim monitoring dari Dinas Pupr. 

Pada bagian lain, ketua Rw 08 merasa heran, kok bisa dalam Proyek yang sama banyak perbedaan dalam pelaksanaan  pekerjaan, jika dibandingkan dengan  pekerjaan di jalan meranti batas RW.07/08, terlihat bahwa selain warna  hasil pengecoran berbeda, prosedur pekerjaan  juga jauh beda ujar Ketua RW.08 Drs H.Mawardi. SE.

Jika dijalan meranti setelah usai di beton mereka gelar karung karung pada permukaan jalan, hingga hasilnya tak pecah-pecah tetapi dengan kontraktor berbeda kenapa di sepanjang jl, Alpukat, jl. Cempedak baru sehari dilaksanakan sudah pecah-pecah,? kata Ketua RW.08.

Dalam penelusuran wartawan, kondisi serupa juga terjadi di Rt 04/011 jln Selada, masih dilingkungan Depok Utara, warga mengeluhkan hasil pekerjaan kontraktor pelaksana yang terkesan asal jadi dalam mengerjakan tanggung jawabnya.

Demikian pula pada kecamatan Sawangan, di kelurahan pengasinan perumahan BSI warga mengeluhkan hasil pekerjaan peningkatan jalan yang telah selesai dikerjakan oleh kontraktor pelaksana disana sini, soal ketebalan yang diragukan. Selain itu dikelurahan sawangan baru kontraktor pelaksana dilarang oleh warga untuk melaksanakan pekerjaan. Hal ini dikarenakan tanah nya diklaim  sebagai tanah milik warga.

Tak cukup hanya disitu pada kelurahan tapos, tepatnya di komplek kopassus, hasil pekerjaan kontraktor pelaksana di keluhkan warga. Masih dikelurahan yang sama terdapat paket pekerjaan yang diketahui tidak akan bisa dilaksanakan pekerjaan peningkatan jalan, karena lokasinya adalah areal pemakaman. Mencermati kondisi demikian, maka amatlah wajar jika masyarakat menilai bahwa dari semenjak manto jorghi duduk sebagai kepala dinas, semenjak itu pula muncul berbagai kasus dalam pelaksanaan proyek APBD di Dinas Pupr. Artinya manto jorghi dianggap tidak mampu menjalankan tugas sebagai Kepala Dinas jadi harus dicopot oleh walikota. (HERDIAN)

COMMENTS

Nama

Aceh Tengah,20,Banda Aceh,2,Bandung,19,Bangka Tengah,1,Bangun Purba,1,Banjar,3,Banyuasin,11,Banyuwangi,3,Batam,1,Bekasi,86,Belitung,11,Beltim,40,Bener Meriah,40,Bengkayang,14,Berita terkini,16,Bintan,2,BNN,1,Bogor,31,Bola,1,Brebes,3,Ciamis,3,Cianjur,1,Cilegon,1,Cileungsi,8,Cirebon,63,Daerah,1500,Dairi,15,Deli Serdang,5,Depok,25,Doloksanggul,3,Donggala,2,Ekonomi,1,Garut,5,Hukum,6,Indramayu,1,Jabar,1,Jakarta,83,Jambi,5,Jawa Barat,13,Jawa Timur,1,Jember,1,Kab. Minahasa Tenggara,1,Kab. Sukabumi,1,Kab.Bandung,64,Kab.Bekasi,11,Kab.Sergai,5,Kab.Sumedang,1,Kalbar,6,Kalsel,5,Kalteng,18,Kaltim,1,Kapuas Hulu,34,Karawang,2,Kec.Ukui,1,Kerinci,3,Korupsi,4,Kotabumi,1,Kronjo,1,Kuala Kapuas,3,Kuningan,33,Kutai Timur,9,Kutim,1,Lahat,9,Lampung,3,Lampung Tengah,1,Lampung Timur,55,Lampung Utara,49,Lingga,3,Loksado,1,Lubuk Pakam,1,Luwuk,2,Majalengka,13,Malang,16,Manado,1,Mauk,2,medan,1,Mekar Baru,1,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,Mojokerto,52,Muara Belida,1,Muara Enim,40,Musi Banyuasin,1,Oku Selatan,12,Oku Timur,3,Pagaralam,2,Pakpak Bharat,12,Pakuhaji,2,Palangka raya,116,Palangkaraya,18,Palas,6,Palembang,6,Palu,30,Pandegelang,8,Pangkalpinang,2,Papua,2,Parigi,4,Parlemen,29,Pasuruan,1,Pematangsiantar,3,Pendidikan,47,Polhukam,118,Pontianak,2,Pulang Pisau,1,Purwakarta,53,Putussibau,40,Radar Selebrity,2,Rokan Hilir,9,Sabang,55,Samarinda,6,Sampit,81,Sarolangun,29,Selayar,8,Serang,6,Serdang Bedagai,8,Sergai,17,Seruyan,1,Sibolga,3,Sigi,8,Simalungun,1,Solok Selatan,7,Subang,15,Sukabumi,16,Sulawesi,1,Sulteng,54,Sulut,65,sumsel,4,Sumut,16,Sungai Penuh,1,Tangerang,26,Tanjab Barat,6,Tanjab Timur,6,Tanjung Enim,1,Tapanuli Tengah,3,Tapanuli Utara,10,Tasikmalaya,6,Tebing Tinggi,9,Tegal,1,Terkini,1769,Tolitoli,4,Tulang Bawang,2,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Warga Kecewa, Diminta Iuran 300 Ribu Hasil Pekerjaan Tidak Memuaskan
Warga Kecewa, Diminta Iuran 300 Ribu Hasil Pekerjaan Tidak Memuaskan
RADAR NUSANTARA NEWS
http://www.radarnusantara.com/2017/08/warga-kecewa-diminta-iuran-300-ribu.html
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/2017/08/warga-kecewa-diminta-iuran-300-ribu.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy