Larangan Ekspor Melumpuhkan Ekonomi Petani Rotan

Sampit, RN   Kabar tertangkapnya sebuah kapal yang mengangkut ratusan Ton rotan dari kota Sampit di Kepulauan Riau 16 Agustus lalu ole...

Sampit, RN 
Kabar tertangkapnya sebuah kapal yang mengangkut ratusan Ton rotan dari kota Sampit di Kepulauan Riau 16 Agustus lalu oleh pihak Bea Cukai menjadi perhatian Ketua Asosiasi Rotan Kotim Dadang H. Syamsu.
          
Ditemui di DPRD Kotim , Dadang H. Syamsu yang juga Ketua Badan Legislatif  DPRD Kotim menilai, ini sangat berimbas dengan adanya kejadian penangkapan Kapal Pengangkut Rotan itu. Harga rotan akan semakin menurun dan pemain lokalan akan semakin mudah mempermainkan harga nilai jual rotan di pasaran.

“Yang kasian ya para petani rotan, bukan bermaksud melegalkan penyeludupan, tapi perbuatan mereka itu adalah sebuah keterpaksaan atas sebuah peraturan yang tidak berpihak kepada petani rotan,” tutur Dadang Syamsu yang juga Anggota Komisi III DPRD Kotim, Minggu (10/9/2017).

Dadang menegaskan, sejak aturan larangan ekspor bagi petani rotan, saat ini para pelaku usaha rotan m,termasuk para petaninya sendiri sangat menderita.

“Sejak aturan larangan ekspor itu, petani rotan kita juga harus menanggung resikonya, selain berpengaruh di nilai jual, harga juga akan mudah di permainkan, terkecuali pemerintah mau menstandarkan harga rotan dengan kebutuhan pokok saat ini,” timpalnya.

Terpisah Ahmad Yani salah satu tokoh dan pengamat politik, sosial di Kotim ini juga menilai, penindakan pihak Bea Cukai tersebut sudah benar, namun yang menjadi permasalahannya apakah aturan itu benar untuk kepentingan rakyat.

“Mereka menindak itu sudah benar, karena memang ada aturan larangan ekspor, apalagi tidak ada dokumennya, hanya saja apakah aturan pemerintah melarang Ekspor rotan itu benar?,” ungkap mantan Wakil Ketua DPRD Kotim ini.

Selain itu dia juga menjelaskan akibat dan dampak dari pelarangan ekspor itu, saat ini tidak hanya petani rotan kotim yang menderita. ”Semuanya menderita, petani mana yang mau bekerja tanpa untung, akhirnya dengan demikian terjadilan tindakkan pelanggaran, kenapa tidak mencari solusi lain,” timpalnya.

Dia juga menyebutkan, Rotan merupakan bahan siap saji untuk dimanfaatkan dalam membuat karya seni dan bahan material lainnya. ”Seharusnya dengan digalakkan aturan itu, pemerintah kita fokus membangun guna pemanfaatan fungsi rotan itu, agar aturan itu tidak sia-sia,” tutupnya. (Joe)

COMMENTS

Nama

Aceh Tengah,20,Banda Aceh,2,Bandung,20,Bangka Tengah,1,Bangun Purba,1,Banjar,7,Banjarnegara,1,Banyuwangi,3,Batam,6,Bekasi,109,Belitung,14,Beltim,51,Bener Meriah,40,Bengkayang,16,Berita terkini,40,Bintan,2,BNN,1,Bogor,45,Bola,1,Brebes,7,Ciamis,5,Cianjur,1,Cilacap,5,Cilegon,1,Cileungsi,12,Cirebon,73,Daerah,1851,Dairi,15,Deli Serdang,5,Depok,34,Doloksanggul,3,Donggala,2,Ekonomi,1,Garut,7,Hukum,6,Indramayu,1,Jabar,1,Jakarta,91,Jambi,5,Jawa Barat,13,Jawa Timur,2,Jember,1,Kab. Minahasa Tenggara,1,Kab. Sukabumi,1,Kab.Bandung,73,Kab.Bekasi,17,Kab.Sergai,5,Kab.Sumedang,4,Kalbar,6,Kalsel,5,Kalteng,20,Kaltim,1,Kapuas Hulu,56,Karawang,2,Kec.Ukui,1,Kerinci,3,Korupsi,4,Kotabumi,1,Kronjo,1,Kuala Kapuas,3,Kuningan,50,Kutai Timur,9,Kutim,1,Labura,1,Lahat,12,Lampung,5,Lampung Barat,1,Lampung Tengah,1,Lampung Timur,62,Lampung Utara,49,Lingga,41,Loksado,1,Lombok,1,Lubuk Pakam,1,Luwuk,2,Magelang,1,Majalengka,13,Malang,16,Manado,1,Manokwari,1,Mauk,2,medan,1,Mekar Baru,1,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,Mojokerto,67,Muara Belida,1,Muara Enim,43,Musi Banyuasin,1,Ogan Ilir,1,Oku Selatan,12,Oku Timur,3,Opini,1,Pagaralam,2,Pakpak Bharat,12,Pakuhaji,2,Palangka raya,140,Palangkaraya,20,Palas,6,Palembang,7,Palu,31,Pandegelang,10,Pangkalpinang,2,Papua,2,Parigi,4,Parlemen,29,Pasuruan,1,Pekanbaru,2,Pematangsiantar,3,Pendidikan,49,Polhukam,121,Pontianak,6,Pulang Pisau,2,Purwakarta,74,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Selebrity,2,Rokan Hilir,9,Sabang,55,Samarinda,6,Sampit,101,Sarolangun,32,Selayar,10,Serang,9,Serdang Bedagai,15,Sergai,20,Seruyan,1,Sibolga,4,Sigi,8,Simalungun,1,Solok Selatan,7,Subang,17,Sukabumi,17,Sulawesi,1,Sulteng,71,Sulut,66,Sumbar,2,sumsel,2,Sumut,24,Sungai Penuh,1,Tangerang,32,Tanjab Barat,31,Tanjab Timur,8,Tanjung Enim,1,Tapanuli Tengah,6,Tapanuli Utara,10,Tasikmalaya,15,Tebing Tinggi,9,Tegal,4,Terkini,2155,Tolitoli,4,Tulang Bawang,2,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Larangan Ekspor Melumpuhkan Ekonomi Petani Rotan
Larangan Ekspor Melumpuhkan Ekonomi Petani Rotan
https://3.bp.blogspot.com/-B32knj434vA/Wbo4YRoC_iI/AAAAAAABOv8/PyDgtm9ldtIktFEj_odBKU7D9ZSw1v2TQCLcBGAs/s640/z19.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-B32knj434vA/Wbo4YRoC_iI/AAAAAAABOv8/PyDgtm9ldtIktFEj_odBKU7D9ZSw1v2TQCLcBGAs/s72-c/z19.jpg
RADAR NUSANTARA NEWS
http://www.radarnusantara.com/2017/09/larangan-ekspor-melumpuhkan-ekonomi.html
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/2017/09/larangan-ekspor-melumpuhkan-ekonomi.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy