Belum Ada Solusi Petani Rotan Tagih Janji Pemerintah Pusat

Sampit, RN Petani di Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah menagih janji pemerintah pusat terkait solusi dampak larangan eksp...

Sampit, RN
Petani di Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah menagih janji pemerintah pusat terkait solusi dampak larangan ekspor rotan mentah, diantaranya berupa penyediaan resi gudang bagi petani.
          
"Pemerintah pusat melarang eskpor rotan mentah, tapi apa solusinya, bertahun-tahun dan sampai sekarang tidak ada. Resi gudang juga sampai saat ini belum ada realisasinya, petani sudah menunggu itu," ucap Ketua Asosiasi Petani Rotan Kotim Dadang H Syamsu di Sampit, Kamis (10/9).          

Politikus dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga mengkritisi kebijakan pemerintah yang menurutnya terburu-buru tanpa memikirkan dampak yang dialami oleh masyarakat, sampai dengan sekarang.
          
Pemerintah memberlakukan larangan ekspor rotan mentah sejak akhir 2011 lalu tanpa menyiapkan solusi sehingga petani dan pelaku usaha di sektor rotan menjadi terpuruk karena buktinya industri dalam negeri hanya bisa menyerap sebagian kecil rotan hasil panen petani, khususnya di Kalteng.
          
Anggota Komisi III DPRD Kotim ini juga memahami niat pemerintah pusat melarang ekspor rotan mentah dengan harapan industri rotan dalam negeri meningkat sehingga petani akan mendapat nilai ekonomis yang lebih tinggi jika mengekspor rotan dalam bentuk jadi.
          
Namun, sambungnya, seharusnya infrastruktur seperti industri dan keterampilan masyarakat, disiapkan terlebih dahulu sehingga bisa langsung berjalan ketika larangan ekspor rotan mentah tersebut diberlakukan.
          
Sekadar diketahui, sektor rotan di Kotim langsung terpuruk setelah larangan ekspor rotan mentah diberlakukan pada akhir 2011 lalu lantaran hasil panen rotan menumpuk dan membusuk karena tidak ada pembeli.
          
Kini petani rotan di Kotim sedikit tertolong setelah menemukan pasar baru di kawasan Kalimantan Barat meski penjualannya tetap saja tidak sebagus ketika larangan ekspor rotan mentah belum diberlakukan.
          
"Saat ini harga rotan kering berkisar Rp180/160 ribu per kilogram, harga tersebut berbanding jauh terbalik seperti sebelumnya yang mencapai Rp.220 ribu per kilogram, perbedaan harga rotan itu tergantung kualitas dari rotan itu sendiri," kata Dahlan, seorang pengusaha rotan di Desa Pelangsian. (Joe)

COMMENTS

Nama

.berita terkini,451,Aceh,10,ACEH SINGKIL,75,Aceh Tamiang,22,Aceh Tengah,48,Aekkanopan,2,ambon,2,BALAESANG,1,balut.berita terkini,2,Banda Aceh,3,Bandung,38,banggai,1,Bangka Belitung,2,Bangka Tengah,1,bangkep,1,BANGKEP - RN,1,Bangun Purba,1,Banjar,12,Banjarnegara,1,Banten,13,Banyuasin,5,Banyumas,7,Banyuwangi,26,Barru,1,Batam,60,batang,2,Bekasi,273,Belitung,44,Beltim,75,Bener Meriah,88,BENGKALIS,4,Bengkayang,24,BER,3,Berita terkini,1641,Bintan,8,Blitar,4,BNN,1,Bogor,147,Bola,1,bolmong,109,bolmong utara,1,boltim,9,BOYOLALI,1,Brebes,39,Bukit Tinggi,15,Buol,35,Ciamis,11,Cianjur,2,Cibinong,1,Cikarang,13,Cilacap,5,Cilegon,3,Cileungsi,41,Cirebon,182,Dabo Singkep,92,Daerah,6280,Dairi,67,Deli Serdang,6,Depok,92,derah,4,Dolok,4,Doloksanggul,4,Donggala,2,DPRD Kab. Bekasi,10,DPRD Kota Bekasi,6,Dumoga,19,Dumoga Utara,1,Ekonomi,3,Garut,18,Gowa,3,Gunung Putri,2,Hukum,11,Indramayu,7,Jabar,6,jaka,1,Jakarta,218,Jambi,22,Jawa Barat,8,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,7,Jayapura,1,Jember,2,Jeneponto,1,Jepara,30,Jombang,3,kab,2,Kab. Bogor,4,Kab. Brebes,3,Kab. Kuningan,6,Kab. Minahasa Tenggara,1,Kab. Serang,2,Kab. Serdang Bedagai,2,Kab. Sukabumi,8,Kab. Tasikmalaya,15,Kab.Bandung,131,Kab.Bekasi,57,KAB.BOGOR.BERITA TERKINI,1,Kab.Malang,1,Kab.Samosir,2,Kab.Sergai,5,KAB.SINJAI,5,kab.sorong,1,Kab.Sumedang,9,KABUPATEN SINJAI,3,KABUPATEN SINJAJ,3,Kajen,2,Kalbar,35,Kalimantan Barat,1,kalimantan timur,5,Kalsel,7,Kalteng,40,Kaltim,12,Kampar,7,Kampar Riau,11,Kapuas Hulu,225,Karawang,31,Kec.Ukui,1,Kediri,3,Kendari,2,KEPRI,1,Kepulauan Riau,5,Kerinci,3,Korupsi,9,Kota Sorong,3,Kotabumi,1,Kotamobagu,16,Kronjo,1,Kuala Kapuas,5,Kuala Tungkal,1,KUDUS,19,Kuningan,117,KUTAI KERTANEGARA,1,Kutai Timur,11,Kutim,1,Labuhan Batu,4,Labura,97,Lahat,12,Lampung,26,Lampung Barat,24,LAMPUNG METRO,49,Lampung Tengah,4,Lampung Timur,280,Lampung Utara,72,LANTAMAL V,3,lebak,3,Lingga,500,Loksado,1,Lombok,4,lombok timur,1,lotim.berita terkini,27,Lubuk Pakam,4,Lumajang,1,Lumanjang,1,Luwuk,7,Magelang,1,Majalengka,33,makassar,2,Malang,72,Maluku,3,Maluku tengah,2,MAMAJU.RN,2,Manado,7,Manokwari,4,Mauk,2,medan,13,Mekar Baru,1,Mesuji,62,metro,57,Minahasa Selatan,2,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,Mojokerto,153,morowali,1,Muara Belida,1,Muara Enim,74,Musi Banyuasin,10,Nasional,15,Natuna,93,NTB,2,Ogan Ilir,3,Oku Selatan,153,Oku Timur,4,Opini,1,Padang,2,Padang Lawas,14,Pagaralam,9,Pagimana,1,Pakpak Bharat,12,Pakuhaji,2,Palangka raya,193,Palas,8,Palembang,23,Palu,86,Paluta,21,Pandeglang,540,Pangkalpinang,2,Papandayan,1,Papua,3,PAPUA BARAT,4,Parigi,6,Parigi Moutong,7,PARIMO,1,Parlemen,32,PARUNG PANJANG,1,Pasaman,10,Pasuruan,1,PATI,7,Patia,1,PAYAKUMBUH,1,Pekalongan,24,Pekanbaru,135,Pekanbaru Riau,3,pelalawan,19,Pematangsiantar,29,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,3,Pendidikan,75,Pilkada,1,PIPIKORO,1,Polhukam,146,Politik,1,Pontianak,51,Poso,1,Pulang Pisau,4,Purwakarta,392,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Selebrity,2,Riau,84,Rokan Hilir,9,Sabang,57,Samarinda,22,Sampit,224,sar,1,Sarolangun,73,Selayar,10,Semarang,1,Seram Bagian Barat,1,Serang,17,Serdang Bedagai,32,Sergai,23,Seruyan,4,Sibolga,7,SIDRAP,14,Sigi,20,Simalungun,25,Singaparna,1,Sinjai,4,Solok Selatan,7,Sorong,34,Subang,35,Sukabumi,59,Sulawesi,2,Sulawesi Selatan,31,sulawesi tengah,33,Sulsel,7,Sulteng,176,Sulut,242,Sumatera Selatan,1,SUMATERA UTARA,1,sumba barat,1,Sumbar,16,Sumedang,1,sumsel,6,Sumut,54,Sungai Penuh,1,Takalar,20,Tambraw - RN,1,Tangerang,305,Tanjab Barat,298,Tanjab Timur,15,Tanjung Enim,1,Tapanuli Selatan,1,Tapanuli Tengah,15,Tapanuli Utara,10,Tasikmalaya,45,Tebing Tinggi,62,Tegal,11,ter,1,Terkini,6680,terkiri,4,Timika,1,Tolitoli,345,Touna,1,Trenggalek,7,Tulang Bawang,10,Tulang Bawang Barat,3,Tulungagung,81,Waisai,5,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Belum Ada Solusi Petani Rotan Tagih Janji Pemerintah Pusat
Belum Ada Solusi Petani Rotan Tagih Janji Pemerintah Pusat
https://1.bp.blogspot.com/-fKge1LpiV9I/Wd7TAMN0IiI/AAAAAAABQCI/-eaXerGAvT0MW2wmxGPAKXL4SqtXF9NMACLcBGAs/s640/5.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-fKge1LpiV9I/Wd7TAMN0IiI/AAAAAAABQCI/-eaXerGAvT0MW2wmxGPAKXL4SqtXF9NMACLcBGAs/s72-c/5.jpg
RADAR NUSANTARA NEWS
http://www.radarnusantara.com/2017/10/belum-ada-solusi-petani-rotan-tagih.html
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/2017/10/belum-ada-solusi-petani-rotan-tagih.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy