Karena Tidak Bayar Uang Pembangunan,Oknum Guru SMA N 12 Tahan Ijazah Murid

Karena Tidak  Bayar Uang Pembangunan,Oknum Guru SMA N 12 Tahan Ijazah Murid LSM-BIDIK RI : Minta Saber Pungli Tangkap Oknum Guru  R...

Karena Tidak  Bayar Uang Pembangunan,Oknum Guru SMA N 12 Tahan Ijazah Murid
LSM-BIDIK RI : Minta Saber Pungli Tangkap Oknum Guru 

Riau, RN
Apapun jenis pungutan di sekolah yang berstatus Negeri tidak dibenarkan mulai dari SD, SMP, SMA karena sudah ada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), apalagi untuk uang pembangunan sekolah (SPP) hal ini sudah diatur dalam Undang -Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistim Penidikan Nasional. 

Namun kadang kala ketentuan ini jauh panggang dengan api, seperti yang terjadi di (SMA) Negeri 12 yang terletak di jalan Garuda sakti KM tiga 3 Kel. Simpang Baru Kecamatan Tampan, diduga Murid di sekolah tersebut  kerap dijadikan sumber pungutan liar yang tidak jelas ujung pangkalnya, dengan mengatasnamakan komite dan uang pembangunan ?

Meskipun pemerintah sudah membuat beragam aturan tentang larangan agar pihak sekolah tidak melakukan pungutan di sekolah yang berstatus Negeri, namun pihak sekolah SMAN 12 tidak peduli terhadap aturan  tersebut, pasalnya beberapa murid yang sudah tamat belajar di sekolah tersebut ijazahnya masih di tahan oleh pihak sekolah  karena belum bayar uang pembangunan selama 12 bulan dengan dengan per bulannya Rp 197.000 total Rp 2.364.000.00 sehingga siswa yang sudah tamat di sekolah SMAN 12 tidak bisa melanjutkan ke jenjang penididikan berikutnya pasalnya lagi ijazah tersebut masih di tahan pihak Sekolah (SMA 12-red).

Seperti yang diungkapkan wali murid yang SMAN 12 yang enggan namanya disebutkan ke Radar Nusantara beberapa bulan yang lalu, menurutnya nama samaran Mina, untuk penerimaan murid baru tak jarang terjadi berbagai kecurangan yang diduga dilakukan pihak sekolah SMAN 12, dengan alasan bangku sudah habis, atau bukan masyarakat tempatan, sementara itu sistim pendaftaran penerimaan murid baru secara online sudah diadakan oleh pemerintah namun sistem itu dianggap benar oleh pihak sekolah (SMA 12-red).

Meskipun sistim pendaftaran secara online,  tetapi pelaksanaannya tidak sesuai dengan fakta yang sesungguhnya misalnya, tahun sekarang banyak anak anak sekolah yang mendaftar tidak diterima, dengan alasan nilainya tidak memadai, dan bangku sudah habis, pendaftaran sudah ditutup, namun ketika di cek kebenarannya, walaupun pendaftaran sudah ditutup akan tetapi, pihak sekolah  melayani  penerimaan  siswa baru yang diduga membayar uang pelicin alias (pitih  sogak) oknum pihak SMAN 12.

Hampir tiap bulan  pungutan liar (Pungli) yang terjadi di sekolah SMAN 12 sampai saat ini bagaikan sungai mengalir, yang tak ada henti hentinya untuk mengeruk keuntungan memperkaya diri sendiri dan kelompok mereka tanpa peduli terhadap keadaan orang tua murid. 

Adapun dugaan ragam pungli di sekolah tersebut sebagai berikut pendaftaran uang masuk murid baru, uang SPP dan komite, uang  ujian, uang study tour, uang buku paket dan LKS, uang seragam sekolah, iuran Pramuka, uang PMI, uang komputer, uang tahunan, uang osis, uang labor dan uang  dllnya.
 
Sementara itu, labor yang ada di sekolah tersebut, mulai dari pembangunan Gedung sampai peralatan yang ada di dalam labor itu, semuanya dibiayai oleh pemerintah APBD Prov. Riau tetapi kenyataannya pihak sekolah tetap juga meminta uang labor kepada anak didiknya dengan alasan uang sewa gedung dan sewa peralatan, di perkirakan pihak sekolah raup keuntungan ratusan juta setiap tahunnya dari jumlah murid di sekolah tersebut lebih kurang jumlah siswa 1000 orang, namun sampai saat ini entah dimana uang tersebut dititipkan oleh pihak sekolah, tutur wali murid.

RN, mencoba mengkonfirmasi pihak SMAN 12 (22/11/17), saat dikonfirmasi awak media yang terkait dugaan pungutan liar untuk pembangunan sekolah,  pihak sekolah (SMAN 12) tidak mau merincikan jumlah uang yang mau dibayar oleh orang tua murid.

Ketua Umum Badan Investigasi Demokrasi Informasi Keadilan Republik Indonesia (BIDIK RI) Sam Satrio Tanjung saat dikoNfirmasi RN (28/11),  Sam mengatakan, apapun dalilnya pihak sekolah tidak boleh melakukan pungutan tanpa dasar hukum, apalagi uang pembangunan sekolah semua sudah di tanggung pemerintah prov. Riau SMA sudah tanggungan pemerintah prov. Riau.

Kami (LSM-BIDIK RI) meminta kepada tim saber pungli prov. Riau agar segera mengamankan oknum guru dan pihak sekolah SMAN 12 yang sering meresahkan orang tua murid, ada siswa baru tamat tahun kemarin sampai saat ini belum bisa memiliki ijazahnya alasanya belum melunasi uang SPP. Rul






COMMENTS

Nama

Aceh Tengah,32,Banda Aceh,2,Bandung,24,Bangka Belitung,1,Bangka Tengah,1,Bangun Purba,1,Banjar,7,Banjarnegara,1,Banten,5,Banyuasin,4,Banyuwangi,6,Batam,15,Bekasi,159,Belitung,31,Beltim,65,Bener Meriah,49,Bengkayang,20,Berita terkini,68,Bintan,2,BNN,1,Bogor,62,Bola,1,Brebes,25,Ciamis,8,Cianjur,1,Cibinong,1,Cikarang,1,Cilacap,5,Cilegon,2,Cileungsi,19,Cirebon,82,Daerah,2879,Dairi,15,Deli Serdang,6,Depok,41,Dolok,2,Doloksanggul,3,Donggala,2,Ekonomi,2,Garut,7,Hukum,6,Indramayu,1,Jabar,3,Jakarta,115,Jambi,7,Jawa Barat,13,Jawa Timur,2,Jayapura,1,Jember,1,Kab. Brebes,1,Kab. Kuningan,3,Kab. Minahasa Tenggara,1,Kab. Serang,1,Kab. Sukabumi,5,Kab. Tasikmalaya,7,Kab.Bandung,93,Kab.Bekasi,25,Kab.Sergai,5,Kab.Sumedang,5,Kalbar,11,Kalsel,6,Kalteng,28,Kaltim,12,Kapuas Hulu,73,Karawang,2,Kec.Ukui,1,Kediri,1,Kerinci,3,Korupsi,5,Kotabumi,1,Kronjo,1,Kuala Kapuas,3,Kuningan,91,Kutai Timur,10,Kutim,1,Labura,1,Lahat,12,Lampung,6,Lampung Barat,8,Lampung Tengah,1,Lampung Timur,90,Lampung Utara,52,Lingga,172,Loksado,1,Lombok,1,Lubuk Pakam,4,Luwuk,6,Magelang,1,Majalengka,19,Malang,16,Maluku,1,Manado,1,Manokwari,3,Mauk,2,medan,1,Mekar Baru,1,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,Mojokerto,88,Muara Belida,1,Muara Enim,54,Musi Banyuasin,4,Nasional,4,Ogan Ilir,3,Oku Selatan,20,Oku Timur,4,Opini,1,Pagaralam,2,Pakpak Bharat,12,Pakuhaji,2,Palangka raya,176,Palangkaraya,23,Palas,6,Palembang,10,Palu,32,Paluta,1,Pandegelang,15,Pandeglang,45,Pangkalpinang,2,Papua,4,Parigi,4,Parlemen,29,Pasaman,4,Pasuruan,1,Patia,1,Pekanbaru,7,Pematangsiantar,3,Pendidikan,66,Polhukam,129,Pontianak,8,Pulang Pisau,2,Purwakarta,136,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Selebrity,2,Riau,13,Rokan Hilir,9,Sabang,55,Samarinda,10,Sampit,141,Sarolangun,45,Selayar,10,Seram Bagian Barat,1,Serang,11,Serdang Bedagai,20,Sergai,23,Seruyan,1,Sibolga,4,Sigi,8,Simalungun,1,Solok Selatan,7,Subang,23,Sukabumi,28,Sulawesi,1,Sulteng,125,Sulut,96,Sumbar,2,Sumedang,1,sumsel,3,Sumut,48,Sungai Penuh,1,Tangerang,51,Tanjab Barat,104,Tanjab Timur,15,Tanjung Enim,1,Tapanuli Selatan,1,Tapanuli Tengah,12,Tapanuli Utara,10,Tasikmalaya,28,Tebing Tinggi,41,Tegal,9,Terkini,3224,Tolitoli,4,Touna,1,Tulang Bawang,2,Tulungagung,10,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Karena Tidak Bayar Uang Pembangunan,Oknum Guru SMA N 12 Tahan Ijazah Murid
Karena Tidak Bayar Uang Pembangunan,Oknum Guru SMA N 12 Tahan Ijazah Murid
https://2.bp.blogspot.com/-nES4KSP91oQ/Wh4YcM4FHcI/AAAAAAABShQ/WGXJRTcqwDAvYam5HjP1D8z-yNmyW_3jgCLcBGAs/s640/Z6.bmp
https://2.bp.blogspot.com/-nES4KSP91oQ/Wh4YcM4FHcI/AAAAAAABShQ/WGXJRTcqwDAvYam5HjP1D8z-yNmyW_3jgCLcBGAs/s72-c/Z6.bmp
RADAR NUSANTARA NEWS
http://www.radarnusantara.com/2017/11/karena-tidak-bayar-uang.html
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/2017/11/karena-tidak-bayar-uang.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy