Pimpinan Bank MMU Unit Metro Tidak Transparan?

Lampung, RN Dugaan tindakan tidak transparan dan atau penipuan terhadap Siti (32) sebagai istri atau ahli waris almarhum Rudi (37) warga...

Lampung, RN
Dugaan tindakan tidak transparan dan atau penipuan terhadap Siti (32) sebagai istri atau ahli waris almarhum Rudi (37) warga Kec. Marga Tiga Kab. Lampung Timur. Tindakan itu diduga dilakukan oleh F, Andi, S pimpinan PT. Bank Mayapada Mitra Usaha Unit Metro. Sehingga berakibat Siti merasa dirugikan dan tertipu baik uang dan barang. Barang dimaksud berupa Sertifikat Hak Milik atas nama Siti. Sertifikat dijadikan jaminan oleh Rudi suami Siti di PT. Bank MMU Unit Metro sejak Juni 2012.

Siti dan Rudi adalah pasangan suami istri dan punya anak bernama Wachdan Ikhsan Kurniawan (12). Rudi punya usaha bisnis batu belah, untuk modal usaha, Rudi pinjam uang ke PT. Bank MMU Unit Metro pimpinan Darta Mursalin pada bulan Juli 2012 ketika itu.

Rudi mendapat 2 fasilitas, pinjaman, pertama plafon Rp. 95, 000, 0000. Jaminan Sertifikat Hak Milik Nomor 615 tanggal 01/06/1999, Surat Ukur Nomor 105/1999, luas 1,050 M2, terdaftar atas nama Rudi. Ia debitur Bank MMU Unit Metro nomor rekening PTA 855. 27. 00108. 1. Setelah melalilui proses dan mempertimbangkan berbagai faktor, lalu Rudi diberi fasilitas kedua yaitu top up (offering atau apply). Plafon Rp. 150,000,000 pada Mei 2013, periode pinjaman 3 tahun (22/7/2013 sampai 22/7/2016. Pembayaran kredit Rp. 6,000,000 perbulan, namun Rudi disinyalir mampu bayar Rp.142 juta dalam kurun waktu sekitar 2 tahun. Hal itu disebabkan karena usaha Rudi bangkrut pada Mei 2015. Rudi pun jadi buruh hingga kredit macet atau kolek 5. Bahkan nasib malang menimpa Rudi, ia diserang penyakit kanker otak. Sehingga butuh dana besar untuk biaya mengobatinya di Rumah Sakit Umum Daerah Ahmad Yani Metro. Sekitar sebulan di rawat, akhirnya Rudi meninggal dunia pada 14 Mei 2016.

Baru berselang tiga hari Rudi meninggal dunia, Siti ahli waris sedang dalam suasana berkabung. Tiba-tiba Siti didatangi oleh F, Andi,S pimpinan PT. Bank MMU Unit Metro dan Donny, AW credit officer. Rudi menyuruh Siti membuat surat kematian dari Desa. Lalu akte kematian dari Pemerintah Kab. Lampung Timur. Kemudian Siti diiajak ke RSUD Ahmad Yani Metro oleh Donny. Donny minta pada Siti menunjukan ruang tempat Rudi meninggal. Donny minta foto copy Kartu Tanda Penduduk Rudi, setelah itu Siti disuruhnya pulang.

Selanjutnya, Siti didatangi oleh Robert yang mengaku dari PT. Bank MMU Pusat Jakarta. Ternyata nama lengkapnya, Sabar Robert Kabag Penagihan PT. Bank MMU Unit Metro. Robert menyampaikan total kredit macet suami Siti senilai Rp. 93,000,000. Setelah dilakukan diskon, Siti diminta membayar Rp. 76,000,000. Siti mohon kebijakan, sebab ia sanggup membayar Rp. 30,000,000. tetapi tidak dikabulkan. Indikasinya, pimpinan PT. Bank MMU Unit Metro tidak menagih kredit macet Rp. 93,000,000. itu. Seharusnya melakukan penghapusbukuan atau write off. Baik tagihan pokok, tagihan bunga dan tagihan denda. Sebab ketika pinjaman disetujui, Rudi dibebani biaya asuransi jiwa dari PT. Asuransi Jiwasraya dan asuransi kerugian atau kebakaran dari PT. FGP Insurance seperti nasabah lainnya.

Namun pimpinan PT. Bank MMU Unit Metro yang mengajukan dan menerima uang klaim tanpa melibatkan Siti. Siti hanya menerima informasi klaim dibayar Rp. 17,178,234. oleh PT. Asuransi Jiwa.

Siti selalu ditagih oleh Jecky debt collector PT. Bank MMU Unit Metro. Walaupun dengan perasaan berat, Siti berupaya membayar Rp. 21,000,000. Rincianya, pada bulan November 2016 bayar Rp. 10,000,000, Desember 2016 bayar Rp. 7,000,000 dan bulan Juli 2017 bayar Rp. 4,000,000.
Pada Rabu, 25 Oktober 2017,

Andi dan Donny serta Hairul  datang lagi menagih. Mereka minta agar Siti bayar Rp. 15, 000, 000. dari nilai Rp. 38, 000, 000. dan berjanji akan mengembalikan sertifikat. Siti diwakili oleh Hendrik kakaknya mohon keringanan dan akan membayar Rp. 12,000,000. Pimpinan PT. MMU Unit Metro akan menyampaikan permintaan ke Direksi PT. MMU Pusat Jakarta.

Kesimpulannya, Siti tidak mengetahui total kredit dan premi yang dibayar selama suaminya hidup. Tidak mengetahui total dana klaim dari PT. Asuransi Jiwasraya yang sebenarnya. Hal itu disebabkan polis surat permintaan asuransi jiwa dan kwitansi pembayaran klaim berada pihak pimpinan PT. Bank MMU Unit Metro. Semua akibat ketidaktahuan alm. Rudi dan Siti sehingga disinyalir dimanfaatkan oleh pihak PT. Bank MMU Unit Metro.

Terdapat kejanggalan ketika dikonfirmasi dan di klarifikasi pada Jumat, 27 Oktober 2017. Andi mengatakan klaim yang dibayar PT. Asuransi Jiwasraya Metro hanya 3 bulan (Mei, Juni dan Juli 2016). Sedangkan menurut Atik Winarsih karyawannya, klaim dibayar sesuai jumlah premi yang dibayar Rudi.

Bersambung ke berita ke 2 ...

COMMENTS

Nama

Aceh Tengah,30,Banda Aceh,2,Bandung,21,Bangka Tengah,1,Bangun Purba,1,Banjar,7,Banjarnegara,1,Banten,4,Banyuasin,4,Banyuwangi,6,Batam,12,Bekasi,140,Belitung,25,Beltim,60,Bener Meriah,45,Bengkayang,20,Berita terkini,61,Bintan,2,BNN,1,Bogor,54,Bola,1,Brebes,16,Ciamis,8,Cianjur,1,Cibinong,1,Cikarang,1,Cilacap,5,Cilegon,2,Cileungsi,19,Cirebon,80,Daerah,2509,Dairi,15,Deli Serdang,6,Depok,37,Dolok,2,Doloksanggul,3,Donggala,2,Ekonomi,2,Garut,7,Hukum,6,Indramayu,1,Jabar,1,Jakarta,103,Jambi,5,Jawa Barat,13,Jawa Timur,2,Jember,1,Kab. Brebes,1,Kab. Kuningan,2,Kab. Minahasa Tenggara,1,Kab. Serang,1,Kab. Sukabumi,2,Kab.Bandung,85,Kab.Bekasi,18,Kab.Sergai,5,Kab.Sumedang,5,Kalbar,11,Kalsel,6,Kalteng,28,Kaltim,11,Kapuas Hulu,62,Karawang,2,Kec.Ukui,1,Kerinci,3,Korupsi,4,Kotabumi,1,Kronjo,1,Kuala Kapuas,3,Kuningan,82,Kutai Timur,10,Kutim,1,Labura,1,Lahat,12,Lampung,6,Lampung Barat,5,Lampung Tengah,1,Lampung Timur,81,Lampung Utara,52,Lingga,119,Loksado,1,Lombok,1,Lubuk Pakam,4,Luwuk,4,Magelang,1,Majalengka,18,Malang,16,Manado,1,Manokwari,2,Mauk,2,medan,1,Mekar Baru,1,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,Mojokerto,82,Muara Belida,1,Muara Enim,48,Musi Banyuasin,4,Nasional,2,Ogan Ilir,2,Oku Selatan,14,Oku Timur,4,Opini,1,Pagaralam,2,Pakpak Bharat,12,Pakuhaji,2,Palangka raya,172,Palangkaraya,23,Palas,6,Palembang,10,Palu,32,Paluta,1,Pandegelang,15,Pandeglang,24,Pangkalpinang,2,Papua,4,Parigi,4,Parlemen,29,Pasuruan,1,Patia,1,Pekanbaru,4,Pematangsiantar,3,Pendidikan,57,Polhukam,127,Pontianak,7,Pulang Pisau,2,Purwakarta,99,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Selebrity,2,Riau,6,Rokan Hilir,9,Sabang,55,Samarinda,10,Sampit,127,Sarolangun,40,Selayar,10,Serang,11,Serdang Bedagai,20,Sergai,23,Seruyan,1,Sibolga,4,Sigi,8,Simalungun,1,Solok Selatan,7,Subang,22,Sukabumi,28,Sulawesi,1,Sulteng,113,Sulut,83,Sumbar,2,Sumedang,1,sumsel,3,Sumut,46,Sungai Penuh,1,Tangerang,45,Tanjab Barat,65,Tanjab Timur,15,Tanjung Enim,1,Tapanuli Selatan,1,Tapanuli Tengah,9,Tapanuli Utara,10,Tasikmalaya,27,Tebing Tinggi,19,Tegal,9,Terkini,2831,Tolitoli,4,Touna,1,Tulang Bawang,2,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Pimpinan Bank MMU Unit Metro Tidak Transparan?
Pimpinan Bank MMU Unit Metro Tidak Transparan?
RADAR NUSANTARA NEWS
http://www.radarnusantara.com/2017/11/pimpinan-bank-mmu-unit-metro-tidak.html
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/2017/11/pimpinan-bank-mmu-unit-metro-tidak.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy