Banyak Kades Jadi Aktor Korupsi Anggaran Desa

Belitung, RN Banyak Kades Jadi Aktor Korupsi Anggaran Desa, Inspektorat Harus Lakukan Pengawasan secara Khusus. Anggaran Desa terd...

Belitung, RN
Banyak Kades Jadi Aktor Korupsi Anggaran Desa, Inspektorat Harus Lakukan Pengawasan secara Khusus.

Anggaran Desa terdiri dari Dana Desa (DD),Alokasi Dana Desa (ADD), serta Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan adanya UU Desa, kini desa memiliki kepastian dalam hal dana yang dikelola oleh desa untuk pembangunan dan peningkatan perekonomian desa. Dengan demikian desa memiliki kesempatan untuk membangun dalam rangka untuk  mensejahterakan warganya.

Jumlah alokasi Dana Desa 2017 yang telah ditetapkan pemerintah dalam RAPBN 2017 yaitu sebesar Rp.60 trilyun. Besaran dana desa ini mengalami kenaikan 3 kali lipat dari tahun anggaran 2015 dan mengalami kenaikan 28% dari dana desa tahun 2016 ini yang sebesar Rp.49,96 trilyun. Jika dibandingkan dengan road map Dana Desa 2015-2019 yang disusun oleh Kementerian Keuangan, maka alokasi dana desa 2017 sebesar 60 trilyun tersebut sebenarnya lebih rendah dari yang direncanakan untuk 2017 yaitu sebesar 81 trilyun. Meskipun demikian, adanya kenaikan dan desa sampai dengan tahun 2017 tetap patut disyukuri karena hal tersebut menunjukkan komitmen pemerintahan Presiden Jokowi untuk melaksanakan amanat UU desa khususnya yang terkait dengan Dana Desa.

Berdasarkan catatan Indonesia Corruption Watch (ICW) dari 2016 hingga pertengahan 2017, terdapat 110 korupsi anggaran desa yang telah diproses oleh penegak hukum dan diduga melibatkan 139 pelaku. Jumlah kerugian negara yang ditimbulkan mencapai sedikitnya Rp 30 miliar.

"Dari segi aktor, 107 dari 139 pelaku merupakan Kades," kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana di Jakarta, pada waktu acara Memperingati Hari Anti Korupsi Internasioanal beberapa waktu yang lalu,Sisanya yaitu, 30 orang perangkat desa, dan dua orang istri Kades.

Menurut Kurnia, banyaknya Kades yang menjadi tersangka menunjukkan bahwa tak dilaksanakannya kewajiban mereka sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.Pasal 26 ayat (4) UU Desa menyebutkan, Kades berkewajiban melaksanakan prinsip tata pemerintahan desa yang akuntabel, transparan, profesional, efektif dan efisien, bersih serta bebas dari kolusi, korupsi, dan nepotisme.

Kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terbatas sehingga tidak bisa menyentuh kepala desa (Kades), memposisikan pejabat ini sebagai aktor terbanyak korupsi anggaran desa,Disini peran Inspektorat Harus Lebih diutamakan agar apa yang kita harapkan untuk pemberantasan para Aktor Korupsi ini bisa disikat habis,Kata Yurman Ketua Perwabel (Perkumpulan Wartawan Belitung) ketika ditemui Radar Nusantara diruang kerjanya,Jum’at (08/12/2017) pukul 10.30 wib.

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo memperkirakan bahwa kasus korupsi dana desa seperti di Pamekasan Madura dan Gunung Kidul Yokyakarta juga akan terungkap di daerah lain. Sebab, menurut Eko, saat ini masih banyak pemangku kepentingan yang masih main-main dengan dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat,Terlebih dengan nilainya yang luar biasa mengiurkan mencapai Rp 60 triliun. "Kasus Pamekasan dan Gunung Kidul ini bukan yang terakhir. Karena masih ada pemangku kepentingan yang masih main-main di dana desa," Ia menegaskan bahwa Pemerintah tidak akan main-main untuk menjebloskan para pemangku kepentingan yang masih nakal, mengambil keuntungan bagi dirinya sendiri dari dana desa. Ia juga mengingatkan agar Kepala Desa Tidak Main main dan salah dalam penggunaan Anggaran Desa akan diproses secara Hukum, tandasnya. 

Presiden Joko Widodo sebelumnya mengingatkan agar dana desa mendapatkan perhatian dan pengawasan yang dilakukan terus menerus.Sebab, anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk dana desa sangat besar, Presiden berharap dana desa bisa berdampak positif terhadap perputaran uang di desa dan menaikkan daya beli masyarakat dan Dana Desa harus direncanakan dan dikelola dengan Baik. (Jphp)

*KPK Punya Batasan Wewenang Sesuai UU No.30 Tahun 2002



COMMENTS

Nama

Aceh Tamiang,22,Aceh Tengah,39,Banda Aceh,2,Bandung,26,Bangka Belitung,2,Bangka Tengah,1,Bangun Purba,1,Banjar,11,Banjarnegara,1,Banten,8,Banyuasin,5,Banyuwangi,18,Barru,1,Batam,40,Bekasi,208,Belitung,35,Beltim,70,Bener Meriah,58,Bengkayang,23,Berita terkini,80,Bintan,7,BNN,1,Bogor,115,Bola,1,bolmong,61,bolmong utara,1,boltim,2,Brebes,36,Bukit Tinggi,6,Ciamis,11,Cianjur,2,Cibinong,1,Cikarang,8,Cilacap,5,Cilegon,2,Cileungsi,35,Cirebon,136,Dabo Singkep,7,Daerah,5446,Dairi,41,Deli Serdang,6,Depok,80,derah,1,Dolok,2,Doloksanggul,4,Donggala,2,DPRD Kab. Bekasi,10,DPRD Kota Bekasi,6,Dumoga,1,Ekonomi,3,Garut,11,Gunung Putri,2,Hukum,8,Indramayu,1,Jabar,5,jaka,1,Jakarta,159,Jambi,19,Jawa Barat,8,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,4,Jayapura,1,Jember,1,Jepara,7,Jombang,3,Kab. Brebes,3,Kab. Kuningan,5,Kab. Minahasa Tenggara,1,Kab. Serang,1,Kab. Serdang Bedagai,1,Kab. Sukabumi,8,Kab. Tasikmalaya,15,Kab.Bandung,126,Kab.Bekasi,55,Kab.Malang,1,Kab.Samosir,2,Kab.Sergai,5,Kab.Sumedang,7,Kalbar,35,Kalimantan Barat,1,Kalsel,7,Kalteng,37,Kaltim,12,Kampar Riau,4,Kapuas Hulu,192,Karawang,3,Kec.Ukui,1,Kediri,3,Kendari,1,Kepulauan Riau,5,Kerinci,3,Korupsi,8,Kota Sorong,1,Kotabumi,1,Kotamobagu,1,Kronjo,1,Kuala Kapuas,5,Kuningan,109,Kutai Timur,10,Kutim,1,Labura,1,Lahat,12,Lampung,9,Lampung Barat,24,Lampung Tengah,3,Lampung Timur,121,Lampung Utara,70,lebak,1,Lingga,361,Loksado,1,Lombok,1,Lubuk Pakam,4,Lumajang,1,Luwuk,7,Magelang,1,Majalengka,30,makassar,2,Malang,44,Maluku,1,Manado,7,Manokwari,3,Mauk,2,medan,4,Mekar Baru,1,Mesuji,24,Minahasa Selatan,2,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,Mojokerto,121,Muara Belida,1,Muara Enim,60,Musi Banyuasin,10,Nasional,13,Natuna,51,Ogan Ilir,3,Oku Selatan,83,Oku Timur,4,Opini,1,Padang,2,Padang Lawas,10,Pagaralam,6,Pagimana,1,Pakpak Bharat,12,Pakuhaji,2,Palangka raya,191,Palas,6,Palembang,12,Palu,70,Paluta,1,Pandeglang,295,Pangkalpinang,2,Papandayan,1,Papua,3,Parigi,5,Parlemen,29,Pasaman,10,Pasuruan,1,Patia,1,Pekalongan,14,Pekanbaru,71,Pematangsiantar,6,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,3,Pendidikan,72,Pilkada,1,Polhukam,138,Pontianak,39,Poso,1,Pulang Pisau,4,Purwakarta,221,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Selebrity,2,Riau,63,Rokan Hilir,9,Sabang,57,Samarinda,5,Sampit,171,sar,1,Sarolangun,64,Selayar,10,Semarang,1,Seram Bagian Barat,1,Serang,12,Serdang Bedagai,29,Sergai,23,Seruyan,1,Sibolga,7,Sigi,15,Simalungun,1,Solok Selatan,7,Sorong,2,Subang,27,Sukabumi,43,Sulawesi,2,Sulawesi Selatan,1,sulawesi tengah,7,Sulsel,6,Sulteng,169,Sulut,240,Sumbar,13,Sumedang,1,sumsel,3,Sumut,54,Sungai Penuh,1,Takalar,5,Tangerang,202,Tanjab Barat,231,Tanjab Timur,15,Tanjung Enim,1,Tapanuli Selatan,1,Tapanuli Tengah,13,Tapanuli Utara,10,Tasikmalaya,31,Tebing Tinggi,61,Tegal,11,Terkini,5840,terkiri,2,Tolitoli,154,Touna,1,Trenggalek,5,Tulang Bawang,4,Tulang Bawang Barat,2,Tulungagung,40,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Banyak Kades Jadi Aktor Korupsi Anggaran Desa
Banyak Kades Jadi Aktor Korupsi Anggaran Desa
https://4.bp.blogspot.com/--m_lm68wnWk/WjNHDdHDdfI/AAAAAAABT1w/OTZ40MsnlL4ISfBrym5xqUIwj70pZb4ZACLcBGAs/s640/Z4.bmp
https://4.bp.blogspot.com/--m_lm68wnWk/WjNHDdHDdfI/AAAAAAABT1w/OTZ40MsnlL4ISfBrym5xqUIwj70pZb4ZACLcBGAs/s72-c/Z4.bmp
RADAR NUSANTARA NEWS
http://www.radarnusantara.com/2017/12/banyak-kades-jadi-aktor-korupsi.html
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/2017/12/banyak-kades-jadi-aktor-korupsi.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy