Pedagang Kaki Lima di Duga di Peras Preman

Pekanbaru, RN. Pemerintah kota pekanbaru terkesan membiarkan Pungutan Liar yang diduga di lakukan oknum (Yasman ) yang mengaku sebagai...

Pekanbaru, RN.
Pemerintah kota pekanbaru terkesan membiarkan Pungutan Liar yang diduga di lakukan oknum (Yasman ) yang mengaku sebagai pemilik pasar Baru Panam, Pasalnya kegiatan yang dilakukannya sudah bertahun tahun, namun sampai saat ini sikap pemerintah kota pekanbaru hanya sekedar memberi harapan palsu terhadap pedagang yang ada di Pasar Baru Panam, seperti yang dilansir  di salah satu  media  Harian di kota pekanbaru (MX), sabtu 2 Des 2017.

Meradang: Pasar panam dikuasai Preman,Dalam pemberitaan itu  ,sangat tegas di sampaikan  seorang angota Komisi II DPRD Kota Pakanbaru Hj Yurni,saya heran kok bisa pasar itu di kuasai pihak lain, yang mengaku ngaku pemilik lahan , belum lagi UPTD  Dinas Pasar  (Disperindak) dan para pedagang di takut takuti dengan kehadiran salah seorang oknum Polisi yang bertugas di Polda Riau, yang tak lain anak dari pemilik pasar gadungan tersebut,sudah berapa banyak (PAD) pendapatn Asli Daerah kota pekanbaru yang sudah di rampasnya,ini ada apa,?  kok pemerintah kota pekanbaru diam saja,terkesan membiarkan,Parkir di stor kedia (Yasman Red) sewa lapak dipasar tersebut dia juga yang menentukan, terus pemerintah dapat apa,? Ungkap Yurni.

Menangapi permasahan tersebut,( KAKAN) Satpol PP Kota Pekanbaru Zulfahmi Adrian mengatakan, pihaknya akan kordinasiakan denga BPAKD Badan pendapatan keuangan asli daerah,  dan BPN badan pertanah Nasianal, tentang status kepemilkan pasar Baru Panam,jika itu sah milik Pemko pekanbaru, maka yang mengaku – ngaku sebagai pemilik lahan  akan kita tindak, ini jelas sangat merugikan masyarakat dan Pemerintah, banyak laporan terkait dugaan Pungli disana,juga sudah kita terima dan ini tak bisa di biarkan, tegas Zulfahmi.

Namun sampai saat ini belum ada solusi dari pihak pemerintah kota pekanbaru, sedangkan kegiatan pungli yang dilakukan anak Yasman terhadap kami (pedagang) sampai saat ini masih berlanjut, se olah olah pihak pemerintah kota pekanbaru nampaknya tidak sanggup melindung kami  dari tindakan semena-mena yang dilakukan keluarga oknum yang mengaku sebagai pemilik Pasar tersebut, kami hanya berdagang untuk memperjuangkan hidup, bukan mencari kaya ungkap beberapa orang  pedagang yang engan namanya disebutkan ketika di temui wartawan beberapa hari yang lalu dipasar tesebut.

Sementara itu media Radar Nusantara juga merilis berita tentang Pungli di pasar Panam, dengan judul Pungutan liar di Pasar Panam Resahkan pedangang ,”Yasman Raup keuntungan” selasa 21 November 2017, didalam pemberitan tersebut sudah dijelas Modus Oknum yang mengaku sebagai pemilik Pasar Baru Panam (Yasman Red)  sudah di jelaskan  bahwa tanah pasar tersebut bukan milik yasman, berdasarkan surat tertangal  09  April 1998, dengan No 32/036 yang di terima bapak Bahri yang mewakili Pemda tingakat II kota pekanbaru,serta d itanda tangani Camat Tampan Dasrianto,No Reg  84 /036//KT/SKPT- V/VI/98, bahkan surat tanah pasar tersebut  sudah di hibahkan oleh  tokoh masyarakt panam ke Pemko pekanbaru, setelah di hibahkan langsung  di daftarka ke BPN kota pekenbaru untuk dijadikan Pasar,dengan No surat ukur 127 dengan peta situasi tanah 12,624, diukur oleh petugas BPN kota pekanbaru Biden Hardi Kosim.

Sedangkan bangunan yang ada di Pasar Baru Panam itu di banggun  oleh pemerintah Kota pekanbaru melalui APBD beberapa tahun yang lalu,dengan  biaya miliyaran rupiah, sementara itu  yasman hanya sebagai kuli bangunan ketika pasar itu dibangun, bukan Kotraktor, dari mana dasarnya dia (Yasman Red)  mengaku sebagai pemilik pasar, satu Rupiah saja tidak ada uang pribadinya di pakai untuk membangun Pasar itu,, ungkap tokoh masyarakat  Panam yang engan  namanya di sebutkan dan mengetahui tentang sejarah Pasar itu.

Selain mengaku sebagai pemilik pasar Panam dia (Yasman Red) juga diduga memeras pedagang ,dengan modus meminta sewa  lapak kepada  pedagang  di pasar tesebut, dengan harga yang cukup pantastis,serta membuat Karcis ilegal yang mengatasnamakan pengelola pasar, sementara dinas pasar Kota pekanbaru (Disperindak) tidak pernah bekerja sama dengan pihak Swasta,sedangkan untuk pedagang yang berjualan di jln umum samping  Pasar itu  di perkirakan dikenakan biaya  Rp 10,000,000.yang berdagang didalam pasar dikenakan  Rp 15, 000,000 Per tahunnya, oleh  Oknum pemilik pasar gadungan itu , diperkirakan uang Haram itu mengalir ratusan juta Rupiah  per tahun, kekantong Pribadinya,sampai saat ini pihak Yasman yang mengaku pemilik pasar tersebut  belum bisa di konfirmasi, terkait Parkir di  samping pasar panam di  jln Budi daya, sangat meresahkan penguna jalan, karena jalan tersebut akses utama menuju kantor lurah Tuah Karya,ketika di pantau wartawan RN dilapangan beberapa hari yang lalu, oknum petugas parkir liar itu mengatakan dapat perintah dari salah seorang oknum Polisi yang bertgas Di polda Riau anak pemilik pasar gadungan tersebut ( Brigadir Riko ) sementara di jln tersebut  sudah ada Rambu-Rambu larangan  parkir yang di pasang oleh dinas Perhubungan Kota pekanbaru namun  tidak di hiraukannya. ( 1020 ) 

COMMENTS

Nama

.berita terkini,62,Aceh,10,ACEH SINGKIL,49,Aceh Tamiang,22,Aceh Tengah,48,Aekkanopan,1,ambon,1,BALAESANG,1,balut.berita terkini,2,Banda Aceh,3,Bandung,34,banggai,1,Bangka Belitung,2,Bangka Tengah,1,bangkep,1,BANGKEP - RN,1,Bangun Purba,1,Banjar,12,Banjarnegara,1,Banten,8,Banyuasin,5,Banyuwangi,25,Barru,1,Batam,57,batang,2,Bekasi,264,Belitung,44,Beltim,75,Bener Meriah,88,BENGKALIS,3,Bengkayang,24,BER,3,Berita terkini,1629,Bintan,8,Blitar,4,BNN,1,Bogor,146,Bola,1,bolmong,104,bolmong utara,1,boltim,9,BOYOLALI,1,Brebes,38,Bukit Tinggi,15,Buol,26,Ciamis,11,Cianjur,2,Cibinong,1,Cikarang,10,Cilacap,5,Cilegon,3,Cileungsi,41,Cirebon,170,Dabo Singkep,84,Daerah,6175,Dairi,54,Deli Serdang,6,Depok,92,derah,4,Dolok,4,Doloksanggul,4,Donggala,2,DPRD Kab. Bekasi,10,DPRD Kota Bekasi,6,Dumoga,15,Ekonomi,3,Garut,13,Gowa,3,Gunung Putri,2,Hukum,11,Indramayu,7,Jabar,6,jaka,1,Jakarta,209,Jambi,21,Jawa Barat,8,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,7,Jayapura,1,Jember,2,Jeneponto,1,Jepara,28,Jombang,3,kab,2,Kab. Brebes,3,Kab. Kuningan,6,Kab. Minahasa Tenggara,1,Kab. Serang,2,Kab. Serdang Bedagai,2,Kab. Sukabumi,8,Kab. Tasikmalaya,15,Kab.Bandung,131,Kab.Bekasi,57,KAB.BOGOR.BERITA TERKINI,1,Kab.Malang,1,Kab.Samosir,2,Kab.Sergai,5,KAB.SINJAI,5,kab.sorong,1,Kab.Sumedang,8,KABUPATEN SINJAI,3,KABUPATEN SINJAJ,3,Kajen,2,Kalbar,35,Kalimantan Barat,1,kalimantan timur,5,Kalsel,7,Kalteng,40,Kaltim,12,Kampar,7,Kampar Riau,8,Kapuas Hulu,220,Karawang,27,Kec.Ukui,1,Kediri,3,Kendari,2,Kepulauan Riau,5,Kerinci,3,Korupsi,9,Kota Sorong,3,Kotabumi,1,Kotamobagu,13,Kronjo,1,Kuala Kapuas,5,Kuala Tungkal,1,KUDUS,12,Kuningan,117,KUTAI KERTANEGARA,1,Kutai Timur,11,Kutim,1,Labuhan Batu,4,Labura,81,Lahat,12,Lampung,26,Lampung Barat,24,LAMPUNG METRO,34,Lampung Tengah,4,Lampung Timur,223,Lampung Utara,70,LANTAMAL V,3,lebak,3,Lingga,480,Loksado,1,Lombok,4,lotim.berita terkini,23,Lubuk Pakam,4,Lumajang,1,Lumanjang,1,Luwuk,7,Magelang,1,Majalengka,32,makassar,2,Malang,69,Maluku,3,Maluku tengah,2,MAMAJU.RN,2,Manado,7,Manokwari,3,Mauk,2,medan,10,Mekar Baru,1,Mesuji,62,metro,57,Minahasa Selatan,2,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,Mojokerto,146,morowali,1,Muara Belida,1,Muara Enim,74,Musi Banyuasin,10,Nasional,15,Natuna,87,NTB,1,Ogan Ilir,3,Oku Selatan,126,Oku Timur,4,Opini,1,Padang,2,Padang Lawas,13,Pagaralam,9,Pagimana,1,Pakpak Bharat,12,Pakuhaji,2,Palangka raya,193,Palas,8,Palembang,15,Palu,86,Paluta,6,Pandeglang,535,Pangkalpinang,2,Papandayan,1,Papua,3,PAPUA BARAT,2,Parigi,6,Parigi Moutong,7,PARIMO,1,Parlemen,32,PARUNG PANJANG,1,Pasaman,10,Pasuruan,1,Patia,1,PAYAKUMBUH,1,Pekalongan,24,Pekanbaru,127,pelalawan,19,Pematangsiantar,29,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,3,Pendidikan,75,Pilkada,1,Polhukam,146,Politik,1,Pontianak,51,Poso,1,Pulang Pisau,4,Purwakarta,372,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Selebrity,2,Riau,78,Rokan Hilir,9,Sabang,57,Samarinda,22,Sampit,213,sar,1,Sarolangun,73,Selayar,10,Semarang,1,Seram Bagian Barat,1,Serang,14,Serdang Bedagai,32,Sergai,23,Seruyan,4,Sibolga,7,SIDRAP,9,Sigi,20,Simalungun,24,Sinjai,4,Solok Selatan,7,Sorong,31,Subang,33,Sukabumi,51,Sulawesi,2,Sulawesi Selatan,31,sulawesi tengah,30,Sulsel,7,Sulteng,176,Sulut,242,Sumatera Selatan,1,sumba barat,1,Sumbar,16,Sumedang,1,sumsel,5,Sumut,54,Sungai Penuh,1,Takalar,19,Tambraw - RN,1,Tangerang,282,Tanjab Barat,293,Tanjab Timur,15,Tanjung Enim,1,Tapanuli Selatan,1,Tapanuli Tengah,15,Tapanuli Utara,10,Tasikmalaya,42,Tebing Tinggi,62,Tegal,11,Terkini,6581,terkiri,4,Timika,1,Tolitoli,313,Touna,1,Trenggalek,7,Tulang Bawang,8,Tulang Bawang Barat,2,Tulungagung,77,Waisai,4,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Pedagang Kaki Lima di Duga di Peras Preman
Pedagang Kaki Lima di Duga di Peras Preman
https://3.bp.blogspot.com/-yui5Wntr0lI/WkWlQXDChtI/AAAAAAABUbY/Q2OKu_GX0P4_2On32OZCBMDzC1oLnTbWwCLcBGAs/s320/az.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-yui5Wntr0lI/WkWlQXDChtI/AAAAAAABUbY/Q2OKu_GX0P4_2On32OZCBMDzC1oLnTbWwCLcBGAs/s72-c/az.jpg
RADAR NUSANTARA NEWS
http://www.radarnusantara.com/2017/12/pedagang-kaki-lima-di-duga-di-peras.html
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/2017/12/pedagang-kaki-lima-di-duga-di-peras.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy