Masyarakat Desa Susukan Mempertanyakan Hasil Riksus Insfektorat

Kuningan, RN Terkait laporan Tim18 yang terdiri dari tiga Kadus,Sekdes,BPD tokoh masyarakat dan tokoh pemuda dengan adanya dugaan peny...

Kuningan, RN
Terkait laporan Tim18 yang terdiri dari tiga Kadus,Sekdes,BPD tokoh masyarakat dan tokoh pemuda dengan adanya dugaan penyelewengan anggaran DD ADD tahun 2015 2016 yang di lakukan oleh oknum kepala desa Rusman Wijaya dan adanya penyuapan senilai lima juta rupiah kepada oknum insfektorat ke Kejari Kuningan pada bulan pebruari 2017 lalu menurut masyarakat desa susukan sampai sekarang belum ada kejelasan hukumnya. Dari mulai masuknya berkas laporan ke kejari dan penanganan tindakan penyelidikan kejari yang di nilai lamban oleh tim18,sampai 7 bulan lamanya baru ada perhatian dari kejari dengan di perintahkanya insfektorat untuk riksus (pemeriksaan khusus) selama lima hari ke desa susukan untuk menindak lanjuti laporan tim18 ke kejari,itupun atas desakan tim18 ke kejari yang terus meminta kejari untuk segera menindak lanjuti laporan dugaan penyelewengan anggaran DD ADD 2015 dan 2016 tersebut.

Pada waktu pemeriksaan insfektorat anggaran DD ADD tahun 2015 yang di laksanakan pada bulan april 2016 di desa susukan ada temuan ketidak sesuaian antara jumlah anggaran yang terpakai dengan bentuk fisiknya senilai 200jt lebih itu di ketahui dengan tidak adanya nota pembelanjaan dan bukti fisik di lapangan jelas itu SPJ piktif. Ketika tim RN mengkomfirmasi tentang hal itu insfektorat mengakui adanya temuan tersebut,dan menjelaskan uang itu masih ada di kepala desa belum terpakai dan bisa di silpakan.Yang menjadi heran dan kajian tim18 untuk pengalokasian anggaran DD ADD sudah jelas terangkum di APBDes, RAB pekerjaan yang matang jumlah anggaran di alokasikan sesuai dengan volume pekerjaan,kenapa bisa terjadi silpa.

Hal senada di akui oleh Rusman Wijaya bahwa benar anggaran yang 200jt lebih itu masih ada dan di pegang olehnya dan belum di alokasikan karena waktu itu terbentur permasalahan di laporkan pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan hati oleh warganya,jadi sibuk bulak balik menghadiri panggilan persidangan dan kepala desa tidak ada kepercayaan terhadap bawahanya untuk melaksanakan pengalokasian anggaran,jelas di sini kepala desa terlalu otoriter tidak mempungsikan TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) dan PTPKD (Pelaksana Tim Pengelola Keuangan Desa) semua keuangan kepala desa yang pegang.

Bahkan menurut keterangan masyarakat untuk SPJ 2016 aja sampai sekarang udah mau habis lagi tahun 2017 belum selesai,dan yang menjadi heran untuk anggaran 2017 ko bisa realisasi cair,untuk mencairkan anggaran tersebut desa mengajukan SPP ke kecamatan,dan pihak kecamatan bisa acc mencairkan menurut aturan bilamana SPJ nya sudah beres semua,ketika hal itu di pertanyakan ke kepala desa dengan entengnya menjawab, "jangan salahkan saya salahkan aja pihak kecamatan,kenapa SPJ tahun 2016 belum saya tanda tangan ko SPP pencairan anggaran 2017 di realisasi. Ada apa dengan pemerintahan kecamatan,apakah menganggap sepele terkait anggaran negara bila di salah gunakan,apa ada kong kalingkong di belakang itu.

Tim 18 sebagai pelapor merasa kecewa juga terhadap insfektorat yang lambat menyerahkan hasil riksus ke kejari,jadi terkesan mengulur ngulur waktu seakan menunggu beres SPJ tahun 2016 2017 sesuai intruksi pak camat Drs. Deden Sopandi,M.Si ke kepala desa untuk segera membereskan SPJ 2016 2017.Ketika Tim RN menanyakan kepada tim18 terkait hasil riksus insfektorat, tim18 mengatakan bahwa insfektorat menyatakan kepala desa tidak melakukan pelanggaran kesalahan,itu hanya kesalahan administrasi,misalkan contoh untuk pelaksanaan pekerjaan jalan lingkungan di RAB sekian ratus meter pengerjaan melebihi dari RAB jadi sekian ratus meter dan bahkan menurut keterangan tim18 APBDes yang sudah di laksanakan harus di rubah,maksudnya di rubah bagaimana.Tim18 akan menghadap Kejari Kuningan meminta Kejari untuk melakukan uji petik turun langsung ke lapangan bersama tim18 dan di saksikan oleh media dan akan di dampingi tim ahli di bidangnya untuk memeriksa hasil riksus insfektorat. Tim18 akan terus mengawal laporanya walaupun harus terus naik ke atas bahkan bila perlu sampai ke presiden Jokowi bila merasa tidak ada ketegasan hukum di Kuningan. (Dadan Sudrajat)

COMMENTS

Nama

Aceh,10,ACEH SINGKIL,41,Aceh Tamiang,22,Aceh Tengah,45,ambon,1,BALAESANG,1,Banda Aceh,3,Bandung,34,Bangka Belitung,2,Bangka Tengah,1,bangkep,1,BANGKEP - RN,1,Bangun Purba,1,Banjar,12,Banjarnegara,1,Banten,8,Banyuasin,5,Banyuwangi,25,Barru,1,Batam,56,batang,2,Bekasi,261,Belitung,44,Beltim,75,Bener Meriah,79,BENGKALIS,3,Bengkayang,24,BER,3,Berita terkini,1583,Bintan,8,Blitar,4,BNN,1,Bogor,146,Bola,1,bolmong,103,bolmong utara,1,boltim,9,BOYOLALI,1,Brebes,38,Bukit Tinggi,15,Buol,23,Ciamis,11,Cianjur,2,Cibinong,1,Cikarang,10,Cilacap,5,Cilegon,3,Cileungsi,41,Cirebon,167,Dabo Singkep,79,Daerah,6147,Dairi,53,Deli Serdang,6,Depok,92,derah,3,Dolok,4,Doloksanggul,4,Donggala,2,DPRD Kab. Bekasi,10,DPRD Kota Bekasi,6,Dumoga,15,Ekonomi,3,Garut,13,Gowa,3,Gunung Putri,2,Hukum,11,Indramayu,7,Jabar,6,jaka,1,Jakarta,208,Jambi,21,Jawa Barat,8,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,7,Jayapura,1,Jember,2,Jeneponto,1,Jepara,27,Jombang,3,kab,1,Kab. Brebes,3,Kab. Kuningan,6,Kab. Minahasa Tenggara,1,Kab. Serang,2,Kab. Serdang Bedagai,2,Kab. Sukabumi,8,Kab. Tasikmalaya,15,Kab.Bandung,129,Kab.Bekasi,57,Kab.Malang,1,Kab.Samosir,2,Kab.Sergai,5,KAB.SINJAI,5,Kab.Sumedang,8,KABUPATEN SINJAI,3,KABUPATEN SINJAJ,3,Kajen,2,Kalbar,35,Kalimantan Barat,1,kalimantan timur,5,Kalsel,7,Kalteng,40,Kaltim,12,Kampar,7,Kampar Riau,8,Kapuas Hulu,219,Karawang,27,Kec.Ukui,1,Kediri,3,Kendari,2,Kepulauan Riau,5,Kerinci,3,Korupsi,9,Kota Sorong,2,Kotabumi,1,Kotamobagu,10,Kronjo,1,Kuala Kapuas,5,Kuala Tungkal,1,KUDUS,10,Kuningan,117,KUTAI KERTANEGARA,1,Kutai Timur,11,Kutim,1,Labuhan Batu,4,Labura,76,Lahat,12,Lampung,24,Lampung Barat,24,LAMPUNG METRO,29,Lampung Tengah,4,Lampung Timur,216,Lampung Utara,70,LANTAMAL V,3,lebak,3,Lingga,476,Loksado,1,Lombok,4,lotim.berita terkini,23,Lubuk Pakam,4,Lumajang,1,Lumanjang,1,Luwuk,7,Magelang,1,Majalengka,32,makassar,2,Malang,66,Maluku,3,Maluku tengah,2,MAMAJU.RN,2,Manado,7,Manokwari,3,Mauk,2,medan,10,Mekar Baru,1,Mesuji,62,metro,57,Minahasa Selatan,2,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,Mojokerto,143,morowali,1,Muara Belida,1,Muara Enim,74,Musi Banyuasin,10,Nasional,15,Natuna,87,NTB,1,Ogan Ilir,3,Oku Selatan,123,Oku Timur,4,Opini,1,Padang,2,Padang Lawas,11,Pagaralam,9,Pagimana,1,Pakpak Bharat,12,Pakuhaji,2,Palangka raya,193,Palas,8,Palembang,13,Palu,84,Paluta,1,Pandeglang,535,Pangkalpinang,2,Papandayan,1,Papua,3,Parigi,6,Parigi Moutong,7,PARIMO,1,Parlemen,32,PARUNG PANJANG,1,Pasaman,10,Pasuruan,1,Patia,1,PAYAKUMBUH,1,Pekalongan,24,Pekanbaru,124,pelalawan,15,Pematangsiantar,29,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,3,Pendidikan,75,Pilkada,1,Polhukam,145,Politik,1,Pontianak,51,Poso,1,Pulang Pisau,4,Purwakarta,371,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Selebrity,2,Riau,78,Rokan Hilir,9,Sabang,57,Samarinda,21,Sampit,211,sar,1,Sarolangun,73,Selayar,10,Semarang,1,Seram Bagian Barat,1,Serang,14,Serdang Bedagai,32,Sergai,23,Seruyan,4,Sibolga,7,SIDRAP,3,Sigi,20,Simalungun,24,Sinjai,4,Solok Selatan,7,Sorong,28,Subang,32,Sukabumi,51,Sulawesi,2,Sulawesi Selatan,31,sulawesi tengah,30,Sulsel,7,Sulteng,176,Sulut,242,Sumatera Selatan,1,sumba barat,1,Sumbar,16,Sumedang,1,sumsel,4,Sumut,54,Sungai Penuh,1,Takalar,19,Tambraw - RN,1,Tangerang,277,Tanjab Barat,290,Tanjab Timur,15,Tanjung Enim,1,Tapanuli Selatan,1,Tapanuli Tengah,15,Tapanuli Utara,10,Tasikmalaya,42,Tebing Tinggi,62,Tegal,11,Terkini,6556,terkiri,2,Timika,1,Tolitoli,307,Touna,1,Trenggalek,7,Tulang Bawang,7,Tulang Bawang Barat,2,Tulungagung,74,Waisai,4,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Masyarakat Desa Susukan Mempertanyakan Hasil Riksus Insfektorat
Masyarakat Desa Susukan Mempertanyakan Hasil Riksus Insfektorat
https://3.bp.blogspot.com/-8VEVBO7NW44/WmVh3svw5GI/AAAAAAABVwg/xg2CBxFUScsr4bCt-SCNRJKodI4k4LxsgCLcBGAs/s320/am.png
https://3.bp.blogspot.com/-8VEVBO7NW44/WmVh3svw5GI/AAAAAAABVwg/xg2CBxFUScsr4bCt-SCNRJKodI4k4LxsgCLcBGAs/s72-c/am.png
RADAR NUSANTARA NEWS
http://www.radarnusantara.com/2018/01/masyarakat-desa-susukan-mempertanyakan.html
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/2018/01/masyarakat-desa-susukan-mempertanyakan.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy