Diduga Akibat Penanganan Puskesmas Tidak Maksimal, Bayi Keluarga Pasien Meninggal Dunia

Pandeglang, RN Diduga akibat pelayananan & penanganan tidak maksimal, Pasien keluarga Aan Kp Girilaya RT 001 RW 005 Desa Pasir euri...


Pandeglang, RN
Diduga akibat pelayananan & penanganan tidak maksimal, Pasien keluarga Aan Kp Girilaya RT 001 RW 005 Desa Pasir eurih  mengeluh terhadap Pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Cisata tersebut, pasalnya penanganannya tidak maksimal, sarana & prasarananya pun sepertinya masih banyak yang kurang, karena bila penanganannya maksimal  mungkin bayi bisa tertolong bukannya meninggal dunia, pasalnya Oksigen yang di pergunakan mengalami kerusakan hingga bayi tidak bisa diselamatkan

Mey Lala, 18 tahun seorang pasien, istri dari Aan Kurniawan saat ini mengalami depresi dengan kejadian tersebut dan masih tidak bisa menerima apa yang sudah menimpa nya,

"Saya masih bisa terima perut saya harus di tekan dan kelamin saya mengalami jaitan sampai 20 jaitan yang penting bayi saya bisa terselamatkan," katanya Mey Lala dengan nada sedih disaat di tanya awak media radarnusantara,com. Senin (14/05)

Aan kurniawan suami dari pasien adalah saksi mata pada saat istrinya di tangani oleh puskesmas Cisata,Istri saya di tekan perutnya oleh 4 orang (Bidan/Perawat-red) dan saya merasa kasihan tapi' yang penting bayi kami terselamatkan, bukan malah meninggal dunia, yang lebih sakit ada seorang perawat yang bernama Nur mengatakan kepada kami dengan nada yang sangat menyentuh perasaan kami kata dia "ko pasien ini masih di sini bukan nya di suruh pulang, dan terus siapa yang urus ?  "ucapan salah seorang perawat kepada saya ,yang di sampaikan Aan kepada awak media radarnusantara,com

Lebih lanjut iya mengatakan bayi kami sudah keluar dan terlihat selamat tapi pada saat keluar tidak ada tangisan hingga bayi saya hendak diberikan alat bantu Oksigen tapi ternyata alat Oksigen yang di pergunakan sepertinya rusak dan akhirnya bayi kami di bawa ke puskesamas Saketi untuk di tangani namun sesampainya di Puskesmas Saketi sewaktu diperiksa perawat ternyata sudah tidak bernyawa, saat di tanya awak media kaitan dengan administrasi dan persyaratan BPJS sudah beres dan kami di pinta uang sebesar 300 ribu oleh perawat yang ada di puskesmas cisata tersebut..

"Buat kami bukan persoalan uang yang saya permasalahkan yang jadi masalah kinerja pihak Puskesmas Cisata dan peralatannya  kerena bila penanganan di lakukan secara maksimal mungkin anak kami tidak akan meninggal dunia," ujarnya,

Terpisah, Uwa Ombi kaka dari keluarga korban sangat kecewa dengan pelayanan dan Penanganan Puskesmas Cisata, seharusnya  para bidan dan perawat bila mana melihat ada tanda-tanda berbahaya terhadap persalinan kelurganya seharus di lakukan rujukan ke Rumah Sakit bukan malah di paksakan dan akhirnya kami merasa dirugikan,

"Tanda berbahaya disaat melahirkan ada tanda tandanya  seperti muntah-muntah atau kaki membekak dan bila memang tidak bisa menangani sebaiknya  jangan dipaksakan, " tukasnya Ombi dengan nada kecewa,

Sementara, Encep Hermawan, Kepala Puskesmas Cisata saat dikonfirmasi awak media belum bisa banyak komentar lantaran kata dia, "saya baru pulang dari malang dan Insya Allah besok akan segera diklarifikasi ,adapun ada biaya yang di berikan kepada Perawat bila mana pasien menggunakan Kartu BPJS hal tersebut tidak boleh dan uang di terima akan di kembalikan, "singkatnya.(hadi)



COMMENTS

Nama

Aceh,1,Aceh Tamiang,22,Aceh Tengah,44,Banda Aceh,3,Bandung,27,Bangka Belitung,2,Bangka Tengah,1,Bangun Purba,1,Banjar,11,Banjarnegara,1,Banten,8,Banyuasin,5,Banyuwangi,18,Barru,1,Batam,49,Bekasi,221,Belitung,38,Beltim,70,Bener Meriah,64,Bengkayang,24,Berita terkini,205,Bintan,8,BNN,1,Bogor,133,Bola,1,bolmong,75,bolmong utara,1,boltim,3,Brebes,38,Bukit Tinggi,9,Buol,6,Ciamis,11,Cianjur,2,Cibinong,1,Cikarang,8,Cilacap,5,Cilegon,3,Cileungsi,42,Cirebon,145,Dabo Singkep,25,Daerah,6041,Dairi,46,Deli Serdang,6,Depok,84,derah,3,Dolok,2,Doloksanggul,4,Donggala,2,DPRD Kab. Bekasi,10,DPRD Kota Bekasi,6,Dumoga,4,Ekonomi,3,Garut,11,Gowa,3,Gunung Putri,2,Hukum,11,Indramayu,2,Jabar,5,jaka,1,Jakarta,172,Jambi,19,Jawa Barat,8,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,5,Jayapura,1,Jember,1,Jepara,15,Jombang,3,Kab. Brebes,3,Kab. Kuningan,5,Kab. Minahasa Tenggara,1,Kab. Serang,2,Kab. Serdang Bedagai,2,Kab. Sukabumi,8,Kab. Tasikmalaya,15,Kab.Bandung,127,Kab.Bekasi,57,Kab.Malang,1,Kab.Samosir,2,Kab.Sergai,5,Kab.Sumedang,7,Kajen,2,Kalbar,35,Kalimantan Barat,1,Kalsel,7,Kalteng,39,Kaltim,12,Kampar Riau,8,Kapuas Hulu,198,Karawang,3,Kec.Ukui,1,Kediri,3,Kendari,2,Kepulauan Riau,5,Kerinci,3,Korupsi,9,Kota Sorong,1,Kotabumi,1,Kotamobagu,5,Kronjo,1,Kuala Kapuas,5,Kuala Tungkal,1,Kuningan,109,Kutai Timur,11,Kutim,1,Labuhan Batu,1,Labura,20,Lahat,12,Lampung,9,Lampung Barat,24,Lampung Tengah,3,Lampung Timur,125,Lampung Utara,70,lebak,3,Lingga,422,Loksado,1,Lombok,3,lotim.berita terkini,2,Lubuk Pakam,4,Lumajang,1,Lumanjang,1,Luwuk,7,Magelang,1,Majalengka,32,makassar,2,Malang,55,Maluku,3,Maluku tengah,1,Manado,7,Manokwari,3,Mauk,2,medan,6,Mekar Baru,1,Mesuji,47,Minahasa Selatan,2,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,Mojokerto,129,Muara Belida,1,Muara Enim,69,Musi Banyuasin,10,Nasional,13,Natuna,63,NTB,1,Ogan Ilir,3,Oku Selatan,96,Oku Timur,4,Opini,1,Padang,2,Padang Lawas,10,Pagaralam,9,Pagimana,1,Pakpak Bharat,12,Pakuhaji,2,Palangka raya,193,Palas,6,Palembang,12,Palu,75,Paluta,1,Pandeglang,483,Pangkalpinang,2,Papandayan,1,Papua,3,Parigi,5,Parigi Moutong,1,Parlemen,31,Pasaman,10,Pasuruan,1,Patia,1,Pekalongan,20,Pekanbaru,86,Pematangsiantar,21,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,3,Pendidikan,73,Pilkada,1,Polhukam,142,Pontianak,40,Poso,1,Pulang Pisau,4,Purwakarta,280,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Selebrity,2,Riau,67,Rokan Hilir,9,Sabang,57,Samarinda,5,Sampit,176,sar,1,Sarolangun,69,Selayar,10,Semarang,1,Seram Bagian Barat,1,Serang,14,Serdang Bedagai,31,Sergai,23,Seruyan,2,Sibolga,7,Sigi,18,Simalungun,16,Solok Selatan,7,Sorong,13,Subang,29,Sukabumi,48,Sulawesi,2,Sulawesi Selatan,4,sulawesi tengah,14,Sulsel,6,Sulteng,173,Sulut,242,sumba barat,1,Sumbar,13,Sumedang,1,sumsel,3,Sumut,54,Sungai Penuh,1,Takalar,15,Tangerang,243,Tanjab Barat,255,Tanjab Timur,15,Tanjung Enim,1,Tapanuli Selatan,1,Tapanuli Tengah,15,Tapanuli Utara,10,Tasikmalaya,35,Tebing Tinggi,61,Tegal,11,Terkini,6485,terkiri,2,Tolitoli,202,Touna,1,Trenggalek,5,Tulang Bawang,4,Tulang Bawang Barat,2,Tulungagung,48,Waisai,2,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Diduga Akibat Penanganan Puskesmas Tidak Maksimal, Bayi Keluarga Pasien Meninggal Dunia
Diduga Akibat Penanganan Puskesmas Tidak Maksimal, Bayi Keluarga Pasien Meninggal Dunia
https://3.bp.blogspot.com/-oWiWVHcxPCU/WvpB524qi2I/AAAAAAABedQ/aYV_rSVMOpobGUokM3Cyrl76N3I0VSRAACLcBGAs/s640/IMG-20180514-WA0069.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-oWiWVHcxPCU/WvpB524qi2I/AAAAAAABedQ/aYV_rSVMOpobGUokM3Cyrl76N3I0VSRAACLcBGAs/s72-c/IMG-20180514-WA0069.jpg
RADAR NUSANTARA NEWS
http://www.radarnusantara.com/2018/05/diduga-akibat-penanganan-puskesmas.html
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/2018/05/diduga-akibat-penanganan-puskesmas.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy