Kajari Sukadana Akan Tindaklanjuti Laporan Dana PUAP ?

Lampung Timur, RN. Guna menindaklanjuti dugaan penggelapan dana PUA Rp. 100 juta oleh Hi. Suyono dan Ahya mantan Kepala Desa dan Ketua ...


Lampung Timur, RN.
Guna menindaklanjuti dugaan penggelapan dana PUA Rp. 100 juta oleh Hi. Suyono dan Ahya mantan Kepala Desa dan Ketua Gapoktan Desa Labuhan Ratu Empat, Kepala Kejaksaan Negeri Sukadana, Ahmad Syahrir Harahap, SH,MH akan mempelajari laporan yang disampaikan.
"Itu sifatnya dana bergulir, pengembangan usaha agribisnis perdesaan. Bentuk penyimpangannya semua biar jelas berapa nilainya",tegas Kajari Sukadana Senin, 5/11 jam 09:00 WIB diruang kerjanya.

Drs. Umar Dani mengatakan dugaan penggelapan dana PUAP terjadi sebelum ia menjabat Camat Kecamatan Labuhan Ratu.
"Kejadian itu sebelum saya menjabat di Kecamatan Labuhan Ratu, saya waktu itu masih Camat di Batanghari Nuban",kata Camat Labuhan Ratu Rabu, 31/10 jam 13:00 WIB ditemukan diperjalanan ke Pemkab Lamtim.

Triyono warga Desa Labuhan Ratu Empat partner Rizal Giarto melaporkan dugaan penggelapan dana PUAP dengan rekening koran tidak jelas. Pihaknya melapor ke Kejaksaan Negeri Sukadana disinyalir tidak di tindaklanjuti. Ada dugaan Suyono ketika sedang menjabat Kepala Desa Labuhan Ratu Empat menghentikan perkara tersebut.
"Rekening itu udah gak jelas uang berapa juta disitu tertera semua. Saya sudah naik lapor, katanya begini - begini tapi nyatanya",kata Triyono, Senin, 29/10 Jam 11:00 WIB kepada tim Radar Nusantara di rumahnya.

Ada dugaan laporan Triyono di Kejaksaan Negeri Sukadana dihentikan oleh Suyono Kepala Desa Labuhan Ratu Empat disaat menjabat periode kedua.
Demi menyelamatkan dana PUAP tersebut, Rizal Giarto selaku Kepala Desa Labuhan Ratu Empat harus lebih tegas.
"Di bom sama lurah Suyono waktu itu jadi lurah kedua. Kalau dana PUAP ini lain, sebenernya pak Giarto lurah ini yang harus tegas",jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Labuhan Ratu Empat Kecamatan Labuhan Ratu, Rizal Giarto mengungkap dana Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) Rp. 100 juta tahun 2010 digelapkan. Uang itu diduga digelapkan oleh Hi. Suyono mantan Kepala Desa terdahulu. Padahal anggota kelompok tani mengharapkan uang itu kembali untuk modal bertani.

Tujuan dana PUAP disalurkan Pemerintah untuk memberikan pinjaman permodalan ke petani yang terjerat rentenir sebab dana PUAP merupakan pinjaman tanpa bunga. 
"Coba tanya ketua gapoktan pak Ahya tentang dana PUAP, masalah dana PUAP itu pernah saya laporkan ke Kejaksaan. Yang laporan kami berdua sama pak Triyono yang paling berani waktu itu. Dulu pak Ahya sama pak Siyono pernah dipanggil pihak kejaksaan. Tapi sampai sekarang ini kami belum tau hasil penanganannya. Sedangkan anggota kelompok tani bener - bener perlu duit untuk modal",ungkap Rizal Giarto, Jumat 26/10 jam 9:30 WIB kepada Radar Nusantara di emperan dapur dibelakang rumahnya.

Dana PUAP senilai Rp. 100 juta diterima dan dikelola oleh Ahya Ketua Gapoktan Desa setempat tahun 2010. Setelah jabatan berakhir tahun 2013, dana PUAP diserahkannya ke Jarno sebagai bendaharawan.
"Ada kabar dari Jarno kalau uang ada yang macet. Duit itu di pake pak Suyono waktu masih jadi Kades. Yang penting kwitansi uang yang dipakai itu disimpan",kelit Ahya mantan Ketua Gapoktan itu, Senin, 29/10 jam 12:00 WIB di rumahnya.

Sementara mantan Kepala Desa Labuhan Ratu Empat Kecamatan Labuhan Ratu, Hi. Suyono ketika akan dikonfirmasi tidak berada di kediamannya. Bukan hanya itu saja, pada saat menjabat Kades Labuhan Ratu Empat sering menghindar.

"Uang yang disalurkan tidak saja uang masyarakat yang diminta pertanggungjawaban didunia tapi juga sampai di padang masyar",tegas DR. Ir. Sumarjo Gatot Irianto Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian seperti dikutip dari psppertanian.go.id.
Ditjen PSP Kementan telah mengaudit PUAP se-Indonesia, mana yang sakit, setengah sakit dan yang sehat. Diharapkan ke depannya PUAP yang sudah ada didorong harus lebih produktif.

Menyikapi perihal dugaan penggelapan dana PUAP oleh Suyono dan Ahya, Ketua Markas Cabang Laskar Merah Putih Kabupaten Lampung Timur, Amir Faisal mengatakan pengurus gapoktan harus jujur. Munculnya indikasi persoalan karena lemahnya pengawasan dan dukungan serta turut campur tangan pihak terkait.

"Pengurus gapoktan harus jujur hingga dana PUAP jelas pengembangannya. Masalah dana PUAP muncul mungkin kurang pengawasan dan dukungan atau mungkin ada campur tangan bahkan terjadi pembiaran",tegas Ketua Macab LMP Lamtim Rabu, 31/10 pukul 17:16 WIB via WhatsAppnya.

"Apalagi Suyono dari unsur pemerintahan didesa tidak layak menikmati. Kemungkinan pengurus, ketua, sekretaris dan bendahara kongkalikong",tambah Amir.

"Anggota poktan jangan menganggap dana PUAP tidak perlu kembalikan apalagi dihabisin, itu keliru. Jangan ngomong macet kalau sudah beres, apalagi manipulasi laporan",sambungnya.

"Kami harap petani sejahtera sebab ada gapoktan yang berhasil berkembang jadi lembaga keuangan mikro - agribisnis berdasarkan undang - undang nomor 01 tahun 2013, walaupun pengguliran dana PUAP sampai 2016",harap Ketua Laskar Lamtim. (RoPi)
--

COMMENTS

Nama

Aceh,10,ACEH SINGKIL,42,Aceh Tamiang,22,Aceh Tengah,45,ambon,1,BALAESANG,1,Banda Aceh,3,Bandung,34,Bangka Belitung,2,Bangka Tengah,1,bangkep,1,BANGKEP - RN,1,Bangun Purba,1,Banjar,12,Banjarnegara,1,Banten,8,Banyuasin,5,Banyuwangi,25,Barru,1,Batam,57,batang,2,Bekasi,261,Belitung,44,Beltim,75,Bener Meriah,79,BENGKALIS,3,Bengkayang,24,BER,3,Berita terkini,1621,Bintan,8,Blitar,4,BNN,1,Bogor,146,Bola,1,bolmong,103,bolmong utara,1,boltim,9,BOYOLALI,1,Brebes,38,Bukit Tinggi,15,Buol,24,Ciamis,11,Cianjur,2,Cibinong,1,Cikarang,10,Cilacap,5,Cilegon,3,Cileungsi,41,Cirebon,169,Dabo Singkep,81,Daerah,6148,Dairi,54,Deli Serdang,6,Depok,92,derah,3,Dolok,4,Doloksanggul,4,Donggala,2,DPRD Kab. Bekasi,10,DPRD Kota Bekasi,6,Dumoga,15,Ekonomi,3,Garut,13,Gowa,3,Gunung Putri,2,Hukum,11,Indramayu,7,Jabar,6,jaka,1,Jakarta,208,Jambi,21,Jawa Barat,8,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,7,Jayapura,1,Jember,2,Jeneponto,1,Jepara,27,Jombang,3,kab,1,Kab. Brebes,3,Kab. Kuningan,6,Kab. Minahasa Tenggara,1,Kab. Serang,2,Kab. Serdang Bedagai,2,Kab. Sukabumi,8,Kab. Tasikmalaya,15,Kab.Bandung,129,Kab.Bekasi,57,Kab.Malang,1,Kab.Samosir,2,Kab.Sergai,5,KAB.SINJAI,5,kab.sorong,1,Kab.Sumedang,8,KABUPATEN SINJAI,3,KABUPATEN SINJAJ,3,Kajen,2,Kalbar,35,Kalimantan Barat,1,kalimantan timur,5,Kalsel,7,Kalteng,40,Kaltim,12,Kampar,7,Kampar Riau,8,Kapuas Hulu,219,Karawang,27,Kec.Ukui,1,Kediri,3,Kendari,2,Kepulauan Riau,5,Kerinci,3,Korupsi,9,Kota Sorong,3,Kotabumi,1,Kotamobagu,10,Kronjo,1,Kuala Kapuas,5,Kuala Tungkal,1,KUDUS,10,Kuningan,117,KUTAI KERTANEGARA,1,Kutai Timur,11,Kutim,1,Labuhan Batu,4,Labura,79,Lahat,12,Lampung,26,Lampung Barat,24,LAMPUNG METRO,30,Lampung Tengah,4,Lampung Timur,217,Lampung Utara,70,LANTAMAL V,3,lebak,3,Lingga,477,Loksado,1,Lombok,4,lotim.berita terkini,23,Lubuk Pakam,4,Lumajang,1,Lumanjang,1,Luwuk,7,Magelang,1,Majalengka,32,makassar,2,Malang,69,Maluku,3,Maluku tengah,2,MAMAJU.RN,2,Manado,7,Manokwari,3,Mauk,2,medan,10,Mekar Baru,1,Mesuji,62,metro,57,Minahasa Selatan,2,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,Mojokerto,146,morowali,1,Muara Belida,1,Muara Enim,74,Musi Banyuasin,10,Nasional,15,Natuna,87,NTB,1,Ogan Ilir,3,Oku Selatan,125,Oku Timur,4,Opini,1,Padang,2,Padang Lawas,11,Pagaralam,9,Pagimana,1,Pakpak Bharat,12,Pakuhaji,2,Palangka raya,193,Palas,8,Palembang,13,Palu,84,Paluta,6,Pandeglang,535,Pangkalpinang,2,Papandayan,1,Papua,3,Parigi,6,Parigi Moutong,7,PARIMO,1,Parlemen,32,PARUNG PANJANG,1,Pasaman,10,Pasuruan,1,Patia,1,PAYAKUMBUH,1,Pekalongan,24,Pekanbaru,124,pelalawan,15,Pematangsiantar,29,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,3,Pendidikan,75,Pilkada,1,Polhukam,145,Politik,1,Pontianak,51,Poso,1,Pulang Pisau,4,Purwakarta,371,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Selebrity,2,Riau,78,Rokan Hilir,9,Sabang,57,Samarinda,22,Sampit,213,sar,1,Sarolangun,73,Selayar,10,Semarang,1,Seram Bagian Barat,1,Serang,14,Serdang Bedagai,32,Sergai,23,Seruyan,4,Sibolga,7,SIDRAP,5,Sigi,20,Simalungun,24,Sinjai,4,Solok Selatan,7,Sorong,29,Subang,32,Sukabumi,51,Sulawesi,2,Sulawesi Selatan,31,sulawesi tengah,30,Sulsel,7,Sulteng,176,Sulut,242,Sumatera Selatan,1,sumba barat,1,Sumbar,16,Sumedang,1,sumsel,4,Sumut,54,Sungai Penuh,1,Takalar,19,Tambraw - RN,1,Tangerang,277,Tanjab Barat,290,Tanjab Timur,15,Tanjung Enim,1,Tapanuli Selatan,1,Tapanuli Tengah,15,Tapanuli Utara,10,Tasikmalaya,42,Tebing Tinggi,62,Tegal,11,Terkini,6556,terkiri,3,Timika,1,Tolitoli,308,Touna,1,Trenggalek,7,Tulang Bawang,8,Tulang Bawang Barat,2,Tulungagung,74,Waisai,4,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Kajari Sukadana Akan Tindaklanjuti Laporan Dana PUAP ?
Kajari Sukadana Akan Tindaklanjuti Laporan Dana PUAP ?
https://1.bp.blogspot.com/-q7N9Rof0q3U/W9_9wFelcuI/AAAAAAABnks/GY-UsliQNxo9VYEXed9D0vOdASW7wPDwgCLcBGAs/s320/482C733E-7578-4A37-81EB-969EE5D7DAE7.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-q7N9Rof0q3U/W9_9wFelcuI/AAAAAAABnks/GY-UsliQNxo9VYEXed9D0vOdASW7wPDwgCLcBGAs/s72-c/482C733E-7578-4A37-81EB-969EE5D7DAE7.jpeg
RADAR NUSANTARA NEWS
http://www.radarnusantara.com/2018/11/kajari-sukadana-akan-tindaklanjuti.html
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/2018/11/kajari-sukadana-akan-tindaklanjuti.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy