Masyrakat Minta penegak Hukum Periksa Tukijan’ Diduga Gelapkan Dana UEP- SP” Desa Tani Makmur.

RN.  INHU Riau   - Dana Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu yang ...


RN.  INHU Riau  - Dana Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu yang dikelola Sukijan beserta pengurus lainnya menjadi perbincangan hangat di kalangan warga dan beberapa Ketua Rukun Tetangga (RT) khususnya Badan Permusyawaratan Desa ( BPD ). polemik dana UED-SP Desa Tani Makmur selama 7 tahun  selalu jadi gunjingan, mendorong Ketua BPD untuk bertindak sesuai tupoksinya.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tani Makmur, Drs Suherman mengatakan,  Dana Usaha Ekonomi Desa-Simpan Pinjam ( UED-SP ) sebesar Rp 500 Juta yang digelontorkan dari Pemerintah Provinsi Riau pada tahun 2011 silam untuk Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu diduga menjadi ajang korupsi.

Dana UED-SP dengan bunga yang sangat rendah digunakan  untuk meningkatan usaha ekonomi masyarakat yang berpenghasilan rendah untuk membangun berbagai Usaha Kecil Menengah ( UKM ), Theknis pengunaannya  transparan dan akuntabel. namun sayangnya  sistim  yang dilakukan terkesan pilih kasih,sehinga yang medapat pinjaman Konco-konconya yang memiliki ekonomi yang  sudah tergolong mapan.

 Lanjut Herman, Dana UED-SP Tani Makmur  glontorkan  Pemerintah Provinsi Riau.pada tahun 2011 Rp 50 Juta  sudah dipinjamkan secara bervariasi dengan suku bunga sebesar 15,5 % selama 1 tahun. selama 7 tahun  dana tersebut dikelola  harus ada keuntungan Rp 542.500.000.jelas Herman Via selilernya,selasa(30/10).

Tulus (65) warga Desa Tani Makmur, nasabah dana UED-SP mengaku kepada Suherman meminjam dana UED-SP sebesar Rp 10 Juta dengan bunga pinjaman sebesar 15,5 %. Setiap bulannya membayar angsuran sebesar Rp 711.000 selama 18 bulan.

Dana UED-SP Desa Tani Makmur yang dikelola oleh Sukijan dkk selama kurang lebih 7 tahun menjadi catatan buruk yang harus dipertanggungjawabkan secara hukum. Itu kan uang Negara, bukan uang pribadi  Tukijan dkk, untuk itu diharapkan  kepada lembaga Yudikatif baik Kejaksaan Inhu maupun Polres Inhu agar memeriksa Tukijan dkk.yang diduga telah menyalahgunaka uang Negara untuk memperkaya diri sendiri atau kelompoknya, ungkap salah seorang nasabah yang menolak namanya di tulis.

Informasi dari ketua BPD yang baru menjabat 3 bulan,  Sukijan selaku pengelola dana UED-SP Tani Makmur beberapa hari lalu mengatakan dihadapnya,  kondisi keuangan UED-SP 2018  masih ada di nasabah Rp 528 Juta sedangkan  uang tunai saat ini  hanya Rp 16 Juta.didalam kas,pengakuan tukijan kepada ketua BPD yang baru.

Aturan yang dibuat oleh tukijan diduga seperti aturan Rentenir, pasalnya  setiap warga hendak  meminjam dana UED-SP wajib memiliki surat surat berharga sebagai jaminan, seperti surat tanah, Sertifikat dan lainya,  apabila ada nasabah  terlambat (macet) angsurannya  selama 3 bulan berturut-turut, , dia  ( Tukijan Dkk Red )  tak segan segan mengunakan Hukum Preman, menyita barang barang berharga milik nasabah.tanpa putusan pengadilan.sungguh kejan yang ia lakukan,ujar salah seorang yang jadi korban.

Selama 7 tahun dana UED-SP Desa Tani Makmur mengalami kerugian sebesar Rp 542.500.000.  kami meminta kepada penegak hukum baik Kepolisian maupun Kejaksaan Inhu memanggil Sukijan dkk diperksa,  untuk beertanggung jawab, karna dana UED-SP tersebut bersumber uang negara melalui APBD Provinsi Riau, "pinta Suherman.

Saat diwawancarai awak media ini, Selasa (30/10) lalu di rumah kediamannya tukijan membenarkan ia mengaku  mengelola dana UED-SP sudah hampir 7 tahun lamanya. Memang dana UED-SP Desa Tani Makmur yang diterima dari Pemerintah Provinsi Riau sebesar Rp 500 Juta sekitar tahun 2011 silam.ujarnya

Kami selaku pengurus yang terdiri dari Eka Wijayanti sebagai Kasir dan Suhartati sebagai Tata Usaha (TU) memberikan pinjaman secara bervariasi dari  Rp 5 Juta sampai dengan pinjaman sebesar Rp 18 Juta. Kalau masalah banyaknya nasabah, saya sudah tidak ingat lagi. Pokoknya ada ratusan nasabah yang pakai dana jelasnya.

besaran bunga yang dibebankan kepada setiap peminjam sebesar 1,2 %. Selama kurun waktu 7 tahun, dana UED-SP yang masih ada pada nasabah sebesar Rp 528 Juta. Sementara uang tunai yang ada dalam kas hanya sebesar Rp 16 Juta. Bagaimanalah, banyak nasabah yang setoran setiap bulannya tidak lancar. Ya, ada yang bayar dan banyak juga yang tidak bayar angsurannya. Setiap ditanya kenapa gak bayar angsuran, alasannya selalu harga karet dan sawit anjlok katanya, terkait dana UEP-SP tersebut saat pengelolaannya sudah di serahkan kepada pihak Desa  tutupnya.( Tim)




 

COMMENTS

Nama

Aceh,10,ACEH SINGKIL,40,Aceh Tamiang,22,Aceh Tengah,45,ambon,1,BALAESANG,1,Banda Aceh,3,Bandung,34,Bangka Belitung,2,Bangka Tengah,1,bangkep,1,BANGKEP - RN,1,Bangun Purba,1,Banjar,12,Banjarnegara,1,Banten,8,Banyuasin,5,Banyuwangi,25,Barru,1,Batam,56,batang,2,Bekasi,261,Belitung,44,Beltim,75,Bener Meriah,79,BENGKALIS,3,Bengkayang,24,BER,3,Berita terkini,1565,Bintan,8,Blitar,4,BNN,1,Bogor,146,Bola,1,bolmong,103,bolmong utara,1,boltim,9,Brebes,38,Bukit Tinggi,15,Buol,23,Ciamis,11,Cianjur,2,Cibinong,1,Cikarang,10,Cilacap,5,Cilegon,3,Cileungsi,41,Cirebon,167,Dabo Singkep,79,Daerah,6147,Dairi,53,Deli Serdang,6,Depok,92,derah,3,Dolok,4,Doloksanggul,4,Donggala,2,DPRD Kab. Bekasi,10,DPRD Kota Bekasi,6,Dumoga,15,Ekonomi,3,Garut,13,Gowa,3,Gunung Putri,2,Hukum,11,Indramayu,7,Jabar,6,jaka,1,Jakarta,207,Jambi,21,Jawa Barat,8,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,7,Jayapura,1,Jember,2,Jeneponto,1,Jepara,27,Jombang,3,kab,1,Kab. Brebes,3,Kab. Kuningan,6,Kab. Minahasa Tenggara,1,Kab. Serang,2,Kab. Serdang Bedagai,2,Kab. Sukabumi,8,Kab. Tasikmalaya,15,Kab.Bandung,129,Kab.Bekasi,57,Kab.Malang,1,Kab.Samosir,2,Kab.Sergai,5,KAB.SINJAI,5,Kab.Sumedang,8,KABUPATEN SINJAI,3,KABUPATEN SINJAJ,3,Kajen,2,Kalbar,35,Kalimantan Barat,1,kalimantan timur,5,Kalsel,7,Kalteng,40,Kaltim,12,Kampar,7,Kampar Riau,8,Kapuas Hulu,219,Karawang,26,Kec.Ukui,1,Kediri,3,Kendari,2,Kepulauan Riau,5,Kerinci,3,Korupsi,9,Kota Sorong,2,Kotabumi,1,Kotamobagu,10,Kronjo,1,Kuala Kapuas,5,Kuala Tungkal,1,KUDUS,10,Kuningan,117,KUTAI KERTANEGARA,1,Kutai Timur,11,Kutim,1,Labuhan Batu,4,Labura,75,Lahat,12,Lampung,24,Lampung Barat,24,LAMPUNG METRO,29,Lampung Tengah,4,Lampung Timur,216,Lampung Utara,70,LANTAMAL V,3,lebak,3,Lingga,474,Loksado,1,Lombok,4,lotim.berita terkini,23,Lubuk Pakam,4,Lumajang,1,Lumanjang,1,Luwuk,7,Magelang,1,Majalengka,32,makassar,2,Malang,66,Maluku,3,Maluku tengah,2,MAMAJU.RN,2,Manado,7,Manokwari,3,Mauk,2,medan,10,Mekar Baru,1,Mesuji,61,metro,57,Minahasa Selatan,2,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,Mojokerto,143,morowali,1,Muara Belida,1,Muara Enim,74,Musi Banyuasin,10,Nasional,15,Natuna,86,NTB,1,Ogan Ilir,3,Oku Selatan,122,Oku Timur,4,Opini,1,Padang,2,Padang Lawas,11,Pagaralam,9,Pagimana,1,Pakpak Bharat,12,Pakuhaji,2,Palangka raya,193,Palas,8,Palembang,13,Palu,84,Paluta,1,Pandeglang,535,Pangkalpinang,2,Papandayan,1,Papua,3,Parigi,6,Parigi Moutong,7,PARIMO,1,Parlemen,32,PARUNG PANJANG,1,Pasaman,10,Pasuruan,1,Patia,1,PAYAKUMBUH,1,Pekalongan,24,Pekanbaru,123,pelalawan,15,Pematangsiantar,29,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,3,Pendidikan,75,Pilkada,1,Polhukam,145,Politik,1,Pontianak,51,Poso,1,Pulang Pisau,4,Purwakarta,370,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Selebrity,2,Riau,78,Rokan Hilir,9,Sabang,57,Samarinda,21,Sampit,208,sar,1,Sarolangun,73,Selayar,10,Semarang,1,Seram Bagian Barat,1,Serang,14,Serdang Bedagai,32,Sergai,23,Seruyan,4,Sibolga,7,SIDRAP,3,Sigi,20,Simalungun,24,Sinjai,4,Solok Selatan,7,Sorong,28,Subang,32,Sukabumi,51,Sulawesi,2,Sulawesi Selatan,31,sulawesi tengah,30,Sulsel,7,Sulteng,176,Sulut,242,Sumatera Selatan,1,sumba barat,1,Sumbar,16,Sumedang,1,sumsel,4,Sumut,54,Sungai Penuh,1,Takalar,18,Tambraw - RN,1,Tangerang,277,Tanjab Barat,290,Tanjab Timur,15,Tanjung Enim,1,Tapanuli Selatan,1,Tapanuli Tengah,15,Tapanuli Utara,10,Tasikmalaya,42,Tebing Tinggi,62,Tegal,11,Terkini,6556,terkiri,2,Timika,1,Tolitoli,305,Touna,1,Trenggalek,7,Tulang Bawang,7,Tulang Bawang Barat,2,Tulungagung,74,Waisai,4,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Masyrakat Minta penegak Hukum Periksa Tukijan’ Diduga Gelapkan Dana UEP- SP” Desa Tani Makmur.
Masyrakat Minta penegak Hukum Periksa Tukijan’ Diduga Gelapkan Dana UEP- SP” Desa Tani Makmur.
https://2.bp.blogspot.com/-YRcvCc51sU0/W-VIsNjF3YI/AAAAAAABn0c/LrQBduZwo0AZ4Vmy7I1tl6frN9QFWfDaQCLcBGAs/s320/FHOTO.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-YRcvCc51sU0/W-VIsNjF3YI/AAAAAAABn0c/LrQBduZwo0AZ4Vmy7I1tl6frN9QFWfDaQCLcBGAs/s72-c/FHOTO.jpg
RADAR NUSANTARA NEWS
http://www.radarnusantara.com/2018/11/masyrakat-minta-penegak-hukum-periksa.html
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/2018/11/masyrakat-minta-penegak-hukum-periksa.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy