Memasuki 200 Hari Kerja” Kapolda Riau Diduga Gagal Atasi Karhutla.

RN-Pekanbaru, 13 Maret  2019—Tepat 200 hari Irjenpol Widodo Eko Prihastopo menjabat Kapolda Riau, Jikalahari menilai pernyataan Kapolda ...


RN-Pekanbaru, 13 Maret  2019—Tepat 200 hari Irjenpol Widodo Eko Prihastopo menjabat Kapolda Riau, Jikalahari menilai pernyataan Kapolda Riau menantang masyarakat Desa Koto Aman agar melaporkan PT Sekar Bumi Alam Lestari (SBAL) pada kepolisian merupakan bentuk sikap arogansi. Pada 11 Maret 2019, ratusan masyarakat Desa Koto Aman meminta pemerintah menuntaskan konflik lahan seluas 1.500 hektar yang dikuasai oleh PT SBAL di Kampar.
“Pernyataan itu menunjukkan Kapolda Riau tidak memahami agenda reforma agraria yang sedang dicanangkan oleh pemerintah. Bukankah Presiden Jokowi hendak menyelesaikan konflik hutan dan tanah melalui skema Reforma Agraria? Wajar bila masyarakat menuntut janji itu,” kata Made Ali, Koordinator Jikalahari.
“Polda Riau tidak mesti menunggu laporan dari masyarakat. Aksi demonstrasi masyarakat bisa dimaknai sebagai pemberitahuan,” kata Made Ali, Koordinator Jikalahari. Merujuk Peraturan Kapolri (Perkap) No 14 Tahun 2012 tentang manajemen penyidikan tindak pidana menyebut polisi bisa bikin laporan polisi. Laporan polisi adalah laporan tertulis yang dibuat oleh petugas Polri tentang adanya suatu peristiwa yang diduga terdapat pidananya baik yang ditemukan sendiri maupun melalui pemberitahuan yang disampaikan oleh seseorang karena hak dan kewajibannya berdasarkan peraturan perundang-undangan.
“Jikalahari saja sudah melaporkan korporasi dan cukong yang diduga melakukan pidana kehutanan dan lingkungan hidup, hingga detik ini tidak ada progresnya,” kata Made Ali Koordinator Jikalahari.Sejak 2016 Jikalahari melaporkan kejahatan korporasi:Pertama, laporan 33 korporasi bersama KRR dugaan tindak pidana penggunaan kawasan huan dan lahan secara illegal oleh 33 korporasi perkebunan kelapa sawit.
Kedua, laporan 49 korporasi diduga pelaku pembakaran hutan dan lahan pada 2014 – 2016 yang dilaporkan Eyes on the Forest pada 18 November 2016 l. EoF menemukan areal 29 korporasi HTI dan 20 korporasi sawit terbakar pada 2014 – 2016. Temuan EoF, areal korporasi kembali terbakar dan ditanami kembali sawit dan akasia.
Ketiga, laporan masyarakat Desa Sotol bersama Jikalahari terhadap dugaan tindak pidana kehutanan yang dilakukan oleh PT Mitra Unggul Pusaka (Asian Agri grup, milik Sukanto Tanoto) yang dilaporkan pada 28 Februari 2018. PT MUP melakukan penanaman sawit di dalam kawasan hutan dengan fungsi Hutan Produksi Tetap (HP).
Progres lainnya, janji Kapolda Riau ingin menuntaskan karhutla juga tidak terlihat sejak dilantik sebagai Kapolda Riau pada 20 Agustus 2018.  Selama 200 hari Polda Riau dipimpin Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo tidak menunjukkan progres dalam penegakan hukum terhadap pelaku karhutla terlebih korporasi sehingga kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi sejak Januari 2019. Menurut data BPBD kebakaran hutan dan lahan di Riau sudah mencapai 1.686,41 hektar, karhutla tertinggi terjadi di Bengkalis lebih 900-an hektar, disusul Rokan Hilir 252 hektar, Meranti 187 hektar, Dumai 122 hektar, Meranti 187 hektar, Dumai 122 hektar, siak 68,25 hektar.
Pantauan Jikalahari dari 20 Agustus 2018 – 10 Maret 2019 menunjukan areal terbakar juga berada di dalam korporasi. Terdapat 223 titik hotspot dengan confidence > 70% yang berpotensi menjadi titik api.
Di areal korporasi HTI, hotspot paling banyak di PT Inhil Hutani Pratama (59 titik) PT Sumatera Riang Lestari (52 titik), PT Rimba Rokan Lestari (34 titik), PT Perkasa Baru (27 titik), PT Satria Perkasa Agung (8 titik), PT Rimba Rokan Perkasa (7 titik), PT RAPP (7 titik), PT Triomas FDI (3 titik), PT Arara Abadi (3 titik), sedangkan korporasi sawit PT Langgam Inti Hibrido (2 titik), PT Safari Riau (1 titik) dan PT Sarpindo Graha Sawit Tani (1 titik)
Untuk itu Jikalahari merekomendasikan kepada Presiden Joko Widodo untuk segera mengevaluasi kinerja Kapolri Tito Karnavian karena gagal mengimplmentasikan penegakan hukum karhutla terhadap korporasi di Riau hingga karhutla dan polusi asap kembali melanda warga Riau.Lalu, Kapolri Tito Karnavian mengganti Kapolda Riau Irjenpol Widodo Eko Prihastopo karena bersikap arogan dan gagal menghentikan karhutla dari sisi penegakan hukum.
( Sumber, Jikalahari.or.id.)

COMMENTS

Nama

.berita terkini,1848,.beritaterkini,1,Aceh,10,ACEH SINGKIL,77,Aceh Tamiang,22,Aceh Tengah,59,Aekkanopan,3,ambon,2,BALAESANG,1,BALIKPAPAN,2,balut.berita terkini,2,Banda Aceh,3,Bandung,43,banggai,1,Bangka Belitung,2,Bangka Tengah,1,bangkep,1,BANGKEP - RN,1,Bangun Purba,1,Banjar,14,Banjarnegara,1,bantaeng,1,Banten,15,Banyuasin,5,Banyumas,10,Banyuwangi,29,Barru,1,Batam,68,batang,2,Bekasi,326,bekasi terkini,1,Belitung,44,Beltim,76,Bener Meriah,111,BENGKALIS,5,Bengkayang,24,BENGKULU SELATAN,6,BER,3,BERI,1,berita,1,Berita terkini,1689,Bintan,8,Blitar,4,BNN,1,Bogor,158,Bola,1,bolmong,128,bolmong utara,1,BOLNONG,1,boltim,9,BOYOLALI,1,Brebes,45,Bukit Tinggi,27,Buol,41,Ciamis,13,Cianjur,2,Cibinong,1,Cikarang,16,Cilacap,5,Cilegon,6,Cileungsi,41,Cimahi,20,Cirebon,218,Cirebon Kota,1,Dabo Singkep,148,Daerah,6365,Dairi,74,Deli Serdang,6,Depok,96,derah,4,Dolok,4,Doloksanggul,5,Donggala,2,DPRD Kab. Bekasi,10,DPRD Kota Bekasi,6,Dumoga,21,Dumoga Utara,1,Ekonomi,3,Garut,22,Gowa,3,Gunung Putri,2,Hukum,11,indralaya,9,Indramayu,7,Jabar,6,jaka,1,Jakarta,244,Jambi,24,JATIM,1,Jawa Barat,8,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,7,Jayapura,1,Jember,2,Jeneponto,1,Jepara,51,Jombang,3,kab,2,Kab. Bogor,8,Kab. Brebes,3,Kab. Kuningan,7,Kab. Minahasa Tenggara,1,Kab. Serang,2,Kab. Serdang Bedagai,2,Kab. Sukabumi,9,Kab. Tasikmalaya,15,Kab.Bandung,145,Kab.Bekasi,57,KAB.BOGOR.BERITA TERKINI,1,Kab.Malang,1,Kab.Samosir,2,Kab.Sergai,5,KAB.SINJAI,5,kab.sorong,1,Kab.Sumedang,10,KABUPATEN SINJAI,3,KABUPATEN SINJAJ,3,Kajen,2,Kalbar,35,Kalimantan Barat,1,kalimantan timur,10,Kalsel,7,Kalteng,40,Kaltim,13,Kampar,9,Kampar Riau,17,Kapuas Hulu,233,Karawang,31,Kec.Ukui,1,Kediri,3,Kendari,2,KEPRI,1,Kepulauan Riau,8,Kerinci,4,Korupsi,9,Kota Sorong,3,Kotabumi,1,KOTAMIBAGU,1,Kotamobagu,18,Kronjo,1,Kuala Kapuas,5,Kuala Tungkal,3,KUDUS,25,Kuningan,139,KUTAI KERTANEGARA,4,Kutai Timur,12,Kutim,1,Labuhan Batu,4,Labura,128,Lahat,12,Lampung,35,Lampung Barat,24,LAMPUNG METRO,105,Lampung Tengah,4,Lampung Timur,459,Lampung Utara,73,LANTAMAL V,3,lebak,8,LIMAPULUHKOTA,1,Lingga,543,Loksado,1,Lombok,4,lombok timur,3,lotim.berita terkini,33,Lubuk Pakam,4,Lumajang,1,Lumanjang,1,Luwuk,7,Magelang,1,Majalengka,36,makassar,3,Malang,93,Maluku,3,Maluku tengah,2,MAMAJU.RN,2,MAMASA,1,Manado,7,Manokwari,4,Mauk,2,medan,16,Mekar Baru,1,MERANTI,15,Mesuji,65,metro,66,metro lampung,4,Minahasa,1,Minahasa Selatan,2,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,Mojokerto,167,morowali,2,Muara Belida,1,Muara Enim,74,Musi Banyuasin,10,Nasional,15,Natuna,93,NTB,4,Ogan Ilir,3,Oku Selatan,199,Oku Timur,5,Opini,1,Padang,2,Padang Lawas,14,Pagaralam,9,Pagimana,1,Pakpak Bharat,12,Pakuhaji,2,Palangka raya,193,Palas,11,palelawan,3,Palembang,32,Palu,91,Paluta,36,pande,1,Pandeglang,571,Pangkalpinang,2,Papandayan,1,Papua,3,PAPUA BARAT,4,Parigi,6,Parigi Moutong,12,PARIMO,1,Parlemen,32,PARUNG PANJANG,1,Pasaman,11,Pasuruan,1,PATI,14,Patia,1,PAYAKUMBUH,1,Pekalongan,24,Pekanbaru,142,Pekanbaru Riau,15,pelalawan,22,Pematangsiantar,29,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,6,Pendidikan,78,Pilkada,1,PIPIKORO,1,Polhukam,149,Politik,1,Pontianak,62,Poso,1,Pulang Pisau,4,purbalingga,2,Purwakarta,474,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Selebrity,2,Riau,87,Rokan Hilir,9,Sabang,57,Samarinda,22,Sampit,253,sar,1,Sarolangun,80,Selayar,10,selong,2,Semarang,1,Seram Bagian Barat,1,Serang,38,Serdang Bedagai,32,Sergai,24,Seruyan,4,Sibolga,7,SIDRAP,14,Sigi,22,Simalungun,26,Singaparna,2,Sinjai,4,SOLOK,3,Solok Selatan,7,Sorong,45,Subang,39,Sukabumi,76,Sulawesi,2,Sulawesi Selatan,31,sulawesi tengah,38,Sulsel,7,Sulteng,178,Sulut,243,Sumatera Selatan,1,SUMATERA UTARA,1,sumba barat,1,Sumbar,20,Sumedang,2,sumsel,6,Sumut,55,Sungai Penuh,1,Takalar,22,Tambraw - RN,5,Tangerang,348,Tanjab Barat,343,Tanjab Timur,35,Tanjung Enim,1,TANJUNG PINANG,2,Tapanuli Selatan,1,Tapanuli Tengah,15,Tapanuli Utara,10,Tasikmalaya,50,Tebing Tinggi,62,Tegal,12,Teminabuan,2,ter,1,Terkini,6723,terkiri,4,Timika,1,Tolitoli,451,TOMOHON,1,Touna,1,Trenggalek,11,Tulang Bawang,10,Tulang Bawang Barat,7,Tulungagung,114,Waisai,5,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Memasuki 200 Hari Kerja” Kapolda Riau Diduga Gagal Atasi Karhutla.
Memasuki 200 Hari Kerja” Kapolda Riau Diduga Gagal Atasi Karhutla.
https://3.bp.blogspot.com/-vFylFDZP5ZE/XIoW2P3dx4I/AAAAAAABt8I/ujZWGMP4q5gSSbS80ivBpNfGBiPbLHBQACLcBGAs/s320/reiau.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-vFylFDZP5ZE/XIoW2P3dx4I/AAAAAAABt8I/ujZWGMP4q5gSSbS80ivBpNfGBiPbLHBQACLcBGAs/s72-c/reiau.jpg
RADAR NUSANTARA NEWS
http://www.radarnusantara.com/2019/03/memasuki-200-hari-kerja-kapolda-riau.html
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/2019/03/memasuki-200-hari-kerja-kapolda-riau.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy