Bupati Kerinci segera tuntaskan, terkait lahan perkebunan karet milik warga diserobot secara paksa pihak Yayasan dan Lembaga Adat

KERINCI, RN Akibat ulah oknum pihak Yayasan yang berkerja sama dengan mengatasnama Lembaga Adat Tiga (3) Desa, Desa Kotabaru,  Desa Talan...

KERINCI, RN
Akibat ulah oknum pihak Yayasan yang berkerja sama dengan mengatasnama Lembaga Adat Tiga (3) Desa, Desa Kotabaru,  Desa Talang Kemulun,  Desa Sanggarang Agung Kecamatan Danau Kerinci Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi,   terlihat pihak tersebut seolah olah tidak mengikuti peraturan dan perundangan (UUD 1945) dianggap angin lalu,  karena sistim kerja yang dilakukan sampai saat sekarang tidak bertanggung jawab terkait mencerobot lahan perkebunan karet milik warga masyarakat .

Ucapan yang dikatakan pemilik   sampai matipun saya tidak rela lahan perkebunan karet mililnya  untuk dijadikan  lokasi pembangunan pasantren, karena cara kerja pihak yang terkait prilakunya tidak sesuai dengan ajaran Agama Islam,  kata pemilik lahan.

Menurut hemat awak media sesuai hasil pantauan dilapangan , Kuat dugaan  ada indikasi permainan Oknum Pengurus Yayasan serta Kades Kotabaru tersebut diduga ada indikasi   kepentingan pribadi dalam suatu kedudukan atau jabatan kepengurusan Yayasan.

Karena Lokasi Pembangunan Sekolah Pasantren tersebut  terletak di Bukit peyapun Desa Talang Kemulun , hal ini yang menjadi tanda tanya kok mengapa Kepala Desa itu tidak dilibatkan rencana pembangunan pasantren,  pada hal lokasi pembangunan tersebut dalam kawasan Desanya , malah dikuasai oleh Kades Kotabaru. 

 Kejadian seperti ini perlu adanya  perhatian dari Bupati selaku Kepala Daerah maupun pihak penegak Hukum   untuk dapat menindak oknum Pengurus Yayasan serta Oknum Ketua Lembaga Adat   serta Kadesnya  ,yang tidak manusiawi serta melanggar Norma Adat maupun Norma Hukum.

Menurut hasil pantauan awak media radarnusantara belum lamaini dilapangan terlihat Ketua Lembaga Adat Desa Kota Baru Saudara Zarwin terkesan  tidak ada niat baik untuk menyelesaikan persoalan tersebut,  seolah olah menunjukan kehebatan dirinya,  diduga pihak oknum tertentu menentang Hukum yang berlaku.

Namun sangat disayangkan sudah dua kali dilakukan pertemuan,  dirumah Bendahara Yayasan dan dirumah Kepala desa Kota baru,  tapi anehnya Ketua Lembaga Adat mengatasnama Tiga desa tersebut tidak hadir dalam pertuan rapat , dengan alasan  yang tidak jelas.

Hal seperti ini  tidak pantas dilakukan terhadap warga masyarakat kecil,  lagi buta hukum,  seharusnya pihak Ketua Lembaga Adat maupun pihak pemerintah Desa melindungi warganya  bukan melakukan secara dipaksaan kehendak yang merugikan orang lain.

Harapan pemilik lahan perkebunan karet serta  masyarakat sangat mengharapkan kedatangan pihak istansi yang terkait , terutma Bupati Kabupaten Kerinci maupun pihak penegak Hukum baik dari Kabupaten maupun dari
Propinsi agar dapat mengusut dan menindak oknum  oknum yang suka menindas masyarakat kecil, serta menciptakan suasana keributan .

Menurut ketetangan Wijaya yang merasa dirugikan mengatakan pada Radarnusantara terkait perkebunan karet miliknya lebihkurang dua Hektar sudah  7 bulan lamanya,   sampai saat sekarang ini belum ada respon dari pihak tersebut  , pada hal lahan kita digusur secara paksa oleh pihak oknum Yayasan bekerjasama dengan Ketua Adat dan Kades Kota baru.

 Lahan perkebunan karet miliknya digusur tampa kompromi dengan pemilik ,  ,hal ini akan  bisa membuat suasana keributan kapan saja , karena pihaknya  yang merasa dirugikan , mereka meminta pertanggung jawaban  terhadap oknum tertentu , baik secara miniasi maupun secara Hukum yang berlaku.

Sewaktu Awak media  melakukan konpirmasi dengan Ketua Adat Desa Talang Kemulun M.Kamel ,BA, dikediamannya mengatakan dirinya sangat kecewa terhadap Ketua Adat Desa Kotabaru Zarwin tidak menunjukan jati dirinya seorang Ketua Adat yang memiliki seorang kepimpinan , apa yang dilakukan oleh orang tersebut itu tidak sesuai dengan ajaran Agama maupun Hukum yang berlaku.

M.Kamel juga telah membuat surat secara tertulis dan diketahui oleh Kepala Desa Talang Kemulun   syaipul Anuar  tidak setuju sistim kerja Ketua Adat Desa Kota Baru secara paksa menggusur Lahan perkebunan karet milik warganya tampa seijin pemilik.

Begitu juga dikatakan Tokoh masyarakat Desa Sanggarang Agung Zaini   dikediamannya mengatakan terkait Ketua Adat Desa Kotabaru sangat memalukan sistim pelayanan terhadap warga masyarakat , hal seperti ini sebenarnya harus kita puang jauh jauh  dalam pikiran otak kita yang kotor.

Kita harus menunnjukkan jati diri kita selaku ketua Adat yang dihormati orang banyak , bukan prilaku seperti ini , kita harus memberi contoh yang sipat membangun dan mendidik , bukan sifat menciptakan suasana keributan, kita harus menyelesaikan persoalan yang terjadi dalam Desa, bukan meruncingkan permasalahan. 

zam

COMMENTS

Nama

.berita terkini,5932,.beritaterkini,3,Aceh,10,ACEH SINGKIL,78,Aceh Tamiang,23,Aceh Tengah,102,ACEH TIMUR,1,Aekkanopan,7,agam,2,ambon,2,AS,1,babel,1,BALAESANG,1,BALIKPAPAN,5,balut.berita terkini,3,Banda Aceh,5,Bandung,61,Bandung Barat,10,banggai,1,Bangka Belitung,4,Bangka Tengah,1,bangkep,1,BANGKEP - RN,1,Bangun Purba,1,Banguwangi,1,Banjar,14,Banjarnegara,6,bantaeng,6,Banten,27,Banyuasin,5,Banyumas,10,Banyuwangi,52,Barru,1,Batam,74,batang,3,BATU,1,Bekasi,526,bekasi terkini,1,Belitung,97,Beltim,96,Bener Meriah,213,BENGKALIS,7,Bengkayang,32,BENGKULU,1,BENGKULU SELATAN,8,BER,3,BERI,1,beriita terkini,1,berita,1,Berita terkini,2253,berita terkinia,1,berita terkink,1,berita tetkini,1,Bintan,8,Blitar,6,BNN,1,Bogor,203,BOGOR TIMUR,28,Bola,1,BOLAANG MONGONDOW,1,bolmong,145,bolmong utara,1,bolmut,1,BOLNONG,1,bolsel,1,boltim,11,BOYOLALI,1,Brebes,49,Bukit Tinggi,41,Buol,79,Ciamis,14,Cianjur,4,Cibinong,1,Cikarang,26,cikarang utara,1,Cilacap,6,Cilegon,8,Cileungsi,41,Cimahi,123,Cirebon,258,Cirebon Kota,1,Dabo Singkep,265,Daerah,6606,Daik Lingga,2,Dairi,112,Deli Serdang,7,Depok,200,derah,4,Dolok,4,Doloksanggul,12,Donggala,38,DPRD Kab. Bekasi,10,DPRD Kota Bekasi,22,Dumoga,38,Dumoga Utara,1,Ekonomi,3,EMPAT LAWANG,2,fakta,1,Garut,26,gorontalo,1,Gowa,12,Gresik,1,Gunung Putri,2,Hukum,11,INDRA,1,indralaya,18,Indramayu,12,Jabar,7,jaka,1,Jakarta,338,jakarta selatan,2,Jambi,107,JATIM,1,Jawa Barat,8,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,7,Jayapura,1,Jember,2,Jeneponto,1,Jepara,79,Jombang,3,kab,2,Kab 50 Kota,3,Kab. Bandung,90,Kab. Bogor,15,Kab. Brebes,3,KAB. KARO,2,Kab. Kuningan,9,kab. langkat,1,kab. malang,1,Kab. Minahasa Tenggara,1,Kab. Serang,2,Kab. Serdang Bedagai,2,Kab. Sukabumi,10,kab. tangerang,4,Kab. Tasikmalaya,17,Kab.Bandung,162,Kab.Bekasi,61,KAB.BOGOR.BERITA TERKINI,1,Kab.Malang,3,Kab.Samosir,2,Kab.Sergai,5,KAB.SINJAI,5,kab.sorong,1,Kab.Sumedang,10,Kab.Tangerang,2,KABANJAHE,1,KABUPATEN SINJAI,3,KABUPATEN SINJAJ,3,Kajen,2,Kalbar,197,Kalimantan Barat,9,kalimantan timur,14,Kalsel,7,Kalteng,91,Kaltim,19,Kampar,22,Kampar Riau,45,Kapuas Hulu,236,Karawang,62,KARIMUN,1,KARIMUN - RN,1,KARO,24,KATINGAN,1,Kec.Ukui,1,Kediri,7,Kendari,2,KEPRI,1,Kepulauan Riau,9,Kerinci,20,KOBAR,1,Korupsi,9,KOTA BATU,1,KOTA KOTOMOBAGU,1,KOTA MANNA,1,Kota Sorong,7,Kotabumi,1,KOTAMIBAGU,1,Kotamobagu,23,KOTAWARINGIN TIMUR,1,KOTIM,4,Kronjo,1,Kuala Kapuas,5,kuala lumpur,1,Kuala Tungkal,5,KUDUS,45,Kuningan,180,KUTAI KERTANEGARA,5,Kutai Timur,12,Kutim,1,Labuhan Batu,4,Labura,251,Lahat,13,LAMBATA,1,Lamongan,1,Lampung,38,Lampung Barat,24,LAMPUNG METRO,105,Lampung Tengah,4,Lampung Timur,460,Lampung Utara,74,langkat,1,LANTAMAL V,3,lebak,10,LEMBATA,6,LIMAPULUHKOTA,1,Lingga,600,Loksado,1,Lombok,4,lombok timur,6,LOTIM,8,lotim.berita terkini,37,LUBUK LINGGAU,2,Lubuk Pakam,4,lubuk sikaping,1,lubuklinggau,2,lubuksikapaing,1,LUBUKSIKAPING,1,Lumajang,1,Lumanjang,1,Luwuk,7,m,1,Magelang,1,Majalengka,75,makassar,16,Malang,138,Maluku,3,Maluku tengah,2,MAMAJU.RN,3,MAMASA,25,MAMUJU,15,Manado,10,Manokwari,4,Mauk,2,medan,33,Mekar Baru,1,merangin,48,MERANTI,254,Mesuji,72,metro,155,metro lampung,5,Minahasa,3,Minahasa Selatan,2,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,Mojokerto,225,monokwari,1,morowali,4,Muara Belida,1,muara bungo,2,Muara Enim,77,Musi Banyuasin,10,MUSI RAWAS,2,Nasional,15,Natuna,93,NTB,11,NTT,5,Ogan Ilir,7,Oku Selatan,300,Oku Timur,28,Opini,4,Padang,2,Padang Lawas,14,Pagaralam,14,Pagimana,1,Pakpak Bharat,12,Pakuhaji,2,Palangka raya,198,Palas,23,palelawan,4,Palembang,40,Palu,102,Paluta,51,pande,1,Pandeglang,655,pangkalanbun,1,Pangkalpinang,8,Papandayan,1,Papua,4,PAPUA BARAT,12,Parigi,6,Parigi Moutong,13,PARIMO,2,Parlemen,32,PARUNG PANJANG,1,Pasaman,12,Pasuruan,1,PATI,42,Patia,1,PAYAKUMBUH,3,Pekalongan,24,Pekanbaru,168,Pekanbaru Riau,41,pelalawan,22,Pematangsiantar,36,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,6,Pendidikan,80,PESISIR SELATAN,1,Pilkada,1,pintianak,1,PIPIKORO,1,Polhukam,154,Politik,2,Pontianak,248,Poso,2,Pringsewu,24,Pulang Pisau,4,pulpis,1,purbalingga,3,Purwakarta,792,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Artikel,4,Radar Selebrity,2,Riau,124,rokan,1,Rokan Hilir,12,rokan hulu,1,Sabang,57,Samarinda,47,sambilan,1,SAMPI,1,Sampit,378,sar,1,Sarolangun,209,SELAT PANJANG,4,SELATPANJANG,1,Selayar,10,selong,2,Semarang,5,SEMOGA,1,Seram Bagian Barat,1,Serang,58,Serdang Bedagai,32,Sergai,26,Seruyan,7,SIAK,2,Sibolga,7,SIDRAP,14,Sigi,54,Simalungun,35,Singaparna,5,SINGKEP BARAT,1,Sinjai,4,SOLOK,3,Solok Selatan,8,Sorong,53,Subang,141,SUKABUM,1,Sukabumi,129,Sulawesi,2,Sulawesi Selatan,32,sulawesi tengah,46,Sulbar,29,Sulsel,11,Sulteng,185,Sulut,257,Sumatera Selatan,1,SUMATERA UTARA,1,SUMB,1,sumba barat,1,Sumbar,37,Sumedang,6,sumsel,15,Sumut,61,Sungai Penuh,1,Takalar,36,TAMBANG,1,Tambraw,3,Tambraw - RN,6,tanah datar,1,Tanah Karo,6,Tangerang,365,Tangerang Selatan,3,Tanjab Barat,492,Tanjab Timur,52,tanjung balai,1,Tanjung Enim,1,TANJUNG PINANG,6,Tapanuli Selatan,1,Tapanuli Tengah,15,Tapanuli Utara,10,tapung,3,tarutung,1,Tasikmalaya,71,Tebing Tinggi,62,Tegal,12,Teminabuan,5,Tenggarong,1,ter,1,Terkini,6791,terkiri,4,Timika,1,Toabo,1,tolitol,2,Tolitoli,782,tolotoli,1,TOMOHON,4,Touna,1,Trenggalek,11,Tulang Bawang,11,Tulang Bawang Barat,7,Tulungagung,198,Waisai,5,Yogyakarta,2,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Bupati Kerinci segera tuntaskan, terkait lahan perkebunan karet milik warga diserobot secara paksa pihak Yayasan dan Lembaga Adat
Bupati Kerinci segera tuntaskan, terkait lahan perkebunan karet milik warga diserobot secara paksa pihak Yayasan dan Lembaga Adat
https://1.bp.blogspot.com/-2TGedQcfgJU/XaO8DtZHmrI/AAAAAAAB7Ow/Q3JUH_Kkqq8iPJv8W1crLL1IY8fKFX0oQCLcBGAsYHQ/s320/WhatsApp%2BImage%2B2019-10-13%2Bat%2B22.07.59.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-2TGedQcfgJU/XaO8DtZHmrI/AAAAAAAB7Ow/Q3JUH_Kkqq8iPJv8W1crLL1IY8fKFX0oQCLcBGAsYHQ/s72-c/WhatsApp%2BImage%2B2019-10-13%2Bat%2B22.07.59.jpeg
RADAR NUSANTARA NEWS
http://www.radarnusantara.com/2019/10/bupati-kerinci-segera-tuntaskan-terkait.html
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/2019/10/bupati-kerinci-segera-tuntaskan-terkait.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy