Waralaba Menjamur Pedagang Kelontongan Semakin Terjepit.

Pandeglang, RN Belakangan ini Waralaba semakin banyak bermunculan layaknya jamur yang tumbuh di musim hujan. Bisnis Minimarket ini tidak...


Pandeglang, RN
Belakangan ini Waralaba semakin banyak bermunculan layaknya jamur yang tumbuh di musim hujan. Bisnis Minimarket ini tidak hanya beroperasi di kota besar, tetapi juga merambah ke kota kecil, bahkan sampai ke wilayah perumahan atau perkampungan.

Di Kabupaten Pandeglang , Provinsi Banten , puluhan minimarket berkembang pesat dengan jumlah konsumen dari waktu ke waktu semakin bertambah. Maraknya bisnis niaga ini berkaitan dengan mudahnya perizinan yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang.

Apabila pendiriannya tidak diatur dan dibatasi, nasib toko kelontong dan warung-warung kecil akan terancam gulung tikar karena konsumen lebih memilih berbelanja di minimarket dengan alasan harganya lebih murah dan stok barang selalu baru serta suasananya nyaman. Hal nya Waralaba  yang ada di Kacamatan Labuan , kurang lebih sekitar 12 Minimarket, antara lain Indomart, Alfamart dan Alfamidi.

Ditemui di ruang kerjanya, Pemerhati Kebijakan Pemerintah Kabupaten Pandeglang  Samsul Bahri SH mengatakan, jika usaha minimarket tidak dibatasi jumlahnya, usaha dagang rakyat yang masih dikelola secara tradisional bakalan terancam bangkrut. Padahal, warung dan toko-toko kecil adalah sumber penghasilan utama masyarakat kelas menengah ke bawah.

 ”Minimarket adalah bahaya laten yang akan membunuh perekonomian rakyat sedikit demi sedikit”. Ujarnya.

Untuk itu Pemkab Pandeglang harus membuat raperda yang mengatur pendirian usaha waralaba khususnya minimarket karena kemudahan izin operasi usaha minimarket hanya menguntungkan para pemodal sementara usaha pribumi semakin telantar.

Sementara itu, dari pihak usaha kecil,
Wanita paruh baya ini berharap rintihan mereka didengar oleh para pembuat kebijakan agar masyarakat yang menggantungkan nasibnya dibalik etalase toko kecil tidak kian merana, ia juga yang mewakili jeritan suara para pemilik toko kelontong menyatakan sejak mininimarket berkembang pesat di wilayah Labuan, sehingga omzet penjualannya turun drastis hingga 50 persen.

”Kalau begini terus usaha saya bakalan gulung tikar,” keluhnya. ***(Hadi).
.

COMMENTS

Nama

.berita terkini,3024,.beritaterkini,2,Aceh,10,ACEH SINGKIL,77,Aceh Tamiang,22,Aceh Tengah,64,Aekkanopan,3,ambon,2,BALAESANG,1,BALIKPAPAN,5,balut.berita terkini,2,Banda Aceh,4,Bandung,54,Bandung Barat,1,banggai,1,Bangka Belitung,3,Bangka Tengah,1,bangkep,1,BANGKEP - RN,1,Bangun Purba,1,Banjar,14,Banjarnegara,4,bantaeng,2,Banten,21,Banyuasin,5,Banyumas,10,Banyuwangi,30,Barru,1,Batam,69,batang,3,Bekasi,373,bekasi terkini,1,Belitung,52,Beltim,80,Bener Meriah,120,BENGKALIS,5,Bengkayang,25,BENGKULU SELATAN,6,BER,3,BERI,1,berita,1,Berita terkini,1775,Bintan,8,Blitar,4,BNN,1,Bogor,173,BOGOR TIMUR,2,Bola,1,bolmong,133,bolmong utara,1,BOLNONG,1,boltim,9,BOYOLALI,1,Brebes,46,Bukit Tinggi,29,Buol,59,Ciamis,14,Cianjur,2,Cibinong,1,Cikarang,19,Cilacap,6,Cilegon,7,Cileungsi,41,Cimahi,60,Cirebon,234,Cirebon Kota,1,Dabo Singkep,187,Daerah,6406,Daik Lingga,1,Dairi,80,Deli Serdang,7,Depok,147,derah,4,Dolok,4,Doloksanggul,6,Donggala,3,DPRD Kab. Bekasi,10,DPRD Kota Bekasi,14,Dumoga,25,Dumoga Utara,1,Ekonomi,3,Garut,24,Gowa,8,Gresik,1,Gunung Putri,2,Hukum,11,indralaya,11,Indramayu,7,Jabar,7,jaka,1,Jakarta,282,jakarta selatan,2,Jambi,31,JATIM,1,Jawa Barat,8,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,7,Jayapura,1,Jember,2,Jeneponto,1,Jepara,62,Jombang,3,kab,2,Kab. Bandung,9,Kab. Bogor,13,Kab. Brebes,3,Kab. Kuningan,8,Kab. Minahasa Tenggara,1,Kab. Serang,2,Kab. Serdang Bedagai,2,Kab. Sukabumi,10,kab. tangerang,4,Kab. Tasikmalaya,15,Kab.Bandung,156,Kab.Bekasi,57,KAB.BOGOR.BERITA TERKINI,1,Kab.Malang,2,Kab.Samosir,2,Kab.Sergai,5,KAB.SINJAI,5,kab.sorong,1,Kab.Sumedang,10,Kab.Tangerang,2,KABUPATEN SINJAI,3,KABUPATEN SINJAJ,3,Kajen,2,Kalbar,47,Kalimantan Barat,9,kalimantan timur,13,Kalsel,7,Kalteng,40,Kaltim,15,Kampar,11,Kampar Riau,28,Kapuas Hulu,236,Karawang,31,KARIMUN - RN,1,Kec.Ukui,1,Kediri,5,Kendari,2,KEPRI,1,Kepulauan Riau,9,Kerinci,4,Korupsi,9,Kota Sorong,5,Kotabumi,1,KOTAMIBAGU,1,Kotamobagu,18,Kronjo,1,Kuala Kapuas,5,Kuala Tungkal,5,KUDUS,29,Kuningan,147,KUTAI KERTANEGARA,4,Kutai Timur,12,Kutim,1,Labuhan Batu,4,Labura,162,Lahat,12,Lamongan,1,Lampung,38,Lampung Barat,24,LAMPUNG METRO,105,Lampung Tengah,4,Lampung Timur,460,Lampung Utara,74,LANTAMAL V,3,lebak,8,LIMAPULUHKOTA,1,Lingga,545,Loksado,1,Lombok,4,lombok timur,6,LOTIM,4,lotim.berita terkini,37,Lubuk Pakam,4,Lumajang,1,Lumanjang,1,Luwuk,7,Magelang,1,Majalengka,45,makassar,7,Malang,104,Maluku,3,Maluku tengah,2,MAMAJU.RN,3,MAMASA,8,Manado,9,Manokwari,4,Mauk,2,medan,20,Mekar Baru,1,MERANTI,17,Mesuji,70,metro,94,metro lampung,5,Minahasa,3,Minahasa Selatan,2,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,Mojokerto,188,morowali,2,Muara Belida,1,Muara Enim,74,Musi Banyuasin,10,Nasional,15,Natuna,93,NTB,7,Ogan Ilir,3,Oku Selatan,232,Oku Timur,5,Opini,1,Padang,2,Padang Lawas,14,Pagaralam,10,Pagimana,1,Pakpak Bharat,12,Pakuhaji,2,Palangka raya,193,Palas,17,palelawan,3,Palembang,33,Palu,97,Paluta,36,pande,1,Pandeglang,615,Pangkalpinang,2,Papandayan,1,Papua,3,PAPUA BARAT,4,Parigi,6,Parigi Moutong,12,PARIMO,1,Parlemen,32,PARUNG PANJANG,1,Pasaman,11,Pasuruan,1,PATI,18,Patia,1,PAYAKUMBUH,2,Pekalongan,24,Pekanbaru,143,Pekanbaru Riau,19,pelalawan,22,Pematangsiantar,33,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,6,Pendidikan,78,Pilkada,1,PIPIKORO,1,Polhukam,149,Politik,1,Pontianak,86,Poso,1,Pringsewu,24,Pulang Pisau,4,purbalingga,3,Purwakarta,577,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Artikel,3,Radar Selebrity,2,Riau,90,Rokan Hilir,11,Sabang,57,Samarinda,22,Sampit,269,sar,1,Sarolangun,114,Selayar,10,selong,2,Semarang,4,Seram Bagian Barat,1,Serang,47,Serdang Bedagai,32,Sergai,24,Seruyan,4,Sibolga,7,SIDRAP,14,Sigi,36,Simalungun,29,Singaparna,3,SINGKEP BARAT,1,Sinjai,4,SOLOK,3,Solok Selatan,8,Sorong,45,Subang,78,Sukabumi,90,Sulawesi,2,Sulawesi Selatan,31,sulawesi tengah,44,Sulbar,16,Sulsel,8,Sulteng,178,Sulut,257,Sumatera Selatan,1,SUMATERA UTARA,1,sumba barat,1,Sumbar,21,Sumedang,3,sumsel,6,Sumut,55,Sungai Penuh,1,Takalar,26,Tambraw,3,Tambraw - RN,6,Tangerang,365,Tangerang Selatan,2,Tanjab Barat,399,Tanjab Timur,45,Tanjung Enim,1,TANJUNG PINANG,5,Tapanuli Selatan,1,Tapanuli Tengah,15,Tapanuli Utara,10,tarutung,1,Tasikmalaya,60,Tebing Tinggi,62,Tegal,12,Teminabuan,5,Tenggarong,1,ter,1,Terkini,6723,terkiri,4,Timika,1,Toabo,1,Tolitoli,546,TOMOHON,4,Touna,1,Trenggalek,11,Tulang Bawang,11,Tulang Bawang Barat,7,Tulungagung,138,Waisai,5,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Waralaba Menjamur Pedagang Kelontongan Semakin Terjepit.
Waralaba Menjamur Pedagang Kelontongan Semakin Terjepit.
https://3.bp.blogspot.com/-bkIZJDMI0y8/XBdOe5L3YWI/AAAAAAAARoM/EKhZMjxXTcg_-Mdt0-I2SYO4O2JUvJkMgCLcBGAs/s1600/IMG-20181217-WA0017.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-bkIZJDMI0y8/XBdOe5L3YWI/AAAAAAAARoM/EKhZMjxXTcg_-Mdt0-I2SYO4O2JUvJkMgCLcBGAs/s72-c/IMG-20181217-WA0017.jpg
RADAR NUSANTARA NEWS
https://www.radarnusantara.com/2018/12/waralaba-menjamur-pedagang-kelontongan.html
https://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/2018/12/waralaba-menjamur-pedagang-kelontongan.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy