H. Mohammad Zen : Berjuanglah, Puasa Sebagai Investasi.

Jakarta, Radar Nusantara Kerinduan setelah lama tidak berjumpa terobati dalam kehangatan cengkerama sambil menikmati jawadah tradisio...





Jakarta, Radar Nusantara
Kerinduan setelah lama tidak berjumpa terobati dalam kehangatan cengkerama sambil menikmati jawadah tradisional Sunda Banten diantaranya pais lauk, keukeus daun tangkil, sambel delan, dan lalab jengkol dalam acara buka bersama alumni dan anggota HMB , Jumat, 17 Mei 2019 di Aula Asrama HMB Jakarta.

Setelah buka, kegiatan dilanjutkan dengan shalat maghrib dan tarawih. Tarawih di HMB so pasti dipilih yang paling khusyuk, singkat dan padat, 11 rokaat. Namun demikian, disela terawih terdapat taushiyah yang kocak yang disampaikan oleh Almukarrom H. Ustadz Mohammad Zen.

Mohammad Zen mengambil kesempatan bertausyiah dengan tajuk "Puasa Sebagai Investasi". Ia memulai dengan sebuah perumpamaan. Disebutnya mahluk hidup bernama belut. Ia menganalogikan ikan belut sebagai perbandingan generasi muda zaman dulu dan masa kini.

Dulu, ujarnya, cita rasa belut sangatlah lezat. Namun sekarang tidaklah lagi. Penampilan bisa sama, namun rasa, tekstur, dan aroma sangatlah berbeda. Di masak dengan bumbu apapun tetap saja tak membangkitkan selera ; dipepes, digoreng, dipanggang pun sama saja.

Begitu pula ikan air tawar lainnya; tawes, ikan mas, atau nila.
Ini sangatlah mengherankannya. Apa salah mereka?

Usut punya usul, ia menganalisa, ternyata belut zaman dulu diperoleh dengan susah payah. Dia bisa diperoleh dengan cara dipancing atau dijala di sawah atau sungai. Perlu waktu lama untuk mendapatkannya, sehingga saat didapatkan, ialah hidangan teristimewa.

Selain itu, belut atau ikan-ikan itu menjadi pelem atau sedap dikarenakan mereka selalu bergerak, tidak pernah diam. Mereka berenang berkejar-kejaran di air yang luas, bersama dengan ikan-ikan lainnya mencari makanan, kadang harus berlomba merebut kesempatan.

Oleh karena itu, saat dihidangkan, ikan-ikan tersebut berdaging kenyal, aromanya harum saat dipanggang, menerbitkan air liur dengan sambal kecombrang dan terasi udang.

Sekarang ikan dan belut lebih suka dikerangkeng, berdesak-desakan tak punya ruang gerak yang bebas dan luas, menanti pelet ditaburkan, menunggu nasib kapan orang akan membeli dan memakannya.

Jika dia tak ada yang menawar, ia akan tetap berdiam disitu, makan dan makan lagi jika ada yang memberi, atau mati kelaparan.

Pemuda masa lalu adalah pemuda pejuang. Tak kurang dari para penulis tafsir , para pencipta berbagai penemuan, dan cerdik cendekia lainnya, mereka adalah para padri yang berpuasa, yang menahan lapar untuk sebuah karya.

Mereka yang terlalu mudah hidupnya ibarat belut yang diberi pelet, malas bergerak, menanti orang memberi, malas membaca, bahkan lebih parah lagi malas berfikir.

Otak yang berharga yang diberikan Allah sebagai harta yang tak ternilai menjadi terabaikan karena segala kebutuhan serba disediakan. Bener nggak, sih?

Mahasiswa sekarang, mau pergi ke kampus tinggal buka aplikasi ojek online. Mau beli barang tinggal gosend, lapar tinggal milih menu dan pesen go food. Beda dengan dulu, mereka harus jalan kaki beberapa KM untuk kuliah, hunting warteg mana yang termurah , dan bahkan berani tidak makan pake lauk asal kebeli buku dan punya sisa uang buat fotokopi makalah.

Di penghujung wejangannya Ka Zezen sapaan akarabnya, berwasiat agar pemuda jaman now menunda kenikmatan (sebagai esensi dari puasa) walaupun pelbagai fasilitas mudah didapat. Pemuda masa kini harus pandai memanfaatkan potensi yang ada dengan perjuangan yang lebih gigih . Jangan terlena dengan gogoda.

Jangan banyak tidur dan duduk-duduk menganggur, karena masa depan tantangan akan lebih berat.

Berjuanglah sebagai pengejawantahan dari puasa. Atau kau akan mati sia-sia !
Begitu pungkasnya, diakhir pembicaraannya. Pengirim : St Mahfudzoh (Seseupuh / Alumni HMB Jakarta). **(GB).

COMMENTS

Nama

.berita terkini,3027,.beritaterkini,2,Aceh,10,ACEH SINGKIL,77,Aceh Tamiang,22,Aceh Tengah,64,Aekkanopan,3,ambon,2,BALAESANG,1,BALIKPAPAN,5,balut.berita terkini,2,Banda Aceh,4,Bandung,54,Bandung Barat,1,banggai,1,Bangka Belitung,3,Bangka Tengah,1,bangkep,1,BANGKEP - RN,1,Bangun Purba,1,Banjar,14,Banjarnegara,4,bantaeng,2,Banten,21,Banyuasin,5,Banyumas,10,Banyuwangi,30,Barru,1,Batam,69,batang,3,Bekasi,373,bekasi terkini,1,Belitung,52,Beltim,80,Bener Meriah,120,BENGKALIS,5,Bengkayang,25,BENGKULU SELATAN,6,BER,3,BERI,1,berita,1,Berita terkini,1775,Bintan,8,Blitar,4,BNN,1,Bogor,173,BOGOR TIMUR,2,Bola,1,bolmong,133,bolmong utara,1,BOLNONG,1,boltim,9,BOYOLALI,1,Brebes,46,Bukit Tinggi,29,Buol,59,Ciamis,14,Cianjur,2,Cibinong,1,Cikarang,19,Cilacap,6,Cilegon,7,Cileungsi,41,Cimahi,60,Cirebon,234,Cirebon Kota,1,Dabo Singkep,187,Daerah,6406,Daik Lingga,1,Dairi,80,Deli Serdang,7,Depok,147,derah,4,Dolok,4,Doloksanggul,6,Donggala,3,DPRD Kab. Bekasi,10,DPRD Kota Bekasi,14,Dumoga,25,Dumoga Utara,1,Ekonomi,3,Garut,24,Gowa,8,Gresik,1,Gunung Putri,2,Hukum,11,indralaya,11,Indramayu,7,Jabar,7,jaka,1,Jakarta,282,jakarta selatan,2,Jambi,31,JATIM,1,Jawa Barat,8,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,7,Jayapura,1,Jember,2,Jeneponto,1,Jepara,62,Jombang,3,kab,2,Kab. Bandung,9,Kab. Bogor,13,Kab. Brebes,3,Kab. Kuningan,8,Kab. Minahasa Tenggara,1,Kab. Serang,2,Kab. Serdang Bedagai,2,Kab. Sukabumi,10,kab. tangerang,4,Kab. Tasikmalaya,15,Kab.Bandung,156,Kab.Bekasi,57,KAB.BOGOR.BERITA TERKINI,1,Kab.Malang,2,Kab.Samosir,2,Kab.Sergai,5,KAB.SINJAI,5,kab.sorong,1,Kab.Sumedang,10,Kab.Tangerang,2,KABUPATEN SINJAI,3,KABUPATEN SINJAJ,3,Kajen,2,Kalbar,47,Kalimantan Barat,9,kalimantan timur,13,Kalsel,7,Kalteng,40,Kaltim,15,Kampar,11,Kampar Riau,28,Kapuas Hulu,236,Karawang,31,KARIMUN - RN,1,Kec.Ukui,1,Kediri,5,Kendari,2,KEPRI,1,Kepulauan Riau,9,Kerinci,4,Korupsi,9,Kota Sorong,5,Kotabumi,1,KOTAMIBAGU,1,Kotamobagu,18,Kronjo,1,Kuala Kapuas,5,Kuala Tungkal,5,KUDUS,29,Kuningan,147,KUTAI KERTANEGARA,4,Kutai Timur,12,Kutim,1,Labuhan Batu,4,Labura,162,Lahat,12,Lamongan,1,Lampung,38,Lampung Barat,24,LAMPUNG METRO,105,Lampung Tengah,4,Lampung Timur,460,Lampung Utara,74,LANTAMAL V,3,lebak,9,LIMAPULUHKOTA,1,Lingga,545,Loksado,1,Lombok,4,lombok timur,6,LOTIM,4,lotim.berita terkini,37,Lubuk Pakam,4,Lumajang,1,Lumanjang,1,Luwuk,7,Magelang,1,Majalengka,45,makassar,7,Malang,104,Maluku,3,Maluku tengah,2,MAMAJU.RN,3,MAMASA,8,Manado,9,Manokwari,4,Mauk,2,medan,21,Mekar Baru,1,MERANTI,17,Mesuji,70,metro,94,metro lampung,5,Minahasa,3,Minahasa Selatan,2,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,Mojokerto,188,morowali,2,Muara Belida,1,Muara Enim,74,Musi Banyuasin,10,Nasional,15,Natuna,93,NTB,7,Ogan Ilir,3,Oku Selatan,232,Oku Timur,5,Opini,1,Padang,2,Padang Lawas,14,Pagaralam,10,Pagimana,1,Pakpak Bharat,12,Pakuhaji,2,Palangka raya,193,Palas,17,palelawan,3,Palembang,33,Palu,97,Paluta,36,pande,1,Pandeglang,615,Pangkalpinang,2,Papandayan,1,Papua,3,PAPUA BARAT,4,Parigi,6,Parigi Moutong,12,PARIMO,1,Parlemen,32,PARUNG PANJANG,1,Pasaman,11,Pasuruan,1,PATI,18,Patia,1,PAYAKUMBUH,2,Pekalongan,24,Pekanbaru,143,Pekanbaru Riau,19,pelalawan,22,Pematangsiantar,33,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,6,Pendidikan,78,Pilkada,1,PIPIKORO,1,Polhukam,149,Politik,1,Pontianak,86,Poso,1,Pringsewu,24,Pulang Pisau,4,purbalingga,3,Purwakarta,577,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Artikel,3,Radar Selebrity,2,Riau,90,Rokan Hilir,11,Sabang,57,Samarinda,22,Sampit,269,sar,1,Sarolangun,114,Selayar,10,selong,2,Semarang,4,Seram Bagian Barat,1,Serang,47,Serdang Bedagai,32,Sergai,24,Seruyan,4,Sibolga,7,SIDRAP,14,Sigi,36,Simalungun,29,Singaparna,3,SINGKEP BARAT,1,Sinjai,4,SOLOK,3,Solok Selatan,8,Sorong,45,Subang,78,Sukabumi,90,Sulawesi,2,Sulawesi Selatan,31,sulawesi tengah,44,Sulbar,16,Sulsel,8,Sulteng,178,Sulut,257,Sumatera Selatan,1,SUMATERA UTARA,1,sumba barat,1,Sumbar,21,Sumedang,3,sumsel,6,Sumut,55,Sungai Penuh,1,Takalar,26,Tambraw,3,Tambraw - RN,6,Tangerang,365,Tangerang Selatan,2,Tanjab Barat,399,Tanjab Timur,45,Tanjung Enim,1,TANJUNG PINANG,5,Tapanuli Selatan,1,Tapanuli Tengah,15,Tapanuli Utara,10,tarutung,1,Tasikmalaya,60,Tebing Tinggi,62,Tegal,12,Teminabuan,5,Tenggarong,1,ter,1,Terkini,6723,terkiri,4,Timika,1,Toabo,1,Tolitoli,547,TOMOHON,4,Touna,1,Trenggalek,11,Tulang Bawang,11,Tulang Bawang Barat,7,Tulungagung,138,Waisai,5,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: H. Mohammad Zen : Berjuanglah, Puasa Sebagai Investasi.
H. Mohammad Zen : Berjuanglah, Puasa Sebagai Investasi.
https://4.bp.blogspot.com/-O7g8vO-4tEY/XODvCpmP8wI/AAAAAAAAV7s/4Y0Loayn-swNznwoGO4mhMEQdmmtDSlKQCLcBGAs/s320/IMG-20190519-WA0008.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-O7g8vO-4tEY/XODvCpmP8wI/AAAAAAAAV7s/4Y0Loayn-swNznwoGO4mhMEQdmmtDSlKQCLcBGAs/s72-c/IMG-20190519-WA0008.jpg
RADAR NUSANTARA NEWS
https://www.radarnusantara.com/2019/05/mohammad-zen-berjuanglah-puasa-sebagai.html
https://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/2019/05/mohammad-zen-berjuanglah-puasa-sebagai.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy