Orang Tua terduga, Melaporkan oknum Anggota Penyidik ke PROPAM JABAR dan Prapengadilan kepada PN kota Sukabumi.

Sukabumi, RN Ade Nasihin selaku orangtua Vidi Vauzan Nurfadillah, merasakan ada kejanggalan atas penangkapan yang me...

Sukabumi, RN
Ade Nasihin selaku orangtua Vidi Vauzan Nurfadillah, merasakan ada kejanggalan atas penangkapan yang menimpa anaknya oleh pihak Kepolisian Polsek Cibadak Sukabumi, dari mulai cara penangkapan tanpa surat tugas sebelumnya tidak diperlihatkan kepada Ade Nasihin dan keluarga untuk diketahui selaku hak warga negara, sebagaimana didalam tugas standar SOP petugas kepolisian yang seharusnya berdasarkan secara aturan dan kemanusian, atas tuduhan/dugaan kepada anak saya yang awalnya tidak dijelaskan dan tersangkut perkara apa, "jelas orang tua vidi, Rabu 25/09/20019.

Selanjutnya Ade Nasihin menjelaskan,
Penangkapan kepada anak saya tersebut dilakukan di wilayah hukum Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, sedangkan vidi anak saya selaku orang tuanya sedang kebetulan lagi membuat permohonan kartu keluarga.

"Sementara barang bukti atas semua tuduhan kepada anak saya tidak mendasar dan janggal, seperti dari kutipan yang bernama Riki kepada saya, yang mengaku dari Polsek Cibadak untuk memberitahukan kepada saya selaku orang tua, bahwa Vidi Vauzan Nurfadillah sudah diamankan oleh Polsek Cibadak melalui alat komunikasi telpon, mengatakan

"Bahwa saudara Vidi anak pak Ade, telah melakukan pencurian bersama komplotannya ke dalam rumah kosong yang pemiliknya sedang berada diluar, pertama dari hasil pencurian tersebut saudara vidi kebagian 40 juta, selanjutnya 25 juta dan berupa cincin sebagai Barang Bukti (BB) masih di Polsek Cibadak, "ungkapnya Ade.

Ade Nasihin selaku orang tua menolaknya, atas semua yang dituduhkan oleh pihak Polsek Cibadak kepada anak saya vidi, dengan dasar dari dugaan pencurian tersebut yang tidak masuk akal bagi saya sebagai orang tua dan keluarga,.

"Padahal salahsatu contohnya dari cincin yang dijadikan BB itu adalah, saya sendiri sebagai orang tua yang suruh beli kepada vidi anak saya untuk simpanan keluarga, sesuai pembelian tanggal 26 Juni 2018 dan sementara TKP yang dituduhkan oleh pihak Polsek Cibadak kepada anak saya TKP 2019 dalam perkara tersebut, aneh ?

"Akhirnya saya selaku orang tua vidi, setelah komunikasi melalui telpon dengan petugas Polsek Cibadak tersebut, saya langsung meluncur menuju Polsek Cibadak dan saya bertemu dengan anggota Polisi bernama Riki yang saya sudah ketahui sebelumnya,

"Polisi Riki tersebut menegur saya dengan nada kurang beretika, tidak seperti layaknya manusia pada umumnya yang terkesan tidak mencerminkan seperti anggota Kepolisian Negara yang berwibawa santun berbeda dengan lainnya, untuk dapat Melayani Mengayomi dan Melindungi kepada seluruh masyarakat, serta tidak membeda bedakan dari suku budaya apapun juga sebagai hak warga negara sama hukumnya, dengan kutipan bahasa anggota tersebut
"Kenapa bapak ini datang ke Polsek, kan belum disuruh datang, "Miris Ade selaku orang tua vidi.

Ade Nasihin selanjutnya menjelaskan dengan maksud datang ke Polsek Cibadak karena,

"Saya selaku orang tua ingin tahu, sejauh mana yang telah dituduhkan oleh pihak Kepolisian Polsek Cibadak kepada anak saya Vidi Vauzan Nurfadillah, karena didalam secara aturan yang saya ketahui juga dari awal penangkapan kepada anak saya vidi tersebut, tidak dilengkapi dengan adanya surat penangkapan dan surat tugas sebagaimana semestinya.

"Anggota tersebut yang bernama Riki masuk lagi ke ruangan, dan saya sebagai warga masyarakat biasa mengikuti secara aturan saja untuk menunggu diluar halaman depan Kantor Polsek, "Sekitar kurang lebih satu jam keluarlah Polisi Riki tersebut dengan anak saya, dimana anak saya didorong dorong dan saya selaku orang tua protes berkata kepada anggota Polisi tersebut, bapak jangan memperlakukan kasar seperti itu.

"Pada saat saya keberatan lagi berdebat dengan Riki anggota polisi tersebut, keluarlah anggota Polresta yang katanya Panit Polresta Sukabumi bernama Asep untuk menemui saya dan dia berkata: "Ada apa Pak? Saya jawab,

"Maaf itu penyidik yang bernama Riki kasar terhadap anak saya, tidak selayaknya seorang penyidik berbuat arogan kepada terduga, "jelasnya

Panit Asep saat itu mengatakan kepada saya, "Bahwa dia sudah memeriksa Vidi, hasil pemeriksaan tidak ada pengakuan dari terduga Vidi dan dia pun bilang tidak ada kekerasan dalam proses pemeriksaan vidi, akhirnya anggota Polresta Sukabumi tersebut untuk pamit pergi ke Polresta lagi, sementara saya menunggu di Polsek Cibadak sampai jam 20.00 WIB, "paparnya Ade.

Pada esok harinya Kamis 26/09/2019 sekitar jam 09 pagi saya bermaksud menemui anak saya, akan tetapi tidak berada di dalam selnya di Polsek Cibadak, dan petugas penjaga menjelaskan kepada saya bahwa vidi anak saya dibawa sama Pak Kanit dalam rangka pengembangan entah langsung ke Polresta atau kemana, dan saya pun menunggu di tempat ruang tunggu.

Menurut keterangan Kanit Polsek Cibadak, bahwa anak saya yang bernama Vidi Vauzan Nurfadillah tersebut, sebelumnya sudah DPO dalam kasus 365/363 menurut Kanit kepada saya, dan ketika saya selaku orang tua untuk menanyakan mana surat DPO nya, Kanit tersebut tidak bisa memperlihatkan surat DPO nya?


Selanjutnya saya tanyakan juga kepada Kanit, "Kenapa dalam penangkapan kemarin kepada Vidi anak saya, tidak ada surat penangkapan dan surat tugasnya untuk di perlihatkan sebelumnya kepada saya selaku orang tua dan keluarga?

Akhirnya saya selaku orang tua terduga, mengikuti dengan memakai sepeda motor ke Polresta sukabumi untuk mengecek langsung keberadaan anak saya tersebut, dan sesampainya saya tiba di Polresta Sukabumi terduga Vidi katanya sudah ada di polresta, tapi posisi masih di dalam mobil.

Ketika saya bertemu kembali dengan Panit Asep, saya Ade Nasihin selaku orang tua vidi yang terduga, selalu terus menanyakan kembali dari Surat Tugas dan Surat Penangkapan terhadap anak saya tersebut,

Panit Asep mengatakan kepada saya, katanya "Bahwa ia hanya dipinta bantuan oleh Polsek Cibadak, sekaligus menyuruh kepada saya selaku orang tua terduga untuk nunggu di tempat tunggu, dan akhirnya karena belum ada kejelasan saya kembali lagi kerumah, "paparnya.

Ketika hari sabtu jam 10 pagi, saya mendapat telpon dari saudara saya dan istri, mengirim foto terduga Vidi Vauzan Nurfadillah anak saya di dalam Sel dalam posisi berdiri, ternyata didalam foto tersebut tangan dan diatas hidung anak saya luka luka, saya sangat kaget dan kecewa melihat mendengar hal itu, "ungkap kesal Ade orang tua.

Pada waktu saya jenguk kembali, anak saya sudah ada dalam sel tahanan dan anak saya bilang bahwa dia dipaksa harus mengakui perbuatan pencurian tersebut, yang telah dituduhkan kepada anak saya meskipun anak saya tidak pernah melakukan perbuatan yang dituduhkan.

Saya selaku orang tua terduga, sebagai warga negara mempunyai hak perlindungan hukum yang sama, untuk memberanikan diri dan menanyakan status terhadap anak saya seperti apakah bunyi BAP yang sudah ditandatanganinya?

Ternyata yang terjadi didalam keterangan anak saya, kepada saya selaku orang tua dan keluarga bahwa mengakui dia dipaksa Oknum Polisi Riki, untuk supaya mengakui dan menandatangani BAP seluruhnya, walau seperti terkesan dugaan anak saya sampai di siksa. "paparnya Ade Nasihin.

"Saya pun selaku orang tua Vidi yang menjadikan pertanyaan keluarga, didalam penahanan anak saya selama 7 hari tersebut, dan ada juga yang terduga dalam perkara tersebut, yang saya ketahui bernama asep, sebagaimana saya mendapatkan informasi dari anak saya sendiri vidi.

Sedangkan saya selaku orang tua vidi tidak abis pikir, bahwa yang bernama Asep tersebut telah dituduh yang menerima dari barang hasil kejahatan perkara pencurian tersebut dan dia ditahan di Polsek Cibadak, padahal Asep tidak kenal dengan anak saya.

Akhirnya yang bernama Asep tersebut menurut anak saya, sudah dibebaskan setelah ditahan 7 hari di Polsek cibadak, bagi saya selaku orang tua 

Vidi Vauzan Nurfadillah sungguh Aneh bin Ajaib.

Karena hal tersebutlah Ade Nasihin selaku orang tua Vidi Vauzan Nurfadillah terduga, melaporkan oknum penyidik Polsek Cibadak kepada Propam Polda Jabar, untuk segera melakukan tindakan pemeriksaan secara tegas kepada seluruh oknum anggota, yang mana sesuai didalam aturan sanksi hukum (Kode Etik) bagi pelanggaran SOP untuk kedisiplinan anggota kepolisian, sebagai Sumpah Bayangkara Polri dalam menjaga nama baik Institusi.

Akhir perbincangannya, Ade Nasihin berharap, perkara yang menimpa anaknya harus sesuai dengan SOP, tidak ada intimidasi ataupun pemaksaan apalagi kekerasan, baik kekerasan fisik ataupu kekerasan verbal.

Dia juga mengatakan akan terus mencari keadilan, sekali pun kepada Kompolnas (Komisioner Komisi Kepolisian Nasional), Buktinya masih ada oknum anggota Polisi yang melenceng jauh dari tugas tugas fungsi Institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai pelindung masyarakat.

Maka selanjutnya dengan menempuh jalur yang sesuai dengan koridor hukum yakni praperadilan dapat dilakukan, dan saya selaku orang tua beserta keluarga terduga Vidi Vauzan Nurfadillah anak saya, sudah mengambil cara langkah dengan memberikan informasi bahwa laporan Prapengadilan ke PN sukabumi kota sudah dilayangkan, "Jelas Ade Nasihin. ((3 121 ©))

COMMENTS

BLOGGER: 1
Loading...
Nama

.berita terkini,6525,.beritaterkini,3,Aceh,10,ACEH SINGKIL,78,Aceh Tamiang,23,Aceh Tengah,106,ACEH TIMUR,1,Aekkanopan,8,agam,4,ambon,2,AS,1,babel,1,BALAESANG,1,BALIKPAPAN,5,balut.berita terkini,3,Banda Aceh,5,Bandung,62,Bandung Barat,10,banggai,1,Bangka Belitung,4,Bangka Tengah,1,bangkep,1,BANGKEP - RN,1,BANGKINANG,1,Bangun Purba,1,Banguwangi,1,Banjar,14,Banjarnegara,6,bantaeng,7,Banten,27,Banyuasin,5,Banyumas,10,Banyuwangi,63,Barru,1,Batam,74,batang,3,BATU,1,baturaja,1,Bekasi,539,bekasi terkini,1,Belitung,98,Beltim,96,Bener Meriah,222,BENGKALIS,7,Bengkayang,40,BENGKULU,2,BENGKULU SELATAN,8,BER,3,BERI,1,beriita terkini,1,berita,1,Berita terkini,2281,berita terkinia,1,berita terkink,1,berita tetkini,1,berta terkini,1,Bintan,8,Blitar,6,BNN,1,Bogor,203,BOGOR TIMUR,28,Bola,1,BOLAANG MONGONDOW,1,bolmong,147,bolmong utara,1,bolmut,1,BOLNONG,1,bolsel,1,boltim,11,BOYOLALI,1,Brebes,49,Bukit Tinggi,42,bukittinggi,3,Buol,79,Ciamis,14,Cianjur,4,Cibinong,1,Cikarang,26,cikarang utara,1,Cilacap,6,Cilegon,8,cilengsi,1,Cileungsi,41,Cimahi,136,Cirebon,263,Cirebon Kota,1,Dabo Singkep,266,Daerah,6616,Daik Lingga,2,Dairi,117,Deli Serdang,7,Depok,206,derah,4,Dolok,4,Doloksanggul,12,Donggala,39,DPRD Kab. Bekasi,10,DPRD Kota Bekasi,22,Dumoga,43,Dumoga Utara,1,Ekonomi,3,EMPAT LAWANG,2,fakta,1,Garut,26,gorontalo,1,Gowa,12,Gresik,1,GROBOGAN,1,Gunung Putri,2,Hukum,11,INDRA,1,indralaya,20,Indramayu,12,Jabar,7,jaka,1,Jakarta,347,jakarta selatan,2,Jambi,117,JATIM,1,Jawa Barat,8,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,7,Jayapura,1,Jember,2,Jeneponto,1,Jepara,83,Jombang,3,kab,2,Kab 50 Kota,3,Kab. Bandung,138,Kab. Bogor,16,Kab. Brebes,3,KAB. KARO,2,Kab. Kuningan,9,kab. langkat,1,kab. malang,1,Kab. Minahasa Tenggara,1,Kab. Serang,2,Kab. Serdang Bedagai,2,Kab. Sukabumi,10,kab. tangerang,4,Kab. Tasikmalaya,17,Kab.Bandung,162,Kab.Bekasi,61,KAB.BOGOR.BERITA TERKINI,1,Kab.Malang,3,Kab.Samosir,2,Kab.Sergai,5,KAB.SINJAI,5,kab.sorong,1,Kab.Sumedang,10,Kab.Tangerang,2,KABANJAHE,1,KABUPATEN SINJAI,3,KABUPATEN SINJAJ,3,Kajen,2,Kalbar,263,Kalimantan Barat,9,kalimantan timur,14,Kalsel,7,Kalteng,94,Kaltim,20,Kampar,23,Kampar Kiri,2,Kampar Riau,50,Kapuas Hulu,236,Karawang,74,KARIMUN,1,KARIMUN - RN,1,KARO,25,KATINGAN,1,Kec.Ukui,1,Kediri,7,Kendari,2,KEPRI,1,Kepulauan Riau,9,Kerinci,21,KOBAR,1,Korupsi,9,KOTA BATU,1,KOTA KOTOMOBAGU,1,KOTA MANNA,1,Kota Sorong,7,Kotabumi,1,KOTAMIBAGU,1,Kotamobagu,24,KOTAWARINGIN TIMUR,2,KOTIM,4,Kronjo,1,Kuala Kapuas,5,kuala lumpur,1,Kuala Tungkal,5,KUDUS,50,Kuningan,185,KUTAI KERTANEGARA,5,Kutai Timur,12,Kutim,1,Labuhan Batu,4,Labura,265,Lahat,13,LAMBATA,1,Lamongan,1,Lampung,38,Lampung Barat,30,LAMPUNG METRO,105,Lampung Tengah,4,Lampung Timur,460,Lampung Utara,74,langkat,1,LANTAMAL V,3,lebak,10,LEMBATA,6,LIMAPULUHKOTA,2,Lingga,619,Loksado,1,Lombok,4,lombok timur,6,LOTIM,8,lotim.berita terkini,37,LUBUK LINGGAU,3,Lubuk Pakam,4,lubuk sikaping,1,lubuklinggau,2,lubuksikapaing,1,LUBUKSIKAPING,1,Lumajang,1,Lumanjang,1,Luwuk,7,m,1,Magelang,1,mahakam hulu,1,Majalengka,87,makassar,17,Malang,146,Maluku,3,Maluku tengah,2,MAMAJU.RN,3,MAMASA,30,MAMUJU,20,Manado,10,Manokwari,4,Mauk,2,medan,35,Mekar Baru,1,merangin,56,MERANTI,296,Mesuji,72,metro,161,metro lampung,5,Minahasa,3,Minahasa Selatan,2,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,Mojokerto,234,monokwari,1,morowali,5,Muara Belida,1,muara bungo,2,Muara Enim,78,Musi Banyuasin,10,MUSI RAWAS,3,Nasional,15,Natuna,93,NTB,11,NTT,5,Ogan Ilir,7,Oku Selatan,314,Oku Timur,33,Opini,4,Padang,2,Padang Lawas,14,Pagaralam,14,Pagimana,1,Pakpak Bharat,12,Pakuhaji,2,Palangka raya,199,Palas,23,palelawan,4,Palembang,41,Palu,104,Paluta,51,pande,1,Pandeglang,655,pangkalanbun,1,Pangkalpinang,8,Papandayan,1,Papua,4,PAPUA BARAT,12,Parigi,6,Parigi Moutong,13,PARIMO,2,Parlemen,32,PARUNG PANJANG,1,Pasaman,12,Pasuruan,1,PATI,48,Patia,1,PAYAKUMBUH,3,Pekalongan,24,Pekanbaru,170,Pekanbaru Riau,64,pelalawan,22,Pematangsiantar,36,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,6,Pendidikan,80,PESISIR SELATAN,1,Pilkada,1,pintianak,1,PIPIKORO,1,Polhukam,154,Politik,2,Pontianak,322,Poso,2,Pringsewu,24,Pulang Pisau,4,pulpis,1,purbalingga,4,Purwakarta,814,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Artikel,4,Radar Selebrity,2,Riau,125,rokan,1,Rokan Hilir,12,rokan hulu,2,Sabang,57,Samarinda,50,sambilan,1,SAMPI,1,Sampit,395,sar,1,Sarolangun,210,SELAT PANJANG,4,SELATPANJANG,1,Selayar,10,selong,2,Semarang,5,SEMOGA,1,Seram Bagian Barat,1,Serang,58,Serdang Bedagai,32,Sergai,26,Seruyan,7,SIAK,2,Sibolga,7,SIDRAP,14,Sigi,57,Simalungun,41,simpang apek,1,Singaparna,5,SINGKAWANG,1,SINGKEP BARAT,1,Sinjai,5,SOLOK,3,Solok Selatan,8,Sorong,53,Subang,142,SUKABUM,1,Sukabumi,137,Sulawesi,2,Sulawesi Selatan,32,sulawesi tengah,46,Sulbar,29,Sulsel,12,Sulteng,189,Sulut,257,Sumatera Selatan,1,SUMATERA UTARA,1,SUMB,1,sumba barat,1,Sumbar,38,Sumedang,8,sumsel,15,Sumut,61,Sungai Penuh,1,Takalar,36,TAMBANG,1,Tambraw,3,Tambraw - RN,6,tanah datar,1,Tanah Karo,27,Tangerang,366,Tangerang Selatan,3,Tanjab Barat,510,Tanjab Timur,53,tanjung balai,1,Tanjung Enim,1,TANJUNG PINANG,6,Tapanuli Selatan,1,Tapanuli Tengah,15,Tapanuli Utara,10,tapung,3,tarutung,1,Tasikmalaya,72,Tebing Tinggi,62,Tegal,12,Teminabuan,5,Tenggarong,1,ter,1,Terkini,6792,terkiri,4,Timika,1,Toabo,1,tolitol,2,Tolitoli,810,tolotoli,1,TOMOHON,4,Touna,1,Trenggalek,11,Tulang Bawang,11,Tulang Bawang Barat,7,Tulungagung,209,Waisai,5,Yogyakarta,2,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Orang Tua terduga, Melaporkan oknum Anggota Penyidik ke PROPAM JABAR dan Prapengadilan kepada PN kota Sukabumi.
Orang Tua terduga, Melaporkan oknum Anggota Penyidik ke PROPAM JABAR dan Prapengadilan kepada PN kota Sukabumi.
https://lh3.googleusercontent.com/-ktUU9WDYeAg/Xa_EWRVjtqI/AAAAAAAB77Y/8huVHexYEmUiGOc4Q4vazdrL3mg7R6k6gCLcBGAsYHQ/s1600/1571800150023733-0.png
https://lh3.googleusercontent.com/-ktUU9WDYeAg/Xa_EWRVjtqI/AAAAAAAB77Y/8huVHexYEmUiGOc4Q4vazdrL3mg7R6k6gCLcBGAsYHQ/s72-c/1571800150023733-0.png
RADAR NUSANTARA NEWS
https://www.radarnusantara.com/2019/10/orang-tua-terduga-melaporkan-oknum.html
https://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/2019/10/orang-tua-terduga-melaporkan-oknum.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy