PB PMII Ingatkan Bahaya Penyebaran Khilafah di Tengah Pandemi

Pontianak (Kalbar), RN Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) mengadakan diskusi online tentang bahaya penyebar...


Pontianak (Kalbar), RN
Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) mengadakan diskusi online tentang bahaya penyebaran khilafah di tengah pandemi Covid-19.

Diskusi yang dilaksanakan pada Senin (29/6/2020) kemarin itu dilaksanakan untuk mengingatkan kembali kepada publik bahwa gagasan untuk menegakkan khilafah masih ada dan menyebar di tengah masyarakat Indonesia meskipun HTI sebagai organisasi yang mengkampanyekan khilafah sudah dibubarkan oleh pemerintah pada 2017 lalu.

"Meskipun HTI sudah dibubarkan, namun gagasan tentang pendirian khilafah masih ada dalam pikiran kader-kader HTI  yang masih bebas berkeliaran di tengah masyarakat", ungkap Ketua Umum PB PMII, Agus Mulyono Herlambang dalam sambutannya.

Ada tiga narasumber dengan berbagai latar belakang yang dihadirkan dalam diskusi tersebut, yakni Ken Setiawan (Pendiri NII Crisis Center), Ali Muhtarom (Akademisi UIN Banten), dan Azwar Abdy Sahi (Jurnalis Metro TV). Dalam jalannya diskusi, ketiga narasumber memberikan perspektif yang berbeda terkait penyebaran khilafah di tengah pandemi.

Ken Setiawan yang merupakan mantan anggota NII menyebut bahwa dulu dia pernah memiliki keinginan untuk mengganti ideologi negara dan melakukannya dengan berbagai cara karena berkeyakinan bahwa apa yang dilakukannya merupakan perintah agama.

"Bagi penganut ideologi khilafah, sistem yang dianut oleh Indonesia adalah sistem kufur dan tidak sesuai dengan ajaran Islam. Sehingga dulu sebelum saya bertobat dari NII,  saya pernah melakukan berbagai cara untuk memperjuangkan pemikiran tersebut," ujarnya.

Sedangkan Ali Muhtarom yang merupakan dosen dari UIN Banten mengingatkan bahwa penganut gagasan khilafah maupun kelompok yang ingin mendirikan negara Islam di Indonesia sudah ada sejak zaman kemerdekaan yang kemudian bermetamorfosis dalam berbagai bentuk hingga saat ini, sehingga kita semua harus mewaspadainya, karena mereka tidak pernah menerima pancasila sebagai ideologi dan berpotensi mengancam keberlangsungan NKRI.

"Kelompok-kelompok ini sudah ada sejak era Soekarno, hingga sekarang mereka pun tersebar dalam berbagai kelompok, termasuk di kalangan mahasiswa. Sehingga kita sebagai akademisi harus benar-benar mewaspadainya. Gagasan ini (khilafah-red) mengancam persatuan dan kesatuan bangsa yang diikat oleh pancasila," tegasnya.

Sedangkan pembicara terakhir, Abdy Azwar Sahi, selain mengaskan bahaya penyebaran gagasam khilafah di tengah-tengah masyarakat dan bahkan keluarga berharap kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya organisasi-organisasi mahasiswa untuk bersama-sama memerangi gagasan khilafah.

"Pemikiran tentang khilafah ini sudah menyebar di tengah-tengah masyarakat dan mungkin juga sudah ada keluarga kita yang terpapar. Sehingga seluruh elemen masyarakat, khsusunya organisasi kemahasiswaan yang merupakan kelompok milenial harus lebih aktif memerangi gagasan ini. Mereka menyebar dan juga berada di berbagai kelompok," pungkasnya.

Adrian.

COMMENTS

Nama

.,2,.berita terkini,11086,.beritaterkini,6,.kalbar,17,(Merlung),1,Aceh,18,ACEH SINGKIL,78,Aceh Tamiang,23,Aceh Tengah,110,ACEH TENGGARA,1,ACEH TIMUR,1,Aekkanopan,8,agam,9,ALAI.,4,ambon,2,Anyer,1,AS,1,babel,1,Bagansiapiapi,1,bakan,1,BALAESANG,1,bali,1,BALIKPAPAN,5,balut.berita terkini,3,Banda Aceh,7,BANDAR LAMPUNG,2,Bandung,78,Bandung Barat,12,banggai,2,Bangka Belitung,4,Bangka Tengah,1,bangkep,1,BANGKEP - RN,1,BANGKINANG,2,Bangun Purba,1,Banguwangi,1,Banjar,18,Banjarnegara,7,bantaeng,29,Banten,43,Banyuasin,6,Banyumas,10,Banyuwangi,130,Barru,1,Batam,82,batang,3,BATU,6,batu bara,1,baturaja,3,Bekasi,753,bekasi terkini,2,Bekasi Utara,1,Belitung,139,Beltim,111,Bener Meriah,245,BENGKALIS,26,Bengkayang,47,BENGKULU,4,BENGKULU SELATAN,13,BENGKULU UTARA,1,BER,3,BERI,1,beriita terkini,3,berita,1,Berita terkini,2284,berita terkinia,1,berita terkink,1,berita tetkini,1,berta terkini,1,Bintan,9,Blitar,11,BNN,1,Bogor,235,BOGOR TIMUR,47,Bola,1,BOLAANG MONGONDOW,2,bolmong,199,bolmong utara,1,bolmut,1,BOLNONG,1,bolsel,2,boltim,11,BOYOLALI,1,Brebes,49,Bukit Tinggi,43,bukittinggi,5,BUMIMORO,1,BUNGKU,1,Buol,80,BUTENG,1,Catatan Radar Nusantara,1,Ciamis,15,Cianjur,4,Cibinong,1,cikampek,1,Cikarang,40,CIKARANG BARAT,1,CIKARANG PUSAT,1,cikarang utara,1,Cilacap,6,Cilegon,13,cilengsi,1,Cileungsi,41,Cimahi,191,Cirebon,294,Cirebon Kota,1,Dabo Singkep,266,daer,2,Daerah,6756,Daik Lingga,2,Dairi,229,Deli Serdang,9,demak,4,Depok,248,derah,4,Dolok,4,Doloksanggul,16,Donggala,41,DPRD Kab. Bekasi,10,DPRD Kota Bekasi,22,Dumai,1,Dumoga,85,Dumoga Utara,2,Ekonomi,3,EMPAT LAWANG,2,fakta,1,Garut,31,gorontalo,28,Gowa,47,Gresik,1,GROBOGAN,1,Gunung Putri,2,Hukum,11,HUMAS BELTIM,6,humbahas,3,INDRA,1,indralaya,44,Indramayu,14,info,1,INHIL,1,inhilriau,1,INHU,1,Jabar,7,jaka,1,Jakarta,437,jakarta selatan,4,Jambi,140,JATIM,1,Jawa Barat,8,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,7,Jayapura,5,Jember,2,Jeneponto,9,Jepara,102,Jombang,3,kab,3,Kab 50 Kota,4,Kab. Bandung,2486,kab. bekasi,7,Kab. Bogor,18,Kab. Brebes,3,KAB. CIREBON,2,KAB. DAIRI,1,Kab. Kapuas Hulu,1,KAB. KARO,2,Kab. Kuningan,9,kab. langkat,1,kab. malang,1,Kab. Minahasa Tenggara,1,KAB. PELALAWAN,2,Kab. Serang,2,Kab. Serdang Bedagai,2,Kab. Sukabumi,10,kab. tangerang,4,Kab. Tasikmalaya,18,Kab.Bandung,170,Kab.Bekasi,61,KAB.BOGOR.BERITA TERKINI,1,kab.langkat,1,Kab.Malang,3,Kab.Samosir,7,KAB.SEMARANG,1,Kab.Sergai,5,KAB.SINJAI,5,kab.sorong,1,Kab.Sumedang,10,Kab.Tangerang,2,Kab.Way kanan,7,KABANJAHE,1,Kabupaten Bandung Barat,1,KABUPATEN SINJAI,3,KABUPATEN SINJAJ,3,Kajen,2,Kalbar,570,Kalimantan Barat,9,kalimantan timur,14,Kalsel,8,Kalteng,119,Kaltim,22,Kampar,50,Kampar Kiri,2,Kampar Riau,90,Kapuas Hulu,236,Karawang,102,KARIMUN,3,KARIMUN - RN,1,KARO,26,katapang,1,KATINGAN,4,KEBUMEN,1,Kec.Ukui,1,Kediri,10,Kendari,2,KEPRI,1,Kepulauan Riau,10,Kerinci,22,KETAPANG,1,KOBAR,1,Korupsi,9,KOTA BATU,1,KOTA KOTOMOBAGU,3,KOTA MANNA,1,KOTA METRO,19,Kota Sorong,7,Kotabumi,1,KOTAMIBAGU,3,Kotamobagu,31,KOTAWARINGIN TIMUR,2,KOTIM,6,Kronjo,1,Kuala Kapuas,6,kuala lumpur,1,Kuala Tungkal,6,KUDUS,64,Kuningan,260,KUTAI KERTANEGARA,5,Kutai Timur,12,Kutim,6,Labuhan Batu,4,Labura,312,Lahat,23,LAMBATA,1,Lamongan,1,Lampung,42,Lampung Barat,30,LAMPUNG METRO,105,LAMPUNG SELATAN,6,Lampung Tengah,5,Lampung Timur,460,Lampung Utara,155,langkat,2,LANTAMAL V,81,LANTAMAL X JAYAPURA,19,lebak,52,LEMBATA,7,LIMAPULUHKOTA,2,Lingga,753,Loksado,1,lolak,1,LOLAYAN,1,Lombok,4,lombok timur,16,LOTIM,9,lotim.berita terkini,37,LUBUK LINGGAU,6,Lubuk Pakam,4,lubuk sikaping,1,lubuklinggau,13,lubuksikapaing,1,LUBUKSIKAPING,1,lukun,1,Lumajang,1,Lumanjang,1,Luwu,1,Luwuk,7,m,1,Magelang,1,mahakam hulu,1,Majalengka,188,makassar,62,Malang,165,Maluku,3,Maluku tengah,2,MALUKU UTARA,1,MAMAJU.RN,3,MAMASA,87,MAMUJU,89,MAMUJU TENGAH,4,Manado,13,mancanegara,1,Manokwari,4,MATENG,2,Mauk,2,medan,90,Mekar Baru,1,MEMPAWAH,1,merangin,92,MERANTI,548,Mesuji,72,metro,197,metro lampung,7,Minahasa,3,Minahasa Selatan,2,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,miranti,1,Mojokerto,327,monokwari,1,morowali,21,MOROWALI UTARA,1,MORUT,1,moskow,1,Muara Belida,1,muara bungo,3,Muara Enim,152,Muaro Jambi,1,Mukomuko,81,muratara,7,Musi Banyuasin,10,MUSI RAWAS,22,Naibenu,1,Nangka Bulik,2,Nasional,16,Natuna,95,NTB,20,NTT,5,nunukan,23,Ogan Ilir,7,Oku Selatan,419,Oku Timur,38,Opini,6,P. Bharat,1,P.SIANTAR,2,PACITAN,2,Padang,3,Padang Lawas,14,PADANG PANJANG,1,Pagaralam,31,Pagimana,1,Pakpak Bharat,15,Pakuhaji,2,Palangka raya,212,Palas,23,palelawan,6,Palembang,74,pali,2,Palu,129,Paluta,65,pancur batu,1,pande,1,Pandeglang,860,pangkalanbun,1,Pangkalpinang,18,Papandayan,1,Papua,4,PAPUA BARAT,21,PARIAMAN,1,Parigi,6,Parigi Moutong,15,PARIMO,2,Parlemen,32,PARUNG PANJANG,1,Pasaman,12,pasbar,1,Pasir Pangarayan,1,PASSI,1,PASSI TIMUR,6,Pasuruan,2,PATI,75,Patia,1,patrol,3,PAYAKUMBUH,3,PEBAYURAN,1,Pekalongan,24,Pekanbaru,189,Pekanbaru Riau,196,pelalawan,24,Pematangsiantar,36,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,6,Pendidikan,80,Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),14,PESISIR SELATAN,1,Pilkada,1,pintianak,1,PIPIKORO,1,PN.TIPIKOR,2,polda jabar,1,Polhukam,154,Politik,2,polman,1,Pontianak,951,Poso,2,Pringsewu,24,PROTOKOL DOLOK SANGGUL,1,Pulang Pisau,5,pulau merbau,6,pulpis,1,purbalingga,4,Purwakarta,951,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Artikel,4,Radar Selebrity,2,RANGSANG,6,rangsang pesisir,1,REMBANG,1,Riau,144,Rohil,1,rokan,1,Rokan Hilir,13,rokan hulu,2,Rongurnihuta,1,Sabang,57,Samarinda,50,sambilan,1,SAMPI,1,Sampit,523,Sangatta kutim,1,Sanggau,1,sar,1,Sarolangun,334,SELAT PANJANG,4,SELATPANJANG,1,Selayar,17,selong,2,Semarang,5,SEMOGA,2,SEMOGA TENGGARA,1,Seram Bagian Barat,1,Serang,93,Serdang Bedagai,34,Sergai,28,Seruyan,16,SIAK,8,Sibolga,7,SIDOARJO,2,SIDRAP,14,Sigi,93,Simalungun,91,simpang apek,1,Singaparna,7,SINGKAWANG,1,SINGKEP BARAT,1,Sinjai,6,SOLOK,5,Solok Selatan,8,Sorong,55,Subang,425,SUKABUM,1,Sukabumi,201,Sukoharjo,1,Sulawesi,3,Sulawesi Selatan,32,sulawesi tengah,48,Sulbar,44,Sulsel,17,Sulteng,235,Sulut,258,Sumatera Selatan,4,SUMATERA UTARA,5,SUMB,1,sumba barat,1,Sumbar,46,Sumedang,19,sumsel,32,Sumut,71,Sungai Penuh,1,sungai tohor,3,SURABAYA,48,tajabbarat,1,Takalar,93,TAMBANG,1,Tambraw,3,Tambraw - RN,6,tanah datar,1,TANAH JAWA,3,Tanah Karo,62,Tangerang,373,Tangerang Selatan,6,Tanjab Barat,663,Tanjab Timur,78,tanjung balai,1,Tanjung Enim,1,tanjung makmur,1,TANJUNG PINANG,7,tanjung samak,1,TANOYAN,6,Tapanuli Selatan,1,Tapanuli Tengah,15,Tapanuli Utara,10,tapung,3,tarutung,1,Tasikmalaya,98,Tebing Tinggi,66,tebing tinggi timur,1,tebingtinggi barat,3,Tegal,12,teluk buntal,1,Teminabuan,5,tenan,1,Tenggarong,1,ter,1,TERJUN GAJAH,1,Terkini,10605,terkiri,8,Timika,1,Toabo,1,tolitol,3,Tolitoli,944,tolotoli,2,TOMOHON,4,Touna,1,Trenggalek,20,Tulang Bawang,12,Tulang Bawang Barat,7,Tulungagung,295,Waisai,5,Yogyakarta,2,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: PB PMII Ingatkan Bahaya Penyebaran Khilafah di Tengah Pandemi
PB PMII Ingatkan Bahaya Penyebaran Khilafah di Tengah Pandemi
https://1.bp.blogspot.com/-TJjgXrJ7iHk/XvxWbewXP2I/AAAAAAAChow/idpeK0PSTf0GyuN3nUfNsVocqSgffQg3QCLcBGAsYHQ/s320/IMG-20200701-WA0207.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-TJjgXrJ7iHk/XvxWbewXP2I/AAAAAAAChow/idpeK0PSTf0GyuN3nUfNsVocqSgffQg3QCLcBGAsYHQ/s72-c/IMG-20200701-WA0207.jpg
RADAR NUSANTARA NEWS
https://www.radarnusantara.com/2020/07/pb-pmii-ingatkan-bahaya-penyebaran.html
https://www.radarnusantara.com/
https://www.radarnusantara.com/
https://www.radarnusantara.com/2020/07/pb-pmii-ingatkan-bahaya-penyebaran.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy