Dalam Konflik Papua, TNI tidak bisa lakukan Penegakan Hukum Lakukan

Manokwari, RN Peringatan Hari Hak Asasi Manusia Se Dunia ke-72, 10 Desember 2020, mengingatkan saya dalam kapasitas pribadi, sebagai Advokat...


Manokwari, RN

Peringatan Hari Hak Asasi Manusia Se Dunia ke-72, 10 Desember 2020, mengingatkan saya dalam kapasitas pribadi, sebagai Advokat dan Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari.


Karena pada peringatan Hari HAM Se Dunia ke-72 tahun 2020 ini juga sekaligus mengingatkan pada 15 tahun lalu (10 Desember 2005), saya menerima Penghargaan Internasional HAM bernama John Humphrey Freedom Award dari sebuah lembaga masyarakat sipil di Montreal, Canada bernama Rights and Democracy.


Sejak itu, saya tidak merasa berjuang sendiri, tapi saya seperti mendapat energi besar, karena dunia sedang mulai melirik dan melihat bahwa Tanah Papua dan Rakyat Papua, khususnya Orang Asli Papua (OAP) menjadi korban pelanggaran HAM yang tetap dan berkesinambungan dengan tanpa penyelesaian, baik secara hukum maupun politik. Kini setelah 15 tahun John Humphrey Freedom Award berada di tangan saya, perkembangan situasi HAM di Tanah Papua terus mengalami kemunduran, karena kekerasan bersenjata antara aparat keamanan Polri dan TNI dengan Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN OPM), senantiasa menempatkan rakyat sipil menjadi korban. Kasus kematian Pendeta Yermia Zenambani, Agustinus Duwitau, Rupinus Pigay, Atanius Murib dan Maluk Murib. Semuanya itu menjadi contoh kasus betapa pendekatan militer sebagai model pendekatan negara di Tanah Papua, guna mengakhiri konflik sosial politik yang sudah berlangsung lebih dari 50 tahun ternyata gagal dan tidak proporsional. Berbagai indikasi kuat telah terjadinya pelanggaran HAM dengan kualifikasi Kejahatan terhadap kemanusiaan (crime againts humanity).Sehingga pendekatan damai melalui dialog komprehensif seyogyanya dapat menjadi pilihan bagi Presiden Jokowi dan jajarannya dalam mendorong penyelesaian damai terhadap konflik terlama di Tanah Papua dalam waktu dekat ini. Saya ingin mendorong Presiden Jokowi agar berkenaan melakukan audit terhadap pendekatan keamanan di Tanah Papua dengan berdasarkan pada amanat UU RI No.21 Tahun 2001. Dimana titik utama pembangunan instansi penegakan hukum menjadi penting, seperti halnya polsek dan polres. Pada saat yang sama mendesak Presiden Jokowi untuk mengakhiri komando gabungan wilayah pertahanan (Kogabwilhan) di Tanah Papua dengan alasan HAM. Sejumlah indikator peristiwa pelanggaran HAM di tanah Papua dalam 5 (lima) tahun terakhir menunjuk pada adanya keterlibatan personil militer dari Kogabwilhan dalam peristiwa pelanggaran HAM di Timika, Nduga, Puncak Jaya serta Intan Jaya.


Penegakan hukum dalam menyelesaikan kasus-kasus tersebut sama sekali tidak bisa jalan. Bahkan Panglima Kodam XVII Cenderawasih berpangkat Mayjen TNI sama sekali tidak bisa melewati kewenangan seorang Panglima Kogabwilhan yang berpangkat Letjen TNI. Saya sama sekali tidak sependapat dengan selentingan yang beredar luas bahwa penambahan pasukan TNI melalui Kogabwilhan yang terus meningkat di Tanah Papua adalah untuk melakukan penegakan hukum. Itu sama sekali tidak benar, karena di dalam UU No.8 Tahun 1981 Tentang Kitab UU Hukum Acara Pidana (KUHAP) jelas dinyatakan adanya 4 (empat) pejabat penegak hukum yaitu Hakim, Jaksa, Polisi dan Pengacara/Advokat. Jadi tidak ada satu pasal pun di dalam hukum Indonesia yang mengatur bahwa TNI bisa melakukan penegakan hukum. Apalagi dengan menggelar operasi militer di Tanah Papua untuk menegakkan hukum, ironis sekali. Bahkan saat ini dengan pasukan TNI menduduki sebuah gedung Sekolah Dasar (SD) di Hitadipa, Intan Jaya, Papua. Ini merupakan bentuk pelanggaran HAM yang struktural,  karena menyebabkan warga kampung tersebut, terutama murid SD harus mengungsi dan tidak bisa melakukan aktifitas belajar mengajar. Sudah merupakan suatu tindakan pelanggaran HAM dalam konteks hak memperoleh pendidikan. Oleh sebab itu di saat Peringatan Hari HAM Se Dunia ke-72, dan 15 tahun John Humphrey Freedom, saya meminta perhatian Presiden Jokowi segera menarik seluruh personil non organik bukan teritoriak dari Tanah Papuan sekaligus membubarkan Kogabwilhan di Tanah Papua. Presiden Jokowi perlu mempertimbangkan untuk merubah pola pendekatan keamanan kepada pendekatan damai melalui penyelenggaraan dialog yang komprehensif dalam waktu dekat ini.

Tuti

COMMENTS

Nama

.,3,.berita terkini,11107,.beritaterkini,6,.kalbar,17,(Merlung),4,Aceh,31,ACEH SINGKIL,78,Aceh Tamiang,23,Aceh Tengah,114,ACEH TENGGARA,1,ACEH TIMUR,1,advertorial,3,Aekkanopan,9,agam,10,ALAI.,5,ambon,3,Anyer,1,AS,1,Asahan,1,babel,1,Bagansiapiapi,1,bakan,1,BALAESANG,1,bali,1,BALIKPAPAN,5,balut.berita terkini,3,Banda Aceh,8,BANDAR LAMPUNG,8,Bandung,93,Bandung Barat,15,banggai,2,Bangka Belitung,5,Bangka Tengah,1,bangkep,1,BANGKEP - RN,1,BANGKINANG,2,Bangun Purba,1,Banguwangi,1,Banjar,19,Banjarnegara,7,bantaeng,45,Banten,65,Banyuasin,6,Banyumas,10,Banyuwangi,144,Barru,1,Batam,92,batang,51,BATANG HARI,3,BATU,7,batu bara,4,baturaja,3,Bekasi,986,bekasi terkini,2,Bekasi Utara,1,belawan,1,Belitung,163,Beltim,176,bener,1,Bener Meriah,369,BENGKALIS,41,Bengkayang,70,BENGKULU,4,BENGKULU SELATAN,17,BENGKULU UTARA,1,BER,3,BERI,1,beriita terkini,3,berita,1,Berita terkini,2433,berita terkini.,1,berita terkinia,1,berita terkink,1,berita tetkini,1,beritaterkini,4,berta terkini,1,Bima,2,Bintan,9,Bintuni,1,Bitung,3,Blitar,11,Blora,2,BNN,1,Bogor,260,BOGOR TIMUR,61,Bola,1,BOLAANG MONGONDOW,2,bolmong,240,Bolmong raya,3,Bolmong selatan,2,bolmong utara,1,bolmongsiar,1,bolmut,2,BOLNONG,1,bolsel,5,boltim,12,BOYOLALI,1,Brebes,50,Bukit Tinggi,45,bukittinggi,5,BUMIMORO,1,BUNGKU,1,Buol,81,BUTENG,1,Catatan Radar Nusantara,1,Ciamis,21,Cianjur,5,Cibinong,5,cikampek,6,Cikande,1,Cikarang,49,CIKARANG BARAT,1,CIKARANG PUSAT,1,cikarang utara,1,Cilacap,6,Cilegon,23,cilengsi,2,Cileungsi,41,Cimahi,251,Cimanggung,1,Cirebon,311,Cirebon Kota,1,Dabo Singkep,266,daer,2,Daerah,6914,Daik Lingga,3,Dairi,230,Deli Serdang,13,Deli tua,1,demak,28,Depok,321,derah,4,Dolok,4,Doloksanggul,16,Dompu,2,Donggala,43,DPRD Kab. Bekasi,11,DPRD Kota Bekasi,30,Dumai,4,Dumoga,96,Dumoga Utara,2,Ekonomi,3,EMPAT LAWANG,14,Fakfak,2,fakta,1,Garut,46,gorontalo,57,Gowa,86,Gresik,1,GROBOGAN,1,Gunung Putri,2,Hukum,11,HUMAS BELTIM,6,humbahas,3,Indonesia,1,INDRA,1,Indragiri hulu,2,indralaya,44,Indramayu,19,info,1,INHIL,1,inhilriau,1,INHU,4,Jabar,8,jaka,1,Jakarta,623,jakarta selatan,4,jakarta timur,1,Jambi,148,jatijajar,1,JATIM,1,Jawa Barat,8,Jawa Tengah,4,Jawa Timur,7,Jayapura,17,Jember,2,Jeneponto,15,Jepara,105,Jombang,3,kab,6,kab .Bandung,202,Kab 50 Kota,4,kab Bandung,30,kab. Agam,1,Kab. Bandung,3661,kab. bekasi,54,Kab. Bogor,19,Kab. Brebes,3,KAB. CIREBON,2,KAB. DAIRI,1,kab. Garut,1,kab. Kajen,1,Kab. Kapuas Hulu,1,KAB. KARO,2,Kab. Kuningan,17,kab. langkat,1,kab. malang,1,Kab. Minahasa Tenggara,1,KAB. PELALAWAN,2,Kab. Serang,3,Kab. Serdang Bedagai,2,Kab. Sukabumi,11,kab. tangerang,4,Kab. Tasikmalaya,47,kab.agam,1,Kab.Bandung,465,Kab.Bekasi,62,KAB.BOGOR.BERITA TERKINI,1,kab.garut,2,kab.langkat,1,Kab.Malang,3,kab.pekalongan,24,Kab.Samosir,7,KAB.SEMARANG,1,Kab.Sergai,5,KAB.SINJAI,5,kab.sorong,2,Kab.Sumedang,15,Kab.Tangerang,2,kab.Tasikmalaya,7,Kab.Way kanan,7,KABANJAHE,1,kabBandung,2,Kabupaten Bandung Barat,1,KABUPATEN SINJAI,3,KABUPATEN SINJAJ,3,kaimana,4,Kajen,4,Kalbar,575,kalideres,1,Kalimantan Barat,9,kalimantan timur,14,kalipuro,1,Kalsel,8,Kalteng,119,Kaltim,22,Kampar,91,Kampar Kiri,2,Kampar Riau,100,Kapuas Hulu,236,Karawang,194,karawang Berita terkini,1,KARIMUN,5,KARIMUN - RN,1,KARO,27,katapang,1,KATINGAN,4,KEBUMEN,1,Kec.Ukui,1,Kediri,11,KEEROM,23,Kendari,2,kepahiang,4,KEPRI,1,Kepulauan Riau,10,Kerinci,22,KETAPANG,1,KOBAR,1,Kolaka Utara,1,Korupsi,9,KOTA BATU,1,KOTA KOTOMOBAGU,4,KOTA MANNA,2,KOTA METRO,24,kota pekalongan,8,Kota Sorong,7,Kotabumi,1,KOTAMIBAGU,3,Kotamobagu,46,KOTAWARINGIN TIMUR,2,KOTIM,6,kriminal,5,Kronjo,1,Kuala Kapuas,6,kuala lumpur,1,Kuala Tungkal,9,kuansing,2,kuantan,1,kuantan Sengingi,1,KUDUS,102,Kuningan,337,KUTAI KERTANEGARA,8,Kutai Timur,12,Kutim,6,Labuhan Batu,6,Labura,368,Lahat,29,LAMBATA,1,Lamongan,1,Lampung,50,Lampung Barat,30,LAMPUNG METRO,105,LAMPUNG SELATAN,42,Lampung Tengah,10,Lampung Timur,460,Lampung Utara,379,LAMPUNGUTARA,1,lampura,7,langkat,4,LANTAMAL V,86,LANTAMAL X JAYAPURA,20,lebak,97,LEMBATA,7,LIMAPULUHKOTA,2,Lingga,846,Loksado,1,lolak,1,LOLAYAN,2,Lombok,5,Lombok barat,4,Lombok tengah,7,lombok timur,91,Lombok Utara,1,LOTIM,12,lotim.berita terkini,37,LUBUK LINGGAU,15,Lubuk Pakam,4,lubuk sikaping,1,lubuklinggau,15,lubuksikapaing,1,LUBUKSIKAPING,1,lukun,1,Lumajang,1,Lumanjang,1,Luwu,2,Luwuk,7,m,1,Mabar,1,Magelang,1,mahakam hulu,1,majaleMajalengka,1,Majalengka,235,majalengMajalengka,1,majalenMajalengka,1,majalMajalengka,1,majaMajalengka,1,majene,2,makasar,1,makassar,110,Malang,181,Maluku,4,Maluku tengah,2,MALUKU UTARA,1,MAMAJU.RN,3,MAMASA,124,MAMUJU,118,MAMUJU TENGAH,6,Manado,35,mancanegara,1,Manggar,34,Manokwari,136,mansel,1,mataram,12,MATENG,3,Mauk,2,Maybrat,1,medan,161,Mekar Baru,1,MEMPAWAH,1,merak,1,merangin,92,MERANTI,933,MERAUKE,1,Merbau,3,Mesuji,72,metro,203,metro lampung,8,meulaboh,1,Minahasa,7,Minahasa Selatan,4,Minahasa Tenggara,2,Minahasa Utara,1,Minut,1,miranti,1,Mojokerto,405,monokwari,2,morowali,29,MOROWALI UTARA,1,MORUT,2,moskow,1,Muara Belida,1,Muara Bulian,1,muara bungo,3,Muara Enim,241,muara Tami,1,Muaro Jambi,2,Mukomuko,81,muratara,133,Musi Banyuasin,10,MUSI RAWAS,34,musirawas,7,Naibenu,1,Nangka Bulik,2,Nasional,16,Natuna,95,negara,1,Nias barat,17,NTB,66,NTT,5,nunukan,23,Ogan Ilir,7,Oku Selatan,472,Oku Timur,40,Opini,8,P. Bharat,1,P.SIANTAR,3,PACITAN,2,Padang,10,Padang Lawas,14,PADANG PANJANG,1,Pagaralam,31,Pagimana,1,Pahuwato,1,Pakpak Bharat,21,Pakuhaji,2,Palangka raya,212,Palas,23,palelawan,16,Palembang,83,pali,2,Palu,149,Paluta,65,pancur batu,1,pande,1,pandegelang,2,Pandeglang,1058,Pangandaran,1,Pangkalan Kerinci,1,pangkalanbun,1,Pangkalpinang,18,Papandayan,1,Papua,53,PAPUA BARAT,173,parapat,1,PARIAMAN,1,Parigi,6,Parigi Moutong,16,PARIMO,142,Parlemen,32,PARUNG PANJANG,1,Pasaman,12,pasbar,1,Pasir Pangarayan,1,PASSI,1,PASSI TIMUR,6,Pasuruan,2,PATI,101,Patia,1,patrol,3,PAYAKUMBUH,3,PEBAYURAN,1,Pekalongan,50,pekan baru,6,Pekanbaru,256,Pekanbaru Riau,276,pelalawan,25,pemalang,1,Pematangsiantar,37,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,6,Pendidikan,80,Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),61,perimo,1,peristiwa,16,Pesisir Barat,1,PESISIR SELATAN,1,Pilkada,1,pintianak,1,PIPIKORO,1,PN.TIPIKOR,2,polda jabar,1,Polhukam,154,Politik,2,polman,1,polres Pekalongan,2,Pontianak,1121,Poso,3,primo,9,Pringsewu,24,PROTOKOL DOLOK SANGGUL,1,PT Bukit Asam,1,Pulang Pisau,5,pulau merbau,7,pulpis,1,purbalingga,4,Purwakarta,1190,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Artikel,7,Radar Selebrity,2,ragam,58,raja ampat,5,RANGSANG,11,RANGSANG BARAT,1,rangsang pesisir,3,REMBANG,1,Renah mendalu,1,rengat,1,Riau,159,Rohil,1,rokan,1,Rokan Hilir,14,rokan hulu,4,Rongurnihuta,1,Sabang,57,Samarinda,59,sambilan,1,SAMPI,1,Sampit,578,Sangatta kutim,1,Sanggau,1,Sangihe,2,sar,1,Sarolangun,417,SELAT PANJANG,8,SELATPANJANG,2,Selayar,18,selong,3,Semarang,16,semende,1,SEMOGA,2,SEMOGA TENGGARA,1,SENTANI,1,Seram Bagian Barat,1,Serang,182,Serdang Bedagai,34,Sergai,30,Seruyan,18,SIAK,13,Sibolga,7,SIDOARJO,3,SIDRAP,15,Sigi,98,Simalungun,106,simpang apek,1,Singaparna,7,SINGKAWANG,1,SINGKEP BARAT,1,Sinjai,6,solo,1,SOLOK,6,Solok Selatan,8,Soppeng,6,Sorong,62,Sorong selatan,2,Subang,668,SUKABUM,1,Sukabumi,300,Sukoharjo,1,Sukra,1,Sulawesi,3,Sulawesi Selatan,32,sulawesi tengah,52,Sulbar,54,Sulsel,20,Sulteng,285,Sulut,267,Sumatera Selatan,5,SUMATERA UTARA,5,SUMB,1,sumba barat,1,Sumbar,48,Sumbawa,5,Sumbawa Barat(NTB),5,Sumedang,28,sumsel,39,Sumut,76,Sungai Penuh,1,sungai tohor,3,Sunggal,2,SURABAYA,51,tajabbarat,1,Takalar,137,TAMBANG,1,Tambraw,3,Tambraw - RN,6,tanah datar,1,TANAH JAWA,3,Tanah Karo,91,Tangerang,377,Tangerang Selatan,8,Tanjab Barat,738,Tanjab Timur,136,tanjabbar,1,Tanjabtim,1,tanjung balai,3,Tanjung Enim,1,Tanjung Jabung timur,1,tanjung makmur,1,TANJUNG PINANG,7,tanjung samak,1,TANOYAN,8,Tapanuli Selatan,2,Tapanuli Tengah,17,Tapanuli Utara,10,tapung,3,tarutung,1,Tasikmalaya,141,Tebing Tinggi,67,tebing tinggi timur,1,tebingtinggi barat,11,Teekini,2,Tegal,13,tekini,1,teluk bintani,1,teluk buntal,1,Teminabuan,5,tenan,1,Tenggarong,1,ter,1,TERJUN GAJAH,1,Terk,1,Terki,1,Terki i,1,Terkin,2,Terkini,18391,TERKINIO,1,TERKINIP,1,terkiri,9,TERKNI,2,Termini,1,Timika,1,Toabo,1,tolitol,3,Tolitoli,1051,tolotoli,2,TOMOHON,4,Touna,25,Trenggalek,20,tuba,1,tuba barat,4,Tuerkini,1,Tulang Bawang,12,Tulang Bawang Barat,9,Tulung agung,2,Tulungagung,299,Waisai,5,warseno,1,WAY KANAN,2,Yogyakarta,4,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Dalam Konflik Papua, TNI tidak bisa lakukan Penegakan Hukum Lakukan
Dalam Konflik Papua, TNI tidak bisa lakukan Penegakan Hukum Lakukan
https://1.bp.blogspot.com/-BmT8ga_bk24/X9evpgYhV-I/AAAAAAADB4k/g5cFXPWV898nRHh3-dOHscIN57ndxnMvACLcBGAsYHQ/s320/1607970609199_IMG-20201208-WA0018.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-BmT8ga_bk24/X9evpgYhV-I/AAAAAAADB4k/g5cFXPWV898nRHh3-dOHscIN57ndxnMvACLcBGAsYHQ/s72-c/1607970609199_IMG-20201208-WA0018.jpg
RADAR NUSANTARA NEWS
https://www.radarnusantara.com/2020/12/dalam-konflik-papua-tni-tidak-bisa.html
https://www.radarnusantara.com/
https://www.radarnusantara.com/
https://www.radarnusantara.com/2020/12/dalam-konflik-papua-tni-tidak-bisa.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy