Napak Jejak Kesultanan, Ulama dan Wali di Banten

Serang, RN Yayasan Ngareksa Bhumi Surosowan menyelenggarakan agenda Ngobrol Banten 'Napak Jejak Kesultanan Banten,' bertempat di Kaf...



Serang, RN

Yayasan Ngareksa Bhumi Surosowan menyelenggarakan agenda Ngobrol Banten 'Napak Jejak Kesultanan Banten,' bertempat di Kafe Terasbamboo, Dalung Kota Serang Banten, Minggu (23/7/2022). 


Ngobrol Banten ini berkolaborasi antara Ngareksa Bhumi dengan Dindikbud Provinsi Banten, IKA SMAN Ciruas dan Terasbamboo. 


Hadir sebagai Narasumber Sultan Banten Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni, Tokoh Banten Kyai TB Fathul Adzim, Ketua PHRI Banten Ki Ashor Kumar, Budayawan Banten dari Paguyuban Urang Banten Ki Ahmad Yani, Pemerhati Budaya Banten Kang Devi serta 

Sejarahwan sekaligus Penulis Muda Banten Kang Aris.


Ketua Penitia Yayasan Ngareksa Bhumi Kang Esa menghaturkan terima kasih kepada para narasumber yang telah hadir dan tamu undangan dari berbagai unsur Pemerintahan Kelurahan Dalung, Muspika Kecamatan Cipocok Jaya, Polsek Cipocok Jaya, Balai Pelestari Budaya, Dindikbud Kota Serang dan Provinsi Banten, Komunitas Persilatan, Komunitas Wartawan, NU Jaktim, Forum Taman Baca Banten (FTBM) serta lainnya dari berbagai Komunitas di Banten.


"Ngareksa Bumi mengajak generasi muda umumnya warga Banten agar melek sejarah. Karena Banten memiliki sejarah yang luar biasa dan diakui Dunia jangan sampai hal itu menjadikan warga Banten terlena. Tetapi harus menyerap energinya, dan mewujudkan kembali Banten lebih baik lagi kedepannya. Dari Banten untuk Indonesia menuju Dunia," kata budayawan Esa menggebu - gebu.


Narasumber Kyai TB Fathul Adzim mengawali pembicaraannya dengan mengutip Qaidah Usul Fiqh ; Merawat yang lama bagus, melaksanakan yang baru lebih bagus atau menjaga tradisi lama sudah baik, dan mengambil tradisi baru lebih baik.


Mengungkap Banten dan Sultan Hasanudin, TB Fathul menjelaskan, Syaikhona Buya Dimyati pernah mengatakan bahwa Sultan Hasanudin bila disandingkan dengan 9 wali, maka 9 wali itu kalah. Kenapa ? Karena Hasanudin itu 3 Dimensi ; sebagi Sulton, Ulama, sekaligus Wali.


Mengungkap Nasab Kesultanan atau Penerus trah Sultan Hasanudin di Banten 

sampai dengan saat ini yakni Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni.


"Bicara Nasab, Kesultanan, jangankan di Banten bahkan di seluruh dunia siapapun tidak bisa mengambil atau mengganti Nasab demi kepentingan politik dan kekuasaan atau apapun itu.  Begitupun nasab Sultan Banten, harus murni trah keturunan sultan itu sendiri. Maka penting mengetahui siapa keturunan sultan Banten Maulana Hasanudin yang sesungguhnya," ungkapnya.


Kyai Fathul menegaskan, pentingnya mengkaji sejarah dan mengambil pelajaran dari jejak sejarah itu, demikian pula dengan budaya, adat dan tradisinya untuk mewujudkan peradaban lebih baik lagi kedepannya. Namun perlu diingat, adat budaya itu harus sejalan dengan Qur'an dan Hadits. Perlu dipahami baik - baik, dirinya tidak setuju ada yang mengatakan bahwa Islam adalah Budaya.


"Islam ya Islam, budaya ya Budaya, Nasab ya Nasab. Namun pada intinya bahwa tugas kita di muka bumi ini untuk beribadah kepada Allah. Adapun sejarah dan budaya, jadikan itu sebagai alat untuk mewujudkan peradaban yang lebih baik kedepannya," Tuturnya.


Sultan Banten Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni, dalam kesempatannya selaku Narasumber menerangkan, bahwa pada dasarnya adalah tidak bisa begitu saja melupakan sejarah kejayaan Kesultanan Banten. Entitas budayanya itu harus ditonjolkan dan Kesultanan Banten itu sendiri tidak pernah dibubarkan tetapi hanya vakum.  "Oleh karenanya, karena keturunannya kan masih ada sampai hari ini, dan pemerintah harus mengakui itu," terangnya.


Ratu Bagus menuturkan, pelestarian kebudayaan akan secara otomatis terjadi bila Kesultanan Banten yang masih ada diperhatikan. Karena sejarah Kesultanan Banten, jejak - jejak dan peninggalannya diakui Dunia, inilah kejayaan dan kesejahteraan peradaban yang pernah ada di Banten dan itu harus dirawat, perhatikan untuk membangkitkan kembali energinya, "Kalau kata Bung Karno Jas Merah (jangan lupakan sejarah),"


Napak Jejak Kesultanan Banten, sejarahnya diakui dunia, berperadaban luhur serta mampu menciptakan masa kejayaan dan kesejahteraan yang dirasakan oleh seluruh unsur masyarakatnya. Namun kemudian ketika menyikapi kesultanan banten tidak diperhatikan oleh pemerintahnya, memang sangat miris. 


"Kami dari kesultanan sedang memperjuangkan itu namun masih belum ditanggapi. Artinya mereka masih mengacu pada norma - norma yang ada dimana bahwa pengganti Kesultanan Banten yang vakum ini, icon nya kan masjid dan menara, jadi dianggapnya bahwa pengurus masjid dan pengurus cagar budaya lainnya itulah yang dianggapnya rujukan untuk kepentingan - kepentingan tentang kebudayaan Banten. Padahal itu kan hanya pengurus bukan rujukan dari pihak Kesultanan semestinya dan ini perlu diluruskan," terang Sultan.


Ratu Bagus Hendra, menceritakan, vakumnya kesultanan itu ketika Sultan diasingkan ke Surabaya oleh Belanda pada tahun 1832. 


Kemudian pada 1946 Kakeknya Ratu Bagus Hendra oleh Bung Karno diijinkan dan diminta kembali ke Banten, kebetulan pada waktu itu beliau sedang menjabat sebagai Direktur Bank Negara yang sekarang Bank Indonesia.


"Kakek saya itu bilang, ke Bung Karno 'saya kan sedang mengelola keuangan negara,' Bagaimana kalau saya titipkan saja peninggalan Kesultanan Banten itu termasuk cagar budaya, mesjid, makam dan sebainya itu kepada Kh. TB Ahmad Khotib ayahnya TB Fathul Adzim yang pada saat itu menjabat sebagai Presiden Banten. Dititipkanlah ke TB Akhmad Khotib di Jogja di hadapan Sultan Hamangkubuwono ke IX, mengamanatkan kepada TB Akhmad Khotib sampai keturunannya kembali ke Banten. Nah dalam perjalanannya, TB Akhmad Khotib kan sibuk menjadi Presiden Banten. Ia meminta bantuan kepada keponakannya TB Kuncung," terangnya.


Ratu Bagus Hendra, menegaskan, untuk membangkitkan Kesultanan Banten itu tentunya, pertama harus diakui dulu oleh pemerintah. Dirinya selaku penerus Kesultanan akan menggalakan kejayaan Kesultanan Banten tidak terlepas dari sejarahnya, kegiatan agamanya, budayanya bagaimana mensejahterakan rakyatnya yang pernah terjadi di banten dulu sangat luar biasa, dan itu harus dibangkitkan kembali energinya untuk kemajuan Banten hari ini dan kedepannya lebih baik. Kedua jadikan Banten berbudaya, berbudi pekerti, memiliki jati diri. Kalau itu sudah melekat dan dijalankan dengan baik pasti ujungnya sejahtera.


"Saya akan lakukan itu, sosialisasi terus berjalan. kebetulan saya sudah diakui oleh kerajaan dunia, se asia pasifik diakui bahkan diangkat jadi ketua. Nah ini akan saya sosialisasikan terus meskipun pemerintah masih ragu, kita axis saja bakti sosial, santunan yatim piatu jalan terĂ¹s. Karena Moto kesultanan banten yang saya canangkan pertama kali jadikan banten beraqidah dulu." Tandasnya.


Sementara pada kesempatan yang sama, Narasumber lainnya juga menyampaikan hal yang sama akan penting Sejarah dan Budaya untuk mengenali jati diri dan mewujudkan peradaban yang lebih baik.


Ketua PHRI Ki Ashok Kumar, "Semua adat dan budaya apa saja PHRI terima selama itu halal," demikian mengawali pembicaraannya.


Ki Ashok menyampaikan, berbicara Banten itu memang hebat, Satu yang kurang dari warga Banten hari ini yaitu kurang kompak, "Karena bisa dikatakan semua ada di Banten, Kalau Banten kompak itu pasti kuat. Hingga tidak menutup kemungkinan untuk mewujudkan kejayaan itu," ujarnya.


Sedang Penulis Muda Banten Kang Aris, menuturkan, menurutnya untuk membangun marwah kesultanan, pihak kesultanan seharusnya mengumpulkan orang - orang yang mempunyai trah kesultanan agar tidak ada yang mengaku - ngaku keturunan kesultanan dari unsur lain.


Namun yang digaris bawahi oleh Kang Aris adalah bahwa bila ingin menghidupkan kembali marwah kesultanan, konsepsi Perubahan harus terlebih dahulu dibenahi dari dalam secara internal.


"Kemegahan kesultanan dan kemegahan surosowan yang gerbangnya saja itu terbuat dari intan dan berlian itu dari arsip eropa dan francis, dan itu dijelaskan oleh wartawan dan para pedagang waktu itu tercatat di jurnalnya. Jadi Betapa makmur waktu itu. Sekarang pertanyaannya kemanakah itu ? apakah dirampas oleh belanda ? atau bagaimana ? kita tidak tahu. Yang jelas pada kesultanan Banten itu adalah salah satu kesultanan termegah di Nusantara," terangnya.


Dikesempatan yang sama Kang Devi, menuturkan, memang harus bisa memilah dan memilih dimana agama berdiri dimana kebudayaan berdiri. Bila ingin berbicara budaya setidaknya harus memahami apa budaya itu sendiri. Meski demikian kebudayaan itu bisa memajukan masyarakatnya dan itu betul sekali.


"Sejarah, Agama, Budaya berikut pemerintahannya memang harus kita pahami secara mendalam. Agar terciptanya kesejahteraan dan kemakmuran suatu bangsa. Khususnya di Banten." Ujarnya.


Kemudian Narasumber Ki Ahmad Yani dari Paguyuban Warga Banten, mempertanyakan sebetulnya siapa orang Banten, apakah keturunan ini, keturunan itu, dan sebagainya. Maka disitulah pentingnya mengenal sejarah dan budaya.


"Ciri dari irang Banten itu adalah egaliter , terbuka kepada siapapun, bergaul bersilaturahmi tapi adaptif," terangnya.


Sampai kemudian di masa Kesultanan Banten itu puncak kerajaan islam. Disitulah bergumul bergaul dari berbagai negara, tidak kuper tidak menutup diri. 


"Sikap itulah yang membuat Banten Jaya. Jadi mari kita saling dan kompak untuk mewujudkan kembali kejayaan itu." Tandasnya.

(Rob/Wan).

COMMENTS



























































Nama

.,3,.berita terkini,11108,.beritaterkini,6,.kalbar,17,(Merlung),5,Aceh,34,ACEH SINGKIL,78,Aceh Tamiang,23,Aceh Tengah,120,ACEH TENGGARA,2,ACEH TIMUR,2,Aceh Utara,3,advertorial,20,aek kanopan,1,Aekkanopan,9,agam,18,aimas,1,ALAI.,5,Alor,1,ambon,4,amlapura,53,anjatan,2,Anyer,1,AS,1,Asahan,6,babel,1,badung,522,Bagansiapiapi,4,bakan,1,BALAESANG,1,bali,530,balige,6,BALIKPAPAN,6,balut.berita terkini,3,Banda Aceh,16,BANDAR LAMPUNG,39,Bandar Seri Begawan,1,bandara,7,Bandung,159,Bandung Barat,22,banggai,5,bangka,1,Bangka Belitung,5,Bangka Tengah,1,bangkep,1,BANGKEP - RN,1,BANGKINANG,5,bangli,789,Bangun Purba,1,Banguwangi,1,Banjar,23,Banjarnegara,7,bantaeng,46,Banten,132,Banyuasin,6,Banyumas,13,Banyuwangi,148,barito utara,1,Barru,6,Batam,103,batang,67,BATANG HARI,3,batang kuis,3,BATU,7,batu bara,68,baturaja,4,bekasai,1,Bekasi,2126,bekasi terkini,3,Bekasi Utara,1,belawan,2,Belitung,214,Belitung Timur,17,Beltim,225,belu,2,benakat,1,bener,1,Bener Meriah,481,BENGKALIS,74,Bengkayang,75,BENGKULU,6,BENGKULU SELATAN,19,BENGKULU UTARA,1,benoa,2,BER,3,BERI,1,beriita terkini,3,berit terkini,2,berita,1,Berita terkini,3117,berita terkini daerah,1,berita terkini.,1,berita terkinia,1,berita terkink,1,berita terkinu,2,berita tetkini,1,beritaterkini,4,beritq terkini,1,berta terkini,1,Bima,2,binjai,3,Bintan,9,Bintuni,1,Bitung,5,blahbatu,1,blahbatuh,15,Blitar,15,Blora,2,BMKG,1,BNN,1,Bogor,448,BOGOR TIMUR,71,Bola,1,BOLAANG MONGONDOW,2,bolmong,514,Bolmong raya,3,Bolmong selatan,12,bolmong timur,2,bolmong utara,1,bolmongsiar,1,bolmut,2,BOLNONG,1,bolong mopusi,1,bolsel,7,boltim,18,bone,3,BOYOLALI,2,Brebes,170,bualu,1,Bukit Tinggi,51,bukittinggi,18,buleleng,201,BUMIMORO,1,BUNGKU,1,Buol,89,BUTENG,1,Catatan Radar Nusantara,10,Ciamis,83,Cianjur,17,Cibinong,14,Cibitung,3,cikampek,41,Cikampek barat,1,Cikande,1,Cikarang,92,CIKARANG BARAT,1,CIKARANG PUSAT,1,cikarang utara,2,Cilacap,9,Cilegon,39,cilengsi,3,Cileungsi,41,Cimahi,459,Cimanggung,1,Cirebon,527,Cirebon Kota,2,Cisarua,1,Dabo Singkep,266,daer,2,Daerah,7488,daerah Terkini,2,daerh,1,Daik Lingga,3,Dairi,245,Deli Serdang,48,Deli tua,1,demak,31,Denpasa,3,denpasar,745,denpasar timur,1,Dentim,1,Depok,592,derah,5,dharmasraya,6,DIY,3,Dolok,4,Doloksanggul,75,Dompu,2,Donggala,143,donri donri,1,DPRD Kab. Bekasi,11,DPRD Kota Bekasi,99,DPRD LamSel,8,Dumai,26,Dumoga,179,Dumoga Utara,2,duri,2,Ekonomi,3,EMPAT LAWANG,14,ende,2,eretan,1,Erkini,1,Fakfak,2,fakta,1,Garut,100,gianyar,731,gilimanuk,1,gorontalo,66,Gowa,106,Gresik,1,GROBOGAN,1,gunung mas,2,Gunung Putri,2,gunungsitoli,1,HL,23,HSU,1,Hukum,11,HUMAS BELTIM,6,humbahas,12,Indonesia,5,INDRA,1,Indragiri hulu,4,indralaya,44,Indramayu,34,Indrapura,15,info,1,INHIL,3,inhilriau,1,INHU,8,Jabar,20,jaka,2,Jakarta,1646,Jakarta barat,2,jakarta selatan,5,jakarta timur,3,jakarta utara,3,Jambi,160,jateng,4,jatijajar,1,JATIM,7,Jawa Barat,38,Jawa Tengah,8,Jawa Timur,13,Jayapura,27,Jember,8,jembrana,280,Jeneponto,23,Jepara,106,jimbaran,2,Jombang,4,kab,7,kab .Bandung,208,Kab 50 Kota,4,kab Bandung,30,kab. Agam,1,Kab. Bandung,3875,kab. bekasi,195,Kab. Bogor,26,Kab. Brebes,59,kab. buru,1,KAB. CIREBON,2,KAB. DAIRI,1,kab. Garut,1,Kab. Gumas,1,kab. Kajen,1,Kab. Kapuas Hulu,6,kab. Karawang,2,KAB. KARO,2,Kab. Kuningan,64,kab. langkat,2,kab. malang,1,Kab. Minahasa Tenggara,1,KAB. PELALAWAN,2,Kab. Serang,6,Kab. Serdang Bedagai,2,Kab. Sukabumi,12,kab. tangerang,6,Kab. Tasikmalaya,91,Kab. Toba,8,kab.agam,1,Kab.Bandung,1877,kab.barru,3,Kab.Bekasi,380,kab.bogor,21,KAB.BOGOR.BERITA TERKINI,1,kab.buru,2,Kab.Dogiyai Papua Tengah,1,kab.garut,2,kab.langkat,1,Kab.Malang,3,Kab.Nganjuk,6,kab.pekalongan,26,Kab.Samosir,8,KAB.SEMARANG,1,Kab.Sergai,5,KAB.SINJAI,5,kab.sorong,3,Kab.Sumedang,25,Kab.Tangerang,15,kab.Tasikmalaya,46,Kab.Way kanan,20,KABANJAHE,1,kabBandung,2,Kabupaten Bandung Barat,1,KABUPATEN SINJAI,3,KABUPATEN SINJAJ,3,kaimana,4,Kajen,4,Kalbar,586,kalideres,1,Kalimantan Barat,9,kalimantan timur,15,kalipuro,1,Kalsel,10,Kalteng,264,Kaltim,24,Kampar,141,Kampar Kiri,3,Kampar Riau,259,kapuas,3,Kapuas Hulu,274,kara,1,karangasem,780,Karawang,342,karawang Berita terkini,1,KARIMUN,6,KARIMUN - RN,1,KARO,27,katapang,1,KATINGAN,6,keban agung,1,KEBUMEN,1,Kec.Ukui,1,Kediri,59,KEEROM,27,Kendari,4,kepahiang,4,KEPRI,3,Kepulauan Riau,10,Kerinci,23,KETAPANG,12,kintamani,1,klapanunggal,1,klungkung,509,KOBAR,1,Kolaka Utara,1,Kominfo Kab.Bekasi,34,Korupsi,9,kota agung,1,KOTA BATU,1,KOTA KOTOMOBAGU,4,KOTA MANNA,2,KOTA METRO,29,kota pekalongan,8,Kota Sorong,7,kotabaru,1,Kotabumi,1,KOTAMIBAGU,3,Kotamobagu,102,kotawaringin barat,3,KOTAWARINGIN TIMUR,4,KOTIM,11,kriminal,5,Kronjo,1,Kuala Kapuas,6,kuala lumpur,1,Kuala Tungkal,9,kuansing,15,kuantan,1,kuantan Sengingi,4,kubu,3,kubu raya,10,KUDUS,123,Kuningan,1441,kupang,2,kuta,17,kuta badung,2,KUTAI KERTANEGARA,9,Kutai Timur,12,Kutim,6,l,1,Labuhan Bajo,1,Labuhan Batu,12,Labura,407,Lahat,31,LAMBATA,1,Lamongan,3,Lampung,90,Lampung Barat,196,LAMPUNG METRO,105,LAMPUNG SELATAN,63,Lampung Tengah,23,Lampung Timur,466,Lampung Utara,794,LAMPUNGUTARA,1,lampura,20,landak,5,langkat,5,langsa,3,LANTAMAL V,86,LANTAMAL X JAYAPURA,20,lawang kidul,45,lebak,196,LEMBATA,7,LIMAPULUHKOTA,6,Lingga,1060,liwa,13,Loksado,1,lolak,1,LOLAYAN,3,Lombok,6,Lombok barat,4,Lombok tengah,13,lombok timur,132,Lombok Utara,1,LOTIM,12,lotim.berita terkini,37,LUBUK LINGGAU,17,Lubuk Pakam,6,lubuk sikaping,1,lubuklinggau,16,lubuksikapaing,1,LUBUKSIKAPING,1,lukun,1,Lumajang,7,Lumanjang,1,Luwu,2,Luwuk,8,m,1,M.Labuhan,1,Mabar,1,madina,1,madura,1,Magelang,4,mahakam hulu,1,majaleMajalengka,1,Majalengka,635,majalengMajalengka,1,majalenMajalengka,1,majalMajalengka,1,majaMajalengka,1,majene,3,maka,1,makasar,3,makassar,208,malaka,1,Malang,190,Maluku,8,Maluku tengah,2,MALUKU UTARA,2,MAMAJU.RN,3,MAMASA,195,MAMUJU,217,MAMUJU TENGAH,7,Manado,60,mancanegara,1,mandau,1,mangapura,3,Manggar,91,Manggarai,1,manggarai barat,1,mangupura,17,Manokwari,160,mansel,1,marga,1,maros,1,mataram,13,MATENG,7,Mauk,2,Maybrat,1,medan,242,Mekar Baru,1,melawi,9,MEMPAWAH,1,merak,4,merangin,93,MERANTI,969,MERAUKE,2,Merbau,3,Mesuji,75,metro,216,metro lampung,10,meulaboh,1,Minahasa,7,Minahasa Selatan,5,Minahasa Tenggara,2,Minahasa Utara,1,Minas,1,Minut,1,miranti,1,Mojokerto,559,monokwari,2,morowali,29,MOROWALI UTARA,1,MORUT,3,moskow,1,Muara Belida,1,Muara Bulian,1,muara bungo,3,Muara Enim,581,muara Tami,2,Muaro Jambi,4,muba,8,Mukomuko,81,muratara,534,murung raya,2,Musi Banyuasin,15,MUSI RAWAS,35,musirawas,7,Naibenu,1,namlea,4,Nangka Bulik,2,Nasional,16,Natuna,95,negara,4,ngawi,1,Nias barat,21,NTB,74,NTT,13,nunukan,25,Ogan Ilir,7,OKI,3,OKU,2,Oku Selatan,560,Oku Timur,52,Opini,14,P. Bharat,1,P.SIANTAR,12,PACITAN,2,Padang,14,Padang Lawas,14,PADANG PANJANG,2,Pagaralam,34,Pagimana,1,Pahuwato,1,Pakpak Bharat,21,Pakuhaji,2,Palangka raya,347,Palas,23,palelawan,44,Palembang,102,pali,2,Palu,195,palu utara,1,Paluta,66,pamekasan,2,Panang Enim,2,pancur batu,1,pand,1,pande,1,pandegelang,3,Pandeglang,2119,Pangandaran,23,Pangkalan Kerinci,1,pangkalanbun,1,Pangkalpinang,21,pangkep,4,pantai labu,1,Papandayan,1,Papua,95,PAPUA BARAT,224,papua barat daya,1,parapat,2,PARIAMAN,7,Parigi,6,Parigi Moutong,19,PARIMO,1063,Parlemen,32,PARUNG PANJANG,1,Pasaman,13,Pasangkayu,1,pasbar,1,Pasir Pangarayan,1,PASSI,1,PASSI TIMUR,6,Pasuruan,2,PATI,190,Patia,1,patrol,14,PAYAKUMBUH,9,PEBAYURAN,1,Pekalongan,84,pekan baru,6,Pekanbaru,318,Pekanbaru Riau,1396,pelalawan,26,pemalang,3,Pematangsiantar,44,pemekas,1,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,6,penanaman,1,penang Enim,2,Pendidikan,80,pengkadan,1,Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),116,perbaungan,1,perimo,2,peristiwa,16,Permohonan,1,pesawaran,23,pesel,1,Pesisir Barat,2,Pesisir Barat,2,PESISIR SELATAN,1,Pilkada,1,pintianak,1,PIPIKORO,1,PN.TIPIKOR,2,polda jabar,1,Polhukam,154,Politik,2,polman,1,polres Pekalongan,2,ponorogo,1,Pontianak,1352,Poso,4,prabumulih,1,primo,9,Pringsewu,32,PROTOKOL DOLOK SANGGUL,1,PT Bukit Asam,1,Pulang Pisau,5,pulau merbau,7,pulau tidung,1,pulpis,1,purbalingga,5,Purwakarta,1857,Purwokerto,2,Putussibau,58,radar,3,Radar Artikel,31,Radar Selebrity,3,ragam,58,raja ampat,6,rambang dangku,1,RANGSANG,11,RANGSANG BARAT,1,rangsang pesisir,3,rantauprapat,1,rejang lebong,5,REMBANG,1,Renah mendalu,1,rengasdengklok,1,rengat,1,Riau,180,Rohil,4,rokan,1,Rokan Hilir,53,rokan hulu,12,Rongurnihuta,1,rote ndao,1,Sabang,57,Samarinda,60,sambilan,1,sampang,62,SAMPI,1,Sampit,652,Sangatta kutim,1,Sanggau,7,Sangihe,2,sar,1,Sarolangun,460,sekadau,5,SELAT PANJANG,10,SELATPANJANG,2,Selayar,18,selong,3,Semarang,58,Semarapura,43,semende,1,SEMOGA,2,SEMOGA TENGGARA,1,SENTANI,1,sentul,1,Seram Bagian Barat,1,Serang,456,Serdang Bedagai,35,Sergai,32,Seruyan,19,SIAK,21,siak hulu,9,sian,1,Sibolga,166,sidikalang,1,SIDOARJO,6,SIDRAP,15,Sigi,103,silaen,1,Simalungun,132,simpang apek,1,Singaparna,10,singaraja,37,SINGKAWANG,11,SINGKEP BARAT,1,Sinjai,6,sintang,29,situbondo,6,sleman,2,solo,8,SOLOK,18,Solok Selatan,9,Soppeng,38,Sorong,82,Sorong selatan,3,Sragen,20,Subang,1881,SUKABUM,1,Sukabumi,569,sukawati,1,Sukoharjo,1,Sukra,1,Sulawesi,3,Sulawesi Selatan,32,sulawesi tengah,57,sulawesi tenggara,1,Sulbar,338,Sulsel,30,Sulteng,314,Sulut,344,Sumatera Selatan,6,SUMATERA UTARA,5,SUMB,1,sumba barat,1,Sumbar,61,Sumbawa,5,Sumbawa Barat(NTB),5,Sumedang,150,sumenep,18,sumsel,43,Sumut,107,Sungai Penuh,1,sungai tohor,3,Sunggal,2,SURABAYA,107,Surakarta,2,tabanan,446,tajabbarat,1,Takalar,203,talangpadang,5,TAMBANG,1,Tambraw,3,Tambraw - RN,6,tana toraja,1,tanah,1,tanah datar,2,TANAH JAWA,5,Tanah Karo,122,Tangerang,452,Tangerang Selatan,100,tangg,1,tanggamus,123,Tanjab Barat,973,Tanjab Timur,140,tanjabbar,1,Tanjabtim,1,tanjung agung,8,tanjung balai,4,Tanjung Enim,86,Tanjung Jabung timur,1,tanjung makmur,1,TANJUNG PINANG,14,tanjung samak,1,tanjung selor,1,TANOYAN,8,Tapanuli Selatan,5,Tapanuli Tengah,99,Tapanuli Utara,31,tapung,3,tapung hulu,3,tarakan,1,tarutung,33,Tasikmalaya,390,tebi,1,tebin,1,tebing,1,Tebing Tinggi,92,tebing tinggi timur,1,tebingtinggi barat,11,Teekini,10,Teelini,1,Tegal,30,tekini,5,Telawang,1,teluk bintani,1,teluk buntal,1,telukuantan,5,tembilahan,2,tembuku,2,Teminabuan,5,tenan,1,Tenggarong,1,ter,1,Terjini,3,TERJUN GAJAH,1,Terk,1,Terki,1,Terki i,3,Terkii,1,Terkiji,4,Terkimi,1,Terkin,9,Terkin8,1,Terkini,44981,Terkinii,1,TERKINIO,1,TERKINIP,2,Terkino,11,Terkinu,1,terkiri,9,TERKNI,3,Terkuni,2,Terlini,2,Termini,4,ternate,1,Tetkini,13,Timika,1,Toabo,1,toba,41,tolikara,2,tolitol,3,Tolitoli,1405,tolotoli,3,TOMOHON,4,Touna,27,Trenggalek,20,Trkini,1,Tterkini,1,tuba,1,tuba barat,11,Tuerkini,1,Tulang Bawang,14,Tulang Bawang Barat,9,Tulung agung,2,Tulungagung,304,Twrkini,1,ubud,22,Waibakul,1,Waisai,23,warseno,1,WAY KANAN,27,wonosari,1,Yogyakarta,7,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Napak Jejak Kesultanan, Ulama dan Wali di Banten
Napak Jejak Kesultanan, Ulama dan Wali di Banten
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9E8H1s6PtgO3IoKQhk3I162o_CXdkxfBKKiN_8pt5r57MDgo5IWfv6kJr2h7UNtVUjCQaHKPOLt7Eihv8POE8NHKrMRtszgrU2v2fFTSzceJ3HfJcI2ck4a7qmNzf9Fy1DMXmqirZ9ljUYXgwTy4pRxvXNv5kLgHrogadMgQWiLvsO_sp716V8bXwbvQ/s320/IMG-20230724-WA0007.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9E8H1s6PtgO3IoKQhk3I162o_CXdkxfBKKiN_8pt5r57MDgo5IWfv6kJr2h7UNtVUjCQaHKPOLt7Eihv8POE8NHKrMRtszgrU2v2fFTSzceJ3HfJcI2ck4a7qmNzf9Fy1DMXmqirZ9ljUYXgwTy4pRxvXNv5kLgHrogadMgQWiLvsO_sp716V8bXwbvQ/s72-c/IMG-20230724-WA0007.jpg
RADAR NUSANTARA NEWS
https://www.radarnusantara.com/2023/07/napak-jejak-kesultanan-ulama-dan-wali.html
https://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/2023/07/napak-jejak-kesultanan-ulama-dan-wali.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy