Tojo Una-Una-Sulteng,RN Menindak lanjuti pemberitaan Bupati Tojo Una-Una Ilham,SH di beberapa media online yang diduga kuat telah di prakars...
Tojo Una-Una-Sulteng,RN
Menindak lanjuti pemberitaan Bupati Tojo Una-Una Ilham,SH di beberapa media online yang diduga kuat telah di prakarsai oleh oknum wartawan inisial"JF,"dan menganggap propokatif atas berita bupati yang ditayangkan oleh Media Radar Nusantara Group, justru menuai kontroversi dimana yang bersangkutan diduga,telah memberitakan wartawan Radar Nusantara secara terbuka tampa menulis inisial,serta menyerang pribadi oknum wartawan Radar Nusantara dan oknum wartawan Bidik Hukum dengan cara tak mengindahkan "KEJ."dan diduga telah mendaulati kewenangan dewan pers terkait karya jurnalistik,hingga berita ini kembali naik tayang atas inisiatif dan klarifikasi sehingga dikalangan Pewarta di Tojo Una-Una Propinsi Selawesi Tengah dan pemerintah daerah serta publik tidak merasa bingung dan bisa melakukan penilaian kapasitas wartawan yang di duga Abal Abal.
Kronologi kejadian itu bermula saat awak Media Radar Nusantara Group Memberitakan terkait statemen Bupati Tojo Una-Una saat mampir di kedai."om no."yang terletak di Mapolres Tojo Una-Una,Pada 28/10/25,dimana Bupati Touna Ilham,SH mengatakan Kehadiran wartawan di Tojo Una-Una saat di pulau papan nanti dalam rangka mengikuti Uji Kompetensi Wartawan(UKW)yang akan digelar 5 Desember 2025, agar semua wartawan hadir disana walupun tidak mengikuti UKW."Ucap bupati berharap.
Sesaat bersamaan Bupati Touna Ilham,SH kambali memberi sinyalemen 'jika satu wartawan tidak hadir di sana beliau berucap"tak akan hadir di pulau papan nanti,ucapan bupati itu fakta dan disaksikan tiga awak media,advokat,dan kepala KCP BNI Ampana bersama warga yang sempat mampir sambil menikmati secangkir kopi."Ucap bupati meyakinkan di Kala itu.
Seperti yang di kutip diatas ucapan bupati itu sebelum kehadiran wartawan Budianto Dako,hingga yang bersangkutan tidak tau awal mula ceritanya,selang beberapa saat sekira 15 menit kemudian di tempat yang sama munculah secara tiba tiba pak Budianto Dako,dan disaat itu bupati Touna langsung memberi tau ke pak Budi,"kalau UKW di pulau papan nanti diharap semua wartawan hadir disana."tapi bupati kembali mengatakan"jika saya tau ada satu wartawan yang tidak hadir dalam kegiatan tersebut dirinya tak akan hadir pula di pulau papan,dan pak Budi pun sontak mengatakan."
"kita berharap demikian pak,kehadiran semua teman teman wartawan di pulau papan,"dan ucapan pak Budi saat itu di saksikan PLT kadis pariwisata bersama ajudan bupati serta Advokat dan beberapa awak media dan
pengunjung yang tak sempat di tau namanya satu persatu menyaksikan.
Perlu diketahui bersama awak Media Radar Nusantara Group bukan wartawan pecundang dan Abal Abal yang tak tahu KEJ dan UUD Pers, dan ini bukan pembelaan diri berdasarkan penuturan dalam tayangan berita akurat sesuai faktualisasi sebenarnya
dan dipandang perlu bijak menanggapi adanya ucapan bupati Touna Ilham,SH sesungguhnya tak ada maksud apapun awak media Radar Nusantara Group mendiskreditkan bahkan menyerang lembaga,atau pun pribadi orang lain,melainkan hanya memberi sinyal atas statemen bupati itu demi membuka ruang dan kesempatan kepada seluruh wartawan Tojo una-una untuk bersama sama hadir dipulau papan saat mengikuti Kompetensi Wartawan(UKW)di ibu kota kecamatan Talatako kabupaten Tojo Una-Una yang akan digelar Desember 2025 mendatang.
Catatan penting dan pembelajaran buat Wartawan yang berinisial,"JF."agar bisa menjunjung tinggi kebersamaan dalam keberagaman terkait karya jurnalistik adalah hak prerogatif Dewan Pers.
Kronologi :
Adanya kekisruan ini terjadi saat beberapa media online melakukan klarifikasi Tampa mengindahkan media yang memuat berita radar sebelumnya,dan yang lebih fatal pemberitaan diduga telah prakarsai oknum wartawan inisial 'JF"yang merasa pintar dan risih Tampa ada klarifikasi kepada media yang memuat pemberitaan tersebut telah membuang rilis berita dengan tema berbeda tetapi isi berita yang sama di berapa media online tersebut,diduga dengan sengaja terbuka lebar menyerang pribadi awak media Radar dan Bidik hukum seolah-olah memberitakan ucapan bupati diplintir tak benar adanya.
Tak merasa puas hingga oknum wartawan inisial ,JF."Diduga merilis berita dibeberapa bagian media online dalam isi berita dan telah berasumsi hingga menggiring opini tak bersumber jelas dengan cara mempermalukan oknum wartawan Radar dan Bidik hukum diruang publik seperti ini kutipannya di media totabuan.news
"Penegasan ini disampaikan menyusul munculnya berita di dua media,yakni Radar Nusantara yang ditulis oleh Iksan Lapanyompa, dan Bidik Hukum oleh Yahya Ladehu, yang dinilai berpotensi menimbulkan provokasi serta kesalahpahaman terkait ucapan Bupati Tojo Una-Una, Ilham,SH, mengenai Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Pulau Papan.
Tak sampai disitu oknum wartawan inisial"JF."
Kembali merilis dan menaikan berita seperti ini.
"Diketahui pula,dua orang yang mengaku wartawan namun belum terverifikasi secara profesional disebut kerap menulis berita yang dinilai kurang etis.Bahkan, keduanya menolak mengikuti UKW meski telah ditawarkan oleh panitia sebagai bagian dari peningkatan kapasitas profesi wartawan tulisnya dalam berita tersebut.
Selain itu oknum wartawan,JF," memuat berita dengan penguatan rilis yang bersumber dari Wakasekjen DPP PJS Budianto Dako sebut saja orang tua kandung sendiri,telah melempar beberapa rilisan berita yang memuat klarifikasi di ruang Group Kominfo dengan harapan mungkin sekedar pemberitahuan dan teguran tapi wartawan inisial,"JF"Tampa mengindahkan aturan dewan pers dan KEJ terkait karya jurnalistik seorang wartawan yang merupakan hak dan kewenangan dewan pers melakukan,penilaian terhadap karya jurnalistik,tiba tiba muncul berita secara spekulasi tampa mengindahkan sumber yang diberitakan dan media yang sama, akibat sikap emosional yang terlalu berlebihan olehnya di pandang perlu untuk dipublikasi kembali oleh pihak media Radar Nusantara Group agar publik lebih cermat dan menilai tampa berspekulasi sehingga bisa menyelamatkan kesalah pahaman dalam dunia pers baik pribadi maupun kepada orang lain.***
M.ichan.Radar Group.



COMMENTS