Salam Peduli ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Redaksi   |  Biro Daerah

Rabu, 30 November 2011

MPC PP Inhil Dilantik, Siap Sinergi dengan Pemerintah Dalam Pembangunan di Inhil

Tembilahan, Radar Nusantara

Majelis Pengurus Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kabupaten Indragiri Hilir periode 2011-2015, Rabu (30/11) malam resmi dilantik.

Tampak dalam kegiatan pelantikan yang digelar di aula Hotel Arrahman I Jalan Diponegoro Tembilahan tersebut dihadiri Kepala Badan Kesbangpol Inhil, Tantawi Jauhari, beberapa pejabat Pemkab Inhil dan anggota DPRD Inhil, pengurus paguyuban, organisasi masyarakat dan organisasi pemuda serta undangan lainnya dilantik.  Ketua MPC PP Inhil, Said Ismail, Sekretaris Zulbahri dan Bendahara, H Suparlan beserta jajaran pengurus lainnya dilantik pengurus Majelis Pengurus Wilayah Pemuda Pancasila Riau, Frans Rizal.  Dalam sambutannya, Frans Rizal menegaskan organisasi masyarakat Pemuda Pancasila bukan merupakan organisasi preman.  "Organisasi ini (Pemuda Pancasila, red) bukan organisasi preman, tapi merupakan organisasi yang independen dan mengelola potensi pemuda yan merupakan sebuah kekuatan besar dalam mendukung proses pembangunan saat ini, kususnya di Inhil" sebut Rizal.

Sementara itu Ketua MPC PP Inhil, Said Ismail mengharapkan segenap pengurus dan kader PP Inhil dapat bersama-sama membesarkan organisasi ini.  "Marilah bersama-sama kita membesarkan organisasi ini," sebut Said Ismail. Disebutkan, ia akan membawa organisasi ini kepada perkembangan dan kemajuan di masa mendatang dan bersinergi dengan segenap elemen masyarakat Inhil bagi mendukung proses pembangunan di Inhil.  Sementara itu, Bupati Inhil, Indra Muchlis Adnan yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Inhil, Tantawi Jauhari menyatakan organisasi masyarakat merupakan mitra pemerintah bagi mendukung kesuksesan proses pembangunan di Negeri Seribu Jembatan ini.  "Maka sinergi dan kebersamaan dengan semua elemen masyarakat, termasuk PP sangat menentukan bagi proses dan keberlangsungan pembangunan di Indragiri Hilir," imbuh Tantawi. (iin)

Heterogenitas Inhil Harus Dikelola dengan Baik


Tembilahan, Radar Nusantara

Heterogenitas etnis dan budaya di Indragiri Hilir harus dikelola dengan baik, karena akan menjadi suatu kekuatan luar biasa dalam mendukung proses pembangunan Inhil kedepan.
Pernyataan ini dikemukakan Bupati Inhil saat membuka Diskusi Panel tersebut yang diwakili Kepala Badan Kesbang Polinmas Inhil, mengemuka dalam Diskusi Panel  bertemakan Heterogenitas Menuju Inhil 2025, Rabu (30/11) yang ditaja Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kabupaten Inhil di aula Hotel Nuria Tembilahan.

Heterogenitas Inhil Harus Dikelola dengan Baik

Tembilahan, Radar Nusantara

Heterogenitas etnis dan budaya di Indragiri Hilir harus dikelola dengan baik, karena akan menjadi suatu kekuatan luar biasa dalam mendukung proses pembangunan Inhil kedepan. Pernyataan ini dikemukakan Bupati Inhil saat membuka Diskusi Panel tersebut yang diwakili Kepala Badan Kesbang Polinmas Inhil, mengemuka dalam Diskusi Panel  bertemakan Heterogenitas Menuju Inhil 2025, Rabu (30/11) yang ditaja Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kabupaten Inhil di aula Hotel Nuria Tembilahan.

 Dalam sambutannya, ia menyatakan bahwa sejak dulu negeri ini telah terkenal dengan kemajemukan etnis dan memiliki budaya beragam.  "Maka dengan kemajemukan etnis dan budaya ini, menjadikan Inhil cerminan Indonesia Mini. Keberagaman ini harus dikelola dengan baik bagi mendukung proses pembangunan di Inhil," sebut Tantawi Jauhari dalam sambutannya.

Namun, ujar Tantawi kalau kemajemukan ini tidak dikelola dengan baik, akan menimbulkan gesekan dan menimbulkan perpecahan yang menghambat pembangunan di daerah ini.  Maka menjadi tugas bersama elemen masyarakat Inhil untuk menjaga kekerabatan yang akan menjadi modal awal menjaga kerukunan di tengah masyarakat.  Ketua Panitia Pelaksana Diskusi Panel, Zulfadli menyatakan bahwa kegiatan ini diadakan PWI dalam upaya memberikan pemahaman dan wawasan kepada masyarakat pentingnya wawasan kebangsaan dalam heterogenitas.

"Ini merupakan agenda kegiatan PWI Inhil dalam rangka memberiikan kontribusi positif dalam kemajemukan masyarakat sehingga dapat berkolaborasi dalam proses pembangunan di Kabupaten Inhil," sebutnya.  Ketua PWI Perwakilan Inhil, Andang Yudiantoro menyebutkan PWI sebagai wadah bergabung insan pers berkewajiban memberikan kontibusi bagi mendukung tetap kondusif dan menjadi kekuatan besar dalam mendukung pembangunan Inhil ditengah heterogenitas di Inhil.

Kegiatan diskusi yang dihadiri peserta dari kalangan organisasi dan paguyuban di Inhil, organisasi pemuda, LSM, partai politik dan mahasiswa tersebut menghadirkan narasumber, diantaranya Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Inhil, Tantawi Jauhari, Dandim 0314/ Inhil, Letkol Inf Rudolf TS Manoppo dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Inhil. (iin)

Selasa, 29 November 2011

Aksi Teror Mafia Tender di Pertamina EP Region Jawa
























Cirebon, Radar Nusantara

Kasus penyimpangan tender Vacuum Truk di Pertamina EP Region Jawa hingga berita ini dibuat belum ada titik terang penyelesaiannya secara menyeluruh. Penyimpangan yang ditemukan oleh Tim Radar Nusantara meliputi manipulasi dokumen fisik kendaraan, SP3MP yang tidak sesuai RKS Collective Number : EP27-S11LL0061A.

Beberapa penyimpangan ini sudah dijawab secara tertulis oleh Humas Pertamina EP Region Jawa via email tanggal 9 November 2011. Jawaban tertulis hanya bahas antara lain, dari 10 (sepuluh) unit vacuum truk yang diminta, terdapat 2 (dua) unit vacuum truk yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan. Lalu pihak HSE mengeluarkan surat penolakan dan peringatan kepada pihak vendor terpilih untuk mengganti dan telah dipenuhi oleh pihak vendor. Selanjutnya, keterlambatan 10 unit didenda 10 % dari nilai nilai kontrak dan akan langsung dipotong pada saat invoicing atau pada saat penagihan.

Aset Pemkab Inhil Harus Diinventarisir dengan Baik

Tembilahan, Radar Nusantara

Wakil Bupati Inhil, Rosman Malomo mengharapkan seluruh asset Pemerintah Kabupaten Inhil dilakukan inventarisir secara baik. Ungkapan ini disampaikan Wakil Bupati Inhil, Rosman Malomo saat memimpin Rapat Sinkronisasi Aset Daerah, Selasa (29/11/11) di Balai Utama Kantor Bupati Inhil. Rapat ini juga dihadiri Sekdakab Inhil, Alimuddin RM dan beberapa pejabat Pemkab Inhil terkait lainnya.

“Diharapkan dilakukan inventarisir yang baik terhadap seluruh aset, baik berupa tanah dan bangunan,” pesan Wabup. Menurutnya, aset-aset milik Pemerintah Kabupaten Inhil tersebut harus dijaga dengan baik dan jangan sampai berpindah kepemilikan tanpa dapat dipertanggungjawabkan. (iin)

PNS Diminta Berikan Pelayanan Terbaik Kepada Publik


Tembilahan, Radar Nusantara


Sekdakab Inhil menyerahkan piagam 
kepada PNS Teladan
Jajaran Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) dituntut untuk tetap meningkatkan profesionalisme dan meningkatkan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pernyataan ini dikemukakan Sekdakab Inhil, Alimuddin RM saat memimpin Upacara Peringatan HUT KORPRI ke-40, Selasa (29/11) lalu di halaman Kantor Bupati Inhil. Peringatan HUT KORPRI ini disejalankan dengan Peringatan Hari Guru dan HUT PGRI ke-66.
 “Korpri sebagai bagian utama dari jalannya roda pemerintahan dituntut untuk meningkatkan profesionalisme dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta tetap memelihara netralitas sebagai aparatur pemerintahan,” ungkap Pembina Upacara Sekdakab Inhil, Alimuddin RM saat membacakan sambutan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

Poldasu Serahkan Barang Bukti dan TSK ke BC Belawan


Dari Hasil Penggrebekan Gudang Penyimpanan Gula Import Illegal


Mapoldasu, Radar Nusantara

Sebagai tindak lanjut proses hukum terhadap tiga orang tersangka yang diduga terlibat dalam penyelundupan gula import asal India sebanyak 1.625 Ton yang ditemukan pihak Satuan Ekonomi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Sat Ekonomi Dit Reskrimsus Poldasu) di dua gudang penyimpanan masing-masing, gudang 38, Jalan Kayu Putih, Medan dan Gudang KIM II No. 7, Jalan Pulau Sumbawa, Medan. Pihak penyidik kepolisian menyerahkan berkas perkara dan barang bukti serta ke tiga orang tersangka kepada pihak Bea Cukai Belawan, Rabu (23/11).

Sekedar mengingat, dimana pada hari Rabu tanggal 11 Mei 2011 yang lalu, Petugas Subdit I Bidang Ekonomi Reskrimsus Poldasu menggrebek dua gudang penyimpanan gula asal India yang diduga menggunakan dokumen palsu untuk masuk ke Indonesia. Dari hasil penggrebekan itu petugas menemukan sebanyak 375 Ton gula Kristal putih di gudang KIM II dan 1.250 Ton gula Kristal putih ditemukan di gudang 38. Berdasarkan hasil penyelidikan, petugas kepolisian menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus tersebut.

Kepada wartawan siang itu, usai penyerahan barang bukti serta tersangka yang diserahkan langsung kepada Kepala Kantor Bea dan Cukai Belawan (BC Belawan), Widhi Hartono didampingi Kasi Penindakkan dan Penyidikkan (Kasi P2), David Johanes Mohamad, Direktur Reskrimsus Poldasu, Kombes Pol Sadono Budi Nugroho, melalui Wakil Direktur Reskrimsus Poldasu, AKBP Pudji Prasetijanto Hadi, MH, mengatakan, bahwa Penyerahan kasus tersebut dilakukan pihaknya berdasarkan petunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang hingga kini belum juga menyatakan berkas kasus tersebut lengkap (P21) dan kasus tersebut juga merupakan kewenangan Pejabat Pegawai Negeri Sipil Bea dan Cukai untuk memprosesnya.

"Jaksa mengatakan kasus itu bukan kewenangan penyidik Polri, tetapi kewenangan penyidik PPNS Bea & Cukai. Berdasarkan petunjuk tersebut, lalu kita serahkan barang bukti serta ke tiga tersangka kepada pihak BC Belawan. Ketiga tersangka diduga terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana pemalsuan surat atau menggunakan surat palsu terhadap dokumen impor gula kristal putih berasal dari luar negeri dan dugaan tindak pidana KKN juga dugaan melanggar Kepabeanan, sebagaimana dimaksud sesuai Pasal 263 KUHP dan Pasal 266 KUHP dan atau pasal 21 UU RI No 28 tahun 1999 tentang penyelenggara negara yang bersih dan bebas dari KKN dan atau UU RI No. 31 tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU RI No 20 tahun 2001 tentang Korupsi dan Pasal 102 huruf (b), 103, 104, 105 dan 113 huruf (a) UU RI No 17 tahun 2006 tentang atas UU RI No 10 tahun 1995 tentang kepabeanan," ujar AKBP Pudji Prasetijanto Hadi, MH.

Lebih lanjut, AKBP Pudji Prasetijanto Hadi, MH yang saat penyerahan itu, terlihat didampingi Kasubdit I Bidang Ekonomi Reskrimsus Poldasu, AKBP Edi serta Kanit, Kompol Purwanto mengatakan, pihaknya juga telah melakukan penyegelan terhadap dua gudang tempat penemuan gula import tersebut. Sementara itu, ketiga tersangka yang turut diserahkan masing-masing, dua orang merupakan anggota Kasi P2 BC Belawan bernama Syahrial dan Osvaldo Sirait serta seorang lagi bernama Suparjan, berasal dari PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI).

"Dua gudang tempat penyimpanan gula masih dalam penyegelan dan pengawasan BC Belawan sesuai berita acara penyegelan No. ST.2065,2066/WBC.02/KPP.MP/0102/2011 tanggal 12 Mei 2011. Dengan demikian penyidikkan dalam perkara ini merupakan kewenangan PPNS BC untuk agar berkas perkara dilimpahkan ke penyidik PPNS BC Belawan. Tiga tersangka terdiri dari dua petugas BC Belawan dan satu orang dari PT.PPI, kita harapkan agar kasus ini benar-benar diproses lah," ujar Pudji Prasetijanto mengakhiri. (Sahat Simamora)


AKBP Pudji Prasetijanto Hadi dan Devid Yohanes Muhamad serta petugas kepolisian dan BC Belawan di lokasi gudang

Kapoldasu Berikan Reward Penghargaan Kepada 32 Personil Polisi Sejajaran Poldasu


Mapoldasu, Radar Nusantara

Kepala Polisi Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu), Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, memberikan reward kepada 32 personil polisi atas keberhasilan dan prestasi yang dicapai para personil tersebut,  sesuai kasus dan prestasi yang dicapai oleh masing-masing personil.

Acara penyerahan penghargaan dan tali batin tersebut dipimpin langsung oleh Kapoldasu, Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro yang dilaksanakan di Aula Kamtibmas Mapoldasu, Selasa (22/11) siang.

Pada acara itu, turut hadir Wakapoldasu, Brigjen Pol Drs. Sahala Alagan, Irwasdasu, Kombes Pol Monang Manullang,SH,MM, para pejabat utama Poldasu, seluruh Kapolresta/ Kapolres dan para perwira.

Beberapa personil polisi yang mendapat reward penghargaan dan tali batin tersebut, masing-masing dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Poldasu, diantaranya Aipda Jujur Sinulingga,SH, Brigadir Victor Hutabarat, Brigadir Donal P Simanjuntak, Bripka Handoko, Bripka Malan Harahap, Brigadir Jimmi E Depari, Aiptu Imran, Brigadir Endahken Sembiring.

Sedangkan dari Direktorat Narkoba Poldasu, Aipda Bernard Siagian dan Bripka Khairi Maulana. Dari personil Satuan Brimob Poldasu, Briptu Masrulsyah, Briptu Imam Basori, Briptu Adi Wahyuan Putra, dan Bripda Alexander Zai.

Tak hanya itu, personil Reskrim  Polresta Medan, juga mendapat penghargaan, diantaranya, Bripka Gordon Rico Sigalingging, Brigadir Kondawani, Aiptu Heri Syahputra, Aiptu S.Surbakti, Aiptu Nurul Andika, Aipda Budianto, Aipda Elia Karo Karo, Bripka Rapolo Siahaan dan Briptu Nirwansyah.

Dalam kata sambutan singkatnya, Kapoldasu, Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, mengatakan, sebenarnya untuk seluruh jajaran yang diminta, sementara untuk hari ini, baru yang dari Polda dan Polresta yang baru mendapat reward penghargaan atas prestasi yang diberikan, “Saya minta kepada para Kapolres, kirimkan daftar nama-nama anak buahmu yang kamu anggap berprestasi diwilayah masing-masing. Kirimkan namanya, nanti akan kita berikan reward,” ujar Kapoldasu, Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro.

Lanjut Kapoldasu, Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, “Mungkin bagi teman-teman, ini tidak ada artinya. Tapi bagi saya sebagai pimpinan, termasuk Wakapolda beserta dengan staff, kita berikan ini semua dalam rangka untuk memberikan motivasi kedepan. Karena apa. Saya pernah katakan. Kita jangan pernah merasa mengkleim, diri kita yang paling hebat. Kita jangan pernah mengatakan, mengkleim bahwa diri kita yang paling serba bisa,” ucap Kapoldasu.

“Ingat. Setiap keberhasilan yang kamu peroleh, itu adalah berkat pengorbanan orang lain. Jadi karena itulah, saya mencoba bersama Wakapolda dan seluruh pejabat utama, kita coba pikirkan ini. Sekali lagi. Mungkin tidak ada artinya, selain selembar kertas dan mungkin ada sedikit tali batin. Tapi bukan itu, sekali lagi, ini menandakan bahwa kita peduli kepada apa yang kalian kerjakan,” jelas Kapoldasu.

Tambahkannya lagi, “Walaupun sebenarnya tidak usah dapat penghargaan atau perangsang. Kita sudah digaji oleh Negara, termasuk ada namanya tunjangan remunerasi. Tapi ini perlu kita berikan yang demikian. Paling tidak bagi temen-teman yang belum berbuat lebih baik lagi, ada tergerak hatinya untuk berbuat yang lebih baik lagi. Dan bagi teman-teman yang hari ini, yang kebetulan dari hasil pengamatan kita memang patut diberikan reward, jangan terus berpuas diri. Masih banyak sebenarnya masalah-masalah yang harus kita perangi. Masih banyak sebenarnya hal-hal yang harus kita tindak. Tinggal kembali, mau nggak kita berbuat yang terbaik terhadap institusi polri yang kita cintai ini,” tambah Kapoldasu.

Dikatakan Kapoldasu juga, “Hanya berbekal motivasi aja membuat kita bias berdiri sampai hari ini. Saya kira kita semua sepakat, karena motivasi aja kita bias berdiri hari ini. Sekali lagi, kepada teman-teman, rekan-rekan saya, hari ini sama-sama kita berikan apresiasi itu, tolong ini jadikan cambuk dan tidak pernah goyah. Kalau kamu goyah, pasti cepat atau lambat, kamu akan tergilas oleh situasi yang ada,” tegas Kapoldasu.

Kapoldasu juga menegaskan, “Jangan pernah berpikir, nggak terlihat saya oleh Pak Kapolres, nggak terlihat saya oleh Kasat, nggak terlihat saya oleh Panit. Tapi ingat, ingat itu sekali lagi, Tuhan itu melihat, apa yang kamu kerjakan. Jangan pernah berbohong,” tegas Kapoldasu.

Kapoldasu menambahkan lagi, “Tolong ini jaga baik-baik. Kemudian berperinsiplah. Kalau kita mau menuai yang baik, tolong kamu semai bibit yang baik. Setelah kamu semai, tolong itu dirawat, dipelihara, insya Allah, tepat waktunya, kau akan tuai hasil yang lebih baik. Itupun kalau Dewi Portuna, sedang berpihak pada kita. Kalau tidak, terjadi namanya puso, atau bencana alam. Karena itu jangan pernah lupa kita bermohon pada Tuhan Yang Maha Kuasa. Apa yang akan kita kerjakan, mohonlah pada yang diatas, Kalau kita sudah berusaha, bermohon juga masih belum dikabulkan, iya kita harus bersabar. Tunggu. Jangan pernah berhenti untuk berusaha dan bermohon” ucap Kapoldasu, Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, mengakhiri. (Sahat Simamora).

Bantuan Perangkat Komputer Untuk SMA di Talang Ubi




Muara Enim, Radar Nusantara

PT Pertamina EP Region Sumatera  FieldPendopo. Senin (24/10)  menyerahkan bantuan perangkat komputer untuk  SMA Negri 1 Talang Ubi sebanyak enam unit lengkap plus 1 unit printer. Bantuan peningkatan bidang pendidikan  program  CSR  Pertamina ini diserahkan secara resmi oleh Pws. Humas Field Pendopo, M. Haryono kepada Ketua Komite SMA Negeri 1 Talang Ubi. H. Marta didampingi oleh Kepsek SMA Negri 1Kamriadi S.Pd. Msi, Serta di saksikan para pengajar dan siswa-siswi sekolah setempat.

Pws. Humas Field Pendopo, M. Haryono selaku mewakili pimpinan perusahaan antara lain mengharapkan, bantuan ini hendaknya dapat di terima dan di manfaatkan dengan baik dalam menunjang kegiatan belajar dan mengajar di sekolah sehingga para siswa disini dapat mampu mengaplikasikan perangkat ini baik dalam proses belajar di sekolah maupun dalam kegiatan sehari-hari diluar sekolah. Menurutnya, bantuan yang sama juga akan diberikan kepada dua SMA lainnya di Talang Ubi yang saat ini masih memerlukan sarana komputer.

Ketua Komite SMA Negeri 1 TalangUbi, H. Marta selaku mewakili para wali murid dan pihak sekolah dalam sambutannya seusai menerima penyerahan bantuan antara lain mengucapkann terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada pimpinan Pertamina khususnya di PT Pertamina EP Region Sumatera Field Pendopo yang telah peduli akan kebutuhan para siswa-siswi di SMA Negeri 1 ini akan sarana komputer dalam menunjang kegiatan belajar disekolahnya, karena menurutnya selama ini belum memiliki sarana tersebut.

Untuk itu, ia juga berharap kepada kepada para siswa-siswi untuk dapat memelihara dan menggunakan fasilitas bantuan tersebut serta bantuan-bantuan lainnya dari Pertamina Field Pendopo dan perusahaan-perusahaan lainnya di Talang Ubi masih sangat diharapkan. (Amir/erm.pdp)



Bupati Ade Swara Kalungkan Medali Pemenang Nomor Perahu Naga 2.000 m







Karawang, Radar Nusantara 

Menutup hari terakhir SEA Games XXVI 2011 yang mempertandingkan final nomor Perahu Naga (Traditional Boat Race) 2.000 m 22 pendayung putra/putri, Senin (21/11), Bupati Karawang,  H. Ade Swara didampingi Chairman Medical South East Asia Rowing Federation mendapat kesempatan untuk mengalungkan medali kepada para pemenang. Ratusan penonton turut menyaksikan pertandingan terakhir yang berlangsung di Situ Cipule tersebut.

Untuk kategori putri, tiga Negara bersaing untuk memperebutkan medali, yaitu Thailand, Indonesia, dan Myanmar. Sedangkan pada kategori putra, medali diperebutkan oleh lima Negara, yaitu Kamboja, Thailand, Myanmar, Filipina, dan Indonesia. Akan tetapi, meskipun didukung oleh ratusan masyarakat Karawang, Tim Perahu Naga Indonesia kurang beruntung dan gagal meraih emas. Mereka harus puas mendapatkan medali perunggu, baik pada kategori putri maupun putra.

Dua emas yang diperebutkan pada hari ini sendiri berhasil diraih oleh Tim Perahu Naga Myanmar. Di kategori Putri, Myanmar berhasil menjadi yang tercepat dengan membukukan waktu 8.40,21 detik, unggul sedikit dari Thailand dengan waktu 8.40,68 detik, sedangkan Tim Perahu Naga Putri Indonesia hanya berhasil membukukan waktu 8.42,24 detik.

Pada kategori putra, Tim Perahu Naga Myanmar kembali berhasil menjadi juara dengan catatan waktu yang cukup impresif, yaitu 7.46,30 detik. Unggul cukup jauh dari tim Perahu Naga Filipina yang hanya membukukan waktu 7.49,94 detik. Sedangkan Tim Perahu Naga Putra  Indonesia hanya mampu membukukan catatan waktu 7.51,24 detik.

Terlepas dari dua pertandingan terakhir, secara keseluruhan, penunjukkan Situ Cipule sebagai lokasi pertandingan nomor dayung (rowing), kayak/kano (canoeing), dan perahu naga (traditional boat race) memberikan berkah tersendiri bagi kontingen asal Indonesia. Situ Cipule telah menjadi lokasi peraihan medali emas perdana bagi kontingen Indonesia oleh Eka Octorianus pada nomor kano.

Selain itu, di Situ Cipule, Kontingen Indonesia juga berhasil meraih total 27 medali yang terdiri dari 9 emas, 11 perak, dan 7 perunggu. Jumlah tersebut merupakan 6 emas, 5 perak, dan 2 perunggu dari nomor kano, 3 emas, 1 perak, dan 1 perunggu dari nomor dayung, serta 5 perak, dan 4 perunggu dari nomor perahu naga. (Limbong)






Bupati Lantik Nadiya Jadi Kepala RSUD Pameungpeuk


Garut, Radar Nusantara

Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-47 Tahun 2011 Tingkat Kabupaten Garut di pusatkan di Lapangan Apel Sekretariat Daerah, Senin (14/11) pagi. Bupati Garut  H. Aceng HM Fikri,S.Ag melantik  Dr. Hj. Nadiya Fachrudin  menjadi  Kepala UPTD Pelayanan Kesehatan Rujukan Pameungpeuk.

Berdasarkan Kep.Bupati, No.821/Kep.104-BKD/2011, Tanggal 11 Nopember 2011, Nadiya dilantik beserta 6 orang pejabat  struktural eselon IV dan fungsional lainnya yang ada di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut. Sebelumnya Nadiya menjabat sebagai Kepala Puskesmas DTP Pameungpeuk yang digantikan oleh  Dadang Suryana D,AMK,S.Ip,M.Si yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala UPTD  Kecamatan Cibalong. Dani,Amk Kepala Puskesmas DTP Cibalong sebelumnya Kasubag TU UPTD Cibalong;  Hj Rumna Sumindarsih,Amd.Keb Kepala Puskesmas UPTD Kecamatan Lewigoong;  Dedi Santosa Kasubag TU UPTD Cibalong;  Dedi Irawan Kasubag TU UPTD Pelayanan Kesehatan Rujukan Pameungpeuk;  Erwin Kurniawan,S.Kep Kasubag TU Puskesmas Cimaragas.

Dalam sambutannya Bupati H Aceng HM Fikri, S. Ag, mengatakan, selaras dengan visi masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan sebagaimana disampaikan oleh Menteri Kesehatan RI, Pemerintah Daerah Kabupaten Garut senantiasa berupaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara optimal, baik itu bersifat promotif, prefentif, kuratif dan rehabilitatif. Pada perjalanannya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat banyak kendala dan tantangan, hal tersebut tak akan pernah menghentikan niat, justru menjadi motivasi untuk terus berusaha meningkatkan kinerja bidang kesehatan, maupun bidang-bidang lainnya.

Melalui momentum peringatan HKN ke 47 saat ini ungkap Bupati, Pemerintah Daerah Kab. Garut menjadikan sebagai sarana meneguhkan komitmen dalam meningkatkan kapasitas layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang ada diwilayah selatan Kabupaten Garut. Dengan dilantiknya  Dr Nadiya menjadi kepala UPTD  Pelayanan kesehatan  Rujukan di wilayah Pameungpeuk beserta pejabat lainnnya yang bertugas di UPTD dimaksud merupakan langkah awal dari komitmen di  tersebut.

Menurutnya, UPTD Pelayanan Kesehatan Rujukan Pameungpeuk merupakan sarana kesehatan yang direncanakan sebagai embrio Rumah Sakit Umum Daerah  (RSUD) Pameungpeuk yang saat ini tengah dalam pembahasan bersama dengan DPRD Kab. Garut. Bupati berpesan kepada para pejabat yang dilantik agar senantiasa melaksanakan tugas dengan penuh dedikasi, loyalitas dan tanggung jawab. Pahami  bahwa kepercayaan yang diberikan sejatinya merupakan  refleksi dari tuntutan serta harapan masyarakat akan kualitas layanan publik bidang kesehatan yang prima, memadai dan berkeadilan.

Dalam rangka persiapan pembentukan RSUD Pameungpeuk, para pejabat yang dilantik dituntut agar mampu membangun acuan sistem layanan rumah sakit tipe D, sehingga nanti pada saatnya, perwujudan sarana kesehatan yang memadai dapat beroperasi sebagaimana harapan semuanya, tegas Bupati. (HSs)



Dr. Hj. Nadiya Fachrudin dan pejabat struktural eselon IV Dinkes garut saat dilantik oleh Bupati Garut


Desa Pasir Gintung gelapkan dana Banprov dan ADD


Tangerang, Radar Nusantara 

Kecamatan Jayanti desa Pasir Gintung Kab. Tangerang, masyarakat merasa kecewa kepada kepala desa    Pasir Gintung Bpk Syarifudin karena dana anggaran bantuan Provinsi dan ADD tidak ada bentuk fisiknya untuk pembangunan jalan paving blok kampung koang, dari semua jajaran kecamatan dan desa staf  desa terkait di dalamnya tidak ada pengawasan dari pejabat setempat, semua dana tersebut di duga digunakan untuk kepentingan pribadi, dan staf jajaran desa.

Dari  hasil investigasi team radar nusantara warga setempat meminta kepada pemerintah / pejabat setempat yang berwenang di wilayah hukum kecamatan jayanti kab. Tangerang untuk segera bertindak tegas dan menghapuskan tindak korupsi di tingkat desa, semua ini   di sampaikan kepada Bpk camat jayanti Bpk Khaerul untuk segera mengupas tuntas tindak pidana korupsi. (Sakim Supiyadi)   

Desa Percontohan di Provinsi Banten




Serang, Radar Nusantara

Desa Gembor Kecamatan Binuang  Kab. Serang Provinsi Banten merupakan salah satu proyek pembangunan desa percontohan pemukiman dan perumahan rakyat  yang saat ini  sedang dikerjakan oleh kontraktor PT. Laris Trio Bersaudara, dengan anggaran dana hingga Rp. 4.138.488.000,00 pekerjaan ini merupakan bantuan langsung dari kementerian perumahan rakyat dan menjadi salah satu proyek desa pencontohan yang ada di provinsi banten, desa gembor yang di pimpin oleh kepala desa Drs. Nurjaman yang memiliki jumlah penduduk 6.500 jiwa dari 1.200 KK, yang sebagian besar hidup dari sektor pertanian sangat bersyukur dengan adanya bantuan proyek pemukiman dan perumahan sehingga sangat membantu   sarana dan prasarana desa gembor karena letak desa gembor terletak di ujung utara kabupaten serang yang berbatasan langsung dengan kabupaten tangerang.

Kades gembor Drs. Nurjaman  yang di dampingi oleh sekdes Ahmad Yani ikut serta mengontrol dan mengawasi proyek tersebut dan di bantu oleh tokoh masyarakat desa gembor yang ikut membantu jalannya proyek pekerjaan ini. Saat tim Radar Nusantara berada di lokasi proyek tersebut dan bertemu dengan pelaksana Bapak Deni dan Bapak Rusmanto,   Radar Nusantara   ikut mengontrol jalannya pembangunan proyek dari pembangunan rumah pemukiman warga, MCK, hingga jalan dan saluran air di kerjakan bersama dalam satu paket pekerjaan yang dikerjakan langsung oleh PT. Laris Trio Bersaudara.

Masyarakat desa gembor kecamatan Binuang  Kabupaten Serang. Berharap dengan adanya sarana dan prasarana pemukiman dan perumahan rakyat masyarakat dapat merasakan adanya peningkatan. Dan dengan adanya proyek tersebut dapat juga membantu memperlancar  sarana baik dari segi pendidikan, pertanian dan juga perdagangan karena desa  gembor sudah dapat di lalui dari daerah perkotaan wilayah Banten. Harapan warga masyarakat desa gembor pemerintah terus  dapat membangun  wilayah terutama daerah-daerah terpencil untuk membangun wilayah banten yang lebih baik. ( Ferry, AF ) 

Dukung Pembangunan “SUKA”


Majalengka, Radar Nusantara

Camat Sumberjaya Drs Safari Azis  Haryanto adalah sosok abdi negara di kabupaten majalengka yang memiliki atensi cukup besar dalam mendukung program pembangunan melalui kesadaran akan pentingnya suatu perubahan dan pembenahan baru, maka dengan segala pengetahuan dan wawasan yang di miliki dalam  mengabdi menjadi Camat Sumber jaya Kab. Majalengka akan tetap berkomitmen untuk memantapkan pribadi yang kuat  dalam mendukung pembangunan Majalengka menuju kabupaten yang religius maju dan sejahtera.

Sebagai langkah yang akan di tempuh camat yang biasa di sapa kang Azis ini dalam mengemban tugasnya terus berupaya semaksimal mungkin  juga memberikan pelayanan yang prima terhadap kebutuhan masarakat, saat di temui dalam peresmian Gedung Graha Wiyata Krama Uptd Pendidikan Sumberjaya yang diresmikan oleh Bupati Majalengka H.Sutrisno, SE, M.Si mengatakan sebagai abdi negara dimanapun dan kapanpun saya di tugaskan, tentunya saya sangat siap menjalankanya dengan tulus dan ikhlas juga tak lupa dalam kesempatan ini saya berharap mohon perhatian Rumah Dinas Kecamatan Sumber jaya yang saya huni sangat memprihatinkan flapon yang sebagian sudah rapuh dan lantai kramik sudah pecah- pecah akibat tanah yang labil.

Tak lupa Camat sangat berterimakasih atas kesediaan Bapak Bupati untuk meresmikan kantor UPTD yang disertai kunjungan Kepala Dinas Pendidikan Kab Majalengka Drs H.Sanwasi M.M, Ketua DPR Kab Majalengaka H.Surahman, Kepala BMCK Kabupaten Majalengka dan juga taf ahli  dari pemerintahan Kabupaten majalengka .

Mudah-mudahan segala upaya pemerintah daerah kabupaten majalengka dalam mewujudkan masyarakat majalengka bagja raharja menuju sindang kasih sugih mukti yang mengacu pada visi kabupaten religius, maju dan sejahtera  tetap berlanjut pada periode 2013-2018 dan kami siap mengawal kepemimpinan bapak H. Sutrisno sukses dalam dua periode 2013-2019 ujar camat yang sangat familiar. (Charles)



Bupati H.Sutrisno, Ketua DPRD  Surahman, H.Sanwasi, Azis Safari


Kapolsek yang Gemar Adakan Pengajian



Serang, Radar Nusantara


Kapolsek  Kopo AKP. ASEP S, JUHARI.S.IP.MH, dengan ciri khas peci hitam dikepala. Kemana-mana dipakai. Resmi atau tidak resmi dengan penampilan yang sederhana dan kehidupannya yang  sederhana sungguh sangat disegani baik oleh bawahannya maupun oleh masyarakat kopo dan luar masyarakat kopo. Dengan tutur katanya yang selalu dijaga dan tingkah laku yang sopan masyarakatpun tak sungkan-sungkan untuk menyapanya saat ditemui di kantornya oleh radar nusantara pada hari selasa tanggal 14 november 2011 . pas kebetulan selesai pengajian rutin tiap hari selasa yang hadir para anggota polsek kopo dengan mengundang penceramah dari warga kopo.

Jadwal rutinitas sebulan sekali khusus mengundang warga dan para ulama sekecamatan kopo. Kegiatan ini sangat positif dimata warga apalagi niatnya untuk membangun akhlakul karimah . mempersatukan masyarakat kopo dengan diadakannya rutinitas pengajian. Terbukti beberapa tahun belakangan ini angka kriminal menurun, sangat tepat dan buat contoh kepada semua kepolisian diseluruh indonesia. Dengan adanya kegiatan ini dibilang sangat tepat yang selama ini moto kepolisian melindungi, melayani, dan mengayomi.

Ditambah lagi beliau tiap hari jumat shalat jumatnya selalu keliling . dari kampung ke kampung lain. Tiap mesjid hampir semua didatangi untuk sama-sama berbaur dengan masyarakat untuk melaksanakan shalat jumat. Disampign itu beliau sangat dekat dengan masyarakat dan para ahli ulama.

Dengan panggilannya pak asep sangat terkenal dimata masyarakat . beliau adalah polisi yang tekun ibadah . terbukti dengan ditempatkannya beliau di polsek kopo dengan amanah menjabat sebagai kapolsek . beliau memperluas mushola yang ada di lingkungan polsek kopo, dengan alasan beliau menampung jamaah baik ibadah shalat maupun ibadah pengajian. Sosok kapolsek yang perlu kita contoh dan kita ikuti perjalanannya. (M.S)

Kodim 0317 Karimun Tabur Bunga Di Makam Pahlawan


Karimun, Radar Nusantara

Untuk  mengenang jasa para  para pahlawan yang telah gugur dimedan perang untuk  mempertahankan Negara Repblik Indonesai ( NKRI ),tepat pada 10 November di peringatan Hari Pahlawan ,Dandim 0317 Tanjung Balai Karimun melakukan  Tabur Bunga di makam pahlawan yang terletak di Tanjung Batu,Kab.Karimun.Hal itu di laksanakan Dandim 0317 karimun sebagai bentuk rasa menghargai apa yang telah di perjuangkan para pahlawan kita pada waktu dalam memperjuangkan negara Indonesia mencapai kemerdekaan dan terlepas dari tangan penjajah.

Usai pelaksanaan peringatan upacara hari pahlawan yang di pusat di halaman kantor bupati karimun,Komandan Kodim ( Dandim ) 0317  Karimun,Letkol Inf.Edi Nurhabad berserta rombongan yang di ikuti oleh unsur Forum Komunikasi Perangkat Daerah ( FKPD ),Tokoh Agama,Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat,berangkat menggunakan kapal pukul 10.00 wib menuju ke taman makam pahlawan yang berada di Kec.Tanjung Batu,Kab.Karimun untuk melaksanakan tabur bunga.

Pada kesempatan tabur bunga di makam pahlawan yang di laksanakan di kec.tanjung batu yang bertindak sebagai inspektur upacara langsung di pimpin oleh Komandan Kodim 0317 Letkol Inf.Edi Nurhabad dan di hadiri unsur Forum Komunikasi Perangkat Daerah ( FKPD ),Tokoh Agama,Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat. Upacara di akhiri dengan mengheningkan cipta dan penghormatan dan melaksanakan tabur bunga dimakam para pahlawan .

Dandim 0317 Letkol Inf.Edi Nurhabad saat di temui usai pelaksnaan upacara penghormatan dan tabur bunga di taman makan pahlawan kepada koran ini mengatakan,momen bersejarah sebagai bentuk rasa hormat kita kepada para pahlawan kita yang gugur untuk memperjuangkan NKRI.’kami mewakili jajaran FKPD Kab.Karimun melaksanakan tabur bunga dalam rangka rasa hormat yang setinggi-tingginya kepada para pahlawan dan kita sebagai penerus bangsa harus mentauladani nilai-nilai perjuangan para pahlawan kita yang berjuang tanpa pamrih ,tanpa kenal lelah,pantang menyerah dan percaya diri hingga kita mencapai kemerdekaan." Ujar Edi Nurhabad .

" Kita sebagai anak negeri kab.karimun harus bisa melakukan " The Founding Fathers ",bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati para pahlawannya." Terangnya . ( RS ) 

Kepala Desa yang Berbau Korupsi


Tangerang,  Radar Nusantara

Kawasan Berikat (Bonded zone), PT. Freetrend  kp. Kelanturan  Rt. 01/02 Jl raya serang km 25 ds. Sentul Balaraja kab. Tangerang – Banten, setelah di lakukan investigasi oleh team radar nusantara di temukan adanya kejanggalan dan kesewenang-wenangan serta tindakan tidak terpuji dari pihak perusahaan yang salah memberikan kebijakan dan kepala desa yang merasa berkuasa.

Dengan adanya PT Freetrend di kawasan Olex Balaraja desa sentul ada beberapa kejanggalan yang menonjol di mata masyarakat pada umumnya, masyarakat kab. Tangerang mengenai perekrutan karyawan yang lagi-lagi memakai uang sogokan yang terasa mencekik leher masyarakat dengan di pinta secara berfariasi dari  Rp. 1.500.000 –  2.500.000,- .

Ini semua sengaja dibuat dan di koordinir oleh kepala desa sentul Bapak Nadi untuk memperkaya diri sendiri tanpa memikirkan kesusahan masyarakat, dari mana mendapat uang untuk masuk ke PT Freetrend.

Kepala desa sentul dengan segala cara membuat situasi seolah-olah tidak bermasalah dan sampai mendirikan satu lembaga LPK (Lembaga Pelatihan Kerja) untuk menutupi semua kesalahan dengan perekrutan karyawan, lembaga tersebut, tidak kelihatan unsur korupsinya tapi yang jelas semua tetap pakai uang sogok yang masuk kekantong pribadi dan LPK tersebut tidak jelas dalam perekrutan / pelatihannya tanpa sertifikat cukup dengan tempo waktu satu hari  sudah bisa masuk ke PT Freetrend.

Kita bangsa Indonesia melihat dan bercermin pada kejadian ini terlihat jelas modal jati diri bangsa sudah tereliminasi akibat keserakahan  pemimpin  yang tidak  bertanggung jawab jati diri bangsa ini perlahan-lahan tenggelam dan bermunculan paham kapitalis yang memperkaya diri sendiri seperti yang terjadi pada desa sentul kecamatan balaraja kab, tangerang – banten. Bpk Nadi selaku kepala desanya. (tim)  

Kimia Ilegal Tidak di Tangkap, Dibiarkan Operasi Siang Malam


Tangerang, Radar Nusantara  

Wilayah Balaraja Kab. Tangerang masih banyak barang ilegal  yang beroperasi baik siang hari maupun malam hari, saat Radar Nusantara mengecek ke lokasi lapak kimia yang berada di Jl. Raya Serang tepatnya di depan kawasan industri Olex kp. Pasir Balaraja, tim menemukan ada sebuah mobil tangki kimia sedang melakukan pemindahan dari tangki drum milik pengusaha kimia asal medan, saat Radar Nusantara memantau jalannya transaksi ilegal kimia di temukan keganjalan dan seolah pihak berwajib dan jajaran polsek tidak menindak dengan adanya kimia ilegal yang beroperasi  di wilayah tersebut. Ada apa dengan penegak hukum kita?

Lemahnya pengawasan dan tidak adanya tindakan hukum dari penegak hukum baik dari kepolisian maupun dari satpol PP dan pemerintah setempat maka semakin berani para pelaku melakukan aksinya hal semacam ini tidak perlu di biarkan begitu saja. Dan mau dikemanakan nasib bangsa ini ? kalau penegak hukum kita tidak berani bertindak dan masih banyak

perbuatan pengusaha yang melakukan seenaknya yang secara hukum tidak dibenarkan, akan tetapi oknum para penegak hukum seolah menutup mata ini tidak patut di contoh.  Dari sisi lain masyarakat menilai dengan lemahnya pengawasan dan tidak adanya tindakan dari aparat pemerintah tangerang maka para pelaku akan semakin banyak dan berani melakukan tindakan yang melawan hukum. Khususnya pemerintah Tangerang agar segera menindak dan menutup izin usaha  bagi pengusaha kimia ilegal maupun pengusaha yang sifatnya melanggar dari aturan hukum.
( M. Aryadi )  

Proyek Milyaran yang Amburadul, Masyarakat Gugat CV. Harans Prima Jaya Karya

Simalungun, Radar Nusantara

Sampai saat pemerintah kabupaten Simalungun melalui dinas Bina Marga belum pernah sidak ketempat Proyek pembangunan jalan di Nagori Bangun Pane, Kecamatan Dolok Pardamean dengan dana sebesar Rp. 3 milliar yang tidak bermutu dan diduga tidak sesuai dengan juknis dan juklat sehingga menimbulkan praduga adanya kerja sama antara Cv. Harans Prima Jaya Karya sebagai pemenang tender dan Dinas Bina Marga melakukan penyelewengan uang negara secara bersamaan untuk memperkaya diri pribadi tanpa takut akan hukum yang berlaku di negara ini.

Secara resmi dalam dekat ini masyarakat nagori bangun pane bersatu untuk membuat laporan pengaduan kepada Kajari Simalungun guna untuk mengaudit dana dan rencanga bangunan jalan tersebut, salah seorang warga menyampaikan kekecewaan yang sangat mendalam karena pelaksana proyek tersebut tidak lain berasal dari kampung tersebut tetapi tega membohongi semua masyarakat di nagori tersebut. karena keadaan jalan yang baru selesai di lapisi dengan hotmix tersebut sudah mulai berpori-pori lumayan besar dan ada di sebagian titik yang mulai mengelupas.

Keadaan jalan yang baru rampung dikerjakan oleh Cv. Harans Prima Jaya Karya  Sudah mulai nampak mengelupas karena sebelum pelapisan jalan dengan hotmix tidak benar benar sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklat) dilakukan oleh pelaksana sehingga jalan yang di hotmix asal jadi dan tanpa adanya pelubangan untuk parit saluran air di kedua sisi jalan yang diperbaiki sepanjang 4.5km. Ketika RN konfirmasi dengan Japansus Sinaga membenarkan adanya laporan pengaduan yang ditanda tangani masyarakat dan telah di layangkan ke kantor Kajari simalungun, dilihat dari hasil pekerjaan oleh dinas bina marga yang tidak pernah terjun kelokasi proyek untuk menilai dan mengontrol pelaksanaan pembangunan tersebut.

Evan Rian Nainggolan selaku ketua LSM Teropong menjelaskan dan memberikan komentar singkat ketika bertemu dengan RN ” LSM Teropong  akan mendesak KAJARI dan KAPOLRES Simalungun untuk secepatnya menindak lanjuti laporan pengaduan masyarakat tersebut dan apa bila ada penyimpangan dalam menindak lanjutinya LSM Teropong  akan secepatnya menyurati secara resmi Kejaksaan Tinggi Sumut guna mendapat keadilan yang berpihak kepada rakyat. ”

Hasil investigasi RN dari lokasi proyek tentang kinerja CV. Harans Prima jaya karya Tidak berkualitas dan di sinyalir akan tahan paling lama  satu tahun, karena melihat dari mutu hotmix yang sangat tipis dan tidak dilakukan sesuai dengan juknis dan juklat lain kata hasil proyek tersebut asal jadi dalam hal ini Dinas Bina Marga simalungun beserta CV. Harans Prima Jaya Karya bobrok dan tidak bisa diandalkan. (Syamp)

Senin, 28 November 2011

Menyambut HUT Ke-40 KORPRI Kab. Bintan Gelar Jalan Santai


Bintan, Radar Nusantara

Pegawai dilingkungan Pemkab Bintan hari ini mengikuti gerak jalan santai dalam rangka menyambut HUT Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-40 tahun 2011 di halaman Kantor Sekretariat Daerah Bupati Bintan di Kijang pada hari Kamis (24/11/11). Acara gerak jalan santai langsung dibuka Ir.LAMIDI mewakili Bupati Bintan ANSAR AHMAD, SE, MM.

Route gerak jalan santai dimulai/start dari halaman Kantor Setda Bupati Bintan – jalan Kolong Enam – Pasar Berdikasi – jalan di Kolam Taman Kota – jalan di Mini Zoo- jln Duyung- kembali ke Kantor Setda Bupati Bintan.

Ir. LAMIDI mengatakan bahwa tema HUT KORPRI ke-40 tahun 2011 ini adalah “Dengan Semangat HUT ke-40 KORPRI Kita Tingkatkan Pembinaan Jiwa Korps Pegawai Republik Indonesia dalam Kebhinekaan Guna Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan NKRI Mendukung Pelaksanaan Reformasi Birokrasi”. Ia berharap dengan peringatan HUT Korpri ini para pegawai di lingkungan Kab. Bintan dapat meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat lebih baik lagi.

Sementara itu menurut Ketua KORPRI Kab. Bintan ALAWIYAH, S.Sos bahwa acara gerak jalan santai dimeriahkan dengan 50 buah hadiah hiburan  yang menarik, dan 7 buah hadiah Utama berupa; Kulkas, Televisi 21 inchi, dispenser, reskuker, kompor gas, gosoan dan kipas angin. Penyerahan hadiah untuk para pemenang utama langsung diserahkan oleh Kepala Dinas yang hadir seperti ; JUNISMAN, MARDHIAH, dll. Sedangkan hadiah paling utama berupa Kulkas langsung diserahkan oleh Asisten I YUDHA INANGSA kepada pemenang NANI dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan. Acara gerak jalan santai di kantor Sekda tersebut dimeriahkan dengan organ tunggal.

Berbagai pertandingan juga digelar KORPRI diantaranya; Pertandingan Tenis Meja, Bola Volly, Hapalan Teks Panca Prasetia KORPRI, dan Hapalan Pembacaan UUD 1945. Sempena HUT KORPRI yang jatuh pada tanggal 29 Nopember 2011 nanti, akan dilaksanakan Upacara Bendera yang dipimpin oleh Bupati Bintan ANSAR AHMAD, SE, MM di halaman gedung Community Center Tanjung Uban, yang disejalankan dengan di pengumuman para pemenang pertandingan, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan ziarah ke makam Taman Pahlawan di Tanjung Uban. (Juando)

Sekda Kab. Bintan Ir.LAMIDI, MM (kiri) saat melepas Gerak Jalan Santai menyambut HUT KORPRI Ke-40 Tahun 2011 di halaman Kantor Sekretariat Daerah Bupati Bintan-Kijang.

Oknum Kontraktor Perumahan PTPN-III Bersikap Arogan, Matikan UsahaKecil Warga Lemah


Serdang bedagai, Radar Nusantara

Ketika kita berbicara mengenai PTPN selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di negeri ini, maka terkesan oleh kita” Bagaikan berbicara didalam suatu Negara ada Negara”. Dan segala permasalahan selalu muncul dan kerap  terjadi  ditengah-tengah Masyarakat tentang persoalan tanah yang selalu dibarengi dengan  konflik yang berkepanjangan dan tak kunjung selesai.

Padahal sebenarnya PTPN selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam hal ini bukan pemilik tanah tetapi Hak Guna Usaha (HGU). Dalam hal penguasaan lahan selalu saja muncul disana-sini  terjadi persengketaan dengan Masyarakat yang mana warga lemah selalu merasa tertindas.Tentang masalah ukuran luas atau gambar situasi (GS) didalam pengukuran ulang ketika telah berakhir masa berlakunya Hak Guna Usaha (HGU) untuk perpanjangannya tiga tahun sebelum berakhir masa berlakunya dilakukan pengukuran ulang, kemudian sesuai prosedur untuk mengurus perpanjangan, tidak pernah mengikut sertakan Aparat Pemerintah di Desa atau Pemerintah Daerah setempat untuk menyaksikan pengukuran ulang Hak Guna Usaha (HGU) tersebut.Hal seperti ini dilakukan sebenarnya guna untuk,  agar transparan dan keterbukaan kepada Masyarakat tidak semestinya terkesan seperti ada yang disembunyikan.

Dalam kondisi seperti inilah, diduga ada kerja sama antara kedua belah pihak yaitu PTPN selaku Badan Usaha Milik Negara  dengan pihak Badan Pertanahan Nasinal (BPN) Kantor Wilayah Sumatera Utara untuk bekerja sama didalam penentuan pengukuran luas areal yang sebenarnya. Sehingga segala permasalahan tanah-tanah yang dahulunya terdapat milik Masyarakat yang diambil oleh PTPN tak dapat mencuat kepermukaan, sementara Masyarakat mendambakan masalah tanah tersebut dari dahulu hingga saat ini masih mengharapkan kepada Pemerintah agar dapat diselesaikan dan kembali mereka dapat mengusai tanah lahan mereka sebelumnya.Sehingga kondisi seperti ini bisa saja terjadi semacam perbedaan luas areal, dan hal ini terkesan seolah-olah “Didalam Kebun ada Kebun” diduga secara otomatis hasil produksi yang dihasilkan oleh tanaman hasil produksi tersebut masuk kekantong oknum para pejabat serta petinggi-petinggi PTPN  perlu ada “Keterbukakan” atau sudah saatnya untuk “Direformasi” mulai dari tingkat Karyawan Pimpinan dari Direktur, Direksi serta Dewan Komisaris di Pusat.

Sehingga apabila hal ini dapat terwujud maka tingkat kesejahteraan Karyawan pelaksana pada tingkat paling bawah dan karyawan pensiun dapat hidup sejahtera. Ironisnya lagi system “Manajemen” di PTPN  pola “Kekuasaan Mutlak pada Satu Titik” sehingga lebih menonjolkan “Manajemen Asal Bapak Senang atau ABS “ Bagaimana PTPN sebagai Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam bidang Produksi dari hasil Perkebunan dapat lebih maju dapat memberikan upah serta gaji terhadap karyawan dapat lebih maju seperti Negara Jiran tetangga Malaysia memberikan upah/gaji tinggi sehinggi Karyawannya hidup sejahtera. Memang jika kita berbicara tentang Perkebunan PTPN yang bergerak dalam bidang Produksi dari hasil Perkebunan, maka mengingatkan kita kepada zaman Kolonial masa penjajahan  Belanda. Tetapi pada saat itu hidup karyawan sebagai pekerja masih memperoleh santunan sembilan bahan pokok, namun ketika pada saat sekarang ini tidak demikian keadaan situasinya  semuanya telah berobah.Dalam hal ini bukan berarti bangsa kita ingin dijajah kembali, tetapi ini hanya merupakan sebagai tolak ukur kemampuan bangsa kita didalam memakmurkan bangsanya dan berharap agar lebih baik lagi dimasa-masa yang akan datang.

Berkaitan dengan hal tersebut diatas nasib malang yang menimpa Rukiman (60 thn) mantan Karyawan atau Karyawan Pensiun di PTPN-III beserta Lina (58 thn) sebagai istrinya yang telah menempati tapak sejak tahun 1976 hingga saat ini tanah yang dahulunya berbentuk kolam kemudian olehnya ditimbun dibangun gubuk untuk rumah untuk membuka usaha jualan makanan, kemudian lokasi tersebut pernah dijadikan jalan aspal dan kini direlokasi kesebelahnya.Letak rumah tersebut bertepatan dipinggir jalan lintas Sumatera antara Medan ke Tebing Tinggi di Afdeling VII Kebun Rambutan Desa Sei.Bamban persis ditikungan Air Mancur dan taman serta bangunan tempat berjualan yang memang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai sejak dahulu atas kepedulian Pemerintah kepada Usaha Pedagang Kecil Lemah.Tiba-tiba Rukiman dan Lina istrinya sedang duduk berdua dikursi warung tempat usahanya menjual makanan pada tangga 22 Nopember 2011 lebih kurang jam 15.00 wib sore dini hari dikejutkan atas kedatangan yang mengaku dirinya adalah Oknum Kontraktor Pembangunan Perumahan Karyawan PTPN-III dari Medan ia berdua dengan gayanya turun dari Mobil mewahnya. Langsung mendatangi saya dengan sikaf arogan, seharusnya sebagai tamu yang namanya datang kerumah orang harus memiliki sikaf yang sopan. Justru malah berkata kasar menyuruh bongkar rumah tempat tinggal saya ini dengan alasan katanya saya menghambat pembangunan pekerjaan pembangunan perumahan  karyawan di Desa Sei.Bamban Afd-VII dia nanti diklaim oleh pihak PTPN-III, padahal saya mengatakan saya tidak pernah menghambat pembangunan perumahan tersebut malahan pihak pekerja bangunan banyak menitipkan barang-barang serta alat perkakasnya ditempat saya.Kemudian kalau memang hal ini dituduhkan menghambat, barangkali dari Pemuda Setempat saja yang melakukan dalam setahun mungkin bangunan perumahan tersebut tidak akan siap. Tetapi hal itukan tidak terjadi, saya merasa sudah cukup banyak dan lama mengabdi kepada PTPN-III dari dahulunya turut mengamankan Asset PTPN-III dan kini saya membuka usaha jual makanan diatas tapak ini kok, oknum pihak Kontraktor PTPN-III bersikap Arogan terhadap saya marah-marah semacam penekanan terhadap diri saya sehingga memancing emosi saya untuk marah.

Namun saya tetap berpikir semua masalah pasti ada jalan keluarnya sehingga pada waktu itu berkumpul turut menyaksikan oknum Kontraktor PTPN-III yang mengaku dirinya bermarga Purba yang didampingi oleh temannya dan tidak diketahui namanya.Padahal sebenarnya sikaf Arogan Oknum yang mengaku dirinya dari Kontraktor Pembangunan Perumahan PTPN-III di Desa Sei.Bamban tersebut jelas melakukan perbuatan tidak menyenangkan terhadap diri saya dan istri kami yang sudah tua-tua ini yang ingin menghabiskan sisa-sisa umur dibuat perlakuan yang tak senonoh tersebut membuat kami merasa terkejut. Untunglah namanya diwarung banyak orang yang menyaksikan dapat menyabarkan saya dan istri demikian kata Rukiman mantan karyawan pensiun PTPN-III Sei.Bamban Kebun Rambutan. (Edy S)                                                                      

Omih dan Omah jadi Korban Mafia Tanah


Bekasi, Radar Nusatara

Permasalahan tanah di kabupaten Bekasi memang bukan rahasia lagi jika banyak sengketa di pertanahan,baik sengketa kepemilikan,sertifikat ganda dan penyerobotan lahan. Kejadian tersebut pun menimpa dua orang warga desa Sirna Jaya Kecamatan Serang Baru Kab Bekasi.Berawal dari di pinjam nya sertifikat dan Ktp asli Omih dan Omah oleh kerabat sendiri ,sejak saat itulah masalah tanah da sertifikat milik Omah dan Omih di duga di mamfaatkan oleh oknum bernama Julaeha yang sampai saat ini tidak di ketahui di mana rimba nya.

Seperti yang di sampaikan oleh sumber yang dapat di percaya kepada RN beberapa waktu yang lalu.Sertifikat hasil prona tersebut sekitar tahun 1980an saat ini menjadi Jaminan Hutang piutang kepada salah satu perusahaan waralaba di Kab Bekasi. Hal tersebut terungkap ketika salah seorang pengurus di desa membantu pengurusan jual beli tanah ,dimana salah seorang ada yang berminat membeli tanah Omah dan Omih ,dan untuk memastikan sertifikat tersebut maka pengurus desa mencoba memintasertifikat asli nya,namun karena menurut keluarga Omah dan Omih hilang maka foto kopy sertifikat tersebutpun di bawa menjadi bahan pertimbangan BPN untuk mendapat sertifikat yang baru lagi,namun ternyata sertifikat tersebut sudah dikuasakan atas nama Julaeha dan menjadikan sertifikat tersebuat hak jaminan.Kontan saja kondisi tersebut membuat kaget pengurus desa,dan sampai sekarang keluarga korban masih mempertanyakan.

Masalah tersebut pun pernah di urus oleh salah satu notaris di wilayah serang baru yaitu Notaris Abdul Fikri SH. Ketika di temui di ruangan nya Fikri SH mengakui ada nya kepengurusan tersebut namun menurut nya semua sesuaiya  prosedur,"saya hanya melaksanakan tugas mas,dan semua nya sesuai prosedur,"jawab nya.Keluarga berharap agar massalah ini dapat selesai ,karena tanah yang merupakan hak nya akan semakin kuat jika memilki sertifikat, namun kini akibat kelalaian sertifikat tersebut hillagi,semoga ada dan untuk mengurus nya tidak memiliki uang semoga ada pihak yang mau membatu . (eyp) 

Peletakan Batu Pertama Jembatan Sedari Kec. Cibuaya


Karawang, Radar Nusantara 


Sebagai bentuk perwujudan pembangunan disegala bidang baik fisik maupun non fisik juga membangun disemua sektor diberbagai wilayah di Kabupaten Karawang, serta Sebagai salah satu upaya menjalin sinergitas antara Pemerintah dengan Pihak Swasta dalam hal ini Pertamina, Bupati Karawang,  Drs. H. Ade Swara, MH  buka secara resmi dengan ditandai pelatakan Batu Pertama Pembangunan Jembatan Penghubung di Desa Sedari Kec. Cibuaya Karawang. Senin. (24/11).

Dalam sambutannya Kepala Desa Sedari Ibu Rosmilah, AMD  mengatakan dan mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bupati di Tengah Masyarakat Desa Sedari, hal ini sejak lama sangat dinanti dan ditunggu keghadiran orang nomor satu di Karawang, mengingat selama kurun waktu hampir 66 tahun Desa kami termasuk desa yang sangat terisolir dan jauh tertinggal, Alhamdullah dengan Kepemimpinan Bupati Ade Swara ini, Desa Kami sudah semakin terbuka bahkan sekarang terlihat maju dan selama kurun waktu tersebut masyarakat kami belum pernah menginjak Sirtu namun kini terlihat sudah terbukti Desa Sedari sudah bagus dan Sirtu semua. Ucapnya.

Ketua Komite Pembangunan Mayarakat Desa Sedari Kec. Cibuaya Iwan Polim dalam sambutannya mengatakan bahwa pihaknya telah berupaya semaksimal mingkin dan bekerjasama dengan PT. Pertamina Hulu Energy guna merubah wajah Sedari yang muram menjadi Sedari yang Cerah, terbukti kami bersama masyrakat sedari, Pemerintah Karawang dan Pertamina kini telah membuktikan pengabdian kami untuk masyarakat dengan membuka dan membangun 2 Jembatan di Desa kami yakni Jemabatan Sedari 1 dengan Panjang 50 Meter dan Jembatan Sedari II sepanjang 40 Meter, serta kami telah membangun 2 Unit Fasilitas Air Bersih serta kami akan memcanangkan Sedari yang Hijau dengan menanam pohon di sepanjang jalan, ucapnya.

Dalam sambutan terpisah Bupati Karawang H. Ade Swara mengatakan bahwa  sebelumnya, saya atas nama pribadi,  Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Karawang, mengucapkan “Terima Kasih” dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah turut andil sehingga pembangunan jembatan ini dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana, khususnya kepada segenap keluarga besar PT. Pertamina yang telah mencurahkan perhatian dan kepeduliannya serta telah mampu memujudkan kewajiban sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap lingkungan sekitar dengan baik. kita harapkan bersama kedepannya keberadaan 2 (dua) jembatan ini mampu menjadi  penghubung antara dusun telarsari dengan dusun lainnya di desa sedari maupun dengan desa lainnya, juga yang paling penting merupakan prasarana pendukung dalam hal kelancaran distribusi dan pertumbuhan ekonomi bagi lingkungan sekitar sehingga dapat memberikan kontribusi positif, terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, pendapatan asli desa serta kesejahteraan masyarakat, khususnya di desa sedari serta masyarakat kecamatan cibuaya pada umumnya, sehingga pada gilirannya akan turut meningkatkan pendapatan asli daerah.ucapnya.

Bupati menambahkan bahwa salah satu konsep pembangunan dapat didefinisikan sebagai peningkatan keberdayaan masyarakat untuk meraih masa depan yang lebih baik, hal ini berarti pembangunan bukan hanya difokuskan pada segi pembangunan fisik saja, akan tetapi meliputi semua bidang termasuk pembangunan non fisik. namun demikian pembangunan fisik bukan berarti tidak diutamakan, akan tetapi justru sebagai penopang pelaksanaan pembangunan di bidang non fisik. Berkaitan dengan hal tersebut menurut Bupati  pembangunan jembatan ini, dipandang sebagai salah satu faktor dominan, penting dan strategis, terutama dalam rangka melaksanakan dan mewujudkan keberdayaan masyarakat. dan sebagaimana dimaklumi bahwa pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Karawang  dilakukan melalui kebijakan strategis, yang memandang masyarakat bukan hanya sebagai obyek tetapi juga sebagai subyek pembangunan yang diharapkan mampu menetapkan tujuan, mengendalikan sumber daya, dan mengarahkan proses yang dipandang mampu  meningkatkan tarap kehidupannya untuk mencapai kondisi yang diharapkan.

oleh karenanya lanjut Bupati,  dengan dibangunnya 2 (dua) jembatan ini, diharapkan dapat lebih memberikan keleluasaan masyarakat dalam melakukan usahanya, karena keberadaan jembatan ini tentu akan lebih mempermudah arus transfortasi dan komunikasi. dengan demikian masyarakat akan lebih mampu meningkatkan usahanya, sehingga memiliki daya ungkit yang cukup signifikan dalam pengembangan ekonomi secara umum. (Limbong)

Pembangunan gedung Futsal Langgar GSB, Oknum PNS “H.A” diduga Menyalahgunakan Wewenang


Bekasi, Radar Nusantara

Membangun ibarat kita menyeberang jalan. Harus melihat kanan kiri agar selamat. Demikian juga dalam membangun rumah, banyak aspek yang perlu diperhatikan agar kita sebagai calon penghuni dapat selamat.
Aspek itu berupa persyaratan administratif dan persyaratan teknis yang sesuai dengan fungsi bangunan. Segala persyaratan itu tertuang di dalam aturan tentang tata bangunan dan lingkungan yang ditetapkan pemerintah. Banyaknya persyaratan yang harus dipenuhi, terkadang membuat orang mengabaikan aturan tersebut termasuk juga aturan mengenai GSB (Garis Sempadan Bangunan).

Sesuai dengan Undang-undang No 28 tahun 2002 Pasal 13 tentang Bangunan Gedung menyebutkan bahwa sebuah bangunan harus mempunyai persyaratan jarak bebas bangunan yang meliputi GSB dan jarak antar gedung. Selain itu dalam membangun rumah, Anda juga harus sudah mendapatkan standarisasi dari pemerintah yang tercantum di dalam SNI No 03-1728-1989. Standar ini mengatur bahwa dalam setiap mendirikan bangunan harus memenuhi persyaratan lingkungan bangunan, diantaranya larangan untuk membangun di luar GSB.

Kekuasaan,  uang seringkali membuat manusia lupa diri,  bahkan pengabdian  dapat di manfaatkan untuk kepentingan golongan, keluarga maupun pribadi dengan melakukan tindakan yang dapat merugikan rakyat yang telah menggaji nya dengan membayar pajak.

Padahal Onum PNS tersebut tentu nya sudah tahu aturan mainnya yang terangkum dalam  PP No. 53 tahun 2010 tidak membenarkan Pejabat PNS memanfaatkan Jabatan untuk kepentingan pribadi, bahkan harus meninggalkan kepentingan pribadi,golongan demi kepentingan Negara.

Seperti yang di alami nara sumber  belum lama ini,yang tidak ingin disebutkan nama nya,yang merasa di jolimi oleh oknum Pejabat PNS di Pemkab Bekasi,pasal nya ,Pejabat berinisial “HA”tersebut sedang membangun gedung futsal di lokasi pemukiman warga yang di kapling.Selain di duga menyalahi  peruntukan di tambah pembangunan gedung tersebut membuat auning yang memakai fasilitas umum yaitu jalan utama,hal tersebut di perkuat dengan data dan foto yang di beberkan nara sumber kepada media ini.( akan di scaning dulu )”kalau sampai tempat tersebut nanti mulai ramai dan pembangunan mulai di kerjakan pasti akan terkendala dengan jalan, karena terganggu oleh auning yang di bangun oleh pemilik oknum pejabat”ujar nya.

Bukan hanya itu saja ,oknum Pejabat Pemda ini yang sedang menduduki pimpinan di salah satu SKPD di lingkungan kerja Pemkab Bekasi  pernah di laporkan kepada pihak kecamatan,tetapi menurut nara sumber oknum PNS tersebut tidak menghiraukan  teguran Camat,karena sampai saat ini pembangunan auning berjalan terus tanpa ada rasa bersalah sedikitpun. Berdasarkan temuan tersebut oknum “HA” dapat di tuntut dan di laporkan kepada instansi yang terkait ,karena di duga kuat melanggar PP no 53 tahun 2010 pasal 4 ayat 1 yaitu penyalah gunaan wewenang,dan termasuk kesalahan dalam tingkat berat seperti yang tertulis pada pasal 7 ayat 4 seberat nya adalah pemberhentian dengan tidak hormat.

Di tempat berbeda tim menkonfirmasi ke P2B masalah ke beradaan kapling tersebut,dan menurut nya kapling tersebut  tidak mempunyai IMB dan akan di telusuri dulu,”Kami akan kirim tim ke lokasi “papar Bambang ,Namun menurut informasi dari warga sekitar melalui HP auning  tersebut belum di pindahkan, semoga ini bukan pertanda lemahnya pengawasan dinas terkait. (eyp)

PKK Kab. Bintan Gelar Lomba Fardhu Kifayah


Bintan, Radar Nusantara

Tim penggerak PKK Bintan mengadakan perlombaan Fardu Kifayah Se-Kabupaten Bintan yg di laksanakan di gedung Comunity Center Gunung Kijang pada hari Rabu (23/11/11). Acara ini langsung dibuka secara resmi oleh Ketua PKK Kab. Bintan Dewi Kumalasari Ansar. Ia menjelaskan bahwa lomba merupakan program kerja PKK. Dewi menambahkan pada tahun 2010 yang lalu PKK juga pernah mengadakan kegiatan yang sama, “dari kegiatan ini kita juga ingin melihat dan mengevaluasi sejauh mana pelaksanaan kegiatan fardhu kifayah yang pernah kita berikan pada tahun lalu, apakah sudah diterapkan dan dilaksanakan dimasyarakat”.

Lanjutnya “Fardhu Kifayah ini merupakan amanah yang wajib kita lakukan sebagai sesama muslim, dan merupakan tanggungjawab sosial dan tanggungjawab kepada Allah, SWT”. “Apabila kita/masyarakat melakukan fardhu kifayah terhadap jenazah/orang yang telah meninggal dunia maka kita akan mendapat pahala, sebaliknya dan apabila kita/masyarakat tidak ada yang melakukan fardhu kifayah maka kita akan mendapat musibah”. Pengerjaan Fardhu Kifayah harus dilakukan secara ikhlas dan sukarela terang DEWI. Ia berharap kegiatan untuk pengembangan diri dan pelayanan kepada masyarakat dapat terus dikembangkan. “Kegiatan ini sangat baik semoga dapat dilakukan secara kontinue”. Kegiatan ini akan menjadi kegiatan wajib yang dilakukan oleh PKK Kab. Bintan. Lomba dilaksanakan 1 hari dan peserta terdiri ibu-ibu PKK dari 10 kecamatan, setiap kecamatan berjumlah 5 orang.

Ketua Panitia Fardhu Kifayah Nurhad, S.Ag mengatakan acara dilaksanakan merupakan bentuk kepedulian tim PKK dan merupakan program kerja (Pokja) I dalam meningkatkan pengetahuan ibu-ibu PKK dan mengisi program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat baik di kota maupun di desa. Ia berharap kegiatan dapat menempa pengetahuan, wawasan dan keahlian dan ketrampilan ibu-ibu PKK dalam melayani masyarakat khususnya dalam pelaksanaan fardhu kifayah yang sering dihadapi. Kegiatan ini sangat direspon bagus dan antusias oleh para peserta, setiap peserta membawa bahan-bahan kegiatan seperti kain dan boneka untuk mereka peragakan pada saat pelatihan. (Juando)



Ketua Tim PKK Kab. Bintan Dra. DEWI KUMALASARI ANSAR, MM (jilbab putih) bersama Kepala Kementerian Agama Kab. Bintan Drs.ARUSMAN YUSUF (kiri) saat menyaksikan pelaksanaan Lomba Fardhu Kifayah.


Proyek Peningkatan Jalan Raya Pasir Randu Bermasalah


Bekasi, Radar Nusantara

Proyek peningkatan Jl Raya Pasir Randu , Desa jaya mulya yang berlokasi di desa Sukasari Kecamatan Serang Baru Kab. Bekasi dengan panjang 1.074 m dan lebar 4,5 m berasal dari APBD Kab Bekasi (Banprov)  dengan nilai Rp.1.668.657.000 yang di kerjakan oleh CV. Menara Mangun di duga bermasalah. Seperti yang diungkapkan nara sumber yang dapat di percaya menjelaskan, Sekilas memang jika dilihat dari papan proyek tersebut tidak ada yang bermasalah, namun ketika di perhatikan lebih teliti adalah lokasi pengerjaan dengan lokasi di papan proyek tidak sesuai, yaitu lokasi yang tertera di papan proyek tidak menunjukan berada di desa Sukasari ,namun lebih cenderung di desa jaya mulya, tetapi pekerjaan nya secara nyata berada di wilayah administrasi desa Sukasari ,tentu nya hal ini menimbulkan pertanyaan berbagai kalangan.

Maka untuk mendapatkan jawaban wartawan RN mencoba menelusuri kejanggalan tersebut,dan akhir nya mulai mendapat titik terang ,yaitu pada saat berada di kediaman kades Jaya Mulya Acep,Kades  mengatakan bahwa kabarnya proyek tersebut karena ada nya persetujuan kades jaya Mulya dan camat serang baru,namun dengan tegas Acep membatah nya bahwa tidak pernah masalah perpindahan proyek tersebut di ketahui dan di minta persetujuan nya,”ulah gitu kang,urang ente pernah menyetujui masalah pemindahan lokasi tersebut.

Dugaan ada nya masalah dalam lokasi proyek tersebut,RN  juga mendapatkan keterangan dari Ketua BPD Sukasari Arna bahwa dia mengakui bahwa proyek tersebut seharus nya menjadi hak dari wilayah desa Jaya Mulya ,namun biar bagaimanapun sangat bersyukur dengan ada nya pembangunan di wilayah nya,”yang pertama saya mengucapkan terimakasih dulu karena pembangunan tersebut berada di wilayah saya,sekalipun sebenar nya proyek tersebut milik desa Jaya mulya.

Hal senada juga di katakan Camat Hudaya bahwa diri nya tidak pernah di minta persetujuan oleh dinas Bina marga atas perubahan tersebut dan atas kejanggalan tersebut dan dia menerangkan bahwa penulisan di papan proyek tersebut sudah sesuai nomenklatur,karena di sana tertulis nama jalan bukan nama wilayah “hal tersebut sudah sesuai nomenklatur pak,karena di penulisan proyek bukan di tulis nama desa nya,tetapi nama jalan,karena dalam penulisan tersebut memakai strip bukan koma,”kata nya.di tambah kan lagi bahwa tidak mungkin berani Dinas Bina Marga melakukan pemindahan karena peristiwa tersebut sudah pernah terjadi dan menjadi masalah yang pelik,namun jika memang di temukan fakta dan data hal tersebut bisa di permasalahkan di kemudia hari.

Penelusuran pun berlanjut RN menemui pihak pelaksana proyek Ucup Bukhori yang telah banyak melaksanakan kegiatan yang sama di wilayah  Kecamatan serang Baru.Di temui di rumah makan ,Ucup menegaskan bahwa sebagai pelaksana ,sifat nya hanya melaksanakan saja,dan berharap di kemudian hari tidak ada masalah karena dapat menggangu pencairan nanti nya,”semoga tidak ada masalah bang ,karena di khawatirkan dapat mengganggu pencairan “Ujar nya.


Tentu nya sangat mudah di tafsirkan bahwa secara tidak langsung H rohim juga mengakui bahwa proyek pekerjaan nya salah lokasi ,seharus nya berada di wilayah desa Jaya Mulya bukan sukasari,namun karena ada persetujuan dari kades jaya Mulya  dan Camat serang Baru akhir nya lokasi tersebut di laksanakan di mulai dari desa Suka sari dan untuk menutupi kekecewaan masyarakat tersebut maka H Rohim mengupayakan melalui ABT di desa Jaya Mulya akan mendapatkan 1,5 M untuk perbaikan jalan yang sudah sangat rudak parah.

Dan untuk menjawab pertanyaan besar tersebut semua berujung pada Dinas Bina Marga ,namun hinggA berita ini di muat belum berhasil menemui nya sekalipun usaha sudah begitu maksimal untuk berusaha menemui nya dan menghubungi baik Kepala Dinas Bina marga maupun Kabid Bina Marga . (eyp)

PT. MUS (Mandiri Union Sejati) Lakukan pelecehan Terhadap lembaga DPRD dan Wartawan




Tangerang,  Radar Nusantara

Tepat pukul 14.51 WIB  PT. MUS (Mandiri Union Sejati) salah satu  perusahaan  yang berpaham kapitalis tidak punya rasa kemanusiaan dengan diberhentikannya 20 karyawan dengan pemutusan PHK secara sepihak tanpa berdasarkan aturan yang jelas menurut aturan ketenaga kerjaan  undang-undang 13 tahun 2003.
Disamping itu banyak tenaga kerja mengalami kecelakaan kerja yang kurang diperhatikan dengan tidak adanya program jaminan kesehatan tenaga kerja dan di duga perusahaan ini tidak mengantongi izin produksi tapi izin pergudangan yang lebih parah lagi semua karyawan yang bekerja di PT. MUS (Mandiri Union Sejati) dari bagian umum, security, operator dll.  Statusnya tidak jelas kontrak / tetap,  perusahaan PT. MUS   berproduksi dari tahun  2002 sampai sekarang hampir 9 tahun  tetapi tak seorang pun karyawan mempunyai status yang jelas terkecuali staf ADF.

Setelah diadakan negosiasi  mengenai pemutusan  karyawan terhadap 20 orang secara sepihak sampai saat ini belum mendapatkan kesepakatan peristiwa pada tanggal 14 November 2011 merupakan catatan sejarah yang  sangat disesalkan dari semua jajaran  samping termasuk LPSM (gema banten) dan yang dikuasakan.

Bpk. Nazil Fikri selaku anggota dewan  komisi II fraksi PPP dengan tidak diperbolehkan masuk kendaraan dinas ke PT. MUS untuk menyelesaikan perselisihan mengenai pemutusan PHK secara  sepihak terhadap 20 orang karyawan dan tidak di perbolehkan wartawan melakukan peliputan oleh pihak manajemen perusahaan PT MUS, Bpk. Sopian (kepala pabrik), Bpk Yanto (personalia), Bpk Yuli (manajer pemasaran) ini sudah melanggar undang-undang No. 40 tahun 1999 tentang pers.

Pada tanggal 23 November 2011 tepat pukul 13.00 WIB telah di adakah kesepakatan penyelesaian perselisihan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)  secara sepihak di kantor disnaker kabupaten tangerang antara pihak kuasa karyawan dari lembaga LPSM  (gema banten ) dengan managemen perusahaan, dari hasil musyawarah secara tri partid belum menghasilkan kesepakatan yang jelas  mengenai  uang pesangon, pada hal sudah jelas aturannya yang sudah disampaikan kepada disnaker kab. Tangerang, tetapi dari dinas ketenaga kerjaan menyarankan untuk dilakukan  bipartid  antara pihak kuasa karyawan dan management PT. MUS   untuk di tambah 15 %  di kali pesangon yang di ajukan pihak  perusahaan dan akan di lakukan pertemuan kembali  pada tanggal 01 Desember 2011 tempat di disnaker tangerang. (Sakri)

Rehabilitasi Rumah Kumuh di Duga Dananya Dipotong Pengurus


Rangkasbitung lebak, Radar Nusantara

Di pemkab. Lebak khususnya di kecamatan rangkasbitung ada tiga desa kelurahan yang mendapat bantuan untuk rehabilitasi pembangunan rumah kumuh anggaran yg telah dikeluarkan dari APBN KEMENPERA antara lain desa mekarsari ,desa sukaraja, dan kelurahan cijoro lebak. Bpk. M agus rosyid selaku bagian perumahan rakyat “cipta karya” menerangkan kepada radar nusantara ketika ditemui di kantornya di DKP. Ona rangkasbitung, masing-masing warga yang mendapatkan bantuan itu masing-masing mendapatkan Rp. 5000.000,- . pencairan danya dibagi menjadi 2 tahap, tahap pertama dana cair Rp.2.500.000 , tahap ke dua Rp.2.500.000 , dana dicairkan apabila pembangunan rumah fisik rumah kumuh itu sudah 50 % dan batas pencairannya selambat-lambatnya tanggal 15 desember 2011 “ungkapnya.

Di desa mekarsari yang mendapatkan bantuan tersebut antara lain kp. Sena Rt 01/05 sekitar 8 rumah , kp.papanggo Rt 01/06 dan Rw 04 sekitar 6 rumah , kp. Sukamanah Rt 01/03 sekitar 2 rumah yang total keseluruhannya 16 rumah.

Namun di desa mekarsari ini ada dugaan bahwa penerimaan tahap pertama oknum pengurus yang di prakarsai oleh 3 orang ini meminta dari warga sebesar Rp.500.000 ,- karena pengurus itu berdalih bahwa yang memperjuangkan rumah kumuh untuk warga itu adalah mereka ( ke 3 orang oknum pengurus) mereka beralasan karena memperjuangkan nasib mereka “ungkap tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya kepada radar nusantara. (BH)

Sosialisasi Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial


Tanjungpinang, Radar Nusantara

Walikota Tanjungpinang Dra. Hj. Suryatati A Manan, Membuka acara sosialisasi Permendagri No 32 Tahun 2011, tentang pedoman pemberian hibah dan bantuan sosial (Bansos) yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah kota Tanjungpinang,  pada Rabu (23/11) di Aula Kantor Walikota Tanjungpinang.

Lahirnya Permendagri nomor 32 tahun 2011 dilatarbelakangi belum adanya aturan yang jelas dan tegas, tentang belanja hibah dan bantuan sosial di daerah dan belum seluruh daerah yang menetapkan dan melaksanakan peraturan kepala daerah tentang mekanisme pelaksanaan hibah dan bansos secara tegas. Disamping itu dengan adanya permendagri nomor 32 tahun 2011 tersebut, dapat mencegah munculnya lembaga dadakan yang hanya berorientasi pada penerimaan hibah dan bansos, namun tidak memiliki program dan tugas pokok, sehingga ada kecenderungan, usai menerima hibah dan bansos lembaga tersebut bubar.
Dalam sambutannya Tatik menyampaikan  bahwa, Permendagri nomor 32 tahun 2011 ini membawa perubahan yang sangat mendasar bagi system belanja pemerintah daerah, khususnya belanja hibah dan bantuan sosial yang meliputi perubahan pada system penganggaran, pelaporan, pertanggungjawaban, serta monitoring dan evaluasi.

Untuk itu Tatik mengingatkan bahwa permendagri nomor 32 tahun 2011 tidak hanya mengikat bagi pemerintah daerah melainkan juga para penerima hibah dan bantuan sosial. Dengan harapan agar para penerima hibah dan bantuan sosial benar-benar memahami permendagri ini, sehingga dalam melaksanakan penyelenggaraan pemerintah daerah, dapat mewujudkan tertib administrasi, akuntabilitas dan tranparasi,
Saat ini, Pemko Tanjungpinang sudah menyiapkan peraturan kepala daerah, tentang pedoman pelaksanaan system dan prosedur belanja hibah dan bantuan kota tanjungpinang. Saya berharap, perwako tersebut dapat menjadi pedoman bagi setiap penerima hibah bahwa pemberian uang, barang atau jasa dari pemerintah daerah kepada pemerintah daerah lainnya, perusahaan daerah, masyarakat dan organisasi  kemasyarakatan, yang secara spesifik telah ditetapkan peruntukannya, bersifat tidak wajib dan tidak mengikat, serta tidak secara terus menerus yang bertujuan untuk menunjang penyelenggaraan urusan pemerintah daerah. Filosofi hibah ini pada intinya adalah pengalihan tanggung jawab dari pemberi hibah kepada penerima hibah berdasarkan naskah perjanjian hibah sehingga yang menjadi obyek pemeriksaan adalah penerima hibah, kata Tatik.

Begitu juga dengan bansos bahwa pemberian bantuan berupa uang atau barang dari pemerintah daerah kepada individu, keluarga, kelompok atau masyarakat yang sifatnya tidak secara terus menerus dan selektif yang bertujuan untuk melindungi dari kemungkinan terjadinya resiko sosial. Hal ini secara spesifik nantinya telah diatur didalam peraturan walikota tentang system dan prosedur belanja hibah dan bansos.
 Tatik menyampaikan dengan adanya kegitan sosialisasi permendagri nomor 32 tahun 2011 ini, dapat memberikan informasi yang jelas apa yang dimaksud dengan hibah dan bansos, siapa yang berhak menerima dan persyaratannya, serta diatur pula bagaimana perencanaan penganggarannya, mekanisme pencairan dan petanggungjawabannya, artinya tidak ada lagi hibah atau bansos yang dapat dicairkan  begitu saja, karena untuk mendapat kucuran anggaran ini, para pengusul harus melalui proses panjang. Mulai dari usulan dalam bentuk proposal, dikuatkan dengan keberadaan pengusul (akta notaris, kepengurusan dan alamat), rekomendasi oleh tim anggaran pemerintah daerah (TAPD), penetapan oleh kepala daerah, pencantuman dalam kebijakan umum anggaran (KUA) dan prioritas palfon anggaran sementara (PPAS), dan akhirnya dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk disahkan menjadi APBD. Sehingga untuk mendapatkan hibah atau bansos pada tahun 2012, sudah tercantum dalam APBD 2012 secara jelas tentang siapa penerima (organisasi) dan berapa pagu dananya.

Selanjutnya Tatik berharap hasil sosialisasi dapat juga dijadikan transfer informasi dari peserta sekalian kepada pemerintahan  atau pemerintah daerah lainnya, perusahaan daerah, masyarakat dan organisasi masyarakat yang selama ini menerima belanja hibah dan bansos, tentang mekanisme pelaksanaan hibah dan bansos mulai tahun anggaran 2012, Ucapnya.(Rhomais)

TPA Burangkeng Setu Tidak Dikelola dengan Baik


Bekasi, Radar Nusantara 

    Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemadam Kebakaran (DKP2K)  Kabupaten Bekasi tidak becus dalam mengelola sampah dan perawatan alat berat Exkapator  ( Beko), selama tujuh hari truk sampah sudah lama tidak beroperasi untuk mengangkut sampah ke pembuangan akhir (TPA) di Burangkeng Setu Kabupaten Bekasi.

  Dalam patauan Radar Nusantara, bahwa banyaknya Exkapator (Beko) yang  tidak beroparasi maka sampah semangkin menumpuk, karena tidak becusnya dinas terkait untuk perawatan alat tersebut, hal ini diduga sebagai tempat besi rosokan.

Dengan adanya alat  Exkapator  (Beko)  tidak berfungsi, sehingga sampah sampai menumpuk seperti gunung dipinggir jalan, Saat di konfirmasi Ucup mengatakan  “dengan banyaknya Exkapator (Beko) yang rusak diharapkan dinas terkait dapat memperbaiki alat dan jalan serta penerangan yang menuju TPA tersebut, hal ini dapat mengakibatkan banjir saat musim penghujan tiba. “ujarnya.

  Disela itu, warga yang ada di sekitar TPA mengatakan bahwa “bila malam hari jalan menuju TPA  sangat gelap karena lampu penerangan jalan banyak  yang mati  dan saat hujan deras mengakibatkan banjir, sehingga  warga takut terserang penyakit.

  Sementara itu Kepala Dinas (DKP2K) saat mau di konfirmasi tidak berada ditempat dikenakan sedang rapat “ujar salah satu stafnya”. (Hadi – Dewi)   

Wujudkan Sekolah yang Berkompetensi dan Berakhlak Baik

Majalengka, Radar Nusantara

Sekolah tidak hanya berkewajiban mewarisi siswa dengan ilmu pendidikan umum semata, tetapi lebih sempurnanya membekali siswa dengan pendidikan karakteristik. Sehingga, selain cerdas siswa pun memiliki perilaku  ahlaqqulkarimah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.Hal tersebut sangat disadari oleh pihak Yayasan Ponpes Modern Ar-Rahmat, SMK Ar-Rahmat Kec Palasah Kab Majalengka yang dipimpin oleh  ketua yayasan Drs H.Ena Sarya S.SH,CN dan   juga pengasuh Pondok Pesantren K.Endi Suhendi M.A serta  kepala Sekolah Drs Sumarjoto.
Drs Sumarjoto selaku Kepala sekolah mengatakan dengan Rendah hati dan santun ia bertekad keras dengan para pengurus, tenaga pengajar dan Staffnya untuk menjadikan SMK Ar-Rahmat menjadi sekolah Yayasan unggulan di kota angin Majalengka ini dan bahkan di jawa barat karena itu ia terus memenej berbagai hal berkaitan dengan di sekolah yang di kelolanya. Ia yakin, upaya kerasnya itu akan menjadikan sekolah SMK Ar-Rahmat sebagai sekolah berprestasi, bermutu dan berkualitas dengan fasilitas sarana dan prasarana ruang belajar yang representative, perpustakaan, Lab komputer dan internet, Lab praktek keperawatan, Lab praktek farmasi, sarana ibadah, free Hotspot area, E-Learning (pembelajaran on line) dan  Bank Mini.
Menurut Sumarjoto sesuai dengan Visi Menjadikan Sekolah yang menyenangkan, berprestasi dan islami itu merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi demi masa depan anak didiknya dengan menciptakan sumberdaya manusia (SDM) Islami, Profesional dan mandiri MISI sekolah yang ditarafkan adalah Meningkatkan kenyamanan di sekolah, Menigkatkan keharmonisan seluruh warga sekolah, Meningkatkan transparansi pengolahan dan pelayanan sekolah, Menumbuh kembangkan jiwa wira usaha peserta didik, Menyiapkan pesrta didik menjadi propesional,mandiri,terampil dalam bidangnaya, Memfasilitasi bakat dan minat peserta didik agar berkembang secara optimal, Membimbing peserta didik berbudi pekerti luhur dan ber ahlaq mulia, Membekali dan membimbing peserta didik dalam wawasan, sikap dan prilaku islami.
Kami ingin semua para lulusan sekolah ini berprestasi dengan dilandasi keimanan dan ketaqwaan yang kuat, dengan menjadi manusia yang produktif yang dapat bekerja di bidangnya setelah melalui pendidikan dan pelatihan ber basis kompetensi, Insya Allah kami sangat memahami apa yang menjadi harapan para siswa. Kasek Sumarjoto juga berharap para lulusan dapat sukses secara lahir batin, dunia akhirat berakar pada budaya bangsa dan terciptanya lulusan yang akademis pintar dengan akhlak mulia” tandas Sumarjoto saat mengakhiri perbincangana dengan Radar Nusantra. (Charles)

Cari Berita Disini ...

Memuat...
Loading...

LINK LAYANAN PENGADUAN MASYARAKAT

* Laporan Dan Pengaduan Masyarakat ke Kepolisian Negara RI, Perihal Kasus atau Kejadian, Klik disini...

* Layanan Pengaduan Kejaksaan. untuk pengaduan yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran perilaku ataupun ketidakprofesionalan Jaksa dan Pegawai dalam melaksanakan tugas. klik disini...

* Layanan Informasi dan Layanan Pengaduan Mahkamah Agung. Untuk dapat mengajukan permohonan informasi, mendapatkan informasi mengenai status terakhir permohonan, mengajukan keberatan atas pelayanan informasi, maupun mengajukan laporan pengaduan, klik disini...

* Layanan Pengaduan Dana BOS. Pengaduan Masyarakat Perihal Penyimpangan Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Klik Disini...