Kupu Kupu Malam Gentayangan di Pasar Labuan

Pandeglang, Radar Nusantara Dosakah yang dia kerjakan / Sucikah mereka yang datang / Kadang dia tersenyum dalam tangis / Kadang dia men...



Pandeglang, Radar Nusantara
Dosakah yang dia kerjakan / Sucikah mereka yang datang / Kadang dia tersenyum dalam tangis / Kadang dia menangis di dalam senyuman…

Itulah sepenggal syair lagu yang sempat populer dan isunya hingga kini masih dan terus eksis, yang dinyanyikan oleh Sudarwati, yang populer dengan nama Titiek Puspa, mencipta dan menyanyikan lagu berjudul 'Kupu-kupu Malam' itu pada tahun 1976 lalu.

Tak diketahui pasti siapa yang menciptakan istilah 'Kupu-kupu Malam' dan kapan istilah itu pertama kali dicetuskan. Hanya, menurut sastrawan Yapi Panda Abdiel Tambayong alias Remy Sylado, istilah itu merupakan sebuah perumpamaan saja.

Seperti halnya dikatakan oleh, Yanto warga Kp Cigondang Desa Cigondang Kecamatan Labuan saat dikonfirmasi awak media mengatakan, "Keberadaan wanita malam itu seumpama kupu kupu malam yang beterbangan, di Pasar Labuan mereka beroperasi disekitar simpang tiga Toko Leo hingga ke Pasar ikan Labuan di saat menunggu pria hidung belang ibaratnya seperti kica kica (kunang- kunang@red) di malam hari lantaran duduk dalam kegelapan malam sambil merokok, "ungkapnya disela sela kesibukan melayani bubur ayam bolo bolo, di Pasar Labuan, Sabtu (13/04/2019) sekira pukul 20.00 wib.

Dia menambahkan, Mereka mulai beraksi terkadang di mulai sekitar 19.00 wib hingga larut malam bahkan jumlahnya pun terkadang makin malam maka makin bertambah apalagi jika cuacanya mendukung ,"bebernya. 

"Jumlah kupu kupu malam di sekitar pasar labuan itu diperkirakan capai 20 (dua puluh) orang dari yang asli hingga ada yang imitasi alias wanita palsu yaitu bencong, "paparnya sambil tertawa ditemani sahabatnya.

Keberadaan mereka di Pasar Labuan setahu saya sebetulnya adalah para pendatang bukan warga Labuan asli bahkan mereka itu
selalu ada setiap malam walaupun terkadang saat tertentu mereka menghilang karena ada razia,"tandasnya. 

Sementara, Adi Lili Fadli dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Permata Banten asal Labuan mengatakan, "Informasi itu benar adanya bahkan hal ini bagi sebagian orang disebut meresahkan warga masyarakat labuan dan sekitarnya namun walaupun demikian tentu kami berharap ada solusi terbaik buat mereka dari pemerintah, "ungkapnya ke awak media radarnusantara.com, Senin (15/04/2019)

Selain itu, Adi Lili Fadli yang juga sebagai pengurus ormas Islam Front Pembela Islam (FPI) DPC Kecamatan Labuan mengatakan,
Atas nama ormas FPI mendorong dan mengajak kepada muspika setempat Kecamatan Labuan untuk membersihkan segala penyakit masyarakat (PEKAT) yg ada di Kecamatan Labuan," paparnya.

"Kemungkinan mereka memilih profesi tersebut bukan dikarenakan faktor untuk memuaskan hasrat atau kesenangan seks semata, tapi juga karena berbagai faktor, utamanya alasan ekonomi,"tuturnya.

Masalah PSK dapat diselesaikan, Lanjutnya, dengan beragam cara, seperti misalnya : dengan memberikan bimbingan agama pada para PSK, di didik dan dilatih untuk paham tentang keterampilan, tawaran pekerjaan yang layak sesuai keinginan mereka agar sesuai dengan keinginan/kebutuhan masyarakat, dan lain-lain.

Tentu persoalan sosial ini perlu dipecahkan dengan beberapa solusi, misalnya :
Dengan meningkatkan pendidikan agama sejak dini juga memberikan pelajaran–pelajaran keterampilan/skill  agar ia memiliki kemampuan khusus sehingga dapat memiliki pekerjaan yang layak atau setidaknya dapat membuka peluang usaha sendiri meskipun bentuknya kecil. Pemerintah sebagai penyelenggara negara tentu harus berperan aktif dalam penyediaan lapangan pekerjaan atau setidaknya secara berkala mengadakan pelatihan keterampilan untuk para PSK,"tuturnya. 

Selain itu, Pemerintah, instansi dan organisasi-organisasi sosial kemasyarakatan dan keagamaan secara aktif memberikan penyuluhan-penyuluhan tentang dampak profesi ini, baik dampak jangka panjang, jangka pendek, maupun dampak bagi orang-orang yang berada di sekitar PSK tersebut," tutupnya.
**(Wans).

COMMENTS

Nama

.berita terkini,3611,.beritaterkini,2,Aceh,10,ACEH SINGKIL,77,Aceh Tamiang,22,Aceh Tengah,74,Aekkanopan,3,ambon,2,babel,1,BALAESANG,1,BALIKPAPAN,5,balut.berita terkini,3,Banda Aceh,4,Bandung,55,Bandung Barat,5,banggai,1,Bangka Belitung,3,Bangka Tengah,1,bangkep,1,BANGKEP - RN,1,Bangun Purba,1,Banjar,14,Banjarnegara,4,bantaeng,3,Banten,24,Banyuasin,5,Banyumas,10,Banyuwangi,30,Barru,1,Batam,69,batang,3,Bekasi,401,bekasi terkini,1,Belitung,65,Beltim,85,Bener Meriah,138,BENGKALIS,6,Bengkayang,25,BENGKULU SELATAN,6,BER,3,BERI,1,berita,1,Berita terkini,1775,Bintan,8,Blitar,4,BNN,1,Bogor,186,BOGOR TIMUR,8,Bola,1,bolmong,133,bolmong utara,1,BOLNONG,1,boltim,9,BOYOLALI,1,Brebes,47,Bukit Tinggi,29,Buol,63,Ciamis,14,Cianjur,2,Cibinong,1,Cikarang,19,Cilacap,6,Cilegon,8,Cileungsi,41,Cimahi,70,Cirebon,237,Cirebon Kota,1,Dabo Singkep,202,Daerah,6435,Daik Lingga,1,Dairi,80,Deli Serdang,7,Depok,151,derah,4,Dolok,4,Doloksanggul,6,Donggala,15,DPRD Kab. Bekasi,10,DPRD Kota Bekasi,14,Dumoga,25,Dumoga Utara,1,Ekonomi,3,Garut,25,Gowa,11,Gresik,1,Gunung Putri,2,Hukum,11,indralaya,11,Indramayu,7,Jabar,7,jaka,1,Jakarta,295,jakarta selatan,2,Jambi,31,JATIM,1,Jawa Barat,8,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,7,Jayapura,1,Jember,2,Jeneponto,1,Jepara,64,Jombang,3,kab,2,Kab. Bandung,21,Kab. Bogor,14,Kab. Brebes,3,Kab. Kuningan,8,Kab. Minahasa Tenggara,1,Kab. Serang,2,Kab. Serdang Bedagai,2,Kab. Sukabumi,10,kab. tangerang,4,Kab. Tasikmalaya,17,Kab.Bandung,156,Kab.Bekasi,57,KAB.BOGOR.BERITA TERKINI,1,Kab.Malang,2,Kab.Samosir,2,Kab.Sergai,5,KAB.SINJAI,5,kab.sorong,1,Kab.Sumedang,10,Kab.Tangerang,2,KABUPATEN SINJAI,3,KABUPATEN SINJAJ,3,Kajen,2,Kalbar,61,Kalimantan Barat,9,kalimantan timur,13,Kalsel,7,Kalteng,40,Kaltim,15,Kampar,11,Kampar Riau,29,Kapuas Hulu,236,Karawang,32,KARIMUN - RN,1,Kec.Ukui,1,Kediri,5,Kendari,2,KEPRI,1,Kepulauan Riau,9,Kerinci,5,Korupsi,9,Kota Sorong,5,Kotabumi,1,KOTAMIBAGU,1,Kotamobagu,18,Kronjo,1,Kuala Kapuas,5,Kuala Tungkal,5,KUDUS,31,Kuningan,150,KUTAI KERTANEGARA,4,Kutai Timur,12,Kutim,1,Labuhan Batu,4,Labura,179,Lahat,12,Lamongan,1,Lampung,38,Lampung Barat,24,LAMPUNG METRO,105,Lampung Tengah,4,Lampung Timur,460,Lampung Utara,74,LANTAMAL V,3,lebak,9,LIMAPULUHKOTA,1,Lingga,550,Loksado,1,Lombok,4,lombok timur,6,LOTIM,5,lotim.berita terkini,37,Lubuk Pakam,4,Lumajang,1,Lumanjang,1,Luwuk,7,Magelang,1,Majalengka,46,makassar,10,Malang,112,Maluku,3,Maluku tengah,2,MAMAJU.RN,3,MAMASA,11,Manado,9,Manokwari,4,Mauk,2,medan,24,Mekar Baru,1,MERANTI,62,Mesuji,71,metro,113,metro lampung,5,Minahasa,3,Minahasa Selatan,2,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,Mojokerto,194,morowali,3,Muara Belida,1,Muara Enim,74,Musi Banyuasin,10,Nasional,15,Natuna,93,NTB,7,Ogan Ilir,3,Oku Selatan,245,Oku Timur,5,Opini,1,Padang,2,Padang Lawas,14,Pagaralam,11,Pagimana,1,Pakpak Bharat,12,Pakuhaji,2,Palangka raya,194,Palas,17,palelawan,3,Palembang,35,Palu,99,Paluta,36,pande,1,Pandeglang,639,Pangkalpinang,3,Papandayan,1,Papua,3,PAPUA BARAT,4,Parigi,6,Parigi Moutong,12,PARIMO,1,Parlemen,32,PARUNG PANJANG,1,Pasaman,11,Pasuruan,1,PATI,18,Patia,1,PAYAKUMBUH,2,Pekalongan,24,Pekanbaru,146,Pekanbaru Riau,19,pelalawan,22,Pematangsiantar,34,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,6,Pendidikan,78,Pilkada,1,PIPIKORO,1,Polhukam,149,Politik,1,Pontianak,101,Poso,1,Pringsewu,24,Pulang Pisau,4,purbalingga,3,Purwakarta,613,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Artikel,3,Radar Selebrity,2,Riau,95,Rokan Hilir,11,Sabang,57,Samarinda,22,SAMPI,1,Sampit,286,sar,1,Sarolangun,136,Selayar,10,selong,2,Semarang,5,Seram Bagian Barat,1,Serang,50,Serdang Bedagai,32,Sergai,24,Seruyan,4,Sibolga,7,SIDRAP,14,Sigi,40,Simalungun,30,Singaparna,3,SINGKEP BARAT,1,Sinjai,4,SOLOK,3,Solok Selatan,8,Sorong,48,Subang,99,Sukabumi,106,Sulawesi,2,Sulawesi Selatan,31,sulawesi tengah,45,Sulbar,24,Sulsel,11,Sulteng,180,Sulut,257,Sumatera Selatan,1,SUMATERA UTARA,1,sumba barat,1,Sumbar,21,Sumedang,4,sumsel,6,Sumut,56,Sungai Penuh,1,Takalar,29,Tambraw,3,Tambraw - RN,6,Tangerang,365,Tangerang Selatan,2,Tanjab Barat,409,Tanjab Timur,50,Tanjung Enim,1,TANJUNG PINANG,6,Tapanuli Selatan,1,Tapanuli Tengah,15,Tapanuli Utara,10,tarutung,1,Tasikmalaya,62,Tebing Tinggi,62,Tegal,12,Teminabuan,5,Tenggarong,1,ter,1,Terkini,6723,terkiri,4,Timika,1,Toabo,1,Tolitoli,588,TOMOHON,4,Touna,1,Trenggalek,11,Tulang Bawang,11,Tulang Bawang Barat,7,Tulungagung,154,Waisai,5,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Kupu Kupu Malam Gentayangan di Pasar Labuan
Kupu Kupu Malam Gentayangan di Pasar Labuan
https://4.bp.blogspot.com/-uMuG89I69dE/XLQVIqvngKI/AAAAAAAAVZ8/_nEk2HFdUJcdKMXd2mw30qJ6_m_gNNfsgCLcBGAs/s320/IMG-20190415-WA0024.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-uMuG89I69dE/XLQVIqvngKI/AAAAAAAAVZ8/_nEk2HFdUJcdKMXd2mw30qJ6_m_gNNfsgCLcBGAs/s72-c/IMG-20190415-WA0024.jpg
RADAR NUSANTARA NEWS
https://www.radarnusantara.com/2019/04/kupu-kupu-malam-gentayangan-di-pasar.html
https://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/2019/04/kupu-kupu-malam-gentayangan-di-pasar.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy